Ford Ranger untuk Konservasi Harimau Sumatera


Berkurangnya populasi harimau Sumatera membuat berbagai pihak menyikapinya dengan rasa prihatin. Jika 12 tahun lalu jumlah populasinya sempat mencapai sekitar 800 ekor, kini hewan buas khas Indonesia tersebut secara signifikan terus mengalami penurunan jumlah sekitar 300 hingga 400 ekor di seluruh dunia. Itulah yang membuat Ford Motor Indonesia (FMI) bekerja sama dengan Australia Zoo menyumbangkan dua unit Ford Ranger double cab XLT 3.0 L kepada Fauna and Flora International (FFI).
“FFI dengan program Tiger Protection and Protection Units (TPCU) secara kontinyu terus berupaya menekan perburuan liar. FFI juga telah bekerja sama dengan Australia Zoo dalam program konservasi harimau di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan salah satu taman nasional terbesar di Asia Tenggara yang menjadi habitat harimau Sumatera,” jelas Presiden Direktur FMI Will Angove.
Pemberian dua unit Ford Ranger dari FMI untuk FFI merupakan salah satu program perlindungan satwa Harimau di Pulau Sumatera. “Dengan jumlah cakupan area yang cukup luas, FFI harus melintasi puluhan ribu kilometer dan membutuhkan kendaraan yang tangguh yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan Ford Ranger dirasakan mereka sangat cocok untuk menunjang kinerja mereka,” ujar Will Angove.
Donasi yang dilakukan FMI kepada FFI sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu ketika FMI memberikan pinjaman dua unit Ford Ranger double cab XLT 3.0 L bertransmisi matik dan manual senilai Rp 690 juta. Dan tahun ini dukungan tersebut ditingkatkan menjadi pemberian sepenuhnya dan menjadi hak milik FFI yang saat penyerahannya diserahkan langsung oleh Will Angove dan diterima oleh International Conservation Manager Australia Zoo Giles Clark, di kantor pusat FMI, di Jakarta, pekan lalu. FMI juga akan memberikan diskon perawatan hingga 50%.
Dalam kesempatan tersebut, Giles Clark menekankan pentingnya kerjasama yang sudah terjalin antara Australia Zoo dengan Indonesia. Terkait dengan bantuan yang diberikan FMI, Giles Clark menilai dukungan tersebut sangat signifikan terhadap semua kebutuhan pelestarian hewan-hewan langka. Untuk menjalankan program konservasi harimau Sumatera, Australia Zoo bersama FFI telah berkomunikasi kepada semua pihak terkait, termasuk mengupayakan jarak ideal habitat harimau Sumatera dengan pemukiman hingga 100 kilometer. “Secara ekonomi, program ini akan ikut membantu. Dan khusus lahan perkebunan kelapa sawit, diharapkan tak ada lagi pembabatan hutan dan justru memanfaatkan lahan yang sudah ada,” tambah Giles Clark.
Tentang persepsi bahwa kondisi hutan yang hancur, sebenarnya tidak sepenuhnya benar. “Faktanya tidak demikian, Menurut kami, masih ada harapan besar untuk konservasi alam. Kata kuncinya adalah apakah kita masih memiliki cukup waktu atau tidak untuk melakukannya?” jelas Giles Clark lagi seraya menambahkan bahwa FFI hingga kini sudah memiliki tujuh unit Ford Ranger, lima unit di antaranya ada di Indonesia dan sisanya di Kamboja..
Australia Zoo sendiri yang terletak di Beerwah, di negara bagian Queensland, Australia, menjadi kawasan yang mencuatkan legenda “pemburu buaya” Steve Irwin. Australia Zoo juga telah membiayai sejumlah proyek konservasi nasional dan internasional untuk perlindungan berbagai spesies buaya, harimau, wombat, gajah, dan cheetah. Australia Zoo bersama FFI telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam melindungi keberagaman biologi di Indonesia. “Kami berharap orang dan organisasi lainnya akan ikut mendukung mereka dalam membangun kesadaran yang lebih besar terhadap keberadaan sumber daya alam Indonesia yang berlimpah,” tandas Will Angove.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s