Mesin Panhead yang Bertenaga


Lebih dari satu abad Harley-Davidson mencatatkan diri sebagai produsen sepeda motor terkemuka dari Amerika. Beberapa kunci kesuksesannya terletak dari konsep mesin, desain bodi, hingga custom yang memiliki nilai eksklusif yang tinggi. Jika dilihat secara kasat mata, desain model klasiknya, secara garis besar seperti tak ada yang berbeda. Walau begitu Harley tetap melakukan riset mendalam untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan jamannya. Seperti halnya pada sektor mesin yang telah beberapa tipe mesin yang diproduksi, termasuk seri Panhead engine yang menjadi mesin generasi ketiga yang pernah dibuat Harley. Dalam “Harlistas: An American Journey”, Harley-Davidson Custom 1961 dengan mesin Panhead digunakan oleh Lonnie Gallegos.
Panhead bobbers
Sebelum kemunculan Panhead,  Harley telah menggunakan Knucklehead Engine, mesin generasi kedua yang diproduksi antara tahun 1936-1947. Mesin Knucklehead hadir dengan kapasitas mesin 990 cc berdaya 40 dk dan 1200 cc yang berdaya 45 dk. Basis mesin Knucklehead ini digunakan dan dikembangkan dalam  mesin baru, Panhead Engine, yang diproduksi antara tahun 1948 dan 1965. Seperti mesin tipe Knucklehead, mesin Panhead juga terdiri dari dua kapasitas, yaitu 990 cc dan 1200 cc. Namun, salah satu kelebihan Panhead yang banyak disukai adalah tenaga yang dihasilkan lebih besar, yaitu mampu menghasilkan daya hingga 50 dk dan 55 dk. Perbedaan yang paling mencolok antara mesin Knucklehead dan Panhead adalah pengaplikasian alumunium pada head di jenis Panhead, serta adanya “internal oil lines” di dalamnya. Perbedaan inilah yang menyebabkan munculnya perbedaan tenaga yang dihasilkan.

Selamat dalam Kecelakaan Mobil Berkecepatan 300 km/jam


BMW M5 telah membuktikan bahwa tidak hanya mampu menyentuh kecepatan 300 km/jam, tetapi juga mampu melindungi penumpangnya jika terjadi sesuatu yang salah selama menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi.

Sebuah M5 yang sedang dikemudikan dengan kecepatan tinggi di salah satu jalan bebas hambatan di Jerman, terlibat kecelakaan hebat. Saat pengemudi melihat bahwa mobil lain sedang memasuki jalan raya di depannya, pengemudi berusaha menghindar dengan membelok untuk menghindari dan menabrak pembatas jalan, hingga terpental ke pembatas jalan lainnya. M5 itu pun beberapa kali terguling hingga terjungkal dan berhenti di atas rumput di sisi jalan.

Pengemudinya yang berusia 60 tahun, bersama dengan seorang penumpang berusia 20 tahun, semua selamat dari kecelakaan itu, meskipun mereka terluka parah. Kedua anak pengemudi yang mengikuti perjalanan tersebut yang masing-masing mengendarai M6 dan M3, dengan cepat tiba di lokasi kecelakaan dan menggunakan alat pemadam kebakaran yang diarahkan ke kompartemen mesin yang mengeluarkan asap. Kendaraan yang memotong M5 dilaporkan telah melarikan diri dari lokasi kecelakaan.

Hikmahnya, secanggih apa pun mobil yang dikendarai, sebaiknya tetap mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap berkendara di berbagai kondisi jalan. Setuju?


*Bimmerpost/autoevolution

Angkut Motor dengan Sedan Mercy?


Melihat foto tersebut, tentu akan langsung mengundang pendapat miring, terutama tentang sikap pemilik Mercy tua. Nyeleneh? Bisa saja Anda justru akan disemprot agar jangan bicara omong kosong. Pasalnya, pemilik Mercy tua ini tak setuju jika harus menggunakan jasa truk, ketika sedan miliknya mampu melakukannya.

Yup, Mercedes Benz memang dibangun dengan desain dan kekuatan yang baik. Bahkan ketika harus mengangkut sepeda motor beroda empat yang lumayan berat. Boleh jadi jika menggunakan sedan lain yang berusia sama, atap mobil justru akan langsung amblas.

Kecerdikan pemilik Mercy tua ini harus diakui. Apalagi dengan alasan jasa truk pengangkut yang terlambat dan lumayan mahal. Belum lagi risiko kerusakannya yang jika diklaim ke asuransi bisa memakan waktu lama dan belum tentu juga barang akan kembali ke kondisi semula. Perusahaan asuransi akan gigit jari jika banyak konsumen berpikir serupa dengan kecerdikan pemilik Mercy tua ini.

Sebuah pilihan cerdas. Tanggapan Anda?

 

*autoevolution

Historical Ride Tandai Grand Opening MHD Semarang


Di lokasi yang baru ini, layanan diberikan sesuai dengan jam operasional Senin-Sabtu pukul 09.00 hingga 19.00 dan Minggu hingga pukul 15.00.

Mabua Harley-Davidson Semarang akhirnya meresmikan kepindahannya ke gedung yang baru yang terletak di Jalan Dr. Wahidin No. 93, Semarang. Dealership dan showroom yang berdiri di atas lahan strategis seluas 1.300 meter persegi ini, terdiri dari empat lantai gedung dan basement. Lantai pertama merupakan showroom dan service workshop; lantai kedua (mezzanine) merupakan customer’s lounge; lantai ketiga berfungsi sebagai kantor, warehouse, ruang pertemuan, sekretariat H.O.G Central Java Chapter dan ruang ibadah; dan lantai keempat merupakan mess karyawan. Showroom-nya mampu menampung hingga 15 unit sepeda motor Harley-Davidson, dengan ruang lebih luas untuk General Merchandise dan Parts & Accessories yang komplit. Fasilitas service workshop-nya memiliki enam buah bay dan layanan motorcycle service & maintenance dikerjakan oleh enam technician serta dua helper yang berpengalaman. Lantai basement dapat menampung hingga 200 unit Harley-Davidson.
Grand opening MHD Semarang didahului dengan historical ride berupa kunjungan ke Museum Kereta Api di Ambarawa, pada hari Jumat, 18 Mei 2012. Historical ride juga diisi dengan mengikuti perjalanan kereta api uap, sekaligus mendukung kampanye Visit Jawa Tengah 2013. Sedangkan acara puncaknya (19/5), diawali thunder ride pada pagi hari dengan start dari lapangan Polda Jawa Tengah. Thunder ride ini sekaligus parade bendera oleh perwakilan komunitas Harley Davidson di Indonesia, termasuk komunitas di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Rombongan dilepas oleh Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen. Pol. Drs. Sabar Rahardjo disaksikan oleh Dirlantas Polda Jateng, Kombes. Pol. Drs. M. Naufal Yahya, M.Sc, Eng.
Tari Gambyong dan lagu Indonesia Raya menjadi pembuka acara peresmian gedung dengan sambutan dari Kukrit Suryo Wicaksono, selaku Komisaris MHD Semarang. Peresmiannya sendiri dilakukan oleh Bibit Waluyo, Gubernur Jawa Tengah, yang didampingi Djonnie Rahmat, Dirut MHD. Dilanjutkan dengan santunan kepada anak-anak yatim-piatu Panti Asuhan Yayasan Al-Mabrur dan Panti Asuhan Kristen Tanah Putih. Di lokasi yang baru ini, layanan diberikan sesuai dengan jam operasional Senin-Sabtu pukul 09.00 hingga 19.00 dan Minggu hingga pukul 15.00. Hingga kini, MHD telah memiliki empat dealership di luar Jakarta yang terletak di Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan, serta lima showroom yang terletak di Jakarta yaitu di Iskandarsyah Raya, Pondok Pinang, Pondok Indah Mall 2, GAC Kelapa Gading, dan PX Pavilion St. Moritz.

STYLING CHIEF HARLEY DAVIDSON PENSIUN



Setelah hampir 50 tahun sebagai head of styling, Willie G. Davidson pensiun dari Harley-Davidson pada tanggal 30 April 2012. Willie G., Senior Vice President dan Chief Styling Officer, telah diakui sebagai legenda dalam dunia desain sepeda motor. Willie akan melanjutkan keterlibatannya bagi perusahaan sebagai duta di event dan reli sepeda motor, serta proyek-proyek desain khusus sebagai Chief Styling Officer Emeritus.

“Sepanjang hidup, saya benar-benar beruntung memiliki kesempatan memberikan gairah dan cinta dalam desain yang membuat merek Harley Davidson berjalan sangat menakjubkan di pembuluh darah saya,” kata Willie. “Yang paling berkesan adalah bagaimana kita melihat manfaat sepeda motor kami dimiliki dalam kehidupan customer kami. Semua yang kita lakukan dalam styling didasarkan pada pemikiran bahwa bentuk mengikuti fungsi, yang keduanya ikut memberikan emosi”.

Selama karirnya, Willie G., 78 tahun, membangun tim desain di Harley-Davidson yang mengokohkan perusahaan sebagai leader di segmen sepeda motor custom, cruiser, dan touring. Saat ini, styling departement dipimpin oleh Ray Drea, Wakil Presiden dan Direktur Styling, yang telah banyak bekerja sama dengan Willie G. dalam perjalanan pengembangannya. “Saya telah mendapatkan hak istimewa untuk bekerja dengan orang-orang berbakat di perusahaan ini dan saya memiliki keyakinan besar terhadap masa depan kepemimpinan desain Harley-Davidson yang akan terus tumbuh dengan keunggulannya. Saya juga berharap dapat menghabiskan waktu dengan para rider di ajang reli dan untuk keterlibatan saya dalam desain proyek khusus,” kata Willie.

Keith Wandell, Chairman, President, dan Chief Executive Officer of Harley-Davidson, Inc. mengatakan bahwa beberapa individu memang memiliki dampak berbeda pada organisasi, brand, dan gaya hidup seperti yang dimiliki Willie G. “Setiap orang yang cinta kepada sepeda motor memiliki keinginan dengan visi dan bakat yang tinggi, dan kita semua mendapat berkah atas kehadirannya. Warisannya akan terus tumbuh berkat bakatnya yang ditularkan di studio styling Harley-Davidson”. Willie G. sendiri telah lama menjabat sebagai duta besar Harley-Davidson di reli di seluruh dunia –bertemu rider, berkomunikasi dengan customer, membubuhkan tanda tangannya, serta mengakomodasi berbagai keinginan pelanggan yang telah menjadi salah satu keunggulan perusahaan.

Willie G. yang merupakan cucu salah satu pendiri perusahaan, William A. Davidson, dan anak dari William H. Davidson, bergabung dengan perusahaan sebagai head of styling pertama pada tahun 1963. Dengan tanggung jawab terhadap tampilan semua Harley-Davidson, sekaligus menjadi bagian sejarah sepeda motor terbaik yang muncul dari tim studio styling Willie G, termasuk Super Glide, yang selanjutnya masuk kategori custom pabrikan pada tahun 1971, Low Rider, Heritage Softail Classic, Fat Boy, V-Rod, dan Street Glide. Terima kasih Willie!

 

Teknologi SKYACTIV Mazda Sempat Diragukan



Teknologi SKYACTIV diyakini sebagai alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan teknologi hybrid dan elektrik, namun tetap menghasilkan fungsi ramah lingkungan dan rendah konsumsi bahan bakar.

Dalam gelaran Tokyo Motor Show 2011, teknologi ramah lingkungan menjadi salah satu acuan utama dalam produk-produk yang dipamerkan. Begitu pula dengan Mazda yang terus melakukan pengembangan tiada henti. Bahkan saat ini Mazda telah mampu menarik perhatian melalui teknologi mesin terbarunya, SKYACTIV. Teknologi SKYACTIV diyakini sebagai alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan teknologi hybrid dan elektrik, namun tetap menghasilkan fungsi ramah lingkungan dan rendah konsumsi bahan bakar. Bahkan teknologi mesin SKYACTIV, kini menjadi bahan diskusi dan analisa para ahli di dunia, walau awalnya sempat diragukan sejumlah pihak.
Keberhasilan Mazda tersebut tentu saja dicapai setelah melalui proses jangka panjang, disertai upaya yang tak mengenal lelah, termasuk spirit yang yang dicanangkan Mazda untuk menyikapi setiap tantangan. Mazda yang berdiri di Hiroshima sejak 1920 dengan nama Toyo Cork Kogyo Co. Ltd., mengawali produksinya lewat truk roda tiga pada tahun 1931. Usai dihantam bom atom, Mazda langsung bangkit membangun kembali infrastruktur di pabriknya. Momentum penting pun dicatat Mazda ketika pada tahun 1960 mulai memproduksi mobil berpenumpang. Pada saat bersamaan, Mazda juga mulai melakukan pengembangan mesin rotary, salah satu basis sistem penggerak Mazda yang melegenda hingga kini.
Satu dasawarsa kemudian, Mazda kembali menorehkan catatan perjalanan produk otomotifnya yang diekspor ke Amerika Serikat. Torehan tersebut sekaligus membuktikan kualitas Mazda yang sejajar dengan produsen otomotif dunia lainnya. Teknologi mesin rotary pun mulai menarik perhatian lewat Capella RX-2, Savanna RX-3, dan Savanna RX-7. Amerika Serikat dikenal sebagai negara produsen otomotif yang ketat, bahkan untuk menerima produk mobil dari luar Amerika Serikat yang berkualitas sekalipun. Pada era 1980-an, Mazda mulai meningkatkan produksinya dan semakin berkembang sebagai pabrikan otomotif dunia. Selain memproduksi mobil secara massal, Mazda sempat merilis mobil sport Mazda 787B yang mengandalkan mesin rotary yang legendaris. Hasilnya, Mazda787B menjadi juara di balap ketahanan Le Mans 24 Hours.
Selain memproduksi mobil dengan performa tinggi, Mazda juga mulai mengembangkan produk yang ramah lingkungan dan didukung oleh teknologi yang friendly. Sejak tahun 2000, Mazda telah meletakkan landasan penting pada setiap produknya lewat konsep Zoom-Zoom, termasuk pengembangan SKYACTIV. Salah satu produknya, Mazda Demio 13-SKYACTIV atau lebih dikenal dengan Mazda2, terbukti telah menuai penghargaan khusus pada Japan Car of the Year 2011-2012. Dengan teknologi baru SKYACTIV-G 1.3 bermesin bensin, Mazda2 mampu menggapai rasio kompresi yang tinggi, 14.0:1. Mazda2 juga telah mengadopsi teknologi Mazda i-stop idling stop system dan transmisi CVT. Hasilnya, konsumsi bensin menjadi lebih efesien dan mampu menempuh hingga 30 kilometer untuk setiap liter bahan bakar.
Kehadiran New Mazda CX5 yang ikut memeriahkan ajang Tokyo Motor Show 2011, ternyata juga diikuti dengan kabar gembira bagi peminatnya di Indonesia, menyusul pernyataan resmi terkait dengan rencana peluncurannya di Indonesia. Tepatnya 2 Desember 2011 lalu, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) secara resmi mengumumkan akan meluncurkan All New Mazda CX-5 di Indonesia pada tahun depan. All New Mazda CX-5 merupakan compact crossover SUV yang mengimplementasikan terobosan baru Mazda berupa teknologi mesin SKYACTIV yang dipadu dengan prinsip desain ‘KODO – Soul of Motion’.
All New Mazda CX5 sebenarnya sudah muncul pertama kali September lalu pada Frankfurt Motor Show 2011. Menurut Keizo Okue, Presiden Direktur MMI, sebagai generasi pertama produk Mazda yang mengadopsi teknologi SKYACTIV secara menyeluruh, All New Mazda CX-5 memang dirancang sebagai kendaraan yang menyenangkan dan tentu saja membanggakan bagi pemiliknya. Melalui tim pengembangannya, Mazda memberikan perhatian serius pada bentuk, performa, fungsi, dan tekstur dan didukung pengalaman yang menyenangkan yang terjadi antara pemilik dan kendaraannya. Selain itu, desain ergonomisnya, termasuk sejumlah elemen penting lainnya juga mendapat perhatian serupa untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. “Inovasi produk yang luar biasa disertai dengan stylish design, merupakan langkah kunci Mazda untuk menarik perhatian pelanggan. Karenanya di tahun 2012, MMI akan menghadirkan All New Mazda CX-5 dengan harapan dapat meningkatkan standar industri dan ekspektasi pasar terhadap kendaraan yang sesuai dengan kondisi dan situasi di Indonesia,” ujar Keizo Okue.
Teknologi SKYACTIV yang digunakan secara menyeluruh pada All New Mazda CX-5 memang ditujukan untuk efisiensi penggunaan bahan bakar, sekaligus memperbaiki kualitas emisi yang dihasilkan. Walau begitu, performanya tak mengurangi kesenangan pengemudi dan penumpang saat berkendara. Demikian pula dalam hal keselamatan pada setiap produk kendaraan Mazda yang memang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan. Soal performa, para mekanik Mazda selalu berupaya untuk meningkatkannya ketika berkendara, berbelok dan berhenti, termasuk visibility dan pengoperasiannya. Selain performa, All New Mazda CX-5 juga mengadopsi SKYACTIV-BODY yang ringan dan kokoh, serta memiliki tingkat keamanan yang luar biasa ketika terjadi tabrakan. Terbukti, All New Mazda CX-5 mampu meraih meraih top rating di setiap uji tabrakan yang dilakukan di seluruh dunia.
Menurut Keizo Okue, All New Mazda CX-5 merupakan terjemahan visi Mazda terhadap masa depan yang dihadirkan saat ini. Setidaknya, pencapaian tersebut merupakan salah satu aktualisasi prinsip Zoom-Zoom dari Mazda yang berkelanjutan. Di sisi lain, Mazda juga turut mengedepankan wujud kepeduliannya terhadap lingkungan yang beriringan dengan elemen ‘fun to drive’ sebagai DNA Zoom-Zoom itu sendiri. “Kami berharap dapat mengajak pengemudi di Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi dalam mengantisipasi perubahan iklim, seraya tetap menjaga kesenangan dalam berkendara,” katanya

Foto: Tokyo Motor Show dan Mazda Motor Indonesia

Mobil Konsep yang akan Mengubah Dunia


Salah satu daya tarik pengunjung di ajang Tokyo Motor Show 2011 adalah tampilnya sejumlah mobil konsep. Dengan bentuk yang unik, bahkan futuristik, kemunculannya kerap menjadi ajang pertarungan teknologi antarpabrikan mobil dunia. Hemat energi dan ramah lingkungan menjadi tema yang diusung pada mobil konsep di Tokyo Motor Show 2011. Dengan tema “Mobility Can Change the World”, TMS berupaya menawarkan solusi untuk berbagai masalah dunia yang muncul saat ini seperti kerusakan lingkungan, keselamatan, dan makin berkurangnya sumber energi. Peserta terdiri dari 14 pabrikan otomotif Jepang dan 21 pabrikan otomotif di luar Jepang seperti Parancis, Inggris, Jerman, Austria, Swedia, Italia, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan.

Mazda
Mazda menghadirkan mobil konsepnya, Mazda Takeri. Kemunculan pertamanya di TMS langsung mencuatkan desain baru Mazda, “KODO – Soul of Motion”. Takeri (dalam bahasa Jepang bermakna ‘laki-laki’) sudah mengadopsi teknologi Mazda SKYACTIV-D yang menghasilkan mesin diesel bersih, serta i-stop idling stop system dan sistem pengereman regenerasi pertama i-ELOOP (Intelligent Energy Loop) yang mampu menghemat konsumsi BBM hingga 10 persen. i-ELOOP akan mulai digunakan pada mobil Mazda pada tahun 2012.

Honda
Lewat mobil konsep Honda EV-STER, Honda mencoba menampilkan desain dinamis dan gaya yang inovatif, termasuk performa yang mumpuni. EV-STER disebut-sebut sebagai calon generasi baru dari electric small sports concept. Sebagai mobil listrik untuk dua penumpang, EV-STER menggunakan gerak roda-belakang. Berat kendaraan berkurang berkat penggunaan bahan karbon sehingga mampu menempuh jarak hingga 160 km. EV-STER bisa dimodifikasi pada besaran output motornya dan dilengkapi pengaturan pada suspensi sesuai karakter pengendaraan yang diinginkan.

Nissan
Dengan bentuk unik, futuristik, dan berdimensi ultracompact, mobil konsep Nissan Pivo 3 menempatkan posisi pengemudi di tengah. Dengan mengandalkan tenaga listrik, Pivo 3 yang memiliki radius putar kurang dua meter ini dibekali sistem pintar Automated Valet Parking yang mampu menurunkan pengemudi dan penumpangnya dan membiarkannya sistem perkirnya bekerja dan bisa memberi komando lewat ponsel.

Toyota
Pabrikan terbesar Jepang, Toyota, menghadirkan produk konsep Toyota Fun-Vii yang dirancang komunikatif berfitur internet dan memberi kesenangan berkendara. Lewat Fun-Vii, Toyota mencoba mengintegrasikan orang, mobil, dan sosial. Dua mobil konsep Toyota lainnya adalah Toyota FCV-R dan Toyota FT-EV III. FCV-R merupakan mobil konsep berbahan bakar hidrogen yang rencananya akan dipasarkan secara komersial pada tahun 2015. Sedangkan FT-EV III yang berbasis Toyota iQ bentuknya mungil dan bertenaga listrik. FT-EV III akan mulai dijual tahun 2012.

Daihatsu
Daihatsu D-X jadi salah satu mobil konsep kompak yang mengusung konsep unik, karena kemampuannya untuk berubah sesuai dengan keinginan pemiliknya layaknya bunglon. Tampil bergaya roadster, D-X bisa berubah menjadi hatchback, crossover, bahkan mobil balap, cukup dengan melepas beberapa bagian bodi. D-X pun menjadi salah satu andalan bagi Daihatsu di TMS. Desainnya futuristik dengan atap terbuka layaknya mobil sport. Mobil dua pintu ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.275 mm, serta jarak sumbu 2.230 mm. Mesinnya dua silinder berkapasitas 660 cc turbo bertenaga 60 hp dan berpenggerak roda depan.

Volkswagen
Salah satu peserta dari Eropa adalah Volkswagen. Pabrikan asal Jerman ini menghadirkan mobil konsep Volkswagen Cross Coupe, mobil hybrid berpenggerak empat roda yang memadukan desain SUV dan coupe empat pintu, serta mesin TSI direct injection turbo berdaya 265 PS. VW menyebut desainnya sebagai modular transverse matrix (MQB). Dengan dimensi 4.345 mm, Cross Coupe lebih panjang dari Golf, tapi lebih pendek dari Tiguan. Dengan lebar 1.868 mm dan tinggi 1.523 mm, Cross Coupe berada di antara keduanya. Jarak sumbu roda yang panjang dan jarak pijak roda yang lebar, serta ground clearance tinggi, Cross Coupe diyakini handal di medan off-road.

Suzuki
Suzuki Regina menjadi mobil konsep Suzuki berbentuk mungil yang menyasar pasar global. Desainnya retro modern dengan unsur-unsur futuristik, termasuk pada bagian fender belakang yang menutup sebagian ban. Interiornya juga futuristik dengan panel-panel model layar sentuh pada konsol tengah. Kabinnya didominasi warna hijau mulai dari tampilan layar pada konsol, kursi, hingga lantai. Konsepnya adalah kendaraan hemat bahan bakar minyak dan rendah emisi berkat bobot ringan dan aerodinamika yang sangat mumpuni. Suzuki Motor Corporation mengklaim konsumsi BBM Regina 32 km/liter dengan emisi CO2 70 gr/km.

Foto: Tokyo Motor Show

Teknologi Hijau Lebih Realistis dan Membumi


TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.

Sebagai pameran mobil terbesar di Asia, Tokyo Motor Show 2011 boleh jadi akan membawa imajinasi terhadap mobil masa depan. Menginjak usia pamerannya yang ke-42 tahun ini, TMS mencatat sejarah baru dengan pindahnya lokasi pameran dari dari Makuhari (Messe, Chiba City) ke Big Sight, Tokyo. Gelaran tahunan ini yang berlangsung sejak 30 November hingga 11 Desember 2001 itu diwarnai oleh suguhan sejumlah pabrikan tuan rumah yang atraktif meracik teknologi terkini yang semakin ramah terhadap lingkungan.
Boleh jadi pula TMS 2011 berupaya mengubah dunia lewat aplikasi teknologi hijau yang akan mencerminkan mobilitas di masa depan. Dengan teknologi hijau pula, diharapkan produk kendaraan masa depan, termasuk sepeda motor, akan semakin memudahkan mobilitas manusia, sekaligus mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan. TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.
Simak saja Toyota, Mazda, Honda, Nissan, Suzuki, atau Daihatsu, yang selain memajang mobil terbaru, mereka juga menampilkan teknologi masa depan yang disematkan pada mobil konsep. Bahkan tak lama lagi sebagian teknologi masa depan tersebut sudah bisa dinikmati. Secara umum, mobil-mobil yang dipamerkan di TMS kali ini memang didominasi teknologi yang ramah lingkungan dan sudah ‘green’, termasuk mobil listrik. Bahkan mobil konsep yang ditampilkan pun lebih realistis dan membumi.
Walau begitu, mobil listrik di TMS memang mampu mencuri perhatian pengunjung. Seperti yang disodorkan oleh Honda dengan EV-STER yang digadang-gadang sebagai calon generasi baru dari electric small sports concept. Kelebihan EV-STER bisa dimodifikasi pada besaran output motornya dan dilengkapi pengaturan pada suspensi sesuai karakter pengendaraan yang diinginkan. Sementara Toyota mengandalkan mobil listrik FT-EV III yang berbasis Toyota iQ dan akan dilepas ke pasaran tahun depan. Nissan pun tak mau kalah. Mobil konsep listrik ultracompact-nya, Nissan Pivo 3, dengan posisi pengemudi di tengah telah dibekali sistem pintar Automated Valet Parking dan bisa memberi komando lewat ponsel. Nissan juga berencana memproduksi secara massal empat mobil full listrik serta sabuah mobil Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang bekerja sama dengan Daimler. Targetnya, Nissan akan menjual 1,5 juta unit hingga tahun 2016.
Ketika pabrikan besar berlomba menampilkan mobil-mobil konsep, ternyata pabrikan sekelas karoseri seperti Kowa Tmsuk Co. Ltd. asal Fukuoda, berani tampil beda lewat produk bermerek Kobot yang bertenaga listrik. Tak tanggung-tanggung, tiga kendaraan konsep terbaru rancangannya, Kobot ν (nu), Kobot β (beta), dan Kobot II, tampil lumayan nyeleneh. Kobot ν dan Kobot β dibangun dengan platform yang serupa dan unik dengan hanya memiliki dua roda di depan dan satu di belakang. Sedangkan Kobot II merupakan kendaraan empat roda untuk dua penumpang. Selain ramah lingkungan dan hemat energi, Kobot dibuat untuk menyiasati keterbatasan lahan parkir di Jepang.
Mazda yang melegenda lewat mesin rotary-nya, kali ini lebih mengunggulkan teknologi SKYACTIV untuk efisiensi penggunaan bahan bakar dan memperbaiki kualitas emisi. Teknologi ini awalnya memang sempat diragukan sejumlah pihak. Namun SKYACTIV menjadi perbincangan pengamat otomotif dunia, bahkan di ajang TMS mampu meraih penghargaan kkhusus. Mazda pun yakin teknologi SKYACTIV akan menjadi alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan hybrid dan elektrik.
Selain mobil bertenaga listrik dan hybrid, pabrikan terbesar Jepang, Toyota, juga memajang mobil konsep berbahan bakar hidrogen, Toyota FCV-R. Kabar menariknya, mobil ini rencananya akan dipasarkan secara global pada tahun 2015. Toyota juga menampilkan Prius Plug-in hybrid yang akan mulai dijual di Jepang pada awal tahun 2012 nanti.
Demikian pula dengan Mitsubishi Motors Corporation yang menampilkan PX-MiEV II Plug-in Hybrid EV. Dengan konsep EV Sport Utility Vehicle (SUV), mobil ini menawarkan tiga pilihan sistem berkendara, yaitu Eco Mode, Normal Mode, dan Power Mode. Selain PX-MiEV II, Mitsubishi juga memajang Mirage yang disebut-sebut menjadi pesaing serius Nissan March.
Selain mobil, TMS 2011 juga diikuti pabrikan sepeda motor. Namun TMS tahun ini hanya memunculkan tujuh merek motor yaitu Kawasaki, Suzuki, Yamaha, Honda, Kymco, Adiva, dan KTM. Pameran otomotif bergengsi ini harus minus pabrikan sepeda motor asal Eropa seperti BMW, Aprilia, Ducati, dan Piaggio.
Namun ada hal menarik lainnya, yaitu teknologi ban yang dibuat oleh pabrikan Jepang Bridgestone lewat ban konsep Bridgestone Non-Pneumatic. Ban ini diklaim aman dan ramah lingkungan. Ban berteknologi baru yang bisa didaur ulang hingga 100 persen ini diharapkan bisa menjadi ban konvensional di masa mendatang. Struktur unik model jari-jari yang membentang sepanjang sisi dalam mampu mendukung berat kendaraan. Kelebihan lainnya, ban ini tidak perlu untuk mengisi dengan udara secara berkala. Teknologi ini diyakini mampu mendukung tiga konservasi berupa ekologi, sumber daya alam, dan juga pengurangan emisi karbon.

Foto: Tokyo Motor Show

Daihatsu Kontraksi dan Rilis Harga Baru


Ternyata kontraksi tak hanya dialami oleh wanita yang sedang hamil. Pasar otomotif nasional pun bulan November 2011 kembali mengalami kontraksi akibat dampak banjir yang belum juga usai di negeri Gajah Putih, Thailand. Sekitar 4% dari pasar mobil nasional merupakan produk CBU yang diimpor dari Thailand.
Sementara produsen mobil kompak Daihatsu, bulan November 2011 mencatat wholesales maupun retail sales-nya mengalami penurunan akibat proses start up produksi tipe baru All New Xenia di pabrik Daihatsu. Selama November 2011 penjualan wholesales tercatat pada angka 10.312 unit atau 15,3% dari pasar wholesales nasional. Angka ini menurun (-21,1%) dibanding penjualan Oktober 2011 sebesar 13.065 unit. Sementara penjualan ritel Daihatsu bulan November 2011 mencapai angka 11.638 unit atau 17,1% dari penjualan ritel nasional. Angka ini menurun (-12,42%) dibanding penjualan ritel Oktober 2011 sebesar 13.289 unit.
Mini MPV Xenia masih menjadi kontributor terbesar selama November 2011. Xenia juga memberikan kontribusi ritel sebesar 40,3% atau 4.685 unit. Angka tersebut hampir separuhnya disumbang All New Xenia yang diluncurkan 9 November 2011 lalu. Daihatsu Gran Max (pick up dan minibus) sebagai produk kelas low commercial menjadi kontributor terbesar kedua sebesar 33,1% atau 3.854 unit. Disusul oleh medium SUV Daihatsu Terios sebesar 19,4% atau 2.259 unit. Sementara Daihatsu Luxio menyumbang sebanyak 515 unit (4,4%) dan Sirion 325 unit (2,8%).
“Penjualan November 2011 masih didorong oleh segmen kendaraan komersial, meski segmen mobil penumpang juga ikut tumbuh,” kata Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Secara keseluruhan selama periode Januari–November 2011, penjualan wholesales mencapai angka 123.761 unit atau 15,2% dari pangsa pasar nasional. Sedangkan retail sales periode yang sama tercatat 125.853 unit atau 15,5% dari pangsa pasar ritel nasional. Pencapaian ini semakin dekat dengan target wholesales Daihatsu tahun 2011 dan semakin memantapkan posisi Daihatsu sebagai peringkat kedua penjualan mobil nasional setelah Toyota.
“Melihat perkembangan ini kami optimistis penjualan Daihatsu tahun 2011 akan melewati target sebesar 125.000 unit. Saat ini peminat All New Xenia masih perlu menunggu 2-3 bulan untuk mendapatkannya.” ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM.
Nah, khusus bagi peminat All New Xenia, kini dapat mengakses microsite http://www.xenia.co.id untuk mendapatkan informasi sekaligus mendaftar sebagai peserta test drive di cabang-cabang Daihatsu di seluruh Indonesia. Dan menjelang akhir tahun, ADM kembali merilis harga untuk jajaran produknya. Dari rilis yang diterima terompahku, ADM memperlihatkan harga untuk All New Xenia, Terios, All New Sirion, Gran Max, dan Luxio. Update harga kendaraan Daihatsu untuk semua varian ini, berlaku mulai Desember 2011, on the road Jakarta.

Daftar harga (dalam ribuan Rupiah) semua varian Daihatsu per 1 Desember 2011 (On The Road Jakarta):

Semua Produk Honda Berteknologi Injeksi Pada Akhir 2013


PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya mendeklarasikan penggunaan teknologi injeksi (PGM-FI) pada semua produk sepeda motornya secara bertahap hingga akhir tahun 2013. Ya, persoalan lingkungan yang terjadi belakangan ini semakin nyata di depan mata. Pemanasan global, polusi udara, dan makin langkanya bahan bakar fosil telah memberikan inspirasi dan semangat bagi AHM untuk ikut melestarikan lingkungan demi terciptanya Indonesia yang lebih baik.

AHM pun telah menawarkan teknologi PGM-FI dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Sebagai catatan, teknologi ramah lingkungan PGM-FI pertama kali digunakan pada tahun 1981 yang disematkan pada motor besar Honda CX500 Turbo. Teknologi ini pun dikembangkan dan mulai digunakan pada sepeda motor commuter pertama kali pada tahun 2003. Di Indonesia sendiri, PGM-FI merupakan pelopor teknologi injeksi di industri kendaraan roda dua yang diperkenalkan pertama kali lewat Honda Supra X 125 PGM-FI pada tahun 2005.

PGM-FI adalah sistem suplai bahan bakar dengan teknologi kontrol elektronik yang mampu memasok bahan bakar dan oksigen secara optimum sesuai dengan kebutuhan mesin di setiap keadaan. Teknologi ini memberikan banyak manfaat, seperti emisi yang bersih. Perpaduan sensor cerdas dan catalytic converter mampu menekan emisi gas buang. Untuk membuat produknya lebih ramah lingkungan, AHM mendeklarasikannya jauh sebelum ketentuan emisi gas buang EURO 3 diberlakukan. Selain itu, konsumsi BBM bisa lebih hemat hingga 17% karena keakuratan teknologi PGM-FI dalam mengendalikan komposisi pasokan bahan bakar dan oksigen yang menghasilkan pembakaran lebih efisien.

Mesin juga lebih powerfull. Pengaturan kinerja mesin telah terprogram pada setiap putaran mesin, sekaligus memberikan efek akselerasi lebih responsif pada motor yang menggunakan teknologi PGM-FI. Perawatan juga jauh lebih mudah karena terdapat sistem kendali elektronik yang didukung oleh MIL (malfunction indicator lamp) serta kemudahan menghidupkan mesin dalam segala kondisi suhu udara.

Hingga kini AHM telah memiliki lima model sepeda motor yang sudah menggunakan teknologi PGM-FI, yaitu Honda CBR250R, Honda CBR150R, Honda PCX, Honda Revo AT, dan Honda Supra X 125 PGM-FI. “Agar dapat terus memberikan produk yang rendah emisi, hemat bahan bakar, dan lebih powerful, hari ini kami mengumumkan akan mengimplementasikan teknologi injeksi atau PGM-Fi system di semua line up produk Honda hingga akhir 2013,” ujar Yusuke Hori, President Director AHM, di Jakarta (23/11/11).

Sebagai awal deklarasi Honda PGM-FI, AHM langsung memperkenalkan dua model barunya yaitu Honda Spacy Helm in PGM-FI dan Honda Supra X 125 Helm in PGM-FI. “Kami ingin menggabungkan beragam manfaat teknologi Honda PGM-FI dengan manfaat utama yang ada pada dua model motor kami ini yaitu fitur helm in. Dengan demikian, kami harapkan konsumen bisa merasakan dua manfaat langsung yaitu dari fitur helm in dan beragam manfaat teknologi terbaru PGM-FI Honda,” kata Johannes Loman, Executive Vice President Director AHM.

Honda Spacy Helm in PGM-FI dipasarkan dalam lima pilihan warna yaitu Emperor Black, Imperial White, Royal Blue, Majestic Red, dan Legacy Green dengan harga Rp 12.800.000. Sedangkan Honda Supra X 125 Helm in PGM-FI dilepas dengan harga Rp 15.850.000 dalam tiga pilihan warna yaitu Superior Red, Imperial Violet, dan Emperor Blue. Selisih harga OTR Jakarta untuk kedua model PGM-FI baru ini dengan versi karburator hanya sebesar Rp 250.000. Untuk mendukung deklarasi Honda PGM-FI ini, AHM telah menyiapkan semua jaringannya untuk mengedukasi dan melayani konsumen pemilik sepeda motor Honda agar dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.