Menimbang Antara yang Asli dan Bajakan


Farras Farshal belakangan kerap mengeluh jika komputer yang biasa digunakannya sehari-hari tak lagi memiliki performa sesuai dengan spesifikasinya. Mahasiswa Jurusan Manajemen Informatika di sebuah perguruan tinggi swasta di Depok ini memiliki komputer dengan harga yang cukup terjangkau, termasuk software-nya. Sistem operasi bajakan pun diperolehnya secara gratis.

Bagi pengguna awam, umumnya mereka kurang memahami peran software sebagai ruhnya sebuah komputer. Bahkan mereka tak menyadari, tanpa software, komputer tak lebih dari sebuah mesin yang tak bernyawa. Mungkin itulah yang telah dipahami pekerja periklanan Dedy Maryadi yang sejak awal memutuskan menggunakan paduan software berlisensi dan open source untuk komputer di rumahnya. Saat pertama kali membeli komputer, fokus Farras memang terpaku pada harga dan merek saja sesuai dengan isi kantongnya yang terbatas. Sedangkan Dedy yang lebih paham sangat mempertimbangkan faktor spesifikasi hardware mulai dari kapasitas hard disk, kecepatan prosesor atau besar memori yang sesuai dengan kebutuhannya.

Saat ini, software sistem operasi berlisensi yang paling populer adalah sistem operasi Windows (Microsoft) dan Snow Leopard (Apple). Keduanya banyak dipilih karena kemudahan pakai dan dukungan kompatibilitas yang lebih luas. Namun begitu, di Indonesia hanya sebagian kecil saja yang bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli sejumlah software pendukung berlisensi seperti aplikasi office, games, antivirus, serta aplikasi lain yang dibutuhkan.

Mengapa memilih software bajakan? Salah satu alasan yang paling mengemuka tentu saja soal harga yang jika dibandingkan seperti langit dan bumi. Harga software bajakan bisa didapatkan dengan harga yang sangat membumi alias sangat murah. Bahkan sebagian besar bisa didapat secara gratis! Bandingkan saja dengan aplikasi resmi Microsoft Office yang paket standarnya mulai harga US$150 itu dapat dibeli dalam bentuk DVD bajakannya hanya dengan harga Rp.50.000,- saja. Software sistem operasi seperti Windows pun makin mudah dicari dan menjadi software paling populer. Demikian pula dengan sejumlah aplikasi pengolah multimedia dan game. Dengan harga super murah dan jumlah stok software bajakan yang melimpah, tak heran jika pengguna komputer dari luar Indonesia sempat mengungkap betapa kayanya seorang pengguna komputer di Indonesia yang memiliki banyak software di komputernya. Warga asing tersebut akhirnya memahami kalau Indonesia menjadi surga buat software bajakan.

Tak hanya soal harga yang super murah, popularitas software yang dibutuhkan akan memberikan kemudahan jalannya data dan pertukaran informasi. Aplikasi Microsoft Office merupakan aplikasi yang paling banyak dipakai oleh penguna personal computer, termasuk pada komputer Apple sekali pun dengan Microsoft Office for Mac-nya. Popularitas Mocrosoft memang tak terbantahkan. Tapi ujung-ujungnya keluhan para pengguna tetap sama, yaitu soal harga yang selangit! Walau telah diproduksi secara massal, aplikasi asli yang berlisensi tersebut tetap saja dipatok dengan harga yang bisa dibilang relatif tinggi.

2 thoughts on “Menimbang Antara yang Asli dan Bajakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s