Butuh Komitmen dan Pertimbangan


Investor juga harus memperhatikan proses keputusan investasi dengan memahami benar dalam hal hubungan antara return yang diinginkan serta risiko dalam berinvestasi.

Membicarakan peluang dengan berinvestasi sepertinya akan terus berkembang, apalagi jika mengingat tingkat kepercayaan investor terhadap Indonesia juga sedang bagus-bagusnya. Dalam satu dekade terakhir, tren berinvestasi di Indonesia memang sudah menunjukkan peningkatan. Namun investasi bisa juga untuk menggandakan dana berlebih yang dimiliki. Sementara di sisi lain, tak sedikit pula masyarakat yang masih bingung. Ya, mereka masih bingung bagaimana dan dari mana untuk memulainya. Setidaknya kini semakin banyak orang yang mulai menganggap investasi sebagai kebutuhan dan juga penghasilan tambahan demi kesejahteraannya di masa mendatang.

Menurut Suherli, Direktur PT Sinarmas Sekuritas, secara umum orang berinvestasi untuk melindungi kekayaan (aset) terhadap pengaruh inflasi atau demi mendapatkan keuntungan lebih besar di masa akan datang. Prinsipnya, mengamankan tingkat kehidupan. Selain itu, ada juga orang berinvestasi sebagai tindakan antisipasi atas ketidakpastian pendapatan. Mungkin juga untuk memenuhi kebutuhan masa depan saat pensiun, serta rencana-rencana lainnya seperti pendidikan. Investor harus memahami investasi yang merupakan komitmennya atas sejumlah dana atau aset lainnya yang nantinya akan mendatangkan keuntungan baginya. Misalnya saja investasi pada saham di mana investor akan berharap meraih keuntungan dari kenaikan harga saham atau pembagian deviden.

Untuk memulai berinvestasi pada saham dibutuhkan komitmen untuk mempelajari seluk-beluk saham, termasuk pengelolaan aset finansial. Investor juga harus memahami jenis aset yang real dan aset finansial. Aset real biasanya berupa tanah, emas, bangunan, atau aset bergerak seperti mesin. Sementara asset financial biasanya berupa klaim yang berbentuk deposito, saham, obligasi, options, warrants, atau futures. “Selain itu, investor juga harus memahami profil investor individu maupun investor institusional,” ujar Suherli yang juga aktif di Harley Owners Group (HOG) Jakarta Chapter.

Bro Herli juga menekankan pentingnya memahami manfaat berinvestasi. Selain untuk meningkatkan keuntungan dan kehidupan masa depan yang lebih layak bagi investor, aktivitas berinvestasi juga akan memberikan dampak mengurangi tekanan inflasi serta dorongan yang timbul untuk menghemat pajak.

Ya, dalam menjalankan proses investasi, investor harus memiliki kejelian dan mencari informasi seluas-luasnya. Dengan begitu, investor akan semakin memahami dasar-dasar keputusan investasi yang diambilnya, termasuk bagaimana mengorganisir aktivitas-aktivitas dalam proses keputusan berinvestasi tersebut. Investor juga harus memperhatikan proses keputusan investasi dengan memahami benar dalam hal hubungan antara return yang diinginkan serta risiko dalam berinvestasi. Juga dengan melihat hubungan risiko dan return yang diinginkan dari investasinya sebagai hubungan searah dan liniar. “Dengan begitu, investor akan memiliki pemahaman dan pertimbangan strategis dengan tetap mengingat prinsip bahwa semakin besar keuntungan yang diharapkan, maka semakin besar pula tingkat risikonya,” katanya.

“Jadi ada tiga aspek yang perlu dipahami benar oleh investor, terutama bagi yang baru mau memulai berinvestasi. Yaitu dengan memperhatikan aspek-aspek yang mendasari keputusannya untuk berinvestasi, yaitu sejauh mana tingkat return yang diinginkan, tingkat risiko, serta memahami benar hubungan antara return dan risikonya,” ujar Bro Herli.

Dalam menentukan instrumen investasi, investor bisa memilihnya dengan ikut memperhitungkan tingkat fluktuasi. Bisa saja saham yang dipilihnya memiliki tingkat fluktuasi tinggi, namun di sisi lain investor bisa mengimbanginya dengan investasi emas yang relatif lebih stabil.  Sebaiknya hindari berinvestasi pada instrumen yang memiliki karakter serupa, seperti emas dan properti, di mana kedua jenis investasi tersebut memiliki karakter serupa untuk jangka panjang.

Dengan memperhatikan sejumlah langkah awal untuk memulai berinvestasi, diharapkan investor akan semakin memahami bahwa setiap investasi yang dilakukan tetap didasari kebutuhan subjektif, sekaligus membantu menentukan pilihan tanpa mengabaikan faktor eksternal agar tujuan investasinya bisa sesuai dengan target. Salah satu faktor luar misalnya inflasi, yang perlu diperhitungkan lantaran bakal mengurangi nilai kekayaan di masa mendatang. Demikian pula dengan gejolak di Yunani dan Eropa. Perhatikan pula nilai tukar maupun suku bunga, serta informasi pendukung lainnya sebanyak-banyaknya yang bisa berpotensi mempengaruhi investasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s