Cozy with Concept Store


Café Aria menyediakan menu beragam ala Asia, dim sum, internasional, hingga western.

Lokasi yang strategis di salah satu sudut bundaran Senayan, membuatnya mudah diakses. Yup, Café Aria pun makin mudah terlihat karena berada di salah satu sisi gedung Panin Pusat I dan berdekatan dengan beberapa mal dan pusat perbelanjaan. Eksteriornya yang menggunakan kanopi yang cukup transparan seakan menggambarkan kehangatan suasana teras café yang cozy dan diisi beberapa set meja dan kursi kayu.
Menyimak namanya, kesan awalnya langsung mencerna layaknya café lokal pada umumnya. Namun begitu melangkahkan kaki dan masuk melalui pintu utama, sekilas desain unfinished yang ditimpali keramahan layanan menyirnakan kesan awal. Kental dengan konsep kasual yang hangat. Sangat nyaman untuk menikmati suasana dan juga pengaturan tata letak yang lebih terbuka. Namun pikiran sempat juga melayang soal pricey. Hmmm…
Apalagi langsung disambut dengan bar dengan aksen kayu yang mendominasi yang tembus pandang ke area koleksi wine dan ruang belakang. Hingga tak sadar Anisa Savitri, PR Café Aria sudah menyambut Terompah dengan senyumnya yang ramah. Anisa pun langsung mengkisahkan café yang baru berdiri sejak akhir tahun 2011 lalu. Nama Aria sendiri, menurutnya diambil dari bahasa Italia yang memiliki makna ‘udara’. Pantas saja desainnya didominasi kaca bening yang menyiratkan keleluasaan dan menyatu dengan lingkungan sekitarnya.
Anisa memang belum menjelaskan hal-hal menarik yang bisa didapatkan oleh setiap pengunjung café, tetapi justru mengajak Terompah melihat hingga ke setiap sudut yang terbuka. “Café Aria didesain dengan konsep store atau dengan kata lain sebagai one stop shopping khas Café Aria,’ ujar Anisa.
Mencoba memutari bar dan langsung menuju belakang bar yang memamerkan koleksi minuman terbaiknya. Penataan panel dengan cahaya tungsten mampu menciptakan kehangatan yang terbilang apik. Dan ketika melihat lebih dekat koleksi di salah satu sudutnya, boleh jadi Terompah harus menyingkirkan praduga soal pricey tadi. Selain berkualitas dan branded, ternyata harganya mulai 10 hingga 30 % jauh lebih murah dibandingkan tempat lainnya.
Pertanyaan berikutnya muncul mengikuti lirikan mata ke arah koleksi fashion di concept store yang memajang rancangan Kle, Yosafat, Jefry Tan, Some Are Thieves, Jenggala, dan Happa. Hanya beberapa langkah di satu sudut lainnya ada cakery yang mengundang untuk menikmati penganan khas jajanan pasar. Propeti mesin hitung jadul dan mesin ketik diletakkan mengisi jeda di salah satu sisi dinding Café. Begitu pula dengan book store yang menawarkan koleksi terbatasnya.
Lalu bagaimana dengan kudapannya? Ternyata banyak pilihan karena Café Aria menyediakan menu beragam ala Asia, dim sum, internasional, hingga western. Walau begitu, Café Aria juga memiliki menu lokal yang tak kalah menarik seperti Mie Ayam Jembatan Lima, Mpek-Mpek Palembang, atau Ayam Goreng Kampung. Menu favorit lainnya adalah Crispy Chicken Rucola, Braised Lamb Shank, Duck Pasta berupa Spaghetti Aglio Olio dengan bebek, Roast Chicken with Orange Sauce, Hot Stone Tenderloin, dan Bailey’s Pannacotta.
Penasaran ingin mencicipi? Ajak saja pasangan Anda atau dengan keluarga. Café Aria buka mulai breakfast pada pukul delapan pagi dan tutup pukul 24.00.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s