Basic Life Support, Pertolongan Pertama Saat Terjadi Kecelakaan


Pemahaman dan praktik Basic Life Support ternyata tidak mudah, terutama ketika kita diharapkan bisa memberi pertolongan pada seseorang yang sedang mengalami cedera atau kecelakaan di tempat umum.
first aidKeselamatan di jalan raya merupakan hal yang utama dan tak bisa ditawar. Namun demikian masih kerap dijumpai biker yang menganggap sepele penggunaan body protector saat riding. Alasannya pun klise, yaitu merepotkan dan tidak nyaman. Sesungguhnya body protector dirancang untuk melindungi tulang kering, tulang paha, hingga tulang belakang dan cervical (leher). Jadi mulailah menghargai tulang dengan merawatnya lebih dini untuk menghindari dari patah, degeneratif, osteoporosis, atau penyakit lainnya. Olahraga teratur bisa jadi pilihan gaya hidup sehat.
Berkaitan dengan hal keselamatan, sudah saatnya ada edukasi dan pelatihan Basic Life Support tentang keselamatan, P3K, hingga kemampuan dasar yang benar saat menyelamatkan orang pada peristiwa kecelakaan. Tindakan penyelamatan itu tak bisa dilakukan dengan cara sembarang. Jadi tidak bisa langsung menolong begitu saja tanpa memperhatikan cara yang benar agar tidak menambah penderitaan korban kecelakaan, bahkan bisa mempercepat kematiannya. Dengan pelatihan tersebut, diharapkan setiap biker atau masyarakat bisa memahami dan mampu memberikan pertolongan tanpa menimbulkan trauma lain atau kematian (do no harm). Setidaknya biker atau pengguna jalan lainnya mampu memahami bagaimana memberikan pertolongan pertama pada seseorang yang mengalami cedera atau kecelakaan di jalan raya atau di lokasi lainnya.
Namun demikian, pemahaman dan praktik Basic Life Support ternyata tidak mudah, terutama ketika kita diharapkan bisa memberi pertolongan pada seseorang yang sedang mengalami cedera atau kecelakaan di tempat umum. Kemungkinan terburuknya, kondisi korban akan bertambah parah atau malah meninggal dunia. Dalam prinsip-prinsip dasar Basic Life Support, kita akan mengetahui cara memberikan pertolongan pertama seperti:
1. Jika melihat korban terjadi pendarahan, segera hentikan pendarahan dengan cara diperban atau dibalut agar aliran darah terhenti.
2. Bagaimana mengangkat korban yang benar jika korban mengalami patah tulang.
3. Bagaimana cara memberi nafas buatan jika korban pingsan sebelum pertolongan medis datang.
4. Bagaimana cara membalut luka korban dengan benar supaya tidak terjadi pendarahan yang lebih parah.
5. Apabila melihat ada korban yang mengalami cidera, sebaiknya mencari bantuan orang lain atau panggil paramedis dan jangan melakukan pertolongan sendiri.
6. Membawa korban dengan menggunakan kendaraan yang nyaman agar luka korban tidak semakin parah.
Selain itu, ada pula pertolongan pertama yang perlu diketahui. Di antaranya adalah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), Critical Thinking pada Kedaruratan, Penanggulangan Shock, Pendarahan dan Fraktur, Penanggulangan Kedaruratan Nafas, Penanggulangan Kedaruratan Jantung. Bantuan Hidup Dasar (BHD), Estrikasi/Stabilisasi (Balut Bidai), dan Evakuasi Gadar (Transportasi). SPGDT merupakan pendekatan sistematis dalam penanggulangan penderita gawat darurat (GD) di tempat kejadian perkara (TKP) dan membawanya ke tempat pelayanan definitif/rumah sakit. Penanggulangan di TKP meliputi cara meminta bantuan, mengontrol pendarahan, memasang balut atau bidai, hingga korban dibawa ke rumah sakit dengan transportasi yang memadai dan aman.
Bantuan Hidup Dasar (BHD) atau resusitasi jantung-paru Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) merupakan cara pertolongan pertama yang dapat dilakukan pada pasien/korban  yang mengalami fungsi henti jantung-paru agar korban tetap hidup serta kerusakan otak dapat dicegah, sambil menunggu datangnya pertolongan medis. BHD merupakan teknis yang sederhana dan tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga dapat dilakukan semua orang dengan hanya sedikit latihan, namun bila dilakukan dengan benar sangat besar manfaatnya bagi pasien/korban dan dapat menyelamatkan jiwa.
Langkah-langkah yang dilakukan dalam BHD, di antaranya; bila seseorang menemukan korban yang tampaknya tidak sadar, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan apakah korban tersebut betul-betul tidak sadar dengan cara membangunkannya dengan ditepuk, panggil nama, goncangkan perlahan untuk menilai ada respon atau tidak. Bisa juga dengan melihat apakah ada tanda-tanda korban bernafas. Bila pasien ternyata sadar dan ada respon, jangan lakukan BHD, karena hal itu justru akan menyakiti. Bila ternyata tidak ada respon dari korban, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah meminta pertolongan orang lain untuk menghubungi rumah sakit.
Untuk Kedaruratan Jantung, mungkin di antara kita pernah mendengar seseorang yang sebelumnya diketahui sehat, tiba-tiba terjatuh saat sedang bekerja atau sedang melakukan aktivitas olahraga, bahkan kemudian meninggal sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Banyak kemungkinan yang dapat menyebabkan hal ini, antara lain stroke, serangan jantung, tersedak, sengatan listrik, ataupun overdosis. Perlu juga diketahui adanya dua jenis pendarahan, yakni pendarahan luar dan dalam. Pendarahan luar terjadi pada permukaan luar tubuh. Sedangkan pendarahan dalam pada penderita tidak tampak berdarah.
Basic Life Support sendiri kini semakin banyak digunakan di sejumlah negara dan telah memberikan banyak manfaat. Masyarakat dan juga pengguna jalan menganggap bahwa prinsip-prinsip Basic Life Support ini sangatlah penting, karena dalam keseharian sering terjadi kecelakaan atau musibah di jalan raya. Bisa dibayangkan jika ada salah satu anggota keluarga kita mengalami kecelakaan atau luka berdarah, paling tidak orang yang berada di dekatnya bisa memberi pertolongan pertama sebelum memanggil paramedis atau dibawa ke rumah sakit.
Ok Bro, safe ride!
 
 
*Diolah dari berbagai sumber
Advertisements

Mesin Panhead yang Bertenaga


Lebih dari satu abad Harley-Davidson mencatatkan diri sebagai produsen sepeda motor terkemuka dari Amerika. Beberapa kunci kesuksesannya terletak dari konsep mesin, desain bodi, hingga custom yang memiliki nilai eksklusif yang tinggi. Jika dilihat secara kasat mata, desain model klasiknya, secara garis besar seperti tak ada yang berbeda. Walau begitu Harley tetap melakukan riset mendalam untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan jamannya. Seperti halnya pada sektor mesin yang telah beberapa tipe mesin yang diproduksi, termasuk seri Panhead engine yang menjadi mesin generasi ketiga yang pernah dibuat Harley. Dalam “Harlistas: An American Journey”, Harley-Davidson Custom 1961 dengan mesin Panhead digunakan oleh Lonnie Gallegos.
Panhead bobbers
Sebelum kemunculan Panhead,  Harley telah menggunakan Knucklehead Engine, mesin generasi kedua yang diproduksi antara tahun 1936-1947. Mesin Knucklehead hadir dengan kapasitas mesin 990 cc berdaya 40 dk dan 1200 cc yang berdaya 45 dk. Basis mesin Knucklehead ini digunakan dan dikembangkan dalam  mesin baru, Panhead Engine, yang diproduksi antara tahun 1948 dan 1965. Seperti mesin tipe Knucklehead, mesin Panhead juga terdiri dari dua kapasitas, yaitu 990 cc dan 1200 cc. Namun, salah satu kelebihan Panhead yang banyak disukai adalah tenaga yang dihasilkan lebih besar, yaitu mampu menghasilkan daya hingga 50 dk dan 55 dk. Perbedaan yang paling mencolok antara mesin Knucklehead dan Panhead adalah pengaplikasian alumunium pada head di jenis Panhead, serta adanya “internal oil lines” di dalamnya. Perbedaan inilah yang menyebabkan munculnya perbedaan tenaga yang dihasilkan.

Harlistas: Petualangan, Persahabatan, dan Impian Amerika


Alfredo de Villa director of Harlistas An American Journey1Ya, para Harlistas akan membawa kita ke dunia riding Harley bikers Amerika Latin dan memberi kita pandangan mendalam pada cerita-cerita mereka dan mengapa mereka riding dengan Harley.

Satu lagi film dokumenter tentang Harley Davidson dibuat dengan nafas yang berbeda. Rohnya masih tetap sama, yaitu Harley Davidson sebagai salah satu ikon Amerika. Digarap oleh sutradara Alfredo de Villa, film “Harlistas: An American Journey” mencoba mengangkat kisah-kisah perjalanan yang sangat menyentuh dan melintasi batas gaya hidup dan adat istiadat rider Harley Davidson dari negara Amerika Latin.

harlistas posterMenikmati film ini boleh jadi memberikan pencerahan tentang budaya tertentu dan juga gaya hidupnya. Namun ada hal yang lebih penting, yaitu sebuah pesan universal yang ingin didapatkan setiap penikmatnya. Film ini dirasa cukup untuk menggambarkan suatu perayaan kehidupan dengan berupaya mengeksplorasi nilai-nilai kebersamaan yang  tidak hanya dapat memperkuat ikatan kekeluargaan, tetapi juga bagaimana nilai-nilai kebersamaan itu dapat membangkitkan semangat yang sempat patah.

Harlista adalah sebutan bagi pengendara Harley-Davidson asal Amerika Latin.  Lewat “Harlistas: An American Journey,” sutradara Alfredo de Villa yang pernah mengarap “Nothing Like the Holidays” ini ingin menceritakan empat kisah perjalanan Harlistas yang mencari petualangan, persahabatan, dan juga upaya mereka meraih impian Amerika.

Rod n BrothersDimulai dari Danny Huerta, teknisi Harley-Davidson dari Baldwin Park, California, yang mencoba untuk berhubungan kembali dengan ayahnya yang telah meninggal dengan menciptakan perjalanan mereka berbagi bersama sebelum kematiannya. Sementara itu, Pat Rodriguez dan tiga saudaranya, Jay, Ernie, dan Vito dari Queens, New York, juga berkendara Harley-Davidson untuk menghormati ayah mereka serta kakak mereka yang tewas dalam pemboman World Trade Center tahun 1993. Lalu ada Carlos “Shorty” Tenorio,  pria yang sebelum berimigrasi ke Chicago, Illinois, ikut menjadi saksi dalam Revolusi Nikaragua, ingin memperkuat ikatan dengan anaknya, Shorty Junior, dengan melakukan perjalanan menuju pantai Oregon. Demikian pula dengan Lonnie Gallegos, pemilik outlet modifikasi di Los Angeles, California, yang mencoba menyiratkan jejaknya kepada anaknya, Jerry Ramirez.

harlistas1Dalam film ini, de Villa telah melakukan pekerjaan yang besar dengan memadukan empat kisah perjalanan secara bersama-sama dan mengangkatnya menjadi ide yang luar biasa yang jauh lebih besar tentang bagaimana hobi bisa menjadi cara hidup, atau lebih tepat menggambarkannya secara lebih personal. Salah satu hal yang menarik dalam “Harlistas: An American Journey” ini adalah cara penggambaran personal yang oleh de Villa dibuat sedemikian rupa dan begitu natural.

Harus diakui, de Villa membuat “Harlistas: An American Journey” berbicara begitu banyak lebih dari sekedar kehidupan Harlistas. Tapi juga meneliti topik dengan akurasi yang menyeluruh, memberikan gambaran yang jelas bagi penontonnya tentang kehidupan yang unik bahwa orang-orang dari budaya yang memiliki tujuannya masing-masing.

04Mungkin sebagian penikmat film ini banyak yang berharap akan melihat sejumlah peristiwa besar yang cenderung mendefinisikan gaya hidup pengendara Harley-Davidson seperti perjalanan yang dilakukan Rod bersaudara ke Sturgis, South Dakota, walau pada kenyataannya hanya sedikit yang dilihat dari apa yang terjadi di sana. Sementara pandangan menakjubkan tak boleh dilewatkan saat Danny mengunjungi banyak hotspot di kawasan Arizona, termasuk keindahan Grand Canyon yang mempesona. Jangan pula berharap akan ada produk-produk komersial Amerika yang biasa menjadi slogan dalam sebuah film yang berkaitan dengan ikon Harley-Davidson. Produk-produk seperti rokok Marlboro, KFC, Coke, dan Budweiser tak lagi muncul dan mendominasi. Gantinya, adalah semua hal yang benar-benar meliputi semua tradisi Amerika dan perasaan, yaitu Harley Davidson. Sepeda motor ikon Amerika yang mengatakan kepada dunia, “Yeah, aku adalah seorang pria dan aku orang Amerika!”

01Ya, pada akhirnya semua itu benar-benar tidak peduli, termasuk jika Anda adalah seorang Amerika sekalipun. Namun, ketika Anda riding dengan Harley-Davidson untuk satu alasan dan satu-satunya alasan, adalah untuk melarikan diri dari kenyataan dan kehilangan diri Anda di jalan terbuka. Ya, para Harlistas akan membawa kita ke dunia riding Harley bikers Amerika Latin dan memberi kita pandangan mendalam pada cerita-cerita mereka dan mengapa mereka riding dengan Harley.

Rangkaian empat kisah perjalanan Harlistas diwarnai dengan penuh hasrat dan emosional yang sangat berakar. Penonton akan  dibawa untuk ikut menyelami alasan riding para Harlistas, terutama untuk persaudaraan, kekeluargaan, dan rasa komunitas yang tinggi. Film dokumenter ini boleh jadi hanya akan menarik bagi mereka memang menyukai kehidupan sebagai rider atau fans berat Harley. Jika Anda tidak termasuk salah satu kategori tersebut, maka Anda kemungkinan besar sulit menemukan benang merahnya, bahkan mungkin akan merasa agak membosankan. Namun di sana ada pria-pria sejati yang memiliki gairah besar untuk Harley mereka dan biasanya tidak akan mudah membiarkan apa pun yang menghalanginya.

Sebagai a tribute to the Harley-Davidson, “Harlistas: An American Journey” merupakan film dokumenter produksi tahun 2011 dan diproduseri langsung oleh Harley-Davidson Motor Company.02

Pentingnya Gaya Hidup Sehat Demi Kesehatan Jantung


Sangat dianjurkan untuk bergaya hidup sehat demi menjaga kesehatan dari serangan penyakit jantung yang bisa menyerang setiap saat

medical check up

Soal pola hidup (life style), terutama bagi penyuka riding, kerap merasa kesulitan untuk mengontrol asupan, baik makanan maupun minuman. Untuk mengontrol asupan yang berlebihan sebenarnya bisa disiasati atau dikurangi. Hanya saja ketika sudah menikmati hidup yang enak, yang terjadi justru semakin sulit menahannya. Sebagai contoh, jika sudah mengetahui rendang daging itu mengandung kolesterol yang tinggi, tetapi ketika kondisi kita sedang lapar, ternyata kita tidak selalu ingat bahwa rendang itu kolesterolnya tinggi.

Nah, perlu juga diketahui bahwa salah satu penyebab serangan jantung adalah faktor genetik. Itulah sebabnya mengapa masyarakat sangat dianjurkan untuk melakukan medical check up minimal satu kali dalam setahun dan diikuti pemeriksaan darah lengkap setidaknya enam bulan sekali. Perlu juga diingat bahwa dari sekian banyak penyakit jantung, yang paling banyak terjadi dan kerap berujung sudden death adalah penyempitan pembuluh darah. Terjadinya penyempitan pembuluh darah tentu saja tak sekonyong-konyong muncul begitu saja, karena biasanya penyempitan pembuluh darah itu merupakan penyakit kronis yang kerap luput dari perhatian. Penyuka riding pun sering mengabaikannya. Terutama dialami oleh orang yang berpotensi mengalami obesitas, memiliki kadar kolesterol tinggi, hipertensi, dan juga stres.

dr Sigit Tjahyono Sp BMenurut Dr A Sigit Tjahyono Sp B, BTKV (K), MPH-MMH-MMr, ketika usia sudah memasuki lebih dari 35 tahun, tubuh memang terlihat masih aktif dan produktif. Namun bila pola hidup yang dijalankan kurang baik, maka bukan hal yang mustahil jika hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan jantung. “Nah, untuk penyuka riding yang berusia lebih dari 35 tahun, sangat dianjurkan untuk bergaya hidup sehat demi menjaga kesehatan dari serangan penyakit jantung yang bisa menyerang setiap saat,” ujar dokter yang aktif di komunitas Med Docs dan penyuka touring dengan Harley-nya.

Berikut ada sejumlah kiat yang bisa dilakukan penyuka riding, terutama  untuk menjaga kesehatan jantungnya:

Relaksasi

Cobalah untuk selalu berada dalam kondisi rileks. Dengan rileks, tubuh akan lebih mudah mengontrol tingkat stres. Jika sedang menghadapi masalah pekerjaan di kantor atau hal lainnya, upayakan hindari ketegangan dengan tetap tenang dan rileks. Untuk lebih mudah mengontrolnya, cobalah berolahraga untuk membantu memberikan kenyamanan yang lebih baik.

Olahraga

Berolahraga secara rutin memang sangat dianjurkan untuk menjaga kondisi jantung agar tetap sehat. Dengan melakukan olahraga ringan dan hanya sekitar 15 hingga 30 menit setiap harinya, akan terasa manfaatnya bagi kesehatan jantung.

Asupan sehat

Risiko penyakit jantung dan juga penyakit lainnya bisa dipicu oleh makanan yang banyak mengandung kalori dan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Jadi sangat dianjurkan menghindari makanan yang tidak sehat. Mulailah dengan memilih makanan yang rendah kolesterol, mengandung karbohidrat kompleks, dan kaya protein. Hindari pula minuman yang mengandung alkohol dan berkarbonasi.

Istirahat yang cukup

Bagi penyuka riding, sangat dianjurkan meluangkan waktu untuk beristirahat yang cukup. Setidaknya tidur yang cukup selama enam hingga delapan jam setiap malamnya. Jika waktu istirahat (tidur) kurang dari lima jam, akan berpotensi memicu serangan penyakit jantung.

Pentingnya Sarapan

Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memulai beraktivitas. Di sisi lain, sarapan pagi sangat dianjurkan. Pentingnya sarapan pagi karena mampu memberikan energi bagi tubuh untuk menunjang aktivitas hingga siang hari. Jangan lupa, pilihlah menu sarapan pagi yang baik.

Konsumsi garam dan gula

Saat touring atau berolahraga yang berat, tubuh kita memerlukan energi yang besar dan memerlukan asupan yang baik berupa gula (coklat) yang lebih mudah dicerna menjadi energi. Kondisi tubuh juga banyak kehilangan garam (elektrolit) sehingga harus digantikan dengan minuman yang mengandung kadar elektrolit tinggi.

Bagi bikers penderita sakit gula (diabetes) dan hipertensi, harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

– Pastikan gula darah anda terkontrol, baik dengan obat-obatan yang diminum atau disuntik.

– Lebih dianjurkan touring dengan boncengers atau beramai ramai.

– Sangat diharapkan rekan touring lainnya mengerti penyakit anda dan membawa obat pribadi. Khusus untuk penderita hipertensi, jangan lupa membawa obat pribadi karena setiap obat mempunyai daya kerja yang berbeda.

Nah, bagi siapa pun, termasuk biker, menurut Dr A Sigit Tjahyono, sangat penting untuk merasa bertanggung jawab terhadap kesehatan dirinya sendiri, termasuk dengan membawa obat-obatan pribadi saat riding atau touring. Bahkan bagi yang menderita diare, dampak dari dehidrasi yang dialami saat riding bisa juga mempengaruhi hemodinamik (sirkulasi tekanan darah) yang menjadi pemicu serangan jantung. Bahkan bagi penderita diare akut berusia lanjut bisa juga terkena serangan jantung. “Serangan jantung sendiri merupakan penyakit kronis yang sebenarnya bisa dideteksi sejak dini. Jadi bisa diatasi sebelumnya dengan langkah-langkah pencegahan yang sangat dianjurkan seperti medical check up dan periksa darah lengkap,” katanya.

Kiprah Harley di Layar Lebar, Identik sebagai Ikon Amerika


Faktanya, Harley-Davidson telah menjelma menjadi bintang layar lebar lebih dari setengah abad.

———————–

Harley logoDengan usia yang sudah menginjak 110 tahun, Harley-Davidson Motor Company telah memproduksi produksi dan dan menjual jutaan unitnya di seluruh dunia. Sebagai salah satu ikon Amerika, Harley memang selalu menjadi sepeda motor yang menarik perhatian, tak terkecuali perannya dalam film layar lebar. Di antara ratusan film tersebut, beberapa di antaranya adalah “Ghost Rider” (Nicholas Cage, 2007), sekuel James Bond “Live and let Die” (Roger Moore, 1973) yang menghadirkan Harley-Davidson Aermacchi 350 SS, komedi “Pee-Wee’s Big Adventure” (1985) dengan Harley Super Glide 1974, komedi “Every Which Way But Loose” (Clint Eastwood, 1978) dan tampilnya beberapa varian Harley seperti Sportster, Panhead, dan Electra Glide. Film lainnya adalah “Wild Hogs” (John Travolta, 2007), komedi musical dan horror  “The Rocky Horror Picture Show” (Tim Curry, 1975) dengan Harley WLA, “In the Line of Fire” (Clint Eastwood, 1993) dengan Harley FLHTP Electra Glide, “Robocop 2” (Peter Weller, 1990) dengan Harley FXSTC Softail Custom, dan “Rocky III” (Sylvester Stallone, 1982) dengan Harley FLH Electra Glide 1978.

Ya, faktanya Harley-Davidson telah menjelma menjadi bintang layar lebar lebih dari setengah abad. Tak hanya puluhan, bahkan ratusan film dan juga tayangan televisi, menjadikan Harley-Davidson semakin identik sebagai ikon Amerika. Berbagai genre film pun mampu memadukan berbagai karakter Harley-Davidson dengan plot cerita yang banyak disukai penontonnya.  Film-film Hollywood, bagaimana pun juga memiliki peran dalam perjalanan Harley-Davidson, setidaknya lebih dari setengah abad terakhir. Ya, industri film Hollywood telah melemparkan standar industri Amerika, termasuk ketika Harley-Davidson Motor Company nyaris bangkrut. Dari situ pulalah nama Harley ikut bangkit dan membangun dirinya sebagai salah satu legenda ikon Amerika.

Sementara dari sisi komersial Harley Davidson sempat dalam kondisi kesulitan, di sisi lain penggambaran dalam film terus berkembang. Puncaknya bisa dilihat dari dirilisnya “Easy Rider” pada tahun 1969. Dengan mengambil peran menjadi bagian sebagai alat transportasi dalam modus favorit anak-anak nakal, membuat sosok Harley Davidson Chopper semakin dikenal memiliki kemampuan jelajah di jalan raya terbuka, termasuk menjadi lambang kebebasan dan pemberontakan. Mungkin inilah bagian dari dikotomi emosi, begitu melekat dan fundamental bagi sejarah Amerika dan “impian Amerika” yang telah menjadi tulang punggung dari performa dan daya tahan Harley.

easy rider posterEasy Rider

Film Harley-Davidson “Easy Rider” banyak disebut sebagai film paling klasik sepanjang masa yang dirilis pada tahun 1969. Dengan bintang utama seperti Peter Fonda, Jack Nicholson, dan Dennis Hopper, membuat “Easy Rider” yang menggunakan Harley-Davidson 1951 Panhead chopper, menjadi tren pengikut gaya hidup biker dan membuat popularitas sepeda motor besar meningkat secara signifikan. Sebuah penampilan cameo oleh Easy Rider, Henry Fonda, bahkan dimasukkan dalam film. Sayangnya, banyak kritikus menyoroti film tentang sepeda motor ini, dan sayangnya model dari Harley-Davidson yang digunakan tidak disebutkan sama sekali.

 

HarleyDavidson and The Marlboro ManHarleyDavidsonandtheMarlboroMan-PosterArt

Pada tahun 1991, film layar lebar Harley-Davidson and The Marlboro Man dirilis dengan bintang Mickey Rourke dan Don Johnson. Dalam film ini, Rourke digambarkan sangat akrab dengan Harley 1989 Harley Davidson 1200 XL Softtail Custom FXR. Belakangan diketahui kalau ada beberapa bagian seperti tangki yang memang dimodifikasi sendiri oleh Rourke. Dengan FXR custom-nya, Rourke mengendarainya melintasi gurun yang menggambarkan karakter yang kesepian, menemani karakter lain seperti Virginia Slims dan Jack Daniels.

 

wild-hogs posterWild Hogs

Sebagai ikon Amerika, Harley Davidson juga menjadi peran utama dalam film komedi ‘Wild Hogs’. Salah satunya adalah Harley-Davidson FLSTFSE Fat Boy. Wild Hogs sendiri merupakan sebuah julukan bagi kelompok pengendara di tahun 1970-an ini  yang dibintangi John Travolta, William H. Macy, Tim Allen, Martin Lawrence, and Marisa Tomei. Masalah demi masalah yang menimpa mereka selama perjalanan tak lepas dari karakter peran masing-masing.  Film ini mencoba mengangkat kisah empat pria paruh baya yang sangat ingin menjalani kehidupan biker untuk menghindari masalah yang selama ini membelit higup mereka. Bahkan mereka sendiri sebenarnya menyadari betapa mereka tidak berpengalaman dalam hal menjadi biker dan juga kehidupan biker. Cukup manusiawi dan menggambarkan bagaimana perseteruan yang berujung pada jalinan persahabatan. Dalam “Wild Hogs”, beragam tipe Harley-Davidson ikut tampil dan umumnya sudah dimodifikasi bergaya chopper.

 

the wild one posterThe Wild One

Dalam beberapa film tentang Perang Dunia II bisa dilihat sekilas sosok Harley-Davidson. Saat itu Harley-Davidson menjadi salah satu alat transportasi serbaguna yang diberikan kepada tentara selama dua Perang Dunia, sampai perannya diambil alih Jeep sebagai kendaraan serbaguna utama pada tahun 1942. Namun Harley-Davidson kembali berkibar pada tahun 1953 ketika Marlon Brando dan Lee Marvin terlibat dalam film “The Wild One”. Film ini yang menceritakan kisah genk motor pemberontak Jonny Strabler (Brando) yang bersaing dengan Beetles, plesetan dari The Beatles, genk-nya Lee Marvin yang riding dengan Harley Hydra Glide-nya.

 

Terminator 2 - Judgment DayTerminator 2: Judgment Day

Selanjutnya, siapa yang bisa melupakan film “Terminator 2: Judgment Day” yang dibintangi Arnold Schwarzenegger pada tahun 1991? Terminator 2 boleh jadi makin populer berkat gambaran sosok Arnie yang mengenakan jaket kulit dan gelap Ray-Ban, mengendarai motor besar yang membenak. Harley-Davidson Softail Fat Boy yang digunakan Arnie kini menjadi penghuni museum dan ditampilkan sebagai kolektor item. Dalam aksinya, adegan khas saat sang Terminator T-800 menunggangi Softail Fat Boy, menjadi daya tarik tersendiri bagi penikmatnya, termasuk dalam adegan aksi penyelamatan T-800 atas John dari amukan T-1000 dengan truknya.

 

X-Men 3 - The Last StandX-Men 3: The Last Stand

Memasuki tahun 2006, sekuel ketiga dari X-Men, “X-Men 3: The Last Stand”, juga tak ketinggalan menonjolkan Harley-Davidson. Karakter Cyclops yang diperankan oleh James Marsden terlihat riding ke danau dengan Harley-Davidson V-Rod. V-Rod sendiri dikenal sebagai salah satu varian Harley yang paling kuat dan merupakan salah satu dari beberapa model pertama yang dilengkapi dengan mesin revolusioner.

 

ghost-rider-evil-fireGhost Rider

Sementara Marvel Comics yang merilis film Ghost Rider dan dibintangi Nicholas Cage pada tahun 2007, juga menampilkan Harley-Davidson. Plot ceritanya berpusat tentang kehidupan Blaze Johnny, seorang pengendara akrobat yang takut sesuatu hal akan menimpanya, termasuk kehadiran setan. Dalam Ghost Rider, Blaze Johnny riding menggunakan chopper replika Harley 1960-1970 dengan mesin Panhead. Namun penampilan Harley dalam film ini sudah mendapat sentuhan digital untuk efek yang dibutuhkan.