WILD HOGS, KESETIAAN BERBULU LIAR


Film ini awalnya memang sempat mendapat kritikan tajam dan bahkan lebih banyak review negatifnya.

Rutinitas boleh jadi akan membuat sebagian besar orang merasa jenuh. Sementara sebagian kecilnya tetap berusaha menikmatinya bagai air yang terus mengalir. Tapi pernahkah membayangkan jika pertemanan yang berlangsung sejak usia kuliah tetap kompak dan penuh dengan ide nyeleneh hingga usia paruh baya?

Itulah yang dilakukan empat pria paruh baya yang memiliki keluhan yang sama, jenuh dengan perjalanan hidupnya. Empat pria dengan empat karakter unik dan latar belakang pekerjaan yang berbeda. Boleh jadi karena sama-sama memiliki tingkat stress yang tinggi justru melahirkan ide-ide liar dan bahkan idiot untuk ukuran seseorang yang berpendidikan. Tokoh Bobby Davis yang diperankan Martin Lawrence, adalah tipikal seorang suami yang sangat penakut terhadap istrinya. Setelah menganggur cukup lama, Bobby akhirnya harus rela dan terpaksa merasakan kembali bekerja sebagai pembersih toilet.

Lalu Doug Madsen yang diperankan Tim Allen juga bermasalah dalam hubungan keluarga. Doug yang berprofesi sebagai dokter gigi merasa sangat bersalah karena tak bisa seperti ayah lainnya yang bisa dekat dengan anaknya. Sementara bintang Saturday Night Fever, John Travolta, mendapat peran sebagai Woody Stevens. Masalah yang dihadapi Woody juga tak kalah peliknya. Sebagai pengusaha, Woody benar-benar terpuruk karena sedang mengalami kebangkrutan serta ditinggal karyawan dan rekan kerjanya. Tak hanya sampai di situ, istri Woody yang berprofesi sebagai model bikini juga tega meninggalkannya.

Pria keempat adalah Dudley Frank (William Hall Macy). Tipikal pria jenius yang berprofesi sebagai programmer, tapi sifatnya sangat lugu. Dudley bisa langsung gemetar dan serba salah jika berada di dekat seorang wanita cantik. Untuk urusan wanita, Dudley termasuk kategori kuper.

Jalan cerita Wild Hogs terbilang unik. Salah satunya adalah kegilaan empat orang sahabat yang sama-sama memiliki hobi menunggangi motor gede (moge) Harley Davidson. Judul film produksi tahun 2007 ini diambil dari nama geng keempat sahabat ini. Tak ada aturan yang jelas dalam geng Wild Hogs. Setiap persoalan selalu dilalui dengan perdebatan yang tak kunjung selesai, bahkan konyol.

Mereka pun menepakati ide Woody melakukan perjalanan dengan tujuan melepas rutinitas keseharian. Kelucuan dan kekonyolan memang sudah tersaji sejak awal. Ide-ide liar yang terlihat sepele juga kerap menyelinap. Kerinduan membebaskan diri dari beban urusan keluarga dan pekerjaan coba mereka sisihkan dan berharap bisa menikmati masa seperti saat kuliah dulu. Bahkan ponsel yang identik dengan kebutuhan berkomunikasi pun mereka buang agar tak terganggu. Membebaskan diri dari jeratan ponsel boleh jadi akan membantu meringankan beban walau masih menyisakan kegalauan.

Empat pria dengan empat sepeda motor bergaya chopper dan penampilan ala geng motor sesungguhnya, memulai petualangannya. Walau berupaya tampil seperti geng motor pada umumnya, namun hati mereka langsung kecut ketika bertemu dengan geng Del Fuegos, sebuah geng motor yang ditakuti masyarakat. Konflik pun mulai bertebaran.

Keempat aktor utama mampu mengemas kekonyolan dengan ekspresi yang wajar. Ya, Travolta, Allen, Lawrence, dan Macy, memiliki pengalaman sebagai aktor komedi. Timothy Allen Dick yang lahir di Denver, Colorado, 13 Juni 1953, melejit setelah membintangi Home Improvement, serial televisi bergenre sitkom yang diputar dalam kurun waktu September 1991 hingga Mei 1999.

Sementara Jhon Joseph Travolta yang lahir 18 Februari 1954 memang dikenal sebagai penyanyi, penari, dan aktor, bahkan beberapa kali meraih nominasi Academy Award. Travolta yang lahir di Englewood, New Jersey, sangat dikenal lewat perannya sebagai Toni Manero (Saturday Night Fever, 1977), Dany Zuko (Grease, 1978), Vincent Vega (Pulp Fiction, 19940, dan Chili Palmer (Get Shorty, 1996).

Demikian pula dengan William Hall Macy yang pernah menjadi nominator Academy Award dalam perannya sebagai Jerry Lundegaard di film Fargo (1996). Macy juga seorang guru dan sutradara di teater, film, dan televisi. Dua Emmy Award dan Screen Actors Guild Award, menjadi bagian dari sembilan kali nominasi Emmy Award, tujuh kali nominasi Screen Actors Guild Award, dan tiga kali di Golden Globe Award. Macy menikahi aktris Felicity Huffman, 6 September 1997, dan telah dikaruniai dua anak perempuan. Macy dan Huffman sempat mendukung kampanye John Kerry yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2004.

Martin Fitzgerald Lawrence jadi yang termuda. Sebagai aktor, komedian, sutradara, dan produser, Lawrence yang lahir 16 April 1965, mulai bersinar lewat Boomerang (1992). Kariernya di dunia film diawali sejak tahun 1987. Akting apiknya juga terlihat di film Bad Boys (1995), Nothing To Lose (1997), Blue Streak (1999), Life (1999), Big Momma’s House (2000), dan Bad Boys 2 (2003).

Film ini awalnya memang sempat mendapat kritikan tajam dan bahkan lebih banyak review negatifnya. Namun saat mulai diputar di bioskop, fakta pun berubah drastis. Ya, Wild Hogs, memang menawarkan komedi yang segar dan menggelitik. Seperti pada saat mereka bermalam di sebuah tenda. Tenda yang diandalkan sebagai atap di malam hari, musnah terbakar. Tanpa sengaja Doug membuang benda hangus ke arah tenda. Melihat ada api, Dudley dengan cekatan berupaya menyiramnya dengan air. Tapi ternyata Dudley menyirang bukan dengan air, dan justru menyiramnya dengan bensin. Alhasil mereka tidur beratap langit di atas satu kasur. Pemandangan itu tentu saja mengundang kecurigaan dan mereka bisa dianggap sebagai kaum gay. Dan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh seorang polisi yang aslinya memang gay. Kejadian selanjutnya bisa ditebak. Geng Wild Hogs pun lari tunggang langgang menghindari kejaran sang polisi gay.

Begitu pula saat mereka terlanjur memasuki sebuah klub dan terjebak di lingkungan geng motor Del Fuegos dengan pentolannya Jack Blade (Ray Liotta). Dengan berusaha tetap waspada, mereka mencoba menghindari tatapan mata dan tak mencari masalah. Tapi pentolan geng Del Fuegos justru mengambil paksa Harley milik Dudley. Saat dipaksa meninggalkan klub, Woody tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Kesetiaannya terusik. Sebagai sahabat sejati, Woody berniat membalas dendam untuk merebut kembali motor Dudley.

Woody pun berhasil membawa kembali Harley Dudley. Woody juga menyembunyikan aksinya dengan mengatakan bahwa dirinya telah membuat kesepakatan baik-baik dengan geng Del Fuegos. Padahal dalam aksinya, Woody telah membocorkan saluran bensin semua motor genk Del Fuegos. Bahkan beberapa motor itu serta klub tongkrongan ikut meledak akibat keteledoran salah satu anggota Del Fuegos. Kegagalan Del Fuegos mengejar Wild Hogs, semakin menambah tensi dendam Del Fuegos.

Rasa takut yang dipendam Woody, seketika berusaha ditutupi dengan mengajak sahabat Wild Hogs-nya mengambil jalan pintas dan lupa mengisi bahan bakar. Cukup terengah mengikuti alur cerita petualangan yang kental dengan sentuhan komedi. Tapi Wild Hogs tetap menyisipkan pesan tentang arti sebuah persahabatan, termasuk kesetiaan. Juga bagaimana menyikapi jalan hidup yang memang tak pernah selalu berujung seperti yang diinginkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s