Teknologi SKYACTIV Mazda Sempat Diragukan



Teknologi SKYACTIV diyakini sebagai alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan teknologi hybrid dan elektrik, namun tetap menghasilkan fungsi ramah lingkungan dan rendah konsumsi bahan bakar.

Dalam gelaran Tokyo Motor Show 2011, teknologi ramah lingkungan menjadi salah satu acuan utama dalam produk-produk yang dipamerkan. Begitu pula dengan Mazda yang terus melakukan pengembangan tiada henti. Bahkan saat ini Mazda telah mampu menarik perhatian melalui teknologi mesin terbarunya, SKYACTIV. Teknologi SKYACTIV diyakini sebagai alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan teknologi hybrid dan elektrik, namun tetap menghasilkan fungsi ramah lingkungan dan rendah konsumsi bahan bakar. Bahkan teknologi mesin SKYACTIV, kini menjadi bahan diskusi dan analisa para ahli di dunia, walau awalnya sempat diragukan sejumlah pihak.
Keberhasilan Mazda tersebut tentu saja dicapai setelah melalui proses jangka panjang, disertai upaya yang tak mengenal lelah, termasuk spirit yang yang dicanangkan Mazda untuk menyikapi setiap tantangan. Mazda yang berdiri di Hiroshima sejak 1920 dengan nama Toyo Cork Kogyo Co. Ltd., mengawali produksinya lewat truk roda tiga pada tahun 1931. Usai dihantam bom atom, Mazda langsung bangkit membangun kembali infrastruktur di pabriknya. Momentum penting pun dicatat Mazda ketika pada tahun 1960 mulai memproduksi mobil berpenumpang. Pada saat bersamaan, Mazda juga mulai melakukan pengembangan mesin rotary, salah satu basis sistem penggerak Mazda yang melegenda hingga kini.
Satu dasawarsa kemudian, Mazda kembali menorehkan catatan perjalanan produk otomotifnya yang diekspor ke Amerika Serikat. Torehan tersebut sekaligus membuktikan kualitas Mazda yang sejajar dengan produsen otomotif dunia lainnya. Teknologi mesin rotary pun mulai menarik perhatian lewat Capella RX-2, Savanna RX-3, dan Savanna RX-7. Amerika Serikat dikenal sebagai negara produsen otomotif yang ketat, bahkan untuk menerima produk mobil dari luar Amerika Serikat yang berkualitas sekalipun. Pada era 1980-an, Mazda mulai meningkatkan produksinya dan semakin berkembang sebagai pabrikan otomotif dunia. Selain memproduksi mobil secara massal, Mazda sempat merilis mobil sport Mazda 787B yang mengandalkan mesin rotary yang legendaris. Hasilnya, Mazda787B menjadi juara di balap ketahanan Le Mans 24 Hours.
Selain memproduksi mobil dengan performa tinggi, Mazda juga mulai mengembangkan produk yang ramah lingkungan dan didukung oleh teknologi yang friendly. Sejak tahun 2000, Mazda telah meletakkan landasan penting pada setiap produknya lewat konsep Zoom-Zoom, termasuk pengembangan SKYACTIV. Salah satu produknya, Mazda Demio 13-SKYACTIV atau lebih dikenal dengan Mazda2, terbukti telah menuai penghargaan khusus pada Japan Car of the Year 2011-2012. Dengan teknologi baru SKYACTIV-G 1.3 bermesin bensin, Mazda2 mampu menggapai rasio kompresi yang tinggi, 14.0:1. Mazda2 juga telah mengadopsi teknologi Mazda i-stop idling stop system dan transmisi CVT. Hasilnya, konsumsi bensin menjadi lebih efesien dan mampu menempuh hingga 30 kilometer untuk setiap liter bahan bakar.
Kehadiran New Mazda CX5 yang ikut memeriahkan ajang Tokyo Motor Show 2011, ternyata juga diikuti dengan kabar gembira bagi peminatnya di Indonesia, menyusul pernyataan resmi terkait dengan rencana peluncurannya di Indonesia. Tepatnya 2 Desember 2011 lalu, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) secara resmi mengumumkan akan meluncurkan All New Mazda CX-5 di Indonesia pada tahun depan. All New Mazda CX-5 merupakan compact crossover SUV yang mengimplementasikan terobosan baru Mazda berupa teknologi mesin SKYACTIV yang dipadu dengan prinsip desain ‘KODO – Soul of Motion’.
All New Mazda CX5 sebenarnya sudah muncul pertama kali September lalu pada Frankfurt Motor Show 2011. Menurut Keizo Okue, Presiden Direktur MMI, sebagai generasi pertama produk Mazda yang mengadopsi teknologi SKYACTIV secara menyeluruh, All New Mazda CX-5 memang dirancang sebagai kendaraan yang menyenangkan dan tentu saja membanggakan bagi pemiliknya. Melalui tim pengembangannya, Mazda memberikan perhatian serius pada bentuk, performa, fungsi, dan tekstur dan didukung pengalaman yang menyenangkan yang terjadi antara pemilik dan kendaraannya. Selain itu, desain ergonomisnya, termasuk sejumlah elemen penting lainnya juga mendapat perhatian serupa untuk memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan. “Inovasi produk yang luar biasa disertai dengan stylish design, merupakan langkah kunci Mazda untuk menarik perhatian pelanggan. Karenanya di tahun 2012, MMI akan menghadirkan All New Mazda CX-5 dengan harapan dapat meningkatkan standar industri dan ekspektasi pasar terhadap kendaraan yang sesuai dengan kondisi dan situasi di Indonesia,” ujar Keizo Okue.
Teknologi SKYACTIV yang digunakan secara menyeluruh pada All New Mazda CX-5 memang ditujukan untuk efisiensi penggunaan bahan bakar, sekaligus memperbaiki kualitas emisi yang dihasilkan. Walau begitu, performanya tak mengurangi kesenangan pengemudi dan penumpang saat berkendara. Demikian pula dalam hal keselamatan pada setiap produk kendaraan Mazda yang memang dirancang untuk menghadirkan kenyamanan. Soal performa, para mekanik Mazda selalu berupaya untuk meningkatkannya ketika berkendara, berbelok dan berhenti, termasuk visibility dan pengoperasiannya. Selain performa, All New Mazda CX-5 juga mengadopsi SKYACTIV-BODY yang ringan dan kokoh, serta memiliki tingkat keamanan yang luar biasa ketika terjadi tabrakan. Terbukti, All New Mazda CX-5 mampu meraih meraih top rating di setiap uji tabrakan yang dilakukan di seluruh dunia.
Menurut Keizo Okue, All New Mazda CX-5 merupakan terjemahan visi Mazda terhadap masa depan yang dihadirkan saat ini. Setidaknya, pencapaian tersebut merupakan salah satu aktualisasi prinsip Zoom-Zoom dari Mazda yang berkelanjutan. Di sisi lain, Mazda juga turut mengedepankan wujud kepeduliannya terhadap lingkungan yang beriringan dengan elemen ‘fun to drive’ sebagai DNA Zoom-Zoom itu sendiri. “Kami berharap dapat mengajak pengemudi di Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi dalam mengantisipasi perubahan iklim, seraya tetap menjaga kesenangan dalam berkendara,” katanya

Foto: Tokyo Motor Show dan Mazda Motor Indonesia

Mobil Konsep yang akan Mengubah Dunia


Salah satu daya tarik pengunjung di ajang Tokyo Motor Show 2011 adalah tampilnya sejumlah mobil konsep. Dengan bentuk yang unik, bahkan futuristik, kemunculannya kerap menjadi ajang pertarungan teknologi antarpabrikan mobil dunia. Hemat energi dan ramah lingkungan menjadi tema yang diusung pada mobil konsep di Tokyo Motor Show 2011. Dengan tema “Mobility Can Change the World”, TMS berupaya menawarkan solusi untuk berbagai masalah dunia yang muncul saat ini seperti kerusakan lingkungan, keselamatan, dan makin berkurangnya sumber energi. Peserta terdiri dari 14 pabrikan otomotif Jepang dan 21 pabrikan otomotif di luar Jepang seperti Parancis, Inggris, Jerman, Austria, Swedia, Italia, Kanada, Korea Selatan, dan Taiwan.

Mazda
Mazda menghadirkan mobil konsepnya, Mazda Takeri. Kemunculan pertamanya di TMS langsung mencuatkan desain baru Mazda, “KODO – Soul of Motion”. Takeri (dalam bahasa Jepang bermakna ‘laki-laki’) sudah mengadopsi teknologi Mazda SKYACTIV-D yang menghasilkan mesin diesel bersih, serta i-stop idling stop system dan sistem pengereman regenerasi pertama i-ELOOP (Intelligent Energy Loop) yang mampu menghemat konsumsi BBM hingga 10 persen. i-ELOOP akan mulai digunakan pada mobil Mazda pada tahun 2012.

Honda
Lewat mobil konsep Honda EV-STER, Honda mencoba menampilkan desain dinamis dan gaya yang inovatif, termasuk performa yang mumpuni. EV-STER disebut-sebut sebagai calon generasi baru dari electric small sports concept. Sebagai mobil listrik untuk dua penumpang, EV-STER menggunakan gerak roda-belakang. Berat kendaraan berkurang berkat penggunaan bahan karbon sehingga mampu menempuh jarak hingga 160 km. EV-STER bisa dimodifikasi pada besaran output motornya dan dilengkapi pengaturan pada suspensi sesuai karakter pengendaraan yang diinginkan.

Nissan
Dengan bentuk unik, futuristik, dan berdimensi ultracompact, mobil konsep Nissan Pivo 3 menempatkan posisi pengemudi di tengah. Dengan mengandalkan tenaga listrik, Pivo 3 yang memiliki radius putar kurang dua meter ini dibekali sistem pintar Automated Valet Parking yang mampu menurunkan pengemudi dan penumpangnya dan membiarkannya sistem perkirnya bekerja dan bisa memberi komando lewat ponsel.

Toyota
Pabrikan terbesar Jepang, Toyota, menghadirkan produk konsep Toyota Fun-Vii yang dirancang komunikatif berfitur internet dan memberi kesenangan berkendara. Lewat Fun-Vii, Toyota mencoba mengintegrasikan orang, mobil, dan sosial. Dua mobil konsep Toyota lainnya adalah Toyota FCV-R dan Toyota FT-EV III. FCV-R merupakan mobil konsep berbahan bakar hidrogen yang rencananya akan dipasarkan secara komersial pada tahun 2015. Sedangkan FT-EV III yang berbasis Toyota iQ bentuknya mungil dan bertenaga listrik. FT-EV III akan mulai dijual tahun 2012.

Daihatsu
Daihatsu D-X jadi salah satu mobil konsep kompak yang mengusung konsep unik, karena kemampuannya untuk berubah sesuai dengan keinginan pemiliknya layaknya bunglon. Tampil bergaya roadster, D-X bisa berubah menjadi hatchback, crossover, bahkan mobil balap, cukup dengan melepas beberapa bagian bodi. D-X pun menjadi salah satu andalan bagi Daihatsu di TMS. Desainnya futuristik dengan atap terbuka layaknya mobil sport. Mobil dua pintu ini memiliki panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm dan tinggi 1.275 mm, serta jarak sumbu 2.230 mm. Mesinnya dua silinder berkapasitas 660 cc turbo bertenaga 60 hp dan berpenggerak roda depan.

Volkswagen
Salah satu peserta dari Eropa adalah Volkswagen. Pabrikan asal Jerman ini menghadirkan mobil konsep Volkswagen Cross Coupe, mobil hybrid berpenggerak empat roda yang memadukan desain SUV dan coupe empat pintu, serta mesin TSI direct injection turbo berdaya 265 PS. VW menyebut desainnya sebagai modular transverse matrix (MQB). Dengan dimensi 4.345 mm, Cross Coupe lebih panjang dari Golf, tapi lebih pendek dari Tiguan. Dengan lebar 1.868 mm dan tinggi 1.523 mm, Cross Coupe berada di antara keduanya. Jarak sumbu roda yang panjang dan jarak pijak roda yang lebar, serta ground clearance tinggi, Cross Coupe diyakini handal di medan off-road.

Suzuki
Suzuki Regina menjadi mobil konsep Suzuki berbentuk mungil yang menyasar pasar global. Desainnya retro modern dengan unsur-unsur futuristik, termasuk pada bagian fender belakang yang menutup sebagian ban. Interiornya juga futuristik dengan panel-panel model layar sentuh pada konsol tengah. Kabinnya didominasi warna hijau mulai dari tampilan layar pada konsol, kursi, hingga lantai. Konsepnya adalah kendaraan hemat bahan bakar minyak dan rendah emisi berkat bobot ringan dan aerodinamika yang sangat mumpuni. Suzuki Motor Corporation mengklaim konsumsi BBM Regina 32 km/liter dengan emisi CO2 70 gr/km.

Foto: Tokyo Motor Show

Teknologi Hijau Lebih Realistis dan Membumi


TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.

Sebagai pameran mobil terbesar di Asia, Tokyo Motor Show 2011 boleh jadi akan membawa imajinasi terhadap mobil masa depan. Menginjak usia pamerannya yang ke-42 tahun ini, TMS mencatat sejarah baru dengan pindahnya lokasi pameran dari dari Makuhari (Messe, Chiba City) ke Big Sight, Tokyo. Gelaran tahunan ini yang berlangsung sejak 30 November hingga 11 Desember 2001 itu diwarnai oleh suguhan sejumlah pabrikan tuan rumah yang atraktif meracik teknologi terkini yang semakin ramah terhadap lingkungan.
Boleh jadi pula TMS 2011 berupaya mengubah dunia lewat aplikasi teknologi hijau yang akan mencerminkan mobilitas di masa depan. Dengan teknologi hijau pula, diharapkan produk kendaraan masa depan, termasuk sepeda motor, akan semakin memudahkan mobilitas manusia, sekaligus mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan. TMS memang diharapkan menjadi salah satu panggung otomotif bergengsi yang setiap tahunnya selalu berupaya menjadi ajang pabrikan dunia untuk menafsirkan teknologi masa depannya.
Simak saja Toyota, Mazda, Honda, Nissan, Suzuki, atau Daihatsu, yang selain memajang mobil terbaru, mereka juga menampilkan teknologi masa depan yang disematkan pada mobil konsep. Bahkan tak lama lagi sebagian teknologi masa depan tersebut sudah bisa dinikmati. Secara umum, mobil-mobil yang dipamerkan di TMS kali ini memang didominasi teknologi yang ramah lingkungan dan sudah ‘green’, termasuk mobil listrik. Bahkan mobil konsep yang ditampilkan pun lebih realistis dan membumi.
Walau begitu, mobil listrik di TMS memang mampu mencuri perhatian pengunjung. Seperti yang disodorkan oleh Honda dengan EV-STER yang digadang-gadang sebagai calon generasi baru dari electric small sports concept. Kelebihan EV-STER bisa dimodifikasi pada besaran output motornya dan dilengkapi pengaturan pada suspensi sesuai karakter pengendaraan yang diinginkan. Sementara Toyota mengandalkan mobil listrik FT-EV III yang berbasis Toyota iQ dan akan dilepas ke pasaran tahun depan. Nissan pun tak mau kalah. Mobil konsep listrik ultracompact-nya, Nissan Pivo 3, dengan posisi pengemudi di tengah telah dibekali sistem pintar Automated Valet Parking dan bisa memberi komando lewat ponsel. Nissan juga berencana memproduksi secara massal empat mobil full listrik serta sabuah mobil Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang bekerja sama dengan Daimler. Targetnya, Nissan akan menjual 1,5 juta unit hingga tahun 2016.
Ketika pabrikan besar berlomba menampilkan mobil-mobil konsep, ternyata pabrikan sekelas karoseri seperti Kowa Tmsuk Co. Ltd. asal Fukuoda, berani tampil beda lewat produk bermerek Kobot yang bertenaga listrik. Tak tanggung-tanggung, tiga kendaraan konsep terbaru rancangannya, Kobot ν (nu), Kobot β (beta), dan Kobot II, tampil lumayan nyeleneh. Kobot ν dan Kobot β dibangun dengan platform yang serupa dan unik dengan hanya memiliki dua roda di depan dan satu di belakang. Sedangkan Kobot II merupakan kendaraan empat roda untuk dua penumpang. Selain ramah lingkungan dan hemat energi, Kobot dibuat untuk menyiasati keterbatasan lahan parkir di Jepang.
Mazda yang melegenda lewat mesin rotary-nya, kali ini lebih mengunggulkan teknologi SKYACTIV untuk efisiensi penggunaan bahan bakar dan memperbaiki kualitas emisi. Teknologi ini awalnya memang sempat diragukan sejumlah pihak. Namun SKYACTIV menjadi perbincangan pengamat otomotif dunia, bahkan di ajang TMS mampu meraih penghargaan kkhusus. Mazda pun yakin teknologi SKYACTIV akan menjadi alternatif bagi kendaraan yang tidak menggunakan hybrid dan elektrik.
Selain mobil bertenaga listrik dan hybrid, pabrikan terbesar Jepang, Toyota, juga memajang mobil konsep berbahan bakar hidrogen, Toyota FCV-R. Kabar menariknya, mobil ini rencananya akan dipasarkan secara global pada tahun 2015. Toyota juga menampilkan Prius Plug-in hybrid yang akan mulai dijual di Jepang pada awal tahun 2012 nanti.
Demikian pula dengan Mitsubishi Motors Corporation yang menampilkan PX-MiEV II Plug-in Hybrid EV. Dengan konsep EV Sport Utility Vehicle (SUV), mobil ini menawarkan tiga pilihan sistem berkendara, yaitu Eco Mode, Normal Mode, dan Power Mode. Selain PX-MiEV II, Mitsubishi juga memajang Mirage yang disebut-sebut menjadi pesaing serius Nissan March.
Selain mobil, TMS 2011 juga diikuti pabrikan sepeda motor. Namun TMS tahun ini hanya memunculkan tujuh merek motor yaitu Kawasaki, Suzuki, Yamaha, Honda, Kymco, Adiva, dan KTM. Pameran otomotif bergengsi ini harus minus pabrikan sepeda motor asal Eropa seperti BMW, Aprilia, Ducati, dan Piaggio.
Namun ada hal menarik lainnya, yaitu teknologi ban yang dibuat oleh pabrikan Jepang Bridgestone lewat ban konsep Bridgestone Non-Pneumatic. Ban ini diklaim aman dan ramah lingkungan. Ban berteknologi baru yang bisa didaur ulang hingga 100 persen ini diharapkan bisa menjadi ban konvensional di masa mendatang. Struktur unik model jari-jari yang membentang sepanjang sisi dalam mampu mendukung berat kendaraan. Kelebihan lainnya, ban ini tidak perlu untuk mengisi dengan udara secara berkala. Teknologi ini diyakini mampu mendukung tiga konservasi berupa ekologi, sumber daya alam, dan juga pengurangan emisi karbon.

Foto: Tokyo Motor Show

Peran Kelas Menengah Meningkatkan Daya Saing


 

Potensi besar yang dimiliki oleh kelas menengah di Indonesia merupakan tantangan dan peluang untuk meningkatkan daya saingnya.

 

Sebagai bentuk kepedulian terhadap perekonomian Indonesia, Yayasan Bakti BCA melalui BCA Learning Service menggelar seminar tahunan bertajuk “The Rise of the Indonesian Middle Class” yang berlangsung di Grand Ballroom, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta (7/12). Seminar dibuka oleh Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur PT Bank Central Asia, Tbk. “Dalam seminar ini, kita akan mengetahui sejauhmana penguasaan informasi dan timbulnya kelas menengah di Indonesia sebagai bagian penting dari perekonomian bangsa,” ujar Jahja Setiaatmadja.
Sebagai pembicara kunci, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, menekankan potensi besar yang dimiliki oleh kelas menengah di Indonesia merupakan tantangan dan peluang untuk meningkatkan daya saingnya. Apalagi, menurut Mari, Indonesia kini menduduki peringkat ke-17 dari 139 negara yang memiliki daya saing sumber daya alam dan kekayaan budaya di peringkat ke-39, Indonesia memiliki peluang dalam mengembangkan ekonominya seiring dengan tumbuhnya kelas menengah. Kementeriannya pun kini memiliki 15 subsektor industri kreatif, termasuk kuliner. “Kita telah mendapat pembelajaran berharga ketika tahun 2009 terjadi krisis global yang menurun hingga 12 persen. Saat itu tourism mancanegara di Indonesia justru naik 0,36% dan wisatawan nusantara naik 1,7 persen,” ujarnya.
Bahkan Mari menyebutkan bahwa pada Juli 2011, menjadi pencapaian tertinggi dalam hal kunjungan turis mancanegara. Demikian pula dengan potensi wisnus yang mencapai 235 juta perjalanan setiap tahunnya. Namun demikian, untuk mencapainya Mari meminta agar infrastruktur yang ada dapat segera diperbaiki, termasuk pelayanan kepada para wisatawan mulai dari bandara, di perjalanan, hotel, tujuan wisata, kuliner, hingga mereka kembali mengakhiri perjalanan wisatanya. Mari pun memberikan tantangan kepada perbankan untuk mulai melirik potensi industri kreatif.
Pada sesi sebelumnya, Cyrillus Harinowo, Komisaris BCA dan Komisaris Unilever Indonesia, memaparkan tema “Menuju Perekonomian 1 Triliun USD”. Cyrillus mengungkapkan pertumbuhan middle class di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Peningkatannya terlihat dari sejumlah indikator seperti makin banyaknya pemilik kendaraan, tingkat hunian hotel tinggi, serta penjualan di sektor properti. Bangkitnya kelas menengah di Indonesia juga menyebabkan terjadinya pergeseran permintaan produk ke arah life style. Menurutnya, IMF telah memprediksi Indonesia akan mencapai PDB 1 triliun.

Sementara pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia M. Chatib Basri menyoroti potensi demographic transition, yaitu perubahan proporsi kelompok usia penduduk yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi, keseimbangan fiskal, ketersediaan tenaga kerja, inflasi, belanja kesehatan, kebutuhan perumahan, hingga populasi di kota-kota besar.
Pembicara lainnya adalah Joko Widodo, Walikota Surakarta, yang berhasil mengembangkan kota Solo dalam berbagai aspek. Jokowi, sapaan akrabnya, mampu membuat terobosan dalam setiap kebijakannya yang humanis. Seperti proses pemindahan pedagang kaki lima dari Taman Banjarsari ke Pasar Klitikan yang tanpa kekerasan dan diberikan secara gratis. Para PKL hanya dipungut Rp 2.600 per hari yang dalam jangka waktu 8,5 tahun akan mampu mengembalikan biaya relokasi yang telah dikeluarkan. Jokowi juga sukses mengembangkan pariwisata meluncurkan bus tingkat pariwisata pertama di Indonesia, “sepur kluthuk”, serta kereta kencana. Usaha mikro pun didukungnya lewat kebijakan perijinan gratis.
Sedangkan pengusaha batik Afif Syakur dan pengusaha bakmi Wahyu Saidi, memaparkan kiat sukses dalam meniti usaha. Bahkan Wahyu Saidi sempat mengungkapkan kegagalannya yang berujung tutupnya 392 gerai dan hanya menyisakan 12 gerai.
Pada sesi lain, Frans S. Sunito, Presiden Direktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menyampaikan paparan soal pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sedangkan Hendra Heryadi Widjonarko selaku Chief Operating Officer PT Mulia Industrindo Tbk., mencoba memberikan gambaran prospek industri manufaktur di Indonesia. Sementara Sandiaga S Uno pun menyampaikan tanggapannya tentang perubahan gaya hidup kelas menengah di Indonesia. Menurutnya, tantangannya adalah dengan mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah kita akan menjadi pemain atau hanya sebagai penonton saja.

Daihatsu Kontraksi dan Rilis Harga Baru


Ternyata kontraksi tak hanya dialami oleh wanita yang sedang hamil. Pasar otomotif nasional pun bulan November 2011 kembali mengalami kontraksi akibat dampak banjir yang belum juga usai di negeri Gajah Putih, Thailand. Sekitar 4% dari pasar mobil nasional merupakan produk CBU yang diimpor dari Thailand.
Sementara produsen mobil kompak Daihatsu, bulan November 2011 mencatat wholesales maupun retail sales-nya mengalami penurunan akibat proses start up produksi tipe baru All New Xenia di pabrik Daihatsu. Selama November 2011 penjualan wholesales tercatat pada angka 10.312 unit atau 15,3% dari pasar wholesales nasional. Angka ini menurun (-21,1%) dibanding penjualan Oktober 2011 sebesar 13.065 unit. Sementara penjualan ritel Daihatsu bulan November 2011 mencapai angka 11.638 unit atau 17,1% dari penjualan ritel nasional. Angka ini menurun (-12,42%) dibanding penjualan ritel Oktober 2011 sebesar 13.289 unit.
Mini MPV Xenia masih menjadi kontributor terbesar selama November 2011. Xenia juga memberikan kontribusi ritel sebesar 40,3% atau 4.685 unit. Angka tersebut hampir separuhnya disumbang All New Xenia yang diluncurkan 9 November 2011 lalu. Daihatsu Gran Max (pick up dan minibus) sebagai produk kelas low commercial menjadi kontributor terbesar kedua sebesar 33,1% atau 3.854 unit. Disusul oleh medium SUV Daihatsu Terios sebesar 19,4% atau 2.259 unit. Sementara Daihatsu Luxio menyumbang sebanyak 515 unit (4,4%) dan Sirion 325 unit (2,8%).
“Penjualan November 2011 masih didorong oleh segmen kendaraan komersial, meski segmen mobil penumpang juga ikut tumbuh,” kata Rio Sanggau, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM).
Secara keseluruhan selama periode Januari–November 2011, penjualan wholesales mencapai angka 123.761 unit atau 15,2% dari pangsa pasar nasional. Sedangkan retail sales periode yang sama tercatat 125.853 unit atau 15,5% dari pangsa pasar ritel nasional. Pencapaian ini semakin dekat dengan target wholesales Daihatsu tahun 2011 dan semakin memantapkan posisi Daihatsu sebagai peringkat kedua penjualan mobil nasional setelah Toyota.
“Melihat perkembangan ini kami optimistis penjualan Daihatsu tahun 2011 akan melewati target sebesar 125.000 unit. Saat ini peminat All New Xenia masih perlu menunggu 2-3 bulan untuk mendapatkannya.” ujar Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM.
Nah, khusus bagi peminat All New Xenia, kini dapat mengakses microsite http://www.xenia.co.id untuk mendapatkan informasi sekaligus mendaftar sebagai peserta test drive di cabang-cabang Daihatsu di seluruh Indonesia. Dan menjelang akhir tahun, ADM kembali merilis harga untuk jajaran produknya. Dari rilis yang diterima terompahku, ADM memperlihatkan harga untuk All New Xenia, Terios, All New Sirion, Gran Max, dan Luxio. Update harga kendaraan Daihatsu untuk semua varian ini, berlaku mulai Desember 2011, on the road Jakarta.

Daftar harga (dalam ribuan Rupiah) semua varian Daihatsu per 1 Desember 2011 (On The Road Jakarta):