Isuzu Bison, Kolaborasi Dua Legenda


Ketika mendengar kabar PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan meluncurkan produk barunya Isuzu Bison, langsung teringat sosoknya yang pernah muncul pada tahun 1990-an dan dikenal dengan Isuzu tipe TLD. Namun sosok baru Isuzu Bison yang diluncurkan di Permata Sentul, Bogor, awal Mei lalu, ternyata berbeda sama sekali. Bentuk bodinya yang khas langsung merujuk sang legenda pikap L300 dari pabrikan Mitsubishi yang sudah tiga dekade wara-wiri di Indonesia.

Bison versi pick-up, kembaran Colt L300
Pertanyaan berikutnya pun langsung terjawab. Sosok Isuzu Bison yang berbaju Mitsubishi L300 itu ternyata menggabungkan dua sosok legendaris. Di sektor mesin mengandalkan mesin Isuzu Panther yang sudah hadir dengan generasi keempatnya dan terkenal tangguh, bertenaga, serta hemat bahan bakar. Sementara bodinya secara keseluruhan setali tiga uang dengan L300. Tampilan luar tak ada yang berbeda kecuali emblem Isuzu dan Bison di bagian depan berikut spoiler pemanis di bumper depan, serta di bak belakang dengan tipikal huruf Isuzu yang lumayan besar.
Kolaborasi dua legenda dalam sosok Isuzu Bison bisa jadi akan menambah kekuatan di segmen komersial yang memang menjadi unggulan Isuzu selama ini. Terutama Bison diposisikan sebagai pikap bertenaga besar dan paling hemat bahan bakar. Keberanian IAMI juga didasari kemudahan memperoleh suku cadang dan terjamin. Di Jepang sendiri, kini Isuzu telah menjadi pabrikan nomor wahid di segmen komersial.
Presiden Direktur IAMI Johannes Nangoi pun sangat optimis bahwa Isuzu Bison akan mampu diserap oleh kalangan bisnis angkutan hingga 60% dan travel di kisaran 10 hingga 15%. “Target kami hingga akhir tahun 2500 unit yang akan banyak digunakan dalam bisnis angkutan umum dan juga sebagai kminibus untuk angkot. Kalau untuk travel, butuh improve yang luxurious, khususnya untuk bagian interiornya,” ujar Johannes Nangoi. Johannes Nangoi pun tak ragu jika Isuzu Bison akan bersaing ketat dengan Mitsubishi L300, Kia Big Up, maupun Toyota Hi Lux.
Isuzu Bison menggunakan mesin diesel tipe 4JA1L berkapasitas 2.499 cc direct injection yang sudah dilengkapi turbocharger dengan standar emisi Euro2. Berkat mesin yang sama dengan yang diusung Isuzu Panther, IAMI mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar Bison bakal lebih hemat 10-15% dibandingkan kompetitornya. Untuk kondisi jalan yang konstan, konsumsi bahan bakarnya mampu menempuh jarak 15,2 kilometer tiap liternya. Sedangkan pada kondisi jalan yang bervariasi masih mampu mencapai 13,6 kilometer perliternya. Tak hanya sampai di situ, menurut Product and Marketing Development Manager IAMI Edy J Oekasah, soal akselerasi pun Bison mampu menggapai kecepatan 60 kilometer perjam dengan waktu dua detik lebih cepat dari kompetitornya. Selain itu, dengan torsi yang lebih besar 19,5 Kgm/1.800 rpm, kemampuan Bison di tanjakan sangat mumpuni dan unggul. Hal itu didukung dengan kemampuan propeller shaft-nya yang mampu meneruskan daya ke roda belakang lebih sempurna dan bertenaga. Namun begitu, Edy juga mengakui kalau mesin 4JA1L milik Panther memiliki engine mounting dan hose engine yang berbeda dan harus disesuaikan dudukannya.
Untuk meluncurkan produk baru Isuzu Bison, Johannes Nangoi mengaku pihak Isuzu telah menggelontorkan investasi sebesar Rp 50 miliar, termasuk perjanjian kerjasama dengan Mitsubishi. Dengan investasi sebesar itu, Isuzu Bison memang telah ditentukan oleh prinsipal Isuzu di Jepang hanya akan diproduksi dan dijual di Indonesia. “Walau diproduksi hanya untuk Indonesia, tetapi tetap ada kemungkinan untuk ekspor ke Filipina atau negara lain. Tergantung kebijakan prinsipalnya di Jepang,” ungkap Johannes Nangoi lagi.
Dalam triwulan pertama tahun 2010, penjualan otomotif di Indoneia meningkat tajam hingga 70%. Johannes Nangoi pun mengaku kaget dengan pertumbuhan yang luar biasa tersebut. Sementara angka penjualan Isuzu sendiri juga meningkat di kisaran 50%. Dengan dirilisnya Isuzu Bison, pihak IAMI pun segera membenahi dan memperbaiki kapasitas produksinya, termasuk dengan tambahan sumber daya manusia. Setelah melihat angka pertumbuhan yang sangat signifikan, soal target penjualan tahun 2010 yang awalnya dicanagkan sebesar 18 hingga 20 ribu unit, akhirnya IAMI merevisi targetnya menjadi 25 ribu unit. Sementara Gaikindo sendiri mematok target 700 ribu unit akan terjual hingga Desember mendatang. Sebagai catatan, pada tahun 2009 IAMI mencatat angka penjualan 15 ribu unit.
Isuzu Bison memang telah diluncurkan, namun calon konsumen baru dapat meminangnya mulai 17 Mei 2010 di 71 outlet Isuzu di Indonesia. Bison versi minibusSaat diluncurkan di Sentul, Johannes Nangoi memberikan estimasi harga Isuzu Bison (off the road) masing-masing untuk tipe yaitu Standard (STD) Rp 139 juta, Flat Bed (FB) Rp 139,5 juta, dan Bus Chassis (BC) Rp 138,5 juta. Menilik harganya, bisa dipastikan Isuzu Bison lebih mahal dibandingkan Mitsubishi L300. Dan ketika dicek harganya beberapa hari kemudian, berturut-turut untuk ketiga tipe Bison dilepas Rp 154, 250 juta (STD), Rp 154,750 juta (FB), dan Rp 155,750 juta (BC). Semuanya harga on the road Jakarta.
Soal kemudahan memperoleh suku cadang, pihak IAMI menjamin bahwa semua sudah tersedia di 101 bengkel dan 1.609 parts channel di seluruh Indonesia. Kemudahan itu juga didukung oleh sejumlah komponen yang sama dengan Mitsubishi L300. Sedangkan pihak IAMI menyediakan semua suku cadang Isuzu Bison dengan tambahan kode IM di depan dan angka nol di akhir kode suku cadangnya. Masih terkait dengan suku cadang, Edy J Oekasah menyebut sektor transmisi dan final gear Isuzu Bison yang lebih kecil dibandingkan Mistubishi L300.
Soal kolaborasi Isuzu dan Mitsubishi yang melahirkan Isuzu Bison, mengingatkan kerja sama serupa yang pernah terjalin sebelumnya oleh Toyota dan Daihatsu lewat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia serta Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Sementara Mitsubishi sendiri pernah berkeja sama dengan Suzuki untuk produk Mitsubishi Maven dan Suzuki APV, serta Mitsubishi Colt T 120SS dan Suzuki Carry 1.5. Avanza, Xenia, Rush, dan Terios, terbilang produk kolaborasi yang sukses diserap pasar otomotif Indonesia. Namun tidak demikian halnya dengan Maven dan Colt T 120 SS yang bisa dibilang kalah bersinar dibandingkan APV dan Carry. Jadi kita lihat saja apakah serudukan Isuzu Bison mampu mengungguli saudara kembarnya yang sekaligus juga kompetitor legendarisnya, Mitsubishi L300.

8 thoughts on “Isuzu Bison, Kolaborasi Dua Legenda

  1. Dear izusu

    Kalau Mitsubishi kan perneling masih legeda di tangan, kalau unutk BISON apa sama di tangan atau tongkat, karana terus terang saja saya jurang senang dengan presneling tangan, enakan pakai tongkat. terima kasih

    wasalam
    Paksi

  2. numpang tanya bos,,,,, dimana letak nomor mesin izuzu bison TLD 65 tahun 1990, soalnya udah di cari2 di mesin tu lom ketemu ga,,,,, thanks atas info nya bos,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s