Bintang-Bintang LPI Makin Bersinar


Sebagai liga debutan yang mengusung fair play, kemandirian, dan profesionalisme, Liga Primer Indonesia (LPI) memang menanggung beban yang tak ringan. Walau dianggap PSSI sebagai kompetisi illegal dan menutup kesempatan pemain bergabung di tim nasional, namun banyak kalangan pencinta sepak bola di tanah air justru menaruh harapan LPI bisa menjadi liga prestasi dan berkontribusi kepada tim nasional di kancah regional maupun internasional. Dukungan yang besar tersebut, tentu saja tak membuat LPI jumawa. Dengan tujuan membangun industri sepak bola dengan segala pernak-pernik dan target prestasinya, LPI terus berbenah dan meningkatkan kualitas kompetisinya lewat pemain-pemain berkualitas, termasuk pamain dan pelatih asing.
Walau kompetisi LPI baru berjalan dua bulan, namun rona atraktif sudah mulai terasa. Kiprah pemain asing menyulut semangat pemain lokal untuk ikut mengangkat prestasi klub yang dibelanya. Bahkan terbuka peluang membela tim nasional. Pemain lokal seperti Diva Tarkas (PSM Makassar), Andik Vermansyah dan I Made Wirahadi (Persebaya 1927), pemain blasteran yang juga pemain timnas Irfan Bachdim dan Kim Jeffrey Kurniawan (Persema), mampu memberikan warna kompetisi dan bersaing dengan pemain asing seperti Richard Knopper (PSM Makassar), Emanuel De Porras (Jakarta 1928), Ilija Spasojevic (Bali Devata), Juan Cortez (Batavia Union), Aleksander Vrteski dan David Micevski (Solo FC), serta pemain asing berstatus marquee player seperti Lee Hendrie (Bandung FC) dan Amaral (Manado United). Sementara dua bersaudara pemain timnas Filipina, Phillip dan James Younghusband, baru akan bergabung dengan Jakarta 1928 mulai Maret ini.
Ya, bintang-bintang LPI semakin bersinar saja. Coba simak aksi dua pemain Persebaya 1927, Andik Vermansyah atau I Made Wirahadi. I Made Wirahadi dengan lima golnya kini menempati peringkat kedua daftar pencetak gol di LPI bersama Ilija Spasojevic. Wirahadi bahkan mampu menempel ketat pemain tim nasional Irfan Bachdim dan pemain Batavia Union, Juan Cortez, pencetak enam gol sekaligus pemuncak pencetak gol LPI. Demikian pula dengan teknik individu dan kerja sama tim yang dimiliki Andik Vermansyah, membuat pemain lincah yang berperawakan mungil ini kabarnya tengah diincar dua klub Eropa dari Portugal dan Belanda. “Saya sudah mendengar kabar itu dari Mas Llano (Llano Mahardika, CEO Persebaya 1927). Sejauh ini masih nunggu saja. (Kalau kabarnya benar), saya akan ngomong dulu dengan keluarga. Tapi sebenarnya berat juga jika harus meninggalkan sini (Surabaya/Indonesia), soalnya sudah nyaman,” ujar Andik. Sementara pelatihnya, Aji Santoso, menilai Andik sebagai pemain yang sangat skill full dan sangat layak buat timnas. “Dia punya kecepatan dan juga mental bertanding yang bagus,” kata Aji Santoso.
Tawaran bermain di Eropa tentu saja memberikan indikasi layak bermain di timnas. Namun Llano Mahardika berpandangan lain. “Sekarang jangan main di timnas dulu. Kalau sudah main di Eropa, masak timnas nggak butuh. Sekarang apakah pantas melarang seorang pemain lokal bermain di timnas, kalau dia memang punya kemampuan. Kalau ada pemain lokal dari LPI yang main di Eropa, apa timnas menganggap dia masih tidak layak buat main di timnas?” ujar Llano. Selain pemain lokal, kompetisi di LPI juga diwarnai dengan kuota lima pemain asing di setiap klub. Kehadiran mereka disambut positif sekaligus jadi daya tarik suporter untuk menyaksikan laga klub kesayangannya secara langsung di stadion. Peluang menggaet sponsor untuk klub dan juga LPI pun semakin terbuka.
Lee Hendrie, mantan pemain klub Liga Primer Inggris, Aston Villa, dan pernah memperkuat timnas Inggris bersama David Beckham dan Rio Ferdinand, perlahan mulai menjadi magnet pendukung Bandung FC. “Ketika melawan PSM, Hendrie sudah banyak berkembang. Dari tiga pertandingan, peningkatan Hendrie sudah cukup pesat. Dia bisa jadi panutan buat para pemain muda,” kata Nandar Iskandar, pelatih Bandung FC.
Begitu pula dengan Alexander Vrteski dan David Micevski yang membela Solo FC. Vrteski handal di bawah mistar gawang dan Micevski menjadi motor serangan di lini tengah, mampu membawa Solo FC bertahan di papan atas klasemen. Sementara Emanuel De Porras, Juan Cortez, dan Ilija Spasojevic mewakili produktivitas legiun asing di posisi penyerang klubnya masing-masing. Kiprah pemain asing ditanggapi positif oleh Nandar Iskandar. “Mereka memberi warna lain. Apalagi pemain dengan status marquee player punya kualitas,” ujar Nandar. Pelatih Persibo, Sartono Anwar, juga mengakui bahwa kerberadaan pemain asing cukup menolong. Kalau skill-nya bagus, kata Sartono, bisa menutupi kekurangan yang ada.
Pelatih Persebaya, Aji Santoso, juga senada. Menurutnya, marquee player dibutuhkan karena skill-nya bagus meski usianya tidak muda lagi. “Tapi kita harus tetap melihat kualitasnya karena sepak bola tidak mengandalkan nama besar. Mereka bisa jadi contoh buat para pemain muda dan mengundang penonton lebih banyak,” ujar Aji Santoso menambahkan.
Dinamika LPI pun semakin terasa ketika PSSI lantang mengancam mendeportasi para pemain dan pelatih asing, termasuk mencabut lisensi wasit dan pelatih lokal yang berkiprah di LPI. Soal ancaman tersebut, Juru Bicara LPI, Abi Hasantoso, malah memberikan fakta bahwa banyak wasit di LPI yang berani mengambil risiko menjadi bagian dari perubahan sepak bola di tanah air. Mereka tetap tenang, karena mendapatkan jaminan hukum dari LPI. Pelatih asing juga tidak ada yang takut karena ada jaminan dari pemerintah. “Kita tidak menggunakan uang rakyat, justru malah memberi pemasukan dengan cara membayar pajak. Di LPI semua bayar pajak, mulai dari pemain, pelatih, wasit, dan bahkan pengurus,” ujar Abi.
Sebagai pemain, Andik Vermansyah hanya berkomentar singkat, “Kalau itu sih saya ngga masalah. Biar masyarakat saja yang menilai mana keputusan yang bagus atau tidak”. Sedangkan Sartono Anwar yang memiliki sertifikat pelatih lisensi A, tak mempermasalahkannya. “Itu hak mereka (PSSI). Yang penting saya bekerja sepenuh hati. Soal pencabutan sebenarnya FIFA yang berwenang, tapi kalau PSSI mau (mencabutnya), silakan saja,” ujar Sartono.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s