RONA IMPRESIF


Rona perhelatan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) semakin menarik disimak. Hadirnya sejumlah pemain asing dengan kuota lima pemain bagi tiap klub LPI, serta rencana kedatangan wasit asing, seakan menunjukkan geliat LPI yang terus membenahi diri. Peran Komisi Disiplin LPI juga sudah menunjukkan independensi dan ketegasan menegakkan aturan main.

Tak dipungkiri, kehadiran pemain asing memang menambah semarak peta persaingan. Namun harus diakui pula bahwa para pemain asing butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan iklim, gaya permainan, dan tentu saja fanatisme suporter. Salah satu keuntungan dari hadirnya pemain asing adalah semakin meningkatnya motivasi pemain lokal untuk bersaing dan berprestasi.

Simak saja debut tiga pemain Persebaya 1927, I Made Wirahadi, Andik Vermansyah dan Rendy Irawan. I Made Wirahadi bahkan mampu menyaingi pemain blasteran Irfan Bachdim (Persema) dan Juan Cortez (Batavia Union) di tampuk daftar pencetak gol hingga pekan ke-7 dengan empat gol. Sementara Andik Vermansyah dan Rendy Irawan dengan masing-masing tiga golnya, menyusul di peringkat kedua bersama dua pemain asing, Ilija Spasojevic (Bali Devata) dan Fernando Soler (Real Mataram). Belum lagi penampilan Diva Tarkas (23), gelandang serang PSM Makassar kelahiran Maros yang semakin impresif. Pemain yang juga piawai bermain di sayap kanan ini mampu menghindari klubnya dari kekalahan saat mencetak satu-satunya gol balasan ke gawang Real Mataram (12/2). Aksi Diva pun layak dinanti saat PSM Makassar dijamu Bandung FC, Sabtu (19/2) pekan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s