Pentingnya Antisipasi Negatif


Sikap kita yang benar adalah sudah seharusnya kita mengurangi kecepatan, menghindari, dan melakukan antisipasi negatif!

Dengan sering terjadinya kecelakaan di beberapa grup touring, perlu kembali diingatkan tentang betapa pentingnya antisipasi negatif. Ada contoh kasus yang bisa dijadikan ilustrasi. Saat touring, tiba-tiba dikejutkan adanya kendaraan roda dua yang menyeberang dalam jarak dekat. Walau arus lalu-lintas searah dan dibatasi dengan trotoar, umumnya kita memperkirakan tidak mungkin ada yang menyeberang. Kita tidak tahu jika trotoar tersebut telah ‘dibongkar’ sehingga mampu memberikan ruang yang cukup bagi sebuah sepeda motor untuk melintas dan menyeberang.

Nah, dengan perkiraan yang salah dan berharap tidak ada dan tidak memungkinkan ada kendaraan yang menyeberang, akhirnya terjadi kecelakaan. Pengendara yang menyeberang tersebut ternyata tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan telah berusia di atas 50 tahun. Terlebih pengendara tersebut kemudian diketahui baru belajar mengendarai dan tidak mengetahui mengenai aturan atau tata cara berlalu-lintas.

“Menghadapi kondisi demikian, sikap kita yang benar adalah sudah seharusnya kita mengurangi kecepatan, menghindari, dan melakukan antisipasi negatif! Dengan bersikap demikian, kecelakaan pun dapat dihindari,” ujar Bro Joel Deksa Mastana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s