Pasar Ponsel Cerdas Makin Panas


Sebanyak 48% pengguna internet di Indonesia tercatat mengakses internet melalui ponsel.


Tren memiliki ponsel cerdas terus saja meningkat. Ponsel cerdas dengan kemampuannya yang beragam seperti chatting, internet, game, bisnis, dan banyak fungsi lainnya, kini sudah semakin banyak digunakan. Bahkan produk yang kerap diposisikan paling tinggi tersebut, kini tak lagi didominasi oleh produsen ternama seperti Apple, Nokia, BlackBerry, atau Sony Ericsson. Simak saja geliat pabrikan Korea yang kini telah menjelma menjadi raksasa tekomunikasi dunia. Ya, kehadiran Samsung di pentas ponsel cerdas memang menarik untuk dicermati. Apalagi Samsung kini mencatatkan penjualan ponsel cerdas berbasis sistem operasi Android terbesar di dunia. Apple dengan produk iPhone-nya pun dilangkahi Samsung.
Bagaimana dengan Research In Motion (RIM) dan juga Nokia? Selama ini, BlackBerry masih terlihat menjadi salah satu ponsel cerdas yang banyak digunakan. Salah satu faktor yang menyebabkan Blackberry masih tetap menjadi andalan adalah fitur BBM (BlackBerry Messenger) yang bisa menghubungkan antarpengguna BlackBerry. Namun boleh jadi kondisi RIM sebagai pengembang ponsel BlackBerry semakin terancam. Ketika meluncurkan sistem operasi BlackBerry 7, sepertinya hal tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa, termasuk rencana pengembangan sistem operasi terbaru QNX. Walau sempat mendapatkan pujian, faktanya fitur tersebut tak berbeda dengan fitur Google dan Apple yang telah diperkenalkan tahun 2010 lalu.
Begitu pula dengan Nokia yang penjualan ponsel pintarnya terus menyusut. Pabrikan asal Finlandia yang identik dengan sistem operasi Symbian dan kini mencoba menggunakan Windows Phone, memang terlihat kewalahan dengan serbuan sistem operasi lain yang terus berkembang, termasuk Android yang baru saja mencatatkan jumlah pengunduh terbesar aplikasinya di dunia.
Sejumlah produsen terkemuka seperti Sony Ericsson, Samsung, LG, Motorola, dan HTC sudah bergabung dalam Open Handset Alliance yang memang mengusung Android. Sony Ericsson sendiri yang sudah menjual sekitar 17 model ponsel cerdasnya di Indonesia sejak tiga tahun yang lalu, berkomitmen tetap fokus kepada ponsel cerdas. “Kami akan terus memberikan pilihan smartphone dengan rentang yang lebih luas bagi semua kalangan,” ujar Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Mobile Communications Indonesia.
Menurut Djunadi Satrio, sebenarnya Sony Ericsson sangat terbuka terhadap sistem operasi yang digunakan. Hanya saja langkah Sony Ericsson memilih Android sebagai sistem operasi ponsel cerdasnya tetap diyakini menjadi kontribusi terbesar peningkatan angka penjualannya. Sebagai sistem operasi terbuka, Android kini telah memiliki lebih dari 350 ribu aplikasi yang bisa diunduh. “Sejak 2010, rapor kami terus menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kami juga yakin dengan Android yang akan menjadi OS masa depan,” kata Djumadi menambahkan.
Tantangan dan potensi pasar ponsel cerdas dalam lima tahun ke depan diyakini akan terus berkembang. Menurut data dari Nielsen, Indonesia merupakan negara dengan jumlah pengakses internet melalui ponsel yang cukup tinggi. Sebanyak 48% pengguna internet di Indonesia tercatat mengakses internet melalui ponsel. Selain itu, ditambah pula 13% yang mengakses internet melalui perangkat mobile non ponsel seperti tablet. Potensi yang menggiurkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s