Telkomsel Operasikan 25.412 Desa Berdering


Telkomsel telah berhasil mengoperasikan desa berdering dengan menggelar layanan akses telekomunikasi dan informatika di 25.412 desa melalui program Universal Service Obligation (USO). Keberhasilan itu terungkap saat pembukaan berlangsungnya Universal Service Obligation Expo 2010 di Jakarta, 24 November lalu. Pada saat pembukaan, Menkominfo Tifatul Sembiring yang didampingi Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan, Ketua Balai Teknologi dan Informasi Pedesaaan Aji Santoso, Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, dan VP Special Area Development Telkomsel Bambang Utomo menyempatkan melakukan uji komunikasi ke lokasi pengungsian bencana alam Gunung Merapi menggunakan fasilitas telepon USO. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan monitor terhadap desa-desa terpencil sebagai desa berdering yang sudah terlayani akses telekomunikasi dan informatika melalui fasilitas USO.

Program USO merupakan layanan yang berbasis pada penyediaan jasa akses telekomunikasi dan informatika perdesaan sebagai bagian dari kewajiban pelayanan universal telekomunikasi terhadap perkembangan desa dan peningkatan kesejaheraan masyarakat. Hingga kini masih terdapat desa-desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi yang sebagian besar merupakan desa-desa hasil pemekaran. Selain desa baru tersebut, terdapat ratusan desa lainnya di daerah perbatasan yang membutuhkan layanan telekomunikasi serupa. Untuk itu, Kemenkominfo bersama instansi terkait terus melakukan pendataan desa baru, termasuk desa-desa di daerah perbatasan yang membutuhkan layanan telekomunikasi. Berdasarkan survei yang dilakukan TNI, hingga kini masih terdapat 453 desa di daerah perbatasan. Dan selanjutnya, desa di daerah perbatasan ini yang akan mendapatkan prioritas penyediaan sarana telekomunikasi melalui program USO.

Sebagai operator telekomunikasi selular dengan pangsa pasar terbesar dan terluas di Indonesia, keikutsertaan Telkomsel dalam program USO akan ikut membantu pelayanan telekomunikasi di seluruh pelosok tanah air, termasuk di desa-desa terpencil yang pada akhirnya akan berdampak terhadap perkembangan desa dan peningkatan kesejaheraan masyarakat.

Bagi Telkomsel yang ikut berperan melakukan pembangunan penyediaan program USO, ke depannya akan mendapatkan manfaat sejauh mana diketahui kendala operasional di lapangan, termasuk segmentasi sosial dan perilaku komunikasi masyakarat setempat. Di sisi lain, masyarakat pedesaan akan sangat terbantu dalam upaya mengembangkan desanya sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Penyediaan layanan telekomunikasi di pedesaan melalui program USO telekomunikasi memang telah berhasil dilakukan. Walau begitu, tantangannya tak berhenti sampai di situ karena diperkirakan masih ada sekitar 4.000 desa yang belum terjangkau layanan telekomunikasi.

2 thoughts on “Telkomsel Operasikan 25.412 Desa Berdering

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s