Jadwal Lengkap Liga Primer Indonesia Pekan Ke-13


JADWAL PERTANDINGAN PEKAN Ke-13

Sabtu, 2 April 2011

Minangkabau FC vs PSM, Stadion H. Agus Salim, Padang, pukul 16.00 WIB
Jakarta FC vs Semarang United, Stadion Lebak Bulus, Jakarta, pukul 15.00 WIB*
Bali Devata vs Tangerang Wolves, Stadion Kapten Dipta, Gianyar, pukul 15.00 WIB
Cendrawasih Papua vs Bandung FC, Stadion Mandala, Jayapura, pukul 15.30 WIT
Bintang Medan vs Batavia Union, Stadion Teladan, Medan, pukul 19.00 WIB

Minggu, 3 April 2011

Aceh United vs Persema, Stadion Harapan Bangsa, Aceh Besar, pukul 16.15 WIB
Real Mataram vs Solo FC, Stadion Maguwoharjo, Sleman, pukul 15.00 WIB*
Medan Chiefs vs Persebaya 1927, Stadion Baharoeddin Siregar, Deli Serdang, pukul 15.30 WIB

Selasa (5/4)
Manado United vs Persibo, Stadion Manahan, Solo, 15.00 WIB

*Siaran langsung Indosiar

Advertisements

LUGAS DEMI GOL


Kiprah para pemain penyerang di Liga Primer Indonesia semakin menjanjikan. Walau masih didominasi pemain asing, namun pemain lokal seperti Irfan Bachdim (Persema) dan tiga pemain Persebaya 1927 yaitu I Made Wirahadi, Andik Vermansyah, serta RendY Irawan, mampu menyulut persaingan di daftar pencetak gol terbanyak. Yang cukup fenomenal adalah kembalinya bomber Emanuel De Porras yang kini memperkuat Jakarta FC. Walau baru bergabung awal Februari, namun De Porras sudah mampu menunjukkan kelasnya sebagai striker yang patut disegani barisan belakang lawannya. Hingga pekan ke-12 , De Porras mampu merebut tahta top skor sementara dengan sembilan gol, mengungguli Juan Cortez (Batavia Union) dan Irfan Bachdim.
Keberhasilan De Porras tak lepas dari kekompakan seluruh pemain di Jakarta FC yang dilatih mantan pemain penyerang tim nasional, Bambang Nurdiansyah. Mencetak gol dan kemenangan jadi target utama. Tak hanya asyik menyerang dan mencetak gol, namun sektor pertahanan Jakarta FC yang dimotori bek tengah Leonardo Moyano sebagai palang pintu sekaligus mendistribusikan ke lini tengah yang digalang Gustavo Ortiz. Ortiz dikenal cukup lugas dan padu dengan mesin gol De Porras. Apalagi lawan yang akan dihadapi di Stadion Lebak Bulus, Sabtu (2/4) ini, adalah Semarang United yang mengandalkan ketangguhan trio gelandang Amancio Fortes, Josh Maguire, dan Amarildo Souza, serta duet penyerangnya, Simone Quintieri dan Komang Mariawan.

Gustavo Ortiz (Jakarta FC)
_______________

LIGA PRIMER INDONESIA
INDOSIAR

Sabtu, 2 April 2011, pukul 15.00 WIB
Jakarta FC vs Semarang United, Stadion Lebak Bulus, Jakarta

Minggu, 3 April 2011, pukul 15.00 WIB
Real Mataram vs Solo FC, Stadion Maguwoharjo, Sleman

Toyota Town Ace?


Siapa tak kenal dengan produk kolaborasi Toyota dan Daihatsu? Lihat saja Rush dengan Terrios serta Avanza dengan Xenia. Itu merupakan jajaran produk Toyota dan Daihatsu dengan platform yang sama dan dipasarkan di Indonesia.
Namun, mungkin tak banyak yang tahu jika salah satu produk Daihatsu yang dipasarkan di Indonesia, Gran Max, juga diproduksi oleh Toyota. Lho, lalu apa nama produk tersebut?
Supaya tidak penasaran, coba dilihat dulu sosok pick-up ini.
Toyota Town Ace pick-up.

Ya, sekilas pasti dengan mudah akan menyebut Daihatsu Gran Max. Tapi tunggu dulu! Coba perhatikan emblem logo pada bagian depan serta nama pada plat nomornya. Dengan model setali tiga uang dengan Daihatsu Gran Max, inilah produk ekspor Daihatsu atas nama Astra Daihatsu Motor di Indonesia yang dikirim ke Jepang yang dijual dengan nama Toyota Town Ace.
Banyaknya mobil yang hancur ditambah belum beroperasinya pabrik mobil dan komponennya akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret lalu, berimbas bagi peningkatan nilai ekspor PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Ya, Daihatsu Gran Max yang di Jepang dikenal sebagai Toyota Town Ace menjadi produk laris di pasar otomotif Jepang saat ini.
Toyota Lite Ace dan Toyota Town Ace versi minibus.

Kondisi tersebut diakui Amelia Tjandra, Direktur Marketing ADM di sela peresmian dealer Daihatsu Cibubur, Rabu (30/3). Diakuinya, saat ini Gran Max sedang banyak dibutuhkan di Jepang. “Karena pasokan mobil disana sedang terhenti akibat pabrik yang tutup dan stok yang rusak,” ujar Amelia.
Produk seperti Toyota Town Ace memang sangat dibutuhkan karena di Jepang saat ini sangat membutuhkan kendaraan yang memiliki daya angkut yang besar dan juga hemat bahan bakar. Pihak ADM sendiri hingga kini mampu mengekspor Toyota Town Ace di kisaran 800 hingga 1.000 unit setiap bulannya. “Kami belum berani menambah pasokan ke Jepang karena kapasitas produksi yang terbatas, serta suplai spare part dari Jepang juga masih terganggu,” kata Amelia menambahkan.

Fiat Panda akan diproduksi di Italia


Pabrikan Italia, Fiat, sedang mempersiapkan untuk memulai produksi model terbarunya, Panda. Fiat Panda diharapkan mampu mengingatkan kembali sekaligus untuk meneruskan keberhasilan generasi sebelumnya di pabriknya Pomigliano, Italia. Pabrik ini kini tengah diwarnai perselisihan antara para pembuat mobil Italia dan para pekerjanya yang tidak menyetujui lokasi produksi masa depan untuk Panda terbaru. Pada akhirnya, Fiat memilih solusi untuk roll off di lini perakitannya di Italia, bukan di pabriknya di Tychy, Polandia. Pekerja di pabrik Pomigliano juga tampak senang dengan keputusan yang dibuat Fiat. Pabrik Pomigliano itu sendiri telah lama menjadi salah satu yang paling produktif dalam rantai produksi Fiat. Sementara pabrik yang berada di Polandia walau kini tanpa salah satu produk utama, akan terus menghasilkan satu model sukses Italia lainnya, yakni Fiat 500 yang akan dibangun bersama dengan platform Ford Ka.

Menurut Autonews, produksi akan dimulai pada bulan November 2011 dan akan sampai ke tangan konsumen pada awal tahun depan. Spesifikasi seputar model baru ini belum secara resmi dikeluarkan. Sebelumnya, dari isu yang beredar mengatakan, Panda yang berada di AS kemungkinan besar akan dijual di bawah papan nama Jeep.

Top Ten Sepeda Motor di Inggris (2010)


Lebih dari 12.000 pembaca Motorcycle News (MCN) telah dilibatkan dalam survei tahun lalu tentang sepeda motor yang paling mereka sukai. Dari 10 sepeda motor yang paling disukai, Honda merupakan satu-satunya pabrikan Asia yang menempatkan produk terbanyak di urutan 7, 8, dan 10. Sementara Suzuki berhasil menempatkan Suzuki RGV250 produksi tahun 1989-1997 di urutan keempat. Sedangkan Yamaha tak mampu menempatkan satu produk pun di jajaran 10 teratas.
Berikut adalah 10 pilihan publik Inggris yang dirilis Januari tahun 2010:

1 – Ducati 1098 (2007-sekarang) 94%
2 – Triumph Street Triple (2005-sekarang) 93%
3 – Triumph Daytona 675 (2006-sekarang) 93%
4 – Suzuki RGV250 (1989-1997) 92%
5 – Triumph Speed Triple 1050 (2005-sekarang) 91%
6 – KTM Super Duke 990 (2005-sekarang) 91%
7 – Honda VFR400R (1986-1992) 91%
8 – Honda CB900F Hornet (2001-sekarang) 90%
9 – BMW R1200RT (2005-sekarang) 90%
10 – Honda CBR600RR (2004-2008) 90%

Continue reading

Kesan Pertama di Atas Sadel KTM 125 Duke


Kesan singkat di atas sadel KTM 125 Duke akhirnya dirasakan oleh jurnalis Motorcycle News (MCN), Dan Aspel. Aspel mencoba menunggangi KTM 125 Duke terbaru di sekitar Stratford Upon Avon, Inggris. Kesan pertama yang dirasakan Aspel, dari sisi depan mungkin memperlihatkan karakter KTM 125 Duke yang memiliki nuansa yang kuat mewakili profil pabrikan Austria, terutama pada prduk barunya di kelas 125 cc tersebut.
“KTM 125 Duke lebih dari sekadar sepeda motor dengan performa menjanjikan walau hanya mengusung mesin berkapasitas kecil,” ujar Dan Aspel. Menurutnya, mesin KTM 125 Duke ini memang sama sekali baru dengan suspensi WP dan rem Brembo. Dipastikan pengendaliannya akan lebih mumpuni. Dengan kemampuannya, KTM 125 Duke diyakini menjadi sepeda motor yang cerdas.

Dengan harga jual £ 3,695 atau sekitar Rp 50 juta, KTM memberikan satu tahun gratis asuransi dan dengan bunga yang rendah. Pihak KTM juga yakin produk KTM 125 Duke yang kental bergaya supermoto ini akan mendapat sambutan di kalangan kaum muda untuk memilikinya.
Tapi buat penggemar sepeda motor Eropa di Indonesia, tampaknya hanya bisa berharap ada importir umum yang mau menjualnya di sini. Kapan ya?

No Texting while You Drive


Setelah sebelumnya meluncurkan program “Anti Bahu Jalan”, Daihatsu, Garda Oto dan Majalah Auto Bild Indonesia kembali menggelar kampanye aman berkendara di lokasi Taman Lalu Lintas Daihatsu Cibubur yang pesertanya terdiri dari ayah dan anak, yang kali ini bertajuk “Always Drive Safe – Daddy’s day Care” dengan fokus tema “No Texting while You Drive”.
Latar belakang dipilihnya tema “No Texting while You Drive” adalah karena keprihatinan atas masih banyaknya sikap berkendara tidak aman, seperti salah satunya melakukan aktifitas chatting, dan ber-SMS melalui gadget saat berkendara yang dapat mengakibatkan kecelakaan karena terganggunya konsentrasi, dan untuk mendukung peraturan lalu lintas UU No. 29 Tahun 2009 Pasal 106 ayat 1 yang mengatur tentang penggunaan ponsel saat berkendara.
“Penggunaan ponsel pada saat mengemudi, baik itu menelpon atau mengirimkan SMS lazim dijumpai saat ini. Perilaku seperti ini dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun pengemudi yang lain sehingga harus dihindari,” ujar Hendry yoga selaku Direktur Asuransi Astra.
Peserta yang hadir dalam kegiatan kampanye kali ini merupakan pelanggan setia Garda Oto dan komunitas klub kendaraan Daihatsu yang terdiri dari AXIC (Avanza-Xenia Indonesia Club), TERUCI (Terios-Rush Club Indonesia), SIC (Sirion Indonesia Club), Maxio (Gran Max – Luxio), ZEC (Zebra Club), CCI (Ceria Club Indonesia), TDI (Taft Diesel Indonesia), CWINDO (Classy Winner Indonesia), TO (Taruna Owners) dan DTC (Daihatsu Taruna Club), dengan total peserta 150 pasang ayah dan anak.
Elvina Afny, Division Head Marketing PT Astra Daihatsu Motor mengatakan, “Sebagai salah satu bentuk kepedulian perusahaan kepada konsumennya, Daihatsu – Garda Oto – Auto Bild memfasilitasi kegiatan edukasi yang melibatkan peran ayah dan anak tentang perilaku aman saat berkendara, sehingga selain menambah pengetahuan juga dapat memberikan nilai positif untuk hubungan orang tua dan anak”.
Pada acara ini, selagi para ayah mendapatkan penjelasan tentang Safety Driving dari instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC), anak-anak juga dihibur melalui fun educative games yang menarik, seperti melakukan simulasi berkendara yang benar dan aman dengan Mobil Daihatsu Safety Driving Simulator dan berkeliling Taman Lalu Lintas mengendarai karting, mereka diwajibkan untuk mematuhi semua peraturan lalu lintas selama berkendara. Anak-anak juga diminta memberikan sebuah pesan untuk berkendara yang aman kepada sang ayah karena keluarga menunggu di rumah.
Di akhir kegiatan, perwakilan klub Daihatsu dan peserta Daddy’s day Care menandatangani deklarasi kampanye “No Texting while You Drive” sebagai bentuk komitmen mereka mendukung peraturan lalu lintas untuk tidak menggunakan ponsel selama mengemudi khususnya mengirimkan pesan singkat dan komitmen mereka untuk mensosialisasikan kepada pengendara mobil lainnya.

Klasemen, Top Skor, dan Jadwal Pertandingan LPI Pekan ke-12


KLASEMEN
1. Persema 9 7 2 0 20-7 23
2. Semarang United 9 7 0 2 13-8 21
3. Persebaya 1927 9 6 2 1 24-5 20
4. Medan Chiefs 9 5 2 2 12-7 17
5. Batavia Union 9 4 4 1 15-11 16
6. Persibo 9 4 4 1 10-7 16
7. Bali Devata 9 4 2 3 8-6 14
8. Jakarta FC 8 3 4 1 14-9 13
9. PSM 9 3 4 2 11-8 13
10. Bogor Raya 9 3 2 4 13-10 11
11. Solo FC 8 3 2 3 8-10 11
12. Bintang Medan 8 3 1 4 11-11 10
13. Minangkabau FC 10 2 4 4 9-15 10
14. Real Mataram 10 2 3 5 14-20 9
15. Aceh United 9 2 2 5 8-16 8
16. Manado United 9 1 3 5 8-15 6
17. Tangerang Wolves 10 1 3 6 8-19 6
18. Bandung FC 9 1 1 7 7-18 4
19. Cendrawasih Papua 9 0 4 5 7-18 4

TOP SKOR
7 gol: Irfan Bachdim (Persema), Juan Cortez (Batavia Union)
6 gol: Emanuel de Porras (Jakarta FC), I Made Wirahadi (Persebaya 1927), Fernando Soler (Real Mataram)
5 gol: Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Rendy Irawan (Persebaya 1927), Oscar Andrian Alegre (Bogor Raya), Ilija Spasojevic (Bali Devata)
4 gol: Jardel Santana (Manado United), Sahril Ishak (Medan Chiefs), Amarildo Souza (Semarang United), Orlando de Melo Juninho (Minangkabau FC), Perry N. Somah (Bandung FC), Laakkad Abdelhadi (Medan Chiefs), Samsul Arif (Persibo)

JADWAL PERTANDINGAN
Pekan ke-12
SABTU (26/3)
Persema vs Bintang Medan, Stadion Gajayana, pukul 15.00 WIB*
Semarang United vs Medan Chiefs, Stadion Jatidiri, pukul 18.20 WIB**
Bogor Raya FC vs Minangkabau FC, Stadion Persikabo, pukul 15.00 WIB
PSM vs Jakarta FC, Stadion Andi Mattalata, pukul 19.00 WITA
Bandung FC vs Bali Devata, Stadion Siliwangi, pukul 15.00 WIB
Batavia Union vs Cendrawasih Papua, Stadion Patriot Bekasi, pukul 15.00 WIB

MINGGU (27/8)
Persebaya vs Manado United, Stadion Gelora 10 November, pukul 15.00 WIB*
Solo FC vs Aceh United, Stadion Manahan, pukul 15.00 WIB
Persibo vs Real Mataram, Stadion Letjen H. Sudirman, pukul 19.00 WIB

*Siaran langsung Indosiar
**Siaran langsung Trans7

DUEL KUDA HITAM


Bryan Bono Brard (Medan Chiefs)

Pekan ini, laga kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) akan menyuguhkan duel menarik. Salah satunya adalah laga antara Semarang United melawan Medan Chiefs, dua klub kuda hitam yang terbilang konsisten dan merapat di papan atas klasemen. Sejauh ini Semarang United cukup sukses mengandalkan duet penyerang Simone Quintieri dan Komang Mariawan. Mereka didukung lini tengahnya seperti Amarildo Souza, Josh Maguire, dan Amancio Fortes. Poin penuh dalam lima laga kandang pun membuat mereka dijuluki raja kandang. Sementara Medan Chiefs yang kini di peringkat keempat klasemen, mengandalkan kakak beradik Dane Dwight Brard dan Bryan Bono Brard, serta Ferd Pasariboe. Medan Chiefs optimis meraih hasil optimal walau bermain di kandang lawan.
Kemenangan lima laga kandang Semarang United juga tak lepas dari peran dua kelompok besar suporternya, Panser Biru dan Snex. Dengan atribut khasnya, mereka kompak mendukung demi kemenangan klub kesayangan kota lumpia. Ya, suporter memang menjadi magnet bisnis dalam industri sepak bola seperti yang digaungkan LPI. Berbagai merchandise pun dibuat, mulai dari jersey, syal, ikat kepala, pin, hingga stiker. Pelaku bisnis mulai melirik tuah merchandise sepak bola layaknya klub elit di sejumlah Eropa yang meraih keuntungan lewat pemasaran merchandise.
Rupanya duel tak hanya terjadi di lapangan hijau. Sejumlah klub di LPI dan juga kelompok suporter cukup jeli dan mulai memanfaatkan peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Tribun penonton pun sepertinya sudah siap disesaki beragam produk merchandise resmi maupun tak resmi.

_____________
LIGA PRIMER INDONESIA

INDOSIAR
Sabtu, 26 Maret 2011, pukul 15.00 WIB
Persema vs Bintang Medan, Stadion Gajayana

Minggu, 27 Maret 2011, pukul 15.00 WIB
Persebaya vs Manado United, Stadion Gelora 10 November

TRANS7
Sabtu, 26 Maret 2011, pukul 18.20 WIB
Semarang United vs Medan Chiefs, Stadion Jatidiri

Magnet LPI di Layar Kaca


“Ratingnya mencapai dua digit, belasan persen. Jumlah tersebut cukup bagus bila dibandingkan dengan tayangan di teve lain pada jam yang sama. Rating LPI juga lebih bagus daripada program kami sebelumnya pada jam dan hari yang sama sebelum adanya LPI.”
-Gufron Syakaril, Humas Indosiar
__________

Televisi kini memang menjadi media paling ampuh dengan berbagai macam tayangannya. Pemirsanya pun terbius. Dan sepak bola sebagai olah raga paling populer di dunia, menjelma menjadi salah satu tayangan televisi paling berpengaruh. Tak peduli siaran langsung, tunda, atau dalam versi highlights pertandingan sekali pun. Ya, tayangan sepak bola telah menjelma menjadi hiburan favorit.
Maraknya liga-liga sepak bola kelas dunia di Eropa seperti di Inggris, Spanyol, dan Italia, tak lepas dari peran televisi. Tayangan televisi pun kini menjadi lahan bisnis yang menggiurkan, sekaligus menopang popularitas liga yang bersangkutan, termasuk klub, pemain, pelatih, dan tentu saja suporter fanatik.
Kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI), yang digagas Gerakan Reformasi Sepak Bola Nasional Indonesia (GRSNI), ditargetkan ikut menciptakan industri sepak bola di Indonesia. Salah satunya adalah lewat hak siar yang keuntungannya akan langsung dirasakan oleh semua klub peserta. Pada tahun pertama kompetisi LPI tercatat tiga stasiun televisi langsung menjadi mitra kerja resmi. Selain, Indosiar dan Trans7, mulai April ini rencananya B-Channel turut menjadi pemegang hak siar pertandingan-pertandingan LPI.
Menurut pengamat ekonomi Dr. Aris Yunanto, sepak bola sebagai industri yang menguntungkan mempunyai prospek yang besar. Karena masyarakat Indonesia memiliki fanatisme besar terhadap sepak bola. “Industri sepak bola di Indonesia itu sangat mungkin. Dalam industri, asalkan ada barang yang bisa dijual, bisa mendatangkan keuntungan. Nah, yang dijual di LPI adalah kompetisinya,” ujar Aris Yunanto yang juga pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Kepala Inkubator Bisnis Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis UI.
Soal menjual, tampaknya pihak stasiun televisi sudah paham betul untung ruginya. Indosiar sebagai stasiun televisi pertama yang membeli hak siar LPI, perlahan sudah mulai mendapatkan keuntungan lewat sejumlah kontrak iklan. Hal itu diakui oleh Humas Indosiar Gufron Sakaril menanggapi aspek bisnis Indosiar yang menyiarkan laga kompetisi LPI.
Menurut Gufron, saat ini rating share siaran langsung LPI cukup memuaskan. “Ratingnya mencapai dua digit, belasan persen. Cukup bagus bila dibandingkan dengan tayangan di teve lain pada jam yang sama. Rating LPI juga lebih bagus daripada program kami sebelumnya pada jam dan hari yang sama sebelum adanya LPI,” ujar Gufron.
Namun ada yang menuding tayangan sepak bola mengakibatkan menurunnya jumlah penonton di stadion. Sementara di sisi lain, hak siar televisi dalam industri sepak bola semakin mahal saja. “Tidak juga. Asalkan klub sudah memiliki suporter yang fanatik, hal itu tidak akan mempengaruhi dan penonton akan tetap datang ke stadion mendukung timnya. Sedangkan yang tidak sempat ke stadion, bisa melihatnya di TV,” ujar Aris Yunanto menambahkan.
Tayangan LPI di Indosiar rutin hadir setiap pekan pada hari Sabtu dan Minggu pukul 15.00 WIB. Sementara menyangkut kerjasama dengan LPI, Kepala Departemen Produksi Trans7 Andi Chairil mengakui kalau pihaknya baru menjalin kerjasama setelah kompetisi berjalan beberapa pekan. Berbeda dengan Indosiar, siaran langsung di Trans7 rating share-nya masih satu digit. “Hal ini wajar karena LPI masih baru. Klub yang terlibat di dalamnya juga banyak yang baru. LPI juga harus terus diperbaiki agar bisa menjaring lebih banyak penonton,” ujar Andi Chairil.
Kompetisi mata acara pada saat prime time Sabtu malam memang terbilang lumayan ketat. Terutama lewat tayangan pertandingan Liga Primer Inggris yang merupakan liga paling populer di dunia. Namun demikian, baik Indosiar maupun Trans7 sepakat untuk terus mendukung tumbuhnya industri sepak bola di Indonesia, sekaligus berprestasi di tingkat internasional. “Sebagai bentuk tanggung jawab moral media, kami juga ingin turut andil dalam pembinaan sepak bola nasional,” kata Andi Chairil.
Sementara pihak manajemen Indosiar sebelumnya sudah bertekad mengadakan sejumlah perubahan pada tahun 2011 ini. Salah satunya adalah dengan menayangkan sepak bola di sore hari. Alasannya? “Karena kami ingin memanfaatkan momentum Piala AFF 2010 lalu. Kami melihat bahwa masyarakat benar-benar menyukai sepak bola. Kami juga ingin berpartisipasi memajukan sepak bola Indonesia. Tak hanya itu, kami juga mendengar saran penonton yang ingin melihat tayangan sepak bola. Makanya, selain LPI, kami juga menyiarkan Serie A (Italia) dan Copa Libertadores (Amerika Selatan),” ujar Gufron Syakaril.
Tayangan sepak bola memang menjanjikan potensi keuntungan. Sebagai liga debutan, harus diakui LPI masih terus berbenah, termasuk transparansi dalam bisnis sepak bola. Juru Bicara LPI Abi Hasantoso kembali menegaskan komitmen LPI yang menerapkan asas transparansi, termasuk menyangkut kerja sama dengan pihak stasiun televisi. Yang terbaru, LPI telah menjalin kerja sama dengan stasiun televisi berlangganan B-Channel sebagai stasiun televisi ketiga di LPI. Menurutnya, LPI sudah bertemu dan berkoordinasi dengan ketiga stasiun televisi tersebut soal jadwal siaran langsung yang akan ditayangkan.
“Di LPI tidak ada monopoli. Artinya, tidak hanya buat satu televisi. Dan, nilai hak siar di LPI, setiap tahunnya bisa berubah. Itu wajar dalam bisnis. Yang jelas, nilai hak siar televisi yang diperoleh LPI jauh lebih tinggi dibanding kompetisi mana pun di Indonesia,” ujar Abi. Seperti diketahui, kompetisi liga lain nilai kontrak hak siar televisinya hanya sebesar Rp 10 miliar setahun dari satu stasiun televisi.
Dampak bisnis hak siar pun akan bisa dirasakan oleh klub, pemain, pelatih, suporter, dan tentu saja pihak pengelola LPI sendiri. Saat ini pemain sepak bola adalah selebriti yang selalu diburu tanda tangannya. Bergaji tinggi dan memiliki banyak penggemar. Dengan nilai jual hak siar televisi yang tinggi, klub pun semakin royal dalam menggaji pemain. Kehidupan pribadi mereka kerap jadi pembicaraan publik. Lihat saja kisah Irfan Bachdim dengan kekasihnya, Jennifer Kurniawan. Di sinilah andil televisi ikut menumbuhkan euforia dalam bisnis olahraga, khususnya sepak bola.
Soal industri sepak bola, LPI memang memiliki potensi bisnis yang menggiurkan. Potensi tersebut pernah dirilis Repucom dalam risetnya yang mematok nilai komersial lebih dari Rp 10 miliar setiap pertandingannya atau lebih dari Rp 3 triliun dalam setiap musim kompetisi. “Dari segi bisnis, kami (Trans7) melihat ada potensi di LPI. Hanya saja, butuh kerjasama semua pihak yang terlibat agar bisa memaksimalkan potensi itu,” ujar Andi Chairil.
Sementara Humas Indosiar Gufron Sakaril berujar, peningkatan rating pertandingan LPI ikut memicu peningkatan iklan. “Kami sebenarnya berniat membuat highlight LPI, namun terbentur jangkauan wilayah yang luas. Itu butuh tim yang besar, sedangkan kami hanya menayangkan 68 pertandingan,” kata Gufron.
Ya, media televisi kini telah menjadi magnet kuat dalam industri sepak bola. Seperti juga LPI yang kini mulai membius pemirsanya lewat siaran langsung di tiga stasiun televisi.