Jangan Pernah Anggap Sepele Dehidrasi


Secara umum, dehidrasi ringan tidak sampai menyebabkan gangguan berarti, namun sebaliknya pada dehidrasi berat tidak dapat ditoleransi oleh tubuh kita.

Ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan kesayangan kita, terutama saat perjalanan jauh dan panas, sangat memungkinkan pengendara mengalami lesu, lemah, lemas, pusing, mual, muntah, kejang otot, hingga berkurangnya refleks? Kondisi tersebut besar kemungkinan disebabkan telah terjadi dehidrasi, yaitu berkurangnya cairan serta elektrolit dalam tubuh. Jika diabaikan hal itu bisa menyebabkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Menurut Dr Radja Simanjuntak, SpAn, MM, anestesiolog yang juga Direktur Umum RS PGI Cikini, Jakarta, komponen terbesar yang ada dalam tubuh adalah airyang berfungsi srebagai pelarut bagi semua zat terlarut dalam tubuh, baik dalam bentuk suspensi maupun larutan. Sebagai catatan, jumlah air dalam tubuh (total body water) adalah persentase dari berat airdibandingkan dengan total berat badan. “Air membentuk sekitar 60% dari berat badan seorang pria dan sekitar 50% dari berat wanita. Jadi semua sel dalam jaringan tubuh manusia terendam dalam cairan yang komposisinya mirip air laut. Dengan lemak yang pada dasarnya bebas air, maka makin sedikit lemak seseorang akan menyebabkan makin tingginya persentase air dari berat badannya,” ujar Dr Radja Simanjuntak.

Dengan kandungan larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut seperti elektrolit dan bicarbonate, elektrolitnya sebagai zat kimia menghasilkan pertikel-pertikel bermuatan listrik (ion) jika berada dalam larutan. Nah, agar fungsi sel normal, komposisi cairannya harus relatif konstan yang dipelihara tubuh melalui mekanisme faal yang sangat kompleksdan melibatkan banyak sistem tubuh lainnya. “Jika terjadi gangguan keseimbangan, maka akan menjadi dasar penyebab suatu penyakit yang bisa menyebabkan gangguan secara menyeluruh dari sistem tubuh,” katanya.

Menurut Dr Radja Simanjuntak, keseimbangan cairan dan elektrolit menggambarkan kondisi distribusi yang normal dari total air tubuh dan elektrolit di dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangannya saling bergantung karena jika salah satunya terganggu, maka yang lainnya akan terganggu pula. Pemahaman dehidrasi secara umu adalah suatu kondisi kekurangan cairan pada tubuh yang secara umum dapat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan atau pengeluaran yang berlebihan dan berakibat terjadi defisit total cairan tubuh.

“Jadi semakin jelas bahwa asupan cairan berasal dari minuman dan makanan. Sedangkan pengeluaran cairan dari tubuh secara fisiologis (normal) dapat berupa keringat melalui kulit, penguapan melalui paru-paru, dan air seni (kencing) melalui ginjal. Sedangkan dalam keadaan patologis (tidak semestinya) dapat disebabkan oleh penyakit seperti panas, muntah-muntah, diare, kencing manis, luka bakar, serta obat-obatan seperti diuretic, atau obat perangsang seperti golongan amphetamine, alkohol, dan lain-lain,” ujarnya menjelaskan.

Ya, meningkatnya kehilangan cairan tubuh bisa terjadi melalui keringat pada udara panas sebagai akibat penyesuaian tubuh terhadap cuaca. Terdapat tiga jenis defisit cairan (dehidrasi), yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat. Secara umum, dehidrasi ringan tidak sampai menyebabkan gangguan berarti, namun sebaliknya pada dehidrasi berat tidak dapat ditoleransi oleh tubuh kita. Yang juga penting untuk diketahui adalah gejala dan tanda kekurangan volume cairan yang juga tergantung dari kecepatan dan besarnya perubahan. Namun dari banyaknya kasus yang ditemui, gejala dan tanda kekurangan cairan itu terjadi secara perlahan.

Pada dehidrasi sedang hingga berat, gejalanya bisa berupa lesu, lemah, lelah, rasa haus, tidak nafsu makan, turunnya tekanan darah sedikitnya 10 mmHg, peningkatan denyut nadi, berkurangnya berat badan, hingga penurunan produksi urin (urin lebih pekat dan berwarna kuning). Dehidrasi berat dapat menyebabkan shock, gangguan fungsi ginjal, gangguan elektrolit tubuh yang dimanifestasikan berupa keram otot, keram perut, gangguan kesadaran, kejang, hingga gangguan irama jantung.

Ujung-ujungnya, jangan pernah sepelekan dehidrasi. Terutama bagi biker yang kerap melakukan perjalanan jauh. Kesehatan tetap lebih utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s