Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan Mewujudkan Integritas dan Profesionalisme


Dengan semakin berkembangnya media layanan yang bisa diakses oleh Wajib Pajak, kebutuhan terhadap informasi perpajakan dilayani lewat beberapa media layanan yang memanfaatkan teknologi informasi.

Salah satu penunjang dalam suksesnya kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah pemanfaatan teknologi informasi. Ya, di era digital kini, teknologi informasi memang menjadi teramat penting. Tak terkecuali DJP yang mempunyai direktorat tersendiri yaitu Direktorat Teknologi Informasi Perpajakan (TIP). Beban Direktorat TIP memang tak bisa dibilang ringan mengingat tugasnya untuk menyiapkan perumusan kebijakan, standarisasi dan bimbingan teknis, evaluasi dan pelaksanaan dalam bidang pemantauan system dan infrastruktur, pemberian dukungan dan layanan operasional, serta pembinaan pengolahan data dan dokumen.
Seluruh unit kerja di DJP didukung oleh pelayanan operasional Direktorat TIP mulai dari sistem informasi, aplikasi, dukungan teknis dan jaringan komunikasi data, termasuk bimbingan sistem, pemutakhiran data tampilan, pertukaran data elektronik, hingga pengelolaan intranet dan internet. Menurut Direktur Teknologi Informasi Perpajakan, Yoyok Satiotomo,, untuk lebih mengoptimalkan penyediaan data dan informasi terkait Wajib Pajak, pihaknya menjalin kerja sama dalam bentuk pertukaran data dan informasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Bank Indonesia, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Badan Pusat Statistik, Ditjen Imigrasi, seluruh Eselon I Kementerian Keuangan (Ditjen Bea dan Cukai, Ditjen Perbendaharaan, Ditjen Keuangan, dan lainnya), serta instansi lainnya.
Dengan semakin berkembangnya media layanan yang bisa diakses oleh Wajib Pajak, kebutuhan terhadap informasi perpajakan dilayani lewat beberapa media layanan yang memanfaatkan teknologi informasi dan layanan konvensional seperti website pajak.go.id, call center 500200, dan melalui kantor pajak di seluruh Indonesia. Semua layanan tersebut sesuai dengan visi DJP sebagai institusi pemerintah penyelenggara sistem administrasi perpajakan modern yang efektif, efisien, dan dipercaya masyarakat karena integritas dan profesionalisme. Untuk mewujudkannya, DJP membutuhkan dukungan penerapan teknologi informasi yang memadai yang selalu dievaluasi dan disempurnakan secara berkesinambungan.
Berkaitan dengan pelaksanaan Sensus Pajak Nasional (SPN) yang bertujuan untuk pemutakhiran data perpajakan, seluruh data yang masuk dan diolah lebih lanjut di Bank Data DJP, sekaligus untuk memperluas basis pajak yang dibutuhkan untuk penggalian potensi perpajakan. Direktur TIP pun mengakui bahwa dalam pelaksanaan SPN sangat mungkin ditemui kendala seperti kurangnya jumlah tenaga pengolah data, termasuk kualitas data hasil SPN. “Untuk itu, penting sekali bagi tenaga pengolah dalam mengidentifikasi, merekam, membersihkan, dan memvalidasi data sesuai dengan standar pengolahan data di DJP. Sehingga nantinya data hasil SPN tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” ujarnya.
Yang tak kalah pentingnya adalah keamanan database perpajakan yang aman dari gangguan, termasuk gangguan seperti ‘hacker’ dari luar. Pihak DJP sendiri sangat menyadari dan telah melakukan langkah pengamanan lewat beberapa tingkat keamanan. Seperti database perpajakan core yang bersifat transaksional yang disimpan terpusat dan hanya bisa diakses oleh pegawai yang berwenang. Penyimpanan database tersebut terpisah dari database yang dimanfaatkan untuk analisis dan bisa diskses oleh unit kerja DJP atau yang disediakan untuk Wajib Pajak dan instansi lain yang berwenang. Menurut Yoyok Satiotomo, database perpajakan dilindungi dengan firewall dan pengaman lainnya. Bahkan akses ke dalam database perpajakan selalu dipantau oleh pegawai terlatih dan berpengalaman dalam tugas tersebut. “Jadi tidak semua pegawai dapat mengakses database perpajakan. Akses hanya diberikan kepada pegawai yang telah mendapatkan otorisasi melalui SOP dan sesuai dengan kewenangannya,” kata Yoyok Satiotomo.
Bagi masyarakat atau Wajib Pajak, rasanya tak perlu khawatir soal kerahasiaan database perpajakan. Sesuai dengan Pasal 34 dalam Undang-Undang Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), maka seluruh database seperti surat pemberitahuan, laporan keuangan, dan data lain yang dilaporkan Wajib Pajak, termasuk data yang diperoleh dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan, data Wajib pajak yang diperoleh dari pihak ketiga, hingga dokumen dan rahasia Wajib Pajak, adalah bersifat rahasia dan merupakan rahasia jabatan bagi seluruh pegawai DJP. “Kecuali diminta oleh pejabat atau tenaga ahli yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan untuk memberikan keterangan kepada pejabat lembaga negara atau instansi pemerintah yang berwenang melakukan pemeriksaan dalam bidang keuangan negara,” ujarnya menambahkan. Walau demikian, Wajib Pajak tetap dapat memanfaatkan informasi seperti identitas Wajib Pajak dan informasi lain yang bersifat umum mengenai perpajakan seperti statistik penerimaan pajak, jumlah Wajib Pajak dan Pengusaha Kena Pajak, statistik permohonan Wajib Pajak, dan statistik tunggakan pajak.
Di sisi lain, masyarakat pun perlu juga mengetahui bahwa Direktorat TIP tak hanya mengolah data perpajakan yang bersumber dari Wajib Pajak. Direktorat TIP juga mengelola data dari pihak lain dan memanfaatkannya sebagai data pembanding untuk menguji kepatuhan Wajib Pajak yang terkait dengan kewajiban perpajakannya. Kepada seluruh masyarakat pun dihimbau agar memenuhi kewajiban perpajakannya dengan benar untuk menghindari terkena sanksi perpajakan. Demikian pula dengan pelaksanaan SPN yang sedang dilakukan oleh DJP. “Kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat untuk ikut menyukseskan kegiatan Sensus Pajak Nasional demi kepentingan negara dengan memberikan jawaban yang jujur dari setiap pertanyaan yang diajukan petugas sensus,” kata Yoyok Satiotomo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s