Selamat dalam Kecelakaan Mobil Berkecepatan 300 km/jam


BMW M5 telah membuktikan bahwa tidak hanya mampu menyentuh kecepatan 300 km/jam, tetapi juga mampu melindungi penumpangnya jika terjadi sesuatu yang salah selama menempuh perjalanan dengan kecepatan tinggi.

Sebuah M5 yang sedang dikemudikan dengan kecepatan tinggi di salah satu jalan bebas hambatan di Jerman, terlibat kecelakaan hebat. Saat pengemudi melihat bahwa mobil lain sedang memasuki jalan raya di depannya, pengemudi berusaha menghindar dengan membelok untuk menghindari dan menabrak pembatas jalan, hingga terpental ke pembatas jalan lainnya. M5 itu pun beberapa kali terguling hingga terjungkal dan berhenti di atas rumput di sisi jalan.

Pengemudinya yang berusia 60 tahun, bersama dengan seorang penumpang berusia 20 tahun, semua selamat dari kecelakaan itu, meskipun mereka terluka parah. Kedua anak pengemudi yang mengikuti perjalanan tersebut yang masing-masing mengendarai M6 dan M3, dengan cepat tiba di lokasi kecelakaan dan menggunakan alat pemadam kebakaran yang diarahkan ke kompartemen mesin yang mengeluarkan asap. Kendaraan yang memotong M5 dilaporkan telah melarikan diri dari lokasi kecelakaan.

Hikmahnya, secanggih apa pun mobil yang dikendarai, sebaiknya tetap mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap berkendara di berbagai kondisi jalan. Setuju?


*Bimmerpost/autoevolution

Angkut Motor dengan Sedan Mercy?


Melihat foto tersebut, tentu akan langsung mengundang pendapat miring, terutama tentang sikap pemilik Mercy tua. Nyeleneh? Bisa saja Anda justru akan disemprot agar jangan bicara omong kosong. Pasalnya, pemilik Mercy tua ini tak setuju jika harus menggunakan jasa truk, ketika sedan miliknya mampu melakukannya.

Yup, Mercedes Benz memang dibangun dengan desain dan kekuatan yang baik. Bahkan ketika harus mengangkut sepeda motor beroda empat yang lumayan berat. Boleh jadi jika menggunakan sedan lain yang berusia sama, atap mobil justru akan langsung amblas.

Kecerdikan pemilik Mercy tua ini harus diakui. Apalagi dengan alasan jasa truk pengangkut yang terlambat dan lumayan mahal. Belum lagi risiko kerusakannya yang jika diklaim ke asuransi bisa memakan waktu lama dan belum tentu juga barang akan kembali ke kondisi semula. Perusahaan asuransi akan gigit jari jika banyak konsumen berpikir serupa dengan kecerdikan pemilik Mercy tua ini.

Sebuah pilihan cerdas. Tanggapan Anda?

 

*autoevolution