Telkom TeSCA 2011: Meningkatkan Peran Kampus dalam Perkembangan TIK


Selain bisa meningkatkan peringkatnya pada TeSCA tahun berikutnya, di sisi lain hal tersebut akan memberikan kesempatan yang sama bagi kampus lain yang belum masuk 100 peringkat teratas untuk bisa menembusnya.

Meningkatnya peran perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia tak lepas dari kontribusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT) yang sudah merambah di semua bidang. Itu pulalah yang menjadi latar belakang penyelenggaraan Telkom Smart Campus (TeSCA) yang sudah berlangsung sejak tahun 2008. Menurut Budi Siswanto, Group Head Enterprise Marketing PT Telekomunikasi Indonesia Tbk., TeSCA merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility Telkom yang terukur, terarah berkesinambungan dalam menciptakan dan menumbuhkan komunitas pengguna TIK di lingkungan perguruan tinggi. Program tersebut juga sesuai dengan program Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) dalam upaya memajukan pendidikan nasional untuk membangun Indonesia Higher Education Network (Inherent). Menurut Budi Siswanto, pihaknya tidak akan berhenti ketika telah mendapatkan perguruan tinggi yang terbaik. “Namun yang lebih penting, termasuk misi Telkom kepada bangsa, adalah bagaimana mendorong semua perguruan tinggi berlomba-lomba untuk mengimplementasikan ICT (Information and Communication Technology) yang setinggi-tingginya,” ujarnya. Ke depannya, implementasi ICT ini akan lebih bermanfaat ketika di-benchmark oleh pihak lain.

Menariknya, pada penyelenggaraan TeSCA yang keempat kalinya tahun 2011 ini, ada perubahan bentuk hasil penilaian. Tahun ini akan menggunakan penilaian yang mengadopsi sistem penilaian seperti Malcom Baldrige. Simbol-simbol dalam penilaian Tesca tersebut bisa dipakai oleh kampus-kampus untuk mengkampanyekan kampusnya kepada pihak lain dan juga masyarakat luas, termasuk para calon mahasiswa. “Jadi TeSCA tahun ini bukan saja mencari yang terbaik, tetapi juga mencari 100 kampus yang sudah memiliki tingkatan tertentu di dalam implementasi ICT,” ujar Budi Siswanto.

Nah, bagi kampus-kampus yang ingin meningkatkan implementasi ICT-nya, akan mendapatkan petunjuk yang hasilnya berupa skor atau skala yang menunjukkan tingkat kemampuan implementasi. Dari situlah akan terlihat kemampuan setiap kampus dalam upayanya meningkatkan skor implementasi ICT-nya dengan meningkatkan aspek-aspek penilaian yang harus diperbaiki. Bahkan selama satu tahun setelah dihasilkan pemeringkatan, pihak Telkom akan terus memantau program-program yang ada di kampus-kampus dan akan dipublikasikan di sejumlah media massa. Dengan begitu, peran media pun akan ikut menentukan dalam menyoroti kemajuan implementasi ICT yang telah dicapai.

Jika ada 100 kampus berperingkat tertinggi, itu artinya akan ada perkembangan implementasi ICT oleh 100 kampus yang akan diulas di media massa. Dengan begitu akan memberikan motivasi kepada setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya. Bahkan bukan tidak mungkin jika ada kampus yang turun peringkatnya karena tak menunjukkan kemampuan dalam upaya meningkatkan implementasi ICT-nya. Selain bisa meningkatkan peringkatnya pada TeSCA tahun berikutnya, di sisi lain hal tersebut akan memberikan kesempatan yang sama bagi kampus lain yang belum masuk 100 peringkat teratas TeSCA untuk bisa menembusnya.

Budi Siswanto pun menekankan bahwa ada beberapa hal penting yang harus dirasakan manfaat dari penyelenggaraan TeSCA. Mulai dari sejauh mana manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat terkait dengan implementasi ICT yang telah dilakukan oleh kampus tersebut. Itu artinya bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan informasi tentang keilmuan di kampus tersebut atau informasi apa saja untuk menjadi mahasiswa di kampus tersebut. Bahkan bagi mahasiswanya sendiri harus bisa merasakan manfaat lewat berbagai pelayanan kampus tersebut, termasuk soal administrasi, registrasi, dan semua kegiatan akademiknya. Demikian pula dengan manfaat yang harus dirasakan oleh semua pihak selaku pemangku kepentingan di kampus tersebut untuk sistem keuangan, sistem logistik, sistem akademik, dan sistem lain yang dimilikinya.

Telkom sendiri tetap berkomitmen untuk mendorong setiap kampus untuk terus meningkatkan implementasi ICT-nya lebih tinggi lagi. Selain itu, logo ICT TeSCA bisa dijadikan identifikasi bahwa kampus tersebut masuk dalam kategori berperingkat terbaik. Bahkan logo tersebut berhak digunakan oleh kampus yang bersangkutan dalam setiap aktivitasnya, termasuk dalam brosur mereka.

Dengan perubahan penyelenggaraan TeSCA yang menggunakan sistem pemeringkatan, maka setiap proses peningkatan implementasi yang dilakukan oleh setiap kampus bisa dimonitor lebih baik lagi. Bahkan dengan mengikuti TeSCA, setiap kampus akan merasakan banyak keuntungan, termasuk peningkatan citra kampusnya di mata masyarakat luas. “Menariknya lagi, kisah upaya apa saja yang mereka lakukan dalam meningkatkan implementasi ICT akan di-publish di media. Itu akan menjadi nilai tambah buat mereka,” ujar Budi Siswanto.

“Bisa saja sebuah kampus memang memiliki dana terbatas, tapi jika memiliki kreativitas dengan effort yang tinggi, itu bisa menambah poin penilaian tersendiri. Dan itu akan menjadi benchmark bagi perguruan tinggi yang lain,” kata Budi Siswanto menambahkan. Apalagi Telkom juga ikut mengembangkan cloud computing yang akan menambahkan manfaat dan keuntungan dari implementasi ICT, sekaligus sebagai realisasi implementasi dan rangkaian program Indigo 2011 dari Telkom.

Messenger dari Masa ke Masa: Yang Murah dan Layanan Melimpah


Belakangan ini, sejumlah layanan instant messenger juga sudah mulai menyediakan layanan video conference, Voice Over IP (VoIP), dan web conferencing.

Mungkin tak banyak yang mengetahui ihwal aplikasi messenger yang kini kehadirannya semakin marak. Dimulai pada tahun 1970 ketika aplikasi instant messenger muncul dalam sistem operasi multi-user seperti UNIX. Dengan tujuan awal memudahkan komunikasi antarpengguna yang sama, terus mengalami perkembangan dalam jaringan lokal hingga jaringan internet. Sebagian pengguna memanfaatkan peer to peer protokol dan ada juga yang menggunakannya sebagai penghubung ke sebuah server.

Pada medio 1980-an, muncul pesan online yang saat itu dikenal dengan on-line messages (OLM) sebagai layanan online dari Quantum Link bagi pengguna komputer Commodore 64 berupa layanan pesan antarpenggunanya. Aplikasi yang mirip juga ditawarkan oleh Amerika Online lewat AOL Instant Messages yang populer dengan sebutan AIM. Sejak saat itu, perkembangan instant messenger tumbuh pesat dengan munculnya aplikasi serupa dari Yahoo, MSN, Excite, Ubique, IBM, Skype, BlackBerry, dan lainnya dengan protokol kepemilikan dan client yang dimiliki sendiri.
Sebuah aplikasi open-source dan protokol open standards-based, Jabber, telah diluncurkan pada tahun 2000. Sebagai gateway untuk protokol IM lainnya, Jabber mampu mengurangi kebutuhan berbagai client. Terbukti modern multi-protocol clients seperti Gaim, Trillian, Adium dan Miranda dapat menggunakan multiprotokol IM tanpa server gateway. Belakangan ini, sejumlah layanan instant messenger juga sudah mulai menyediakan layanan video conference, Voice Over IP (VoIP), dan web conferencing. Biayanya pun semakin murah, bahkan dengan tambahan layanan gratis yang melimpah. Penggunaan SMS (short message service) pun semakin tergerus. Tak heran jika terjadi perang bonus sms antarprovider.
_____________
Migg
Pendiri Migg, Steven Goh dan Mei Lin Ng, mengawali konsepnya saat mereka duduk dengan secarik kertas kosong dengan keinginan memberikan solusi bagi siapa pun untuk mengirimkan pesan sebanyak-banyaknya, termasuk biaya semurah-murahnya. Mig33 resmi dirilis pada Desember 2005. Berjuta pengguna ponsel di ratusan negara seolah telah menguasai dunia yang memanfaatkan kekuatan dan keunggulan internet.
Lewat aplikasi internet populernya, mig33 dapat diakses di semua ponsel. Penggunanya mendapat keuntungan lewat telepon VoIP yang murah, SMS, dan IM, serta layanan mobile chat rooms, profil, hingga bertukar foto hanya lewat ponsel. Aplikasi mig33 dapat diunduh di wap.mig33.com.
__________
mIRC
mIRC diciptakan tahun 1995 oleh Khaled Mardam-Bey sebagai sarana chatting. mIRC memiliki pengguna terbanyak dalam kategori chatting dan diunduh sebanyak 9,129,578 kali (CNET, Oktober 2007). Bahkan mIRC masuk dalam daftar Nielsen-Net sebagai “10 terbaik applikasi internet” (2003). mIRC unggul karena pengguna bisa mengatur cara bekerja mIRC sebebasnya dengan ribuan channel yang tersedia. Sayangnya mIRC yang dapat diunduh di http://www.mirc.com/, hanya melayani chatting dengan teks, tak seperti media audio visual di Yahoo Messenger atau MSN.
___________________
Yahoo Messenger
Salah satu messenger populer adalah Yahoo! Messenger milik Yahoo! Kerap disingkat YM, menjadi messenger gratis dan dapat diunduh serta diakses dengan akun Yahoo! yang biasa digunakan untuk layanan Yahoo! seperti Yahoo! Mail. Penggunaan ID Yahoo! otomatis memberitahu pengguna ketika mendapat e-mail baru.
Sejak kerjasama Yahoo! dengan Microsoft pada Juli 2006, YM semakin populer dan unggul berkat pesan teks real-time antarakun Yahoo! atau Windows Live™ Messenger, berbagi foto atau lewat Flickr, panggilan suara, SMS, webcam, konferensi, ber-YM ria dengan rekan di jaringan Windows Live™ Messenger, Reuters Messaging, dan Lotus Sametime, serta kirim file hingga 2 gigabita.
__________________
GTalk
Messenger berbasis web milik Google ini unggul dalam komunikasi pesan instan dan VoIP. Google Talk (GTalk) dirilis 24 Agustus 2005 yang disediakan gratis dan dapat diunduh serta diakses lewat Google bagi siapa saja yang telah memiliki akun Google.
Awalnya layanan hanya tersedia untuk sistem operasi Windows. Kini GTalk tersedia juga untuk BlackBerry, iPhone, dan T-Mobile G1, dan terus berkembang ke seluruh pengguna gadget yang didukung oleh Adobe Flash Player. Sejak November 2007, GTalk berturut-turut mengeluarkan layanan percakapan (chatting) kelompok, chatting AOL Instant Messenger, Chatback, hingga video chat serta Skype.
_____________
Skype
Skype dibangun oleh dua ahli teknologi informasi asal Luksemburg, Niklas Zennstrom and Janus Friis. Setelah dibeli Microsoft, Skype kini memiliki lebih dari 600 juta penggunanya di seluruh dunia yang menggunakan Skype sebagai alat komunikasi secara gratis.
Kelebihan Skype yang berdiri sejak 2003 ini, di antaranya seperti kualitas gambar dan suara, kecepatan koneksi, dan tentu saja biaya yang jauh lebih murah. Fitur rekamannya juga bisa dibuka kembali. Bahkan bisa juga terhubung dengan orang yang tidak memiliki komputer atau akun Skype dengan menghubungi nomor telepon rumah atau ponsel di seluruh dunia dengan tarif lokal.
_____________
BlackBerry Messenger
Dengan memiliki server sendiri di Kanada, layanan messenger dari Research In Motion (RIM) mampu menyihir pengguna ponsel pintar. Sering terdengar transaksi saling tukar PIN BlackBerry agar bisa berkomunikasi lebih murah lewat BlackBerry Messenger (BBM) berupa pesan, gambar, dan video antarpengguna BlackBerry, termasuk membuat grup BBM. BBM berjalan di jaringan operator, dengan server yang berdiri sendiri dan mengandalkan kecepatan pengiriman data BBM. Layanan jasa dibebankan kepada operator, dan pelanggan pun harus membayarnya.

BlackBerry juga unggul pada layanan email dan push email-nya, bahkan ketika menerima format file pdf atau foto dan video, termasuk chatting. Sayangnya layanan terbatas hanya antarpengguna BlackBerry.
__________________
WhatsApp
Selama ini layanan messenger memang kerap digunakan sebagai pilihan untuk berkomunikasi dengan biaya yang jauh lebih murah, bahkan gratis! YM yang populer, masih memiliki keterbatasan karena keharusan memiliki akun Yahoo! Demikian pula dengan BlackBerry Mesenger (BBM) yang “diskriminatif” karena hanya bisa terhubung ke sesama pengguna BlackBerry setelah mendaftarkan PIN ke dalam daftar kontaknya.

Perang messenger pun kembali sengit ketika muncul layanan WhatsApp yang seolah menjawab keterbatasan lintas platform dalam berbagai layanan messenger. Bahkan WhatsApp yang menghilangkan sekat seperti PIN atau user ID, digadang-gadang akan menjadi “pembunuh” BBM.
Selain dapat diunduh untuk iPhone, Blackberry, Symbian (Nokia), ataupun Android, WhatsApp memberikan keleluasaan “berkomunikasi” dengan pengguna iPhone, Nokia, atau Android meski memakai Blackberry. WhatsApp dapat melakukan komunikasi lintas platform karena tetap menggunakan server yang sama. Asyiknya lagi, pengguna hanya disyaratkan menggunakan satu nomor ponsel sebagai identitas. Namun, kabar miringnya, WhatsApp tetap berbayar walau masih termasuh lebih murah. Jadi perlu hati-hati, karena tanpa sadar WhatsApp bisa menyedot pulsa, terutama ketika tak memilih paket unlimited data.

Beriklan Melalui Ponsel?


Telkomsel kembali meluncurkan inovasi layanan mobile lifestyle terdepan Ad@hand sebagai layanan mobile advertising berbasis lokasi untuk memudahkan pengiriman pesan komersial dalam bentuk iklan atau promosi langsung ke ponsel pelanggan. “Pengiklan dan pemasar kini mulai melihat ponsel sebagai media komunikasi pemasaran yang tepat untuk mengedukasi calon pelanggan dengan beragam produk dan jasa ditawarkan. Memahami kebutuhan tersebut, kami menyediakan inovasi layanan Ad@hand sebagai solusi efektif mengomunikasikan produk dan jasa yang ditawarkan ke lebih dari 94 juta pelanggan Telkomsel di seluruh Indonesia,” ujar Nyoto Priyono, Vice President Mobile Advertising Management Telkomsel.

Dengan sistem broadcasting advertising yang sudah disesuaikan, Ad@hand memberikan keleluasaan pengiklan untuk membidik lebih tepat target pasarnya melalui media penyampaian pesan berupa SMS dan MMS berdasarkan lokasi dan profil pelanggan. Selain informasi atau promosi sesuai dengan kebutuhan pelanggan, target informasi iklan yang dikirimkan lebih terukur karena berbasis lokasi pelanggan. Segmentasi pengiklannya pun tak hanya dari kalangan korporat, tetapi terbuka juga bagi personal advertiser dan pengusaha kecil menengah. Layanan ini diyakini akan menciptakan segmen bisnis baru, yaitu mobile business. Bahkan seorang petugas asuransi pun cukup standby di sebuah mal dan mengirimkan iklan penjualan asuransinya kepada pengunjung mal tersebut. Di sisi lain, pelanggan akan tetap merasa nyaman dan bahkan mendapat manfaat tambahan saat menerima info promo atau diskon secara langsung ketika menjejakkan kakinya di lokasi yang telah ditentukan.

Telkomsel juga memperkenalkan layanan mobile advertising Mobile Coupon (MCoupon) dengan fleksibilitas bagi pengiklan dan merchant mempromosikan produknya melalui kupon elektronik berupa image dalam layanan MMS dan tak perlu lagi mencetak banyak kupon dan membagikannya. Cukup dengan mengirimkan MMS, maka kupon tersebut langsung diterima di mana pun dan kapan pun pelanggan yang dituju berada. Pelanggan bisa membeli suatu produk dengan potongan harga sesuai dengan nilai yang tertera pada MCoupon tersebut. Untuk menukarkan kupon, pelanggan tak perlu membawa kupon dalam bentuk kartu atau kertas, karena kupon tersebut sudah tersimpan aman di dalam ponsel.

Setelah Jakarta, Telkomsel akan mengembangkan kedua layanan tersebut di kota besar lainnya seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, dan Makassar. Ad@hand dan MCoupon akan melengkapi ragam layanan mobile advertising lainnya seperti SMS 2.0, Mobile Media, dan Mobile Newspaper, sebagai hasil kerjasama Telkomsel dengan lebih dari 50 mitra media seller yang terdiri dari agensi periklanan dan content provider.

Mudahnya Belajar Bahasa Inggris dari Ponsel


Inovasi layanan Telkomsel seakan tak pernah berhenti untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Tak hanya layanan yang bersifat hiburan dan informasi, layanan edukasi (mobile education) pun juga diberikan kepada pelanggannya. Salah satunya adalah layanan Urban English yang diperkenalkan Telkomsel sebaagai inivasi layanan edukasi Bahasa Inggris melalui ponsel yang pertama di Indonesia. Pelanggan Telkomsel dapat mempelajari Bahasa Inggris setiap hari melalui pesan singkat (SMS) dan audio cukup dengan mengakses *252*5# langsung dari ponsel pengguna.

Telkomsel menyadari kebutuhan masyarakat Indonesia untuk mempelajari Bahasa Inggris relatif tinggi, apalagi jika mengingat Bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan masyarakat di berbagai belahan dunia untuk berkomunikasi. “Layanan Urban English dengan metode pembelajaran aplikatif ini diharapkan dapat membantu pelanggan untuk berbahasa Inggris dengan baik secara mudah melalui ponselnya kapan pun dan di mana pun mereka membutuhkannya,” ujar Deputy Vice President Product Lifecycle Management Telkomsel Ririn Widaryani.

Pelajaran Bahasa Inggris dalam layanan Urban English dari Telkomsel, terfokus pada kata dan frase yang digunakan dalam berbagai situasi sosial untuk para pebisnis internasional atau pelajar yang ingin lebih memahami bahasa sehari-hari. Topik yang dibahas dalam Urban English juga sangat bervariasi, seperti hiburan, berbelanja, kuliner, dan sebagainya. Yang menarik, pelanggan bisa memilih program Bahasa Inggris yang ingin dipelajarinya dan tersedia untuk pemula, pebisnis, bahkan Bahasa Inggris gaul yang sering digunakan untuk percakapan sehari-hari.

Setelah memastikan berlangganan Urban English, setiap hari pelanggan akan menerima SMS berisi link untuk memainkan audio pelajaran Bahasa Inggris. Dengan metode pembelajaran yang mengombinasikan membaca dan mendengarkan, diharapkan pelanggan akan mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan berkomunikasi yang lebih baik, sekaligus bisa memahami pelajaran Bahasa Inggris dengan lebih cepat. Untuk berlangganan Urban English, pelanggan hanya perlu mengakses *252*5#. Selanjutnya pelanggan hanya dikenakan Rp 500 untuk setiap SMS konten yang diterima. Nah, kini siapa pun bisa belajar Bahasa Inggris dengan mudah.

Telkomsel Operasikan 25.412 Desa Berdering


Telkomsel telah berhasil mengoperasikan desa berdering dengan menggelar layanan akses telekomunikasi dan informatika di 25.412 desa melalui program Universal Service Obligation (USO). Keberhasilan itu terungkap saat pembukaan berlangsungnya Universal Service Obligation Expo 2010 di Jakarta, 24 November lalu. Pada saat pembukaan, Menkominfo Tifatul Sembiring yang didampingi Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, Ketua Balai Teknologi dan Informasi Pedesaaan Aji Santoso, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, dan VP Special Area Development Telkomsel Bambang Utomo menyempatkan melakukan uji komunikasi ke lokasi pengungsian bencana alam Gunung Merapi menggunakan fasilitas telepon USO. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan monitor terhadap desa-desa terpencil sebagai desa berdering yang sudah terlayani akses telekomunikasi dan informatika melalui fasilitas USO.

Program USO merupakan layanan yang berbasis pada penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika perdesaan sebagai bagian dari kewajiban pelayanan universal telekomunikasi terhadap perkembangan desa dan peningkatan kesejaheraan masyarakat. Hingga kini masih terdapat desa-desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi yang sebagian besar merupakan desa-desa hasil pemekaran. Selain desa baru tersebut, terdapat ratusan desa lainnya di daerah perbatasan yang membutuhkan layanan telekomunikasi serupa. Untuk itu, Kemenkominfo bersama instansi terkait terus melakukan pendataan desa baru, termasuk desa-desa di daerah perbatasan yang membutuhkan layanan telekomunikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan TNI, hingga kini masih terdapat 453 desa di daerah perbatasan. Dan selanjutnya, desa di daerah perbatasan ini yang akan mendapatkan prioritas penyediaan sarana telekomunikasi melalui program USO.

Sebagai operator telekomunikasi selular dengan pangsa pasar terbesar dan terluas di Indonesia, keikutsertaan Telkomsel dalam program USO akan ikut membantu pelayanan telekomunikasi di seluruh pelosok tanah air, termasuk di desa-desa terpencil yang pada akhirnya akan berdampak terhadap perkembangan desa dan peningkatan kesejaheraan masyarakat.

Bagi Telkomsel yang ikut berperan melakukan pembangunan penyediaan program USO, ke depannya akan mendapatkan manfaat sejauh mana diketahui kendala operasional di lapangan, termasuk segmentasi sosial dan perilaku komunikasi masyakarat setempat. Di sisi lain, masyarakat pedesaan akan sangat terbantu dalam upaya mengembangkan desanya sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Penyediaan layanan telekomunikasi di pedesaan melalui program USO telekomunikasi memang telah berhasil dilakukan. Walau begitu, tantangannya tak berhenti sampai di situ karena diperkirakan masih ada sekitar 4.000 desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi.

Telkomsel CariTau Lagu Favorit


Inovasi layanan musik terbaru, CariTau, telah diperkenalkan Telkomsel. Ya, kini semua pelanggan Telkomsel bisa dengan mudah mengetahui jutaan judul lagu dalam negeri dan mancanegara beserta artis yang membawakan lagu yang sedang dimainkan, sekaligus mendapatkan Nada Sambung Pribadi (NSP), mini song, full track, dan lain-lain. Wow, dan asyiknya cukup dengan menghubungi 9090.

Tanpa disadari, ketika mendengarkan sebuah lagu kesukaan, baik dari televisi, radio, CD player, atau perangkat musik lainnya, kita seringkali tidak mengetahui judul lagu dan artis yang menyanyikannya. “Menjawab kebutuhan tersebut, Telkomsel menghadirkan CariTau, yakni solusi layanan deteksi lagu untuk mengidentifikasi lagu yang sedang didengar dan menginformasikan judul lagu serta artisnya kepada pelanggan, sekaligus mengunduh lagu tersebut langsung dari ponsel,” ungkap Krish Pribadi, VP Digital Music & Content Management Telkomsel.

Ketika mendengarkan sebuah lagu favoritnya, pelanggan cukup menghubungi 9090 dan ikuti petunjuk yang disampaikan. Setelah mendengar nada “beep”, dekatkan ponsel ke speaker yang memainkan lagu tersebut selama 10 detik. Masih dalam hitungan detik, pelanggan akan menerima SMS berisi informasi judul lagu, nama artisnya, serta link untuk mengunduh berbagai konten lagu tersebut, seperti NSP, mini song, atau full track. Asyiknya lagi, layanan CariTau bisa menggunakan semua jenis ponsel. Untuk berlangganan, pelanggan cukup mengakses *990*90# dan pelanggan hanya dikenakan biaya Rp 1.500 perminggu. Sementara biaya panggilan untuk mendeteksi lagu saat menghubungi 9090 sebesar Rp 500 per 30 detik. Pilihan lainnya, bagi pelanggan Telkomsel yang tidak berlangganan layanan CariTau hanya dikenakan Rp 1.000 ketika menerima SMS hasil deteksi lagu.

Selain melalui panggilan ke 9090, Telkomsel juga telah memberikan kemudahan bagi pelanggan yang mencari NSP melalui layanan SMS CariTau 1222. Cukup kirim SMS dengan ketik atau atau , lalu kirim ke 1222. Pelanggan hanya dikenakan biaya sebesar Rp 500 untuk setiap empat SMS yang dikirim. “Inovasi layanan berbasis musik seperti CariTau akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pelanggan. Inilah wujud komitmen kami sebagai operator selular penyedia solusi layanan mobile lifestyle terbaik dan terdepan,” tambah Krish.

Bonus Akhir Tahun Double Talkmania


Apresiasi dalam bentuk promo bonus akhir tahun kembali digelar Telkomsel. Baik pelanggan baru maupun pelanggan lama, semua dipastikan bisa menikmati promo double bonus Talkmania yang berlaku mulai 9 Desember 2010 berupa bonus SMS dan bonus nelpon sepanjang hari.

Dengan program bonus nelpon Talkmania, pelanggan simPATI bebas menelepon berkali-kali hingga 100 menit (6.000 detik) ke seluruh pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI, dan Kartu As). Sedangkan program bonus SMS Talkmania memberikan bonus hingga 100 SMS ke semua operator. Menariknya lagi, double bonus nelpon dan SMS ini bisa digunakan sepanjang hari, dari pagi hingga malam hari, berlaku untuk pelanggan simPATI di seluruh Indonesia, kecuali Papua dan Maluku. “Bonus Akhir Tahun Double Talkmania merupakan apresiasi bagi lebih dari 63 juta pelanggan simPATI. Kami yakin program ini dapat memberikan penghematan anggaran komunikasi yang signifikan menjelang akhir tahun,” ujar Lindayanti Harjono, VP Product Marketing Telkomsel.

Pelanggan simPATI dapat memanfaatkan bonus Talkmania siang dengan cukup sekali melakukan aktivasi pada pukul 01.00 hingga 17.30 untuk berkomunikasi mulai pukul 01.00 hingga 18.00. Untuk bonus Talkmania malam berlaku mulai pukul 18.00 hingga 24.00 dengan melakukan aktivasi mulai pukul 18.00 hingga 23.30. Untuk registrasi Talkmania, pelanggan cukup kirim SMS dengan ketik TMON untuk Talkmania siang atau TMON2 untuk Talkmania malam dan kirim ke 8999. Cara lainnya, bisa juga hubungi *999*99# (Talkmania siang) atau *999*90# (Talkmania malam). Untuk mendaftar, pelanggan hanya dikenakan Rp 2.000 untuk Talkmania siang dan Talkmania malam sebesar Rp 2.500.

Untuk mencek status aktivasi Talkmania, saldo durasi dalam satu hari penggunaannya, maupun bonus lainnya, pelanggan cukup mengakses menu *889# langsung dari ponsel. Pelanggan juga dapat melakukan pengecekan transaksi terakhir, termasuk penggunakan pulsa Talkmania, hanya dengan mengakses *887#. Jadi tunggu apa lagi? Segera nikmati kenyamanan dan kelancaran komunikasi dengan memanfaatkan Bonus Akhir Tahun Double Takmania yang didukung oleh jaringan terluas berkualitas Telkomsel dengan lebih dari 36.000 Base Transceiver Station (BTS) yang tersebar hingga pelosok Indonesia.

iPhone 4 Resmi Hadir di Indonesia


Akhirnya Telkomsel secara resmi mengumumkan peluncuran iPhone 4 di Indonesia bersamaan dengan berlangsungnya pameran penjualan yang digelar di Senayan City, Jakarta, dan Tunjungan Plaza, Surabaya, 17-19 Desember lalu. Dalam kesempatan tersebut, dua model iPhone 4 Telkomsel, masing-masing 16 GB dan 32 GB, ditawarkan dengan berbagai pilihan paket harga khusus sesuai kebutuhan pelanggan. Pameran penjualan serupa juga telah berlangsung di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta, 20-26 Desember 2010. “Kami bangga dapat meluncurkan iPhone 4 dan terus melanjutkan komitmen kami menghadirkan pengalaman mobile lifestyle terbaik untuk masyarakat. Telkomsel siap menyediakan iPhone 4 bagi pelanggan dengan layanan prima, didukung jaringan terluas dan berkualitas terbaik di Indonesia,” jelas Sarwoto Atmosutarno, Direktur Utama Telkomsel.

Ponsel cerdas iPhone 4 Telkomsel telah tersedia di 15 GraPARI di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Palembang, Balikpapan, Manado, dan Makassar. Paket iPhone 4 Telkomsel bisa diperoleh juga di seluruh gerai Apple Premium Reseller (iBox, eStore, EMAX, PCMax, Infinite), Oke Shop, Sarindo, Telesindo Shop, Global Teleshop, dan Selular Shop.

Salah satu keunggulan iPhone 4 adalah fitur FaceTime yang membuat aktivitas video call semakin nyata dan display Retina Apple terbaru yang menakjubkan dan beresolusi tertinggi yang pernah dihadirkan pada ponsel untuk menghasilkan teks, gambar, dan video yang sangat tajam. iPhone 4 juga dilengkapi kamera 5 megapixel dengan flash LED, fitur perekam video high-definition, prosesor A4 Apple, dan giroskop 3-axis. Performa baterai bertahan lebih lama sehingga waktu bicara pun bisa lebih lama hingga 40 persen. Begitu pula dengan iOS 4, sistem operasi mobile versi terbaru dengan lebih dari 100 fitur baru. Juga dengan keleluasaan akses ke lebih dari 300.000 aplikasi App Store yang revolusioner, termasuk aplikasi iMovie baru yang dibuat khusus untuk iPhone 4.

Berbagai pilihan harga paket iPhone 4 yang ditawarkan Telkomsel sudah termasuk bonus gratis bicara hingga 360 menit, gratis SMS hingga 300 SMS, serta gratis penggunaan akses data hingga 1 GB. Menariknya lagi, bagi pemegang kartu kredit BCA, Mandiri, BNI, dan Citibank, kini bisa mendapatkan iPhone 4 dengan harga yang makin terjangkau dengan potongan harga spesial melalui cicilan 0 persen selama 6 bulan. Pelanggan pun akan merasakan sensasi pengalaman mobile lifestyle lewat beragam fitur canggih dan aplikasi menarik di iPhone 4 yang didukung jaringan terluas berkualitas Telkomsel yang menjangkau seluruh Indonesia. Hingga kini, jaringan Telkomsel memiliki 36.000 Base Transceiver Station (BTS), termasuk lebih dari 7.000 Node B (BTS 3G), serta kapasitas bandwidth untuk international internet gateway sebesar 9 Gbps.

Untuk informasi lengkap mengenai harga paket iPhone 4 bisa mengunjungi http://www.telkomsel.com/iphone. Sedangkan untuk informasi lebih lengkap mengenai iPhone 4, bisa diklik di http://www.apple.com/iphone.

Homestay di Sidney?


Bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Bahasa Education First (EF) Language Travel, kali ini Telkomsel memberikan kesempatan bagi anggota Telkomsel School Community (TSC) untuk homestay di Sydney, Australia. Apresiasi itu diberikan kepada 20 anggota TSC terpilih untuk homestay di Sydney selama dua minggu. “Telkomsel School Community merupakan wadah komunitas untuk pelanggan Telkomsel khususnya di segmen pelajar, yang memberikan keuntungan lebih bagi para anggotanya melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Dengan diadakannya kegiatan homestay, anggota TSC diharapkan dapat memperoleh bekal pendidikan yang dapat dimanfaatkan untuk memperlancar kemampuan berbahasa Inggris,” ujar Yunita Primastuti, GM Community Management & New Segment Telkomsel.

Menurut Yunita, program tersebut memungkinkan anggota komunitas sekolah untuk menimba ilmu dalam rangka memperdalam kemampuan berbahasa Inggris sekaligus mengenal budaya baru. Untuk mengikuti program ini, pelajar SMU yang menjadi pelanggan simPATI atau Kartu As terlebih dahulu harus mendaftarkan diri menjadi anggota TSC. Caranya mudah saja, cukup kirim SMS dengan ketik SEKOLAH dengan contoh: SEKOLAH 1235456789, lalu kirim ke 4545. Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui email tsc@telkomsel.co.id. Bagi sekolah yang ingin ikut bergabung dalam TSC dapat menghubungi kantor GraPARI Telkomsel terdekat.

TSC merupakan komunitas sekolah pertama dan terbesar di Indonesia dan hingga kini telah memiliki lebih dari 7,4 juta anggota dari sekitar 7.800 sekolah di seluruh Indonesia. Fokus kegiatan TSC adalah peningkatan kualitas prestasi siswa sekaligus memadukannya dengan sisi entertainment yang berkonsep edukasi.

Untuk meraih kesempatan homestay di Sidney, Telkomsel bekerja sama dengan EF Language Travel menyelenggarakan serangkaian tahapan seleksi akademik dan administratif kepada anggota TSC yang juga pelanggan Telkomsel dari sekolah-sekolah dengan komunitas TSC terbesar. Selama homestay di Sidney, semua peserta akan mengikuti kelas dengan aktivitas tugas kelompok, role play, serta debat yang dipimpin oleh pembimbing selama 4 x 40 menit setiap harinya. Mereka juga akan mengunjungi art gallery, museum, Opera House, harbour Bridge, Rocks District, Botanical Gardens, Paddy’s Market, manly Beach, dan Australian Farm. “Selain meningkatkan kepercayaan diri dalam mempergunakan bahasa Inggris, peserta homestay akan menambah wawasan internasional dengan mendalami budaya baru,” ungkap Gail Soplanit, Country Manager EF Education.

Selain berkesempatan mengikuti program homestay di Sidney, semua anggota TSC dapat menikmati tarif murah untuk menelepon, SMS, dan internet. Segera saja nikmati layanan paket spesial chatting melalui layanan Chatbox dengan tarif cuma Rp 5.500,-/30 hari. Manfaatkan juga paket hemat internet berkecepatan tinggi TELKOMSELFlash yang bertarif hanya Rp 10.000 untuk 35 MB, serta diskon penggunaan GPRS menjadi Rp 1/ KB dan layanan SMS Freedom (Rp 20 per SMS).

Onno W Purbo: Semua Pihak Harus Siap


Kehadiran IPTV di Indonesia memang layak ditunggu. Dengan berbagai aspek kemudahan, teknologi, serta manfaatnya bagi pengguna, termasuk fiturnya yg mudah dikostumisasi, rasanya tak perlu menunggu lebih lama lagi. Menurut pengamat teknologi informasi Onno W Purbo, secara umum kehadiran IPTV di Indonesia akan mengenakkan semua pihak. “Saya lebih melihat dari sisi kebutuhan perangkat pemancarnya. Kalau dulu kita butuh pemancar TV yang harganya milyaran, tapi sekarang pakai server kelas-kelas 10 juta-an juga bisa kok,” tanggap Onno.

Walau begitu, Onno juga menyoroti kesiapan stasiun televisi dan juga provider-nya. Salah satunya adalah persoalan bandwith yang di Indonesia kerap masih jadi keluhan pengguna. Menurutnya, untuk televisi membutuhkan bandwidth yang lebar, karena jika tidak, dipastikan bisa putus-putus saat menontonnya. Kalau dari sisi client (pengguna), lanjut Onno, harusnya semua sudah siap. “Kecuali biasanya biaya buat akses ke internet-nya saja, maklum di Indonesia akses internet kan masih terbilang mahal,” ujarnya.

Sebagai pembanding, Onno W Purbo yang belum lama ini berkunjung ke Thailand, merasakan di sana bisa berinternet-ria hingga 5-6Mbps dengan biaya Rp. 200.000-an saja. “Pusing kepala deh kalau itu bisa kejadian di Indonesia,” pungkasnya.