makna seorang sahabat



Kala diamku sebagai diam sahabat…
Hanya Dia yang tahu…
Apalah aku…
Langkah pun tersendat…
Indahnya memaknai dirimu…
Layaknya kekasih pertama…
Andai kutahu…

Diammu hanya Dia yang tahu…
Entah kenapa jendela itu masih tertutup…
Episode ini memang baru dimulai…

Sayapmu sudah mengepak…
Di altar itu kau menguak hati…
Pena milikmu pun menari lagi…

cagar alam, 21 April 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s