Hari Terakhir


Kemarin tetaplah sebagai kemarin
kubiarkan darahku mengental
mengalir lambat
menikmati merdunya rintihan
adakah yang menatapku?

Sampai jelang senja yang masih terik
aku hanya membaca dan menikmatinya
aku hanya diam
tetap membaca

sampai akhirnya kulangkahkan kaki menuju timur
mengantarkan ruang maya yang kau minta
dan kutinggalkan kedigdayaanmu sambil tertatih dan melayang
pelan dan semakin menderu
lengang dan menggeram

ah, ternyata ini memang jadi hari terakhir
melihat kotak obat bening yang tak ada lagi sisa dosis untuk nadiku

juga ruang mayaku telah berhenti berdenyut
bertanya apa ini jadi hari terakhir juga untuknya

cagar alam, 30 juni 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s