Teknologi Hijau Lebih Realistis dan Membumi


TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.

Sebagai pameran mobil terbesar di Asia, Tokyo Motor Show 2011 boleh jadi akan membawa imajinasi terhadap mobil masa depan. Menginjak usia pamerannya yang ke-42 tahun ini, TMS mencatat sejarah baru dengan pindahnya lokasi pameran dari dari Makuhari (Messe, Chiba City) ke Big Sight, Tokyo. Gelaran tahunan ini yang berlangsung sejak 30 November hingga 11 Desember 2001 itu diwarnai oleh suguhan sejumlah pabrikan tuan rumah yang atraktif meracik teknologi terkini yang semakin ramah terhadap lingkungan.
Boleh jadi pula TMS 2011 berupaya mengubah dunia lewat aplikasi teknologi hijau yang akan mencerminkan mobilitas di masa depan. Dengan teknologi hijau pula, diharapkan produk kendaraan masa depan, termasuk sepeda motor, akan semakin memudahkan mobilitas manusia, sekaligus mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan. TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.
Simak saja Toyota, Mazda, Honda, Nissan, Suzuki, atau Daihatsu, yang selain memajang mobil terbaru, mereka juga menampilkan teknologi masa depan yang disematkan pada mobil konsep. Bahkan tak lama lagi sebagian teknologi masa depan tersebut sudah bisa dinikmati. Secara umum, mobil-mobil yang dipamerkan di TMS kali ini memang didominasi teknologi yang ramah lingkungan dan sudah ‘green’, termasuk mobil listrik. Bahkan mobil konsep yang ditampilkan pun lebih realistis dan membumi.
Walau begitu, mobil listrik di TMS memang mampu mencuri perhatian pengunjung. Seperti yang disodorkan oleh Honda dengan EV-STER yang digadang-gadang sebagai calon generasi baru dari electric small sports concept. Kelebihan EV-STER bisa dimodifikasi pada besaran output motornya dan dilengkapi pengaturan pada suspensi sesuai karakter pengendaraan yang diinginkan. Sementara Toyota mengandalkan mobil listrik FT-EV III yang berbasis Toyota iQ dan akan dilepas ke pasaran tahun depan. Nissan pun tak mau kalah. Mobil konsep listrik ultracompact-nya, Nissan Pivo 3, dengan posisi pengemudi di tengah telah dibekali sistem pintar Automated Valet Parking dan bisa memberi komando lewat ponsel. Nissan juga berencana memproduksi secara massal empat mobil full listrik serta sabuah mobil Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang bekerja sama dengan Daimler. Targetnya, Nissan akan menjual 1,5 juta unit hingga tahun 2016.
Ketika pabrikan besar berlomba menampilkan mobil-mobil konsep, ternyata pabrikan sekelas karoseri seperti Kowa Tmsuk Co. Ltd. asal Fukuoda, berani tampil beda lewat produk bermerek Kobot yang bertenaga listrik. Tak tanggung-tanggung, tiga kendaraan konsep terbaru rancangannya, Kobot ν (nu), Kobot β (beta), dan Kobot II, tampil lumayan nyeleneh. Kobot ν dan Kobot β dibangun dengan platform yang serupa dan unik dengan hanya memiliki dua roda di depan dan satu di belakang. Sedangkan Kobot II merupakan kendaraan empat roda untuk dua penumpang. Selain ramah lingkungan dan hemat energi, Kobot dibuat untuk menyiasati keterbatasan lahan parkir di Jepang.
Mazda yang melegenda lewat mesin rotary-nya, kali ini lebih mengunggulkan teknologi SKYACTIV untuk efisiensi penggunaan bahan bakar dan memperbaiki kualitas emisi. Teknologi ini awalnya memang sempat diragukan sejumlah pihak. Namun SKYACTIV menjadi perbincangan pengamat otomotif dunia, bahkan di ajang TMS mampu meraih penghargaan kkhusus. Mazda pun yakin teknologi SKYACTIV akan menjadi alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan hybrid dan elektrik.
Selain mobil bertenaga listrik dan hybrid, pabrikan terbesar Jepang, Toyota, juga memajang mobil konsep berbahan bakar hidrogen, Toyota FCV-R. Kabar menariknya, mobil ini rencananya akan dipasarkan secara global pada tahun 2015. Toyota juga menampilkan Prius Plug-in hybrid yang akan mulai dijual di Jepang pada awal tahun 2012 nanti.
Demikian pula dengan Mitsubishi Motors Corporation yang menampilkan PX-MiEV II Plug-in Hybrid EV. Dengan konsep EV Sport Utility Vehicle (SUV), mobil ini menawarkan tiga pilihan sistem berkendara, yaitu Eco Mode, Normal Mode, dan Power Mode. Selain PX-MiEV II, Mitsubishi juga memajang Mirage yang disebut-sebut menjadi pesaing serius Nissan March.
Selain mobil, TMS 2011 juga diikuti pabrikan sepeda motor. Namun TMS tahun ini hanya memunculkan tujuh merek motor yaitu Kawasaki, Suzuki, Yamaha, Honda, Kymco, Adiva, dan KTM. Pameran otomotif bergengsi ini harus minus pabrikan sepeda motor asal Eropa seperti BMW, Aprilia, Ducati, dan Piaggio.
Namun ada hal menarik lainnya, yaitu teknologi ban yang dibuat oleh pabrikan Jepang Bridgestone lewat ban konsep Bridgestone Non-Pneumatic. Ban ini diklaim aman dan ramah lingkungan. Ban berteknologi baru yang bisa didaur ulang hingga 100 persen ini diharapkan bisa menjadi ban konvensional di masa mendatang. Struktur unik model jari-jari yang membentang sepanjang sisi dalam mampu mendukung berat kendaraan. Kelebihan lainnya, ban ini tidak perlu untuk mengisi dengan udara secara berkala. Teknologi ini diyakini mampu mendukung tiga konservasi berupa ekologi, sumber daya alam, dan juga pengurangan emisi karbon.

Foto: Tokyo Motor Show

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s