Yamaha Xeon, Kasta Tertinggi Skuter Matik Yamaha


Sebagai pemimpin pasar di kelas skuter matik, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia tampaknya tak rela jika tahtanya direbut kompetitor. Upaya serius itu pun diwujudkan dengan meluncurkan produk skuter matik Yamaha Xeon. Lewat Xeon, YMKI optimis akan mampu meningkatkan angka penjualan dengan menaikkan targetnya hingga 25 persen hingga akhir tahun 2010. Bahkan Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti mengungkapkan bahwa bulan Mei akan dijadikan momentum mengawali target penjualan skuter matik sebanyak 1,5 juta unit yang meningkat dari tahun 2009 di angka 1,2 juta unit.
Dengan tagline Xtraordinary Performance, YMKI memposisikan Yamaha Xeon sebagai kasta tertinggi di antara jajaran skuter matiknya yang sebelumnya hanya dihuni oleh Yamaha Mio dan Yamaha Mio Soul. “Yamaha memang unggul lewat Mio yang sejak diluncurkan tahun 2003 telah terjual 4 juta unit. Namun pasar Mio berbeda dengan Xeon yang ditujukan bagi anak muda yang butuh show off terhadap kecepatan dan style. Jadi ada sesuatu yang baru di Yamaha Xeon,” ujar Dyon.
Yamaha Xeon, lanjut Dyon, telah mengadopsi teknologi balap motor yang dimiliki Yamaha berupa DiASil Cylinder dan Forged Piston yang sebelumnya sudah digunakan pada Yamaha V-ixion dan Yamaha Jupiter MX. Bahkan YMKI mengklaim telah mengujinya sejauh 100 ribu kilometer dengan hasil kondisi mesin masih mulus. Yamaha juga menyematkan sensor posisi pada throttle di Xeon sehingga selain efisien dalam hal konsumsi bahan bakar, akselerasinya juga lebih baik karena disesuaikan dengan bukaan karburator dan putaran mesin. Demikian pula dengan piranti liquid cooled yang mampu mempertahankan kestabilan suhu mesin hingga 23% lebih rendah jika dibandingkan mesin sejenis yang tanpa liquid cooled. Namun saat dikonfirmasi, Dyon belum bisa memberikan data akurat seberapa hemat konsumsi bahan bakar Xeon. Ya, selama ini konsumsi bahan bakar skutik Yamaha, baik Mio maupun Mio Soul, memang kerap dikeluhkan agak boros oleh para pengguna skuter matik. Walau begitu, Dyon tetap optimis Xeon akan mampu terjual 300 ribu unit hingga akhir tahun.
Dengan kemampuan tenaga yang 20% lebih besar dari Mio yang menyandang mesin 115 cc, Xeon diyakini lebih efisien dengan bodi yang lebih ringan dan disertai teknologi mesin terbaru di jajaran skuter matik Yamaha. Walau Dyon menyebutnya sebagai lompatan inovasi Yamaha, tampaknya Xeon akan langsung berhadapan dengan pesaing utamanya Honda Vario Techno CBS. Dari catatan AISI, hingga Maret 2010, Yamaha dengan duet Mio-nya masih menjadi pemimpin pasar skuter matik dengan pangsa pasar sebesar 53 persen dan dibayangi dengan ketat oleh Honda yang meraih 41 persen lewat Vario, Beat, dan Vario Techno CBS.
Dalam acara peluncuran Yamaha Xeon yang berlangsung di Plaza Senayan tersebut, YMKI membuat terobosan dengan melakukan peluncuran secara online di tiga kota sekaligus, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Denpasar, diikuti dengan telekonferensi dengan media setempat, Tak hanya sampai di situ, terobosan YMKI lainnya adalah menyediakan layanan online pemesanan unit Yamaha Xeon yang dimulai Jumat, 30 April 2010 pada pukul 16.00 hingga berakhirnya program ini tanggal 10 Mei 2010, pukul 16.00. Layanan online ini merupakan layanan pertama di Indonesia untuk penjualan sepeda motor dan mobil yang sementara hanya melayani konsumen di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar.
Yang menarik dari layanan indent online tersebut, dari 200 unit yang disediakan, 100 pemesan pertama berhak mendapatkan Yamaha Xeon dengan special custom painting yang merupakan edisi terbatas tanpa perlu menambah biaya. Keistimewaannya, striping pada unit special custom painting akan memancarkan cahaya saat malam hari dengan warna eXclusive white, eXciting blue, eXotic green, eXtravagant red, dan eXpressive black. Dan untuk mendapatkannya, calon konsumen cukup mengklik website resmi Yamaha di http://www.yamaha-motor.co.id/xeon sekaligus bisa mendapat informasi video trailer, brosur online, dan sepesifikasi produk. Layanan indent online ini, menurut GM Pemasaran dan Motorsport YMKI, Bambang Asmarabudi, tak lepas dari pertumbuhan teknologi komunikasi yang mampu memberi banyak kemudahan dan mampu berjalan seiring dengan penjualan yang dilakukan oleh jaringan Yamaha di seluruh Indonesia. “Di negara maju, penjualan online sudah sangat banyak. Dan itu akan memberikan kemudahan bagi konsumen seperti di Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas. Juga memudahkan kami untuk memonitor inden dan penjualan,” ujar Bambang Asmarabudi.
Yamaha Xeon dibanderol Rp 15,5 juta (on the road Jakarta). Soal harga, pihak YMKI menjamin bahwa harga produk Yamaha tidak akan mengalami kenaikan hinga Lebaran tahun ini. Lonjakan harga bahan baku, termasuk mulai merangkak naiknya harga baja dunia, diyakini akan ikut mengerek harga sebagai langkah penyesuaian. “Kenaikan bahan baku tidak bisa kita bebankan kepada konsumen secara langsung. Tapi saya jamin sampai Lebaran nanti tak akan ada kenaikan harga. Dan dengan positioning harga tersebut, kami yakin bisa bersaing dengan kompetitor,” jelas Dyon lagi.
Soal tampilan, desain bodi Yamaha Xeon terkesan lebih membulat dan sudut-sudut tajamnya tak terlalu menonjol jika dibandingkan dengan Honda Vario Techno CBS yang digadang-gadang menjadi pesaing terberatnya, atau Suzuki Skydrive 125 cc dengan bodi gambotnya. Satu hal yang mencolok dari Yamaha Xeon adalah logo X berdesain fituristik pada batok setang kemudi yang dipadu dengan sepasang lampu senja. Desain speedometernya terlihat futuristik dan key shutter-nya dilengkapi pembuka bagasi. Terdapat lima pilihan warna Xeon, yakni biru, putih, hitam, hijau, dan merah. Dengan keunggulan kapasitas mesin 125 cc dan berpendingin cairan, Yamaha Xeon bisa dipastikan akan mengedepankan performa dengan tenaga maksimum 8,05 kW pada 8.500 rpm dan torsi maksimum 10,10 Nm/7.000 rpm. Sementara Honda Vario Techno CBS yang hanya mengusung mesin berkapasitas 110 cc dan juga berpendingin cairan, lebih mengandalkan fitur keamanan seperti Combi Brake System, side stand switch, dan parking brake lock.
Secara tersirat, Dyonisius Beti langsung menunjuk kompetitor yang akan dihadapi Yamaha Xeon. “Kompetitor hanya ganti baju tapi tidak mengganti mesin. Sedangkan kita ganti baju sekaligus ganti mesin,” kilah Dyon. Kita lihat saja bagaimana pertarungan Yamaha Xeon menghadapi pesaingnya yang sudah lebih dulu hadir. Dan jika harus memilih, Anda akan pilih yang mana?

Minerva Sachs R 150 VX Tak Lagi Mengekor Desain Kompetitor


Akhirnya PT Minerva Motor Indonesia (MMI) meluncurkan produk terbarunya Minerva Sachs R 150 VX, sekaligus berupaya menjawab tantangan dengan desain yang total baru. Ya, dengan produk barunya tersebut MMI mencoba menggerogoti pasar sepeda motor Indonesia, khususnya di kelas sport. Harapan Minerva cukup beralasan mengingat prtumbuhan pasar sepeda motor tahun ini diperkirakan mampu menembus 6,5 juta unit. “Jika tahun lalu kami mampu menjual 49 ribu unit, maka dengan prediksi pertumbuhan tersebut wajar jika kami berharap akan ada peningkatan penjualan,” ujar Presiden Direktur MMI Kristianto Goenadi di sela peluncuran Minerva Sachs R 150 VX di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, akhir April lalu.
Minerva Sachs R 150 VX memang mengalami perubahan total dibandingkan pendahulunya yang disebut-sebut mengekor desain milik kompetitor pabrikan asal Jepang. Perubahan total tersebut bisa dilihat mulai dari desain bodi secara keseluruhan walau masih mengadopsi konsep full fairing. Kristianto pun menambahkan bahwa MMI telah bekerja sama dengan rumah desain otomotif Migelli di Inggris untuk mendesain Minerva Sachs R 150 VX. “Frame-nya benar-benar baru. Perubahan juga terjadi di sektor mesin yang kini sudah mengadopsi advanced balancer shaft yang mampu meredam getaran mesin. Bahkan tenaganya pun bertambah menjadi 13,5 PS,” ungkap Kristianto.
Dengan diameter dan langkah torak 61 x 49,5 mm, Minerva Sachs R 150 VX menghasilkan tenaga sebesar 13,5 PS yang mampu diraih pada putaran mesin 9.500 rpm dan dibantu dengan pendingin oli (oil cooler). Dan itu berarti ada penambahan tenaga yang cukup signifikan dibandingkan pendahulunya yang hanya 12,5 PS dan kerap dikeluhkan memiliki getaran mesin yang cukup tinggi. Torsi maksimumnya mencapai 10,5 Nm/7.000 rpm. Namun tak hanya dapur pacu saja yang dibenahi, desain bajunya pun berubah total. Dimulai bagian haluan yang menggunakan dua lampu utama bertipe proyektor yang bisa difungsikan secara bergantian. Lampu seinnya pun juga sudah mengadopsi tipe LED. Sementara untuk bagian kaki depan, Minerva Sachs R 150 VX sudah mengaplikasi peredam kejut tipe upside-down yang diyakini lebih mumpuni. Sementara untuk kaki belakang sama seperti sebelumnya yang menggunakan tipe monoshock yang sangat membantu menjaga kestabilan saat bermanuver atau melibas tikungan. Sedangkan untuk piranti pengereman tetap mengandalkan piringan cakram dengan piston ganda di roda depan dan piston tunggal di roda belakang. Demikian pula dengan ban tipe tubeless (tanpa ban dalam) yang membalut kedua velg racing-nya, serta desain muffler baru berkelir silver yang lebih sporti dengan logo Minerva.
Salah satu fitur terbaru yang melekat di sosok motor sport ini adalah speedometer digital yang mengesankan motor sport yang tampil lebih modern. Desain tangki bahan bakar berkapasitas 12 liternya juga ikut dipoles. Tampilannya semakin menggoda dengan desain jok terpisah bertingkat antara pengendara dan pembonceng, berikut handle belakang kiri dan kanan yang juga terpisah. Sementara pada bagian buritan, desain baru lampu rem dan dan seinnya dipadu dengan spatbor yang futuristik.
Rumah desain Migelli yang bermarkas di Inggris memang telah dikenal sebagai perancang desain kendaraan sport kelas dunia. Kristianto pun mengaku kalau Minerva sudah bekerjasama dengan Migelli dan Sachs untuk kesempurnaan rancang bangun produk-produk terbarunya di masa mendatang. Sedangkan Sachs dikenal sebagai produsen sepeda motor asal Jerman yang telah berdiri sejak tahun 1886.
Soal kemampuan Minerva dalam merebut pasar sepeda motor, khususnya di kelas sport, tahun 2009 lalu MMI mengklaim berhasil meraih angka penjualan 49.800 unit lewat beberapa produk di antaranya seperti Migelli 250 r atau sport matik Minerva Sachs GTR 150. Sementara hampir 60% dari total raihan penjualan disumbangkan oleh Minerva R 150 yang tahun ini berubah total menjadi Minerva Sachs R 150 VX dan produk sport berkapasitas 250 cc yang menyumbang 30%. “Ya, Minerva Sachs R 150 VX ini menjadi produk terbaru pertama di antara beberapa produk yang akan diluncurkan tahun ini,” ungkap Deputy Division Head Sales and Marketing MMI, Apong Arfiansyah. Walau begitu, Apong mengelak untuk mengungkap produk lainnya yang akan dirilis MMI berikutnya.
Pihak MMI pun semakin percaya diri dan memasang target penjualan tahun 2010 sebanyak 66 ribu unit. Apalagi pada triwulan pertama (Januari-Maret) tahun ini MMI mengaku telah menjual 16.836 unit. Dan khusus untuk Minerva Sachs R 150 VX, MMI mematok angka 30 ribu unit akan terjual hingga akhir tahun. Untuk itu, MMI pun melakukan pengembangan jaringan yang menelan biaya sekitar Rp 14,5 miliar yang diinvestasikan untuk standarisasi diler-diler eksekutifnya yang akan mencapai 110 diler pada akhir tahun 2010. Demikian pula dengan manisnya penjualan skuter matik yang ikut menggoda MMI untuk meramaikan persaingan. “Tunggu saja ya. Jika tak ada halangan, akhir tahun ini kami akan luncurkan model skuter matik Minerva,” tambah Kristianto memberi isyarat.
Sejumlah jurnalis dan undangan sempat berharap dapat menjajal kemampuan Minerva Sachs R 150 VX. Sayangnya, saat uji coba, lahan yang disediakan sangat terbatas. Padahal di area JIExpo, Kemayoran, termasuk lahan ideal untuk uji kemampuan. Alhasil, unjuk kemampuannya pun jauh dari maksimal dan tiga unit Minerva Sachs R 150VX hanya bisa diajak berputar yang panjang satu putarannya tak lebih dari 100 meter.

Full Hybrid Pertama di Kelas Premium


Merek Lexus memang sangat identik dengan mobil mewah. Dan puncak kemewahan dari jajaran produk Lexus kini telah hadir di Indonesia. Varian termewah seri LS itu tak hanya unggul soal kemewahan saja, tetapi juga menjadi mobil premium pertama di Indonesia yang sudah mengadopsi teknologi full hybrid. Ya, The All New Lexus LS 600h L yang diluncurkan di Lexus Gallery, Jl Proklamasi No. 35, Menteng, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2010, merupakan flagship dari semua model yang diproduksi Lexus. Terlebih varian dari seri LS generasi keempat yang sejak diluncurkan pertama kali tahun 1989 di Amerika Serikat ini menyasar segmen ultrapremium, yakni individu yang sangat menghargai nilai sebuah mahakarya dan teknologi, sekaligus layanan personal berkualitas.
Menurut Indonesian Lexus Principal Johnny Darmawan, kehadiran Lexus LS 600h L mengikuti jejak LS 460 L yang terbilang sukses diserap konsumen segmen premium sejak diluncurkan tahun 2007. Bahkan sebagai pendatang baru. Lexus di Indonesia berhasil meraih posisi tiga besar di kelas premium. Dengan pencapaian yang mengesankan tersebut, Johnny Darmawan tetap merendah bahwa kehadiran Lexus di Indonesia tidak untuk bersaing karena produknya memang sangat personalize.
Sebagai catatan, Lexus meraih penjualan sebanyak 241 unit pada tahun 2008 dan 235 unit pada tahun 2009 dengan total 522 unit sejak hadir pada tahun 2007. Dan untuk tahun 2010 ini, Lexus Indonesia mentargetkan terjual 350 unit untuk seluruh model yang dipasarkan. Rasanya target tersebut tak terlalu muluk mengingat saat peluncuran LS 600h L, General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja membuka bocoran jumlah order tahun ini yang sudah mencapai 150 unit. Bahkan target tahun ini khusus untuk The All New Lexus LS 600h L sebanyak 10 unit sudah tercapai sebelum secara resmi diluncurkan dan membuat Lexus Indonesia merevisi targetnya menjadi 20 unit. Bukan main! Lalu, sebenarnya apa saja keistimewaan The All New Lexus LS 600h L ini?
Dengan prinsip The Persuit of Perfection, The All New Lexus LS 600h L menerapkan konsep produksi yang memadukan proses manufaktur tercanggih dengan ketelitian dan tingkat presisi sebuah karya seni. Chief Engineer Lexus LS, Lexus Development Center, Hideki Watanabe yang diundang secara khusus ke Indonesia mengatakan bahwa setiap unit The All New Lexus LS 600h L yang keluar dari Tahara Plant di Jepang telah mendapat sentuhan para takumi (ahli seperti mpu). Menurutnya, tiga prinsip utama The All New Lexus LS 600h L adalah ekspresi tertinggi Lexus, pengalaman berkendara yang revolusioner, serta inovasi yang tak tertandingi.
The All New Lexus LS 600h L yang dilengkapi sistem Lexus Hybrid Drive memadukan kemampuan mesin 2UR-FSE berkapasitas 5.000 cc berkonfigurasi V8 32 katup DOHC ditambah motor listrik yang memberikan sensasi performa kemewahan hybrid yang tidak ditemui pada sedan mewah di kelasnya. Dan rahasia performanya terletak pada 95 unit ECU yang menjadi otak Lexus Hybrid Drive. Walau memiliki dapur pacu berkapasitas gambot dan performa mesinnya setara mobil 6.000 cc, serta efisiensi layaknya mobil bermesin 3.000 cc, LS 600h L terbilang irit mengkonsumsi bahan bakar dan diklaim mampu menempuh 12,5 kilometer setiap liternya.
Sebagai flagship, The All New Lexus LS 600h L sudah dijejali fitur canggih terkini seperti lampu utama dengan Light Emitting Diode (LED) yang lebih benderang dan hemat energy, serta fitur canggih terbaru Intelligent Parking Assist (IPA). Juga fitur kenyamanan premium seperti Air Suspension, Ottoman Seat, dan tata suara Mark Levinson dengan 19 speaker yang menakjubkan. Dengan IPA, pengemudi cukup menekan tombol self parking yang ada di setir atau layar monitor yang ada di tengah dashboard. Gambar di sekitar mobil dipindai dari kamera yang ada di LS 600h L. Setelah memilih tempat parkir yang diinginkan (horisontal atau vertikal), secara otomatis mobil akan bergerak sendiri dan pengemudi tinggal mengatur rem saja. IPA akan mati secara otomatis saat kondisi parkir sudah aman. Fitur keamanan lainnya adalah 11 kantung udara, serta piranti Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brakeforce Distribution (EBD), Brake Assist System (BAS), Traction Control (TRC) dan Vehicle Stability Control (VSC). Fitur menarik lain adalah Adaptive Front-Lighting System yang memberikan penerangan lebih luas, terutama saat membelok. Sedangkan Adaptive Cruiser Conttrol aktif hingga kecepatan 160 km/jam. Untuk mendukung stabilitas dan kenyamanan maksimal, fitur Air Suspension menyediakan tiga pilihan pengaturan: Normal, Comfort, atau Sport. Power steering elektriknya dengan rasio gigi yang bisa berubah-ubah membuatnya lebih mudah dikendalikan, termasuk saat bermanuver pada berbagai kondisi kecepatan.
Soal kenyamanan berkendara, LS 600h L memberikan sensasi kemewahan saat mengemudikan sendiri atau menjadi penumpang. Jok penumpang belakang, sandarannya bisa diatur sudut kemiringannya dan dilengkapi fitur relaksasi (Rear Seat Relaxation System). Khusus jok penumpang belakang sebelah kiri terdapat fungsi shiatsu dan peregangan tubuh. Sedangkan jok kanan belakang dilengkapi vibrator dan penahan pinggul (pelvic support) yang memberikan kenyamanan serta pijatan. Sementara menyangkut maraknya isu recall mobil Toyota akibat pedal gas yang bermasalah, Indonesian Lexus Principal yang juga Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darwaman menyakini pedal gas pada LS 600h L tidak terdapat masalah. “Pedal gas LS 600h L di Indonesia desainnya berbeda dengan yang di AS. Jadi saya yakini tidak akan terjadi kesalahan pada mobil LS 600h L ini,” tambahnya.
Sedan mewah bertubuh bongsor ini memiliki perbedaan signifikan soal dapur pacu dengan pesaingnya seperti Jaguar XJ8, Mercedes S-Class, Audi A8, maupun BMW seri 7. Sumber penggerak LS 600h L langsung didistribusikan ke seluruh roda atau all-wheel drive (AWD). Pengendaliannya pun menjadi benar-benar mantap dalam berbagai kondisi permukaan jalan, termasuk jalan jelek sekalipun. Paduan performa mobil ini luar biasa saat digunakan bersamaan. Ketika berakselerasi, mesin bensinnya mampu menyemburkan tenaga maksimum 394 PS pada 6.400 rpm ditambah motor listrik yang juga mampu mengeluarkan tenaga hingga 221 PS secara instan. Mesin 2UR-FSE ini sudah dilengkapi dengan beberapa teknologi canggih seperti Direct Injection 4-stroke petrol Superior version (D-4S), dual VVT-iE (Variable Valve Timing – Intelligence Electric on Intake), serta Acoustic Control Induction System (ACIS).
Bicara soal kecanggihan dan fitur unggulan The All New Lexus LS 600h L sepertinya tak cukup dalam sebuah tulisan singkat. Bahkan Johnny Darmawan pun sempat berkelakar jika menjadi penumpang di LS 600h L jangan sampai tertidur. Dan soal harga, varian termewah Lexus yang hanya diproduksi 10 ribu unit di seluruh dunia ini dibanderol Rp 2,7 milyar, on the road DKI Jakarta, dengan 11 pilihan warna dan empat variasi warna interior. Jika berminat, mungkin Anda akan menjadi salah satu di antara 20 calon pemilik The All New Lexus LS 600h L di Indonesia.

Isuzu Bison, Kolaborasi Dua Legenda


Ketika mendengar kabar PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) akan meluncurkan produk barunya Isuzu Bison, langsung teringat sosoknya yang pernah muncul pada tahun 1990-an dan dikenal dengan Isuzu tipe TLD. Namun sosok baru Isuzu Bison yang diluncurkan di Permata Sentul, Bogor, awal Mei lalu, ternyata berbeda sama sekali. Bentuk bodinya yang khas langsung merujuk sang legenda pikap L300 dari pabrikan Mitsubishi yang sudah tiga dekade wara-wiri di Indonesia.

Bison versi pick-up, kembaran Colt L300
Pertanyaan berikutnya pun langsung terjawab. Sosok Isuzu Bison yang berbaju Mitsubishi L300 itu ternyata menggabungkan dua sosok legendaris. Di sektor mesin mengandalkan mesin Isuzu Panther yang sudah hadir dengan generasi keempatnya dan terkenal tangguh, bertenaga, serta hemat bahan bakar. Sementara bodinya secara keseluruhan setali tiga uang dengan L300. Tampilan luar tak ada yang berbeda kecuali emblem Isuzu dan Bison di bagian depan berikut spoiler pemanis di bumper depan, serta di bak belakang dengan tipikal huruf Isuzu yang lumayan besar.
Kolaborasi dua legenda dalam sosok Isuzu Bison bisa jadi akan menambah kekuatan di segmen komersial yang memang menjadi unggulan Isuzu selama ini. Terutama Bison diposisikan sebagai pikap bertenaga besar dan paling hemat bahan bakar. Keberanian IAMI juga didasari kemudahan memperoleh suku cadang dan terjamin. Di Jepang sendiri, kini Isuzu telah menjadi pabrikan nomor wahid di segmen komersial.
Presiden Direktur IAMI Johannes Nangoi pun sangat optimis bahwa Isuzu Bison akan mampu diserap oleh kalangan bisnis angkutan hingga 60% dan travel di kisaran 10 hingga 15%. “Target kami hingga akhir tahun 2500 unit yang akan banyak digunakan dalam bisnis angkutan umum dan juga sebagai kminibus untuk angkot. Kalau untuk travel, butuh improve yang luxurious, khususnya untuk bagian interiornya,” ujar Johannes Nangoi. Johannes Nangoi pun tak ragu jika Isuzu Bison akan bersaing ketat dengan Mitsubishi L300, Kia Big Up, maupun Toyota Hi Lux.
Isuzu Bison menggunakan mesin diesel tipe 4JA1L berkapasitas 2.499 cc direct injection yang sudah dilengkapi turbocharger dengan standar emisi Euro2. Berkat mesin yang sama dengan yang diusung Isuzu Panther, IAMI mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar Bison bakal lebih hemat 10-15% dibandingkan kompetitornya. Untuk kondisi jalan yang konstan, konsumsi bahan bakarnya mampu menempuh jarak 15,2 kilometer tiap liternya. Sedangkan pada kondisi jalan yang bervariasi masih mampu mencapai 13,6 kilometer perliternya. Tak hanya sampai di situ, menurut Product and Marketing Development Manager IAMI Edy J Oekasah, soal akselerasi pun Bison mampu menggapai kecepatan 60 kilometer perjam dengan waktu dua detik lebih cepat dari kompetitornya. Selain itu, dengan torsi yang lebih besar 19,5 Kgm/1.800 rpm, kemampuan Bison di tanjakan sangat mumpuni dan unggul. Hal itu didukung dengan kemampuan propeller shaft-nya yang mampu meneruskan daya ke roda belakang lebih sempurna dan bertenaga. Namun begitu, Edy juga mengakui kalau mesin 4JA1L milik Panther memiliki engine mounting dan hose engine yang berbeda dan harus disesuaikan dudukannya.
Untuk meluncurkan produk baru Isuzu Bison, Johannes Nangoi mengaku pihak Isuzu telah menggelontorkan investasi sebesar Rp 50 miliar, termasuk perjanjian kerjasama dengan Mitsubishi. Dengan investasi sebesar itu, Isuzu Bison memang telah ditentukan oleh prinsipal Isuzu di Jepang hanya akan diproduksi dan dijual di Indonesia. “Walau diproduksi hanya untuk Indonesia, tetapi tetap ada kemungkinan untuk ekspor ke Filipina atau negara lain. Tergantung kebijakan prinsipalnya di Jepang,” ungkap Johannes Nangoi lagi.
Dalam triwulan pertama tahun 2010, penjualan otomotif di Indoneia meningkat tajam hingga 70%. Johannes Nangoi pun mengaku kaget dengan pertumbuhan yang luar biasa tersebut. Sementara angka penjualan Isuzu sendiri juga meningkat di kisaran 50%. Dengan dirilisnya Isuzu Bison, pihak IAMI pun segera membenahi dan memperbaiki kapasitas produksinya, termasuk dengan tambahan sumber daya manusia. Setelah melihat angka pertumbuhan yang sangat signifikan, soal target penjualan tahun 2010 yang awalnya dicanagkan sebesar 18 hingga 20 ribu unit, akhirnya IAMI merevisi targetnya menjadi 25 ribu unit. Sementara Gaikindo sendiri mematok target 700 ribu unit akan terjual hingga Desember mendatang. Sebagai catatan, pada tahun 2009 IAMI mencatat angka penjualan 15 ribu unit.
Isuzu Bison memang telah diluncurkan, namun calon konsumen baru dapat meminangnya mulai 17 Mei 2010 di 71 outlet Isuzu di Indonesia. Bison versi minibusSaat diluncurkan di Sentul, Johannes Nangoi memberikan estimasi harga Isuzu Bison (off the road) masing-masing untuk tipe yaitu Standard (STD) Rp 139 juta, Flat Bed (FB) Rp 139,5 juta, dan Bus Chassis (BC) Rp 138,5 juta. Menilik harganya, bisa dipastikan Isuzu Bison lebih mahal dibandingkan Mitsubishi L300. Dan ketika dicek harganya beberapa hari kemudian, berturut-turut untuk ketiga tipe Bison dilepas Rp 154, 250 juta (STD), Rp 154,750 juta (FB), dan Rp 155,750 juta (BC). Semuanya harga on the road Jakarta.
Soal kemudahan memperoleh suku cadang, pihak IAMI menjamin bahwa semua sudah tersedia di 101 bengkel dan 1.609 parts channel di seluruh Indonesia. Kemudahan itu juga didukung oleh sejumlah komponen yang sama dengan Mitsubishi L300. Sedangkan pihak IAMI menyediakan semua suku cadang Isuzu Bison dengan tambahan kode IM di depan dan angka nol di akhir kode suku cadangnya. Masih terkait dengan suku cadang, Edy J Oekasah menyebut sektor transmisi dan final gear Isuzu Bison yang lebih kecil dibandingkan Mistubishi L300.
Soal kolaborasi Isuzu dan Mitsubishi yang melahirkan Isuzu Bison, mengingatkan kerja sama serupa yang pernah terjalin sebelumnya oleh Toyota dan Daihatsu lewat Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia serta Toyota Rush dan Daihatsu Terios. Sementara Mitsubishi sendiri pernah berkeja sama dengan Suzuki untuk produk Mitsubishi Maven dan Suzuki APV, serta Mitsubishi Colt T 120SS dan Suzuki Carry 1.5. Avanza, Xenia, Rush, dan Terios, terbilang produk kolaborasi yang sukses diserap pasar otomotif Indonesia. Namun tidak demikian halnya dengan Maven dan Colt T 120 SS yang bisa dibilang kalah bersinar dibandingkan APV dan Carry. Jadi kita lihat saja apakah serudukan Isuzu Bison mampu mengungguli saudara kembarnya yang sekaligus juga kompetitor legendarisnya, Mitsubishi L300.

Ford Ranger untuk Konservasi Harimau Sumatera


Berkurangnya populasi harimau Sumatera membuat berbagai pihak menyikapinya dengan rasa prihatin. Jika 12 tahun lalu jumlah populasinya sempat mencapai sekitar 800 ekor, kini hewan buas khas Indonesia tersebut secara signifikan terus mengalami penurunan jumlah sekitar 300 hingga 400 ekor di seluruh dunia. Itulah yang membuat Ford Motor Indonesia (FMI) bekerja sama dengan Australia Zoo menyumbangkan dua unit Ford Ranger double cab XLT 3.0 L kepada Fauna and Flora International (FFI).
“FFI dengan program Tiger Protection and Protection Units (TPCU) secara kontinyu terus berupaya menekan perburuan liar. FFI juga telah bekerja sama dengan Australia Zoo dalam program konservasi harimau di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang merupakan salah satu taman nasional terbesar di Asia Tenggara yang menjadi habitat harimau Sumatera,” jelas Presiden Direktur FMI Will Angove.
Pemberian dua unit Ford Ranger dari FMI untuk FFI merupakan salah satu program perlindungan satwa Harimau di Pulau Sumatera. “Dengan jumlah cakupan area yang cukup luas, FFI harus melintasi puluhan ribu kilometer dan membutuhkan kendaraan yang tangguh yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Dan Ford Ranger dirasakan mereka sangat cocok untuk menunjang kinerja mereka,” ujar Will Angove.
Donasi yang dilakukan FMI kepada FFI sebenarnya sudah dilakukan sejak dua tahun lalu ketika FMI memberikan pinjaman dua unit Ford Ranger double cab XLT 3.0 L bertransmisi matik dan manual senilai Rp 690 juta. Dan tahun ini dukungan tersebut ditingkatkan menjadi pemberian sepenuhnya dan menjadi hak milik FFI yang saat penyerahannya diserahkan langsung oleh Will Angove dan diterima oleh International Conservation Manager Australia Zoo Giles Clark, di kantor pusat FMI, di Jakarta, pekan lalu. FMI juga akan memberikan diskon perawatan hingga 50%.
Dalam kesempatan tersebut, Giles Clark menekankan pentingnya kerjasama yang sudah terjalin antara Australia Zoo dengan Indonesia. Terkait dengan bantuan yang diberikan FMI, Giles Clark menilai dukungan tersebut sangat signifikan terhadap semua kebutuhan pelestarian hewan-hewan langka. Untuk menjalankan program konservasi harimau Sumatera, Australia Zoo bersama FFI telah berkomunikasi kepada semua pihak terkait, termasuk mengupayakan jarak ideal habitat harimau Sumatera dengan pemukiman hingga 100 kilometer. “Secara ekonomi, program ini akan ikut membantu. Dan khusus lahan perkebunan kelapa sawit, diharapkan tak ada lagi pembabatan hutan dan justru memanfaatkan lahan yang sudah ada,” tambah Giles Clark.
Tentang persepsi bahwa kondisi hutan yang hancur, sebenarnya tidak sepenuhnya benar. “Faktanya tidak demikian, Menurut kami, masih ada harapan besar untuk konservasi alam. Kata kuncinya adalah apakah kita masih memiliki cukup waktu atau tidak untuk melakukannya?” jelas Giles Clark lagi seraya menambahkan bahwa FFI hingga kini sudah memiliki tujuh unit Ford Ranger, lima unit di antaranya ada di Indonesia dan sisanya di Kamboja..
Australia Zoo sendiri yang terletak di Beerwah, di negara bagian Queensland, Australia, menjadi kawasan yang mencuatkan legenda “pemburu buaya” Steve Irwin. Australia Zoo juga telah membiayai sejumlah proyek konservasi nasional dan internasional untuk perlindungan berbagai spesies buaya, harimau, wombat, gajah, dan cheetah. Australia Zoo bersama FFI telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam melindungi keberagaman biologi di Indonesia. “Kami berharap orang dan organisasi lainnya akan ikut mendukung mereka dalam membangun kesadaran yang lebih besar terhadap keberadaan sumber daya alam Indonesia yang berlimpah,” tandas Will Angove.

BMW X6 M Diproduksi Terbatas


Satu lagi sport utility vehicle (SUV) premium segera mengaspal. Lewat agen tunggal pemegang merek BMW (Bayerische Motoren Werke) yaitu PT BMW Indonesia, mobil SUV murni kelas premium BMW X6 M siap meluncur dan memberikan kenyamanan crossover yang sangat mumpuni. Apalagi peminat mobil di kelas SUV juga semakin memperlihatkan peningkatan. Dan kehadiran BMW X6 M, menyusul varian BMW X6 (tanpa kode M) sebelumnya, diyakini akan mendapat sambutan yang positif.
Dengan desain buritannya yang melandai, BMW X6 M diyakini tampil lebih eye catching dan akan menjadi pusat perhatian di jalan raya. Menurut Presiden Direktur PT BMW Indonesia Ramesh Divyanathan, BMW X6 M menjadi SUV pertama yang mengusung mesin berkonfigurasi V8 dengan kapasitas 4.395 cc. BMW X6 M juga merupakan SUV berpenggerak dengan teknologi all wheel drive (AWD) pertama di kelasnya dan sangat bertenaga. Performanya mampu menggapai tenaga puncak hingga 555 horse power pada kitiran 6.000 rpm serta torsi 680 Nm pada 3.400 rpm. Dengan sistem penggerak all wheel drive yang disandang BMW X6 M, mampu memberikan traksi pada semua kecepatan dan kondisi. SUV berdesain unik ini konsumsi BBM-nya diklaim mampu menempuh 14,3 liter/100 kilometernya atau hampir 7 km/liter. Konsumsi tersebut dinilai sepadan dengan performanya sebagai SUV di kelas premium, termasuk tinggkat stabilitas dan traksinya yang sangat baik.

Sebelumnya, BMW belum pernah mengadopsi transmisi matik ke unit yang diproduksi oleh BMW M GmbH yang khusus memproduksi mobil berperforma tinggi di bawah naungan BMW. Dalam perkenalan secara resmi yang dilakukan BMW Indonesia di BMW Studio, Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa pekan lalu (19/1/10), BMW X6 M dibanderol mulai Rp 2,3 miliar hingga Rp 2,8 miliar (off the road). Harga tersebut bisa berbeda tergantung pemintaan fitur-fitur yang diinginkan konsumen.
Yang membuat SUV terbaru ini menjadi sangat eksklusif lebih karena diproduksi secara terbatas di anak perusahaan BMW M GmbH, dengan mengkombinasikan BMW xDrive dan Dynamic Performance Control yang membuatnya mampu melesat layaknya penguasa jalan raya. Berbeda dengan BMW X5 M yang sudah diperkenalkan lebih dulu pada Desember 2009 lalu yang ditujukan bagi penyuka tantangan dan performa, maka target yang dibidik BMW Indonesia untuk BMW X6 M adalah para individu yang sukses dan ekstrovert. Dan bagi peminat SUV berkarekter Sports Activity Coupé keluaran terbaru BMW ini, bisa segera memesan dan akan mulai hadir Mei mendatang. Sekedar catatan saja, unit BMW X6 M berwarna merah dan full optional yang dipajang saat perkenalan di BMW Studio sudah ada pembelinya.
Bagi individu yang menyukai performa dan tetap menginginkan penampilan yang mewah, BMW X6 M yang berbasis desain crossover yang unik ini bisa dijadikan pilihan. Dengan penampilan BMW X6 M yang berdimensi lebih bongsor dari BMW X5 M, peminat bisa memesannya dengan fitur-fitur yang diinginkan (by request). Menurut Director of Corporate Communication BMW Indonesia Helena Abidin, BMW X6 M akan hadir sekitar bulan Mei mendatang berbarengan dengan BMW X5 M. Dengan desain yang unik dan kemampuan akselerasi 0-100 km/jam yang mampu digapai hanya dalam 4,7 detik, BMW X6 M akan menjadi lawan sepadan kompetitornya seperti Mercedes-Benz ML 63 AMG atau pun Porsche Cayenne Turbo.
Apalagi dengan peningkatan penjualan 25% dengan total 901 unit yang dibukukan pada tahun 2009 lalu, membuat BMW Indonesia semakin percaya diri dengan target penjualan pada tahun 2010. Tak tanggung-tanggung, untuk mencapai target tersebut, Helena Abidin menyatakan akan meluncurkan 10 model baru pada tahun ini. Dengan 10 model baru, termasuk facelift di beberapa model, BMW Indonesia mencanangkan target 1000 unit pada tahun ini.
“Tahun ini target kita di atas 1.000 unit,” ujar Ramesh Divyanathan dengan nada optimis. Dan untuk menjaga pertumbuhan penjualan pada tahun 2010, BMW Indonesia akan tetap menjaga penjualan produknya tetap tumbuh dengan stabil dan bukan naik secara drastis. Menurutnya, peningkatan pembelian yang drastis akan menjadi kekhawatiran untuk memenuhi permintaan, karena BMW Indonesia tidak ingin mengecewakan pelanggannya hanya karena tidak bisa memenuhi permintaan.

Dengan telah diperkenalkannya dua model terbaru untuk 2010, maka masih menyisakan teka-teki sisa delapan model lagi yang akan meluncur. Namun demikian, sepertinya bisa dipastikan tidak akan ada model baru untuk seri 7, setelah 730Li yang baru diluncurkan Oktober tahun lalu. Jadi kemungkinannya adalah seri 3 dan 5. Seri 3 yang facelift-nya sudah wara-wiri di Eropa, sangat mungkin tahun ini hadir di Indonesia. Demikian pula dengan seri 5 yang tahun lalu belum mengalami sentuhan baru dari sisi eksterior maupun fitur barunya. Teka-teki itu sedikit terungkap secara eksplisit oleh Helena Abidin di sela perkenalan BMW X6 M di BMW Studio, Selasa (19/1/10). “Betul sekali, beberapa bulan ke depan memang akan ada produk baru dari kami. Salah satunya ya bisa saja di kelas sedan,” ujarnya memberikan sinyal. Sedangkan untuk seri 7, lanjut Helena Abidin, karena masih baru sehingga bisa dipastikan tidak ada yang baru di tahun 2010 ini.
Hal senada juga diungkap oleh Ramesh Divyanathan yang hanya merinci model facelift, replacement, dan full new model yang akan mengisi 10 model BMW pada tahun 2010 ini. Dan itu berarti BMW Indonesia akan melakukan penetrasi pasar untuk mendominasi segmen mobil di kelas premium.

Honda CS1 jadi Armada Patroli Terbaru Polri


Sebagai Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) termasuk pelopor dan memiiliki komitmen terhadap keselamatan berkendara dengan berbagai program safety riding-nya. Itulah yang menjadi salah satu latar belakang penyerahan bantuan 165 unit Honda CS1 kepada Ditlantas POLRI yang secara simbolis dilakukan dalam apel besar Aksi Peduli Keselamatan Lalu Lintas yang digelar di Taman Nasional Lalu Lintas Saka Bhayangkara Polri, Cibubur, Sabtu, 6 Februari 2009. Peran Polri dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat dirasakan sangat penting mengingat angka kecelakaan di jalan raya yang kian meningkat. Demikian pula, dengan ATPM yang memiliki tanggung jawab moral dan ikut berperan dalam menekan jumlah kecelakaan, khususnya yang dialami oleh pengguna sepeda motor di Indonesia.
Penyerahan 165 unit Honda CS1 diterima langsung oleh Kepala Bidan Pembinaan Keamanan Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Iman Haryatna dari Executive Vice President Director AHM Johanes Loman. Menurut Johanes Loman, penyerahan bantuan unit sepeda motor patroli ini sebenarnya sudah dicanangkan sejak tahun lalu sebagai bagian dari rangkaian pencapaian produksi sepeda motor Honda ke 25 juta unit di Indonesia, awal Oktober 2009. AHM pun mendesain ke-165 unit Honda CS1 dengan piranti boks di kiri dan kanan, sirine, serta melabur cat warna putih sesuai dengan warna sepeda motor untuk patroli polisi.
Dalam kesempatan tersebut, Iman Haryatna mengemukakan angka kecelakaan yang pada tahun 2008 mengakibatkan korban tewas sebanyak 1164 orang dan pada tahun 2009 telah merenggut 1071 korban tewas. “Untuk tahun 2010 hingga 2014, Polri akan mengutamakan peningkatan networking dan partnership building untuk mendukung keselamatan berkendara. Dan itu harus didukung oleh semua pihak, termasuk masyarakat dan klub sepeda motor dan mobil,” ujar Iman Haryatna.
Sekedar gambaran saja, lanjut Iman Haryatna, di kawasan Jakarta dan sekitarnya terdapat sejumlah titik rawan yang kerap terjadi kecelakaan lalu-lintas. Di antaranya tercatat di ruas jalan Daan Mogot, Pesing, Cilincing, DI Panjaitan, serta beberapa titik lainnya seperti di ruas jalan Gatot Subroto di Tengerang dan perempatan Narogong di Bekasi.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyebut angka 9,5% untuk pertumbuhan kendaraan sepeda motor dan mobil di Jakarta. Fauzi Bowo juga mengakui terjadi resistensi pembebasan tanah dalam membangun infrastruktur yang dibutuhkan, sementara untuk road map realisasinya masih kurang dari 1%. Beberapa solusi juga segera dilakukan seperti perluasan operasional busway hingga ke Bekasi dan Tangerang, kendaraan angkutan massal berbasis rel, kereta bawah tanah (mass rapid transportation), dan pembatasan kendaraan di kawasan tertentu. Selain fly over dan underpass, juga akan dibangun jalan susun. “Termasuk kereta api juga akan direvitalisasi. Kondisi seperti ini harus dibantu oleh kesadaran masyarakat dengan mulai mendukung dan menggunakan angkutan massal. Demikian pula dengan kedisiplinan masyarakat dengan menerapkan UU No, 22 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2009,” jelas Fauzi Bowo.
Apel besar Aksi Peduli Keselamatan Lalu Lintas tersebut, juga dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono, para walikota se-Jabodetabek, beragam kalangan masyarakat, termasuk Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Pramuka, klub sepeda motor dan mobil, serta Komunitas Pecinta Tertib Lalu-Lintas. Mereka pun membubuhi tanda tangan dan komentar di spanduk yang dibentangkan sebagai bentuk kepedulian.
AHM sendiri secara kontinyu telah menjalin kerja sama dengan Ditlantas Polri melalui berbagai program seperti safety riding dan program lainnya seperti kompetisi antarguru Taman Kanak-kanak se-Jakarta dengan tema “Keselamatan di jalan raya”. Demikian pula dengan BeAT Riding Challenge digelar di 60 SLTA di kota-kota besar se-Indonesia dan akan berlangsung mulai Februari hingga April 2010. Di Taman Nasional Lalu Lintas Saka Bhayangkara Polri, Cibubur, AHM juga telah membangun shelter, gazebo, dan memberikan dua unit Honda Riding Trainer. Sedangkan bantuan 165 unit Honda CS1 yang bernilai sekitar Rp 2,5 milyar ini nantinya akan disebar ke seluruh Polda di Indonesia, sekaligus diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengaturan lalu lintas. Menurut Kepala Seksi Pelatihan Subditdiknas Ditlantas Polri, AKBP Subono, bantuan tersebut akan diprioritaskan untuk kawanan Pantura di Pulau Jawa. “Armada patroli di kawasan tersebut masih minim. Dan Pantura memang sangat cocok didukung armada patroli yang lincah seperti Honda CS1 ini. Hasil survey kita juga sudah menunjuk lokasi-lokasi yang akan menjadi tujuan distribusi bantuan unit Honda CS1,” tambah Subono.
Dengan karakternya yang sporty, pemilihan model armada patroli kepada Honda CS1 dirasakan sangat tepat karena sesuai dengan kondisi lalu lintas di Indonesia pada umumnya. Honda CS1 sendiri yang mengusung konsep the top city ride (comfort, speed, dan action), memiliki performa yang andal dengan dukungan mesin 4 tak 125 cc SOHC (single overhead camshaft). Juga sudah dilengkapi liquid cooled engine untuk menjaga kestabilan suhu mesin. Di pasaran, angka penjualan Honda CS1 yang diluncurkap pertama kali pada awal 2008 cukup sukses dengan meraup sekitar 40 ribu unit pada tahun 2009 lalu. Untuk tahun 2010 ini dengan perkiraan kondisi ekonomi semakin membaik, AHM mentargetkan penjualan Honda CS1 meningkat 10%. Namun demikian, Marketing Director AHM Julius Aslan mengungkapkan, pihaknya tetap memiliki komitmen no sales without safety. “Fitur keselamatan akan tetap disematkan pada produk jenis matik yang banyak digunakan oleh pengendara pemula. Keselamatan itu lebih mahal,” ungkapnya sambil mencoba mengingatkan kembali pentingnya keselamatan berkendara di manapun berada.

Membangun Karakter Bangsa Lewat Pramuka dan Sampah


Praja Muda Karana atau Pramuka merupakan gerakan kepanduan yang bisa diikuti semua golongan usia. Kata pandu sendiri yang bermakna menjaga, mengawal, dan mengamankan, secara pelahan mulai tenggelam dengan berbagai alasan. Dan semakin hilang ketika pramuka dimasalkan ditingkat sekolah dasar yang berdampak terkuburnya pramuka di mata kalangan remaja yang lebih melirik kultur baru yang dianggap lebih modern. Namun bagi sosok wanita seperti Lita Udiutomo yang alumnus Institut Teknologi Bandung ini, justru Pramuka memiliki nilai tambah yang dirasakan banyak manfaatnya. Apalagi Lita juga telah mengenal dan mengikuti aktivitas kepramukaan sejak kecil di lingkungan komunitas di lingkungan ITB. Semakin berkurangnya aktivitas kepramukaan di sekolah mulai tingkat sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas, dirasakan Lita sangat berpengaruh terhadap kualitas dan karakter pelajar. Itu pula yang menjadi kepedulian Lita bersama suaminya, Agus Udiutomo, memberikan skala prioritas buat tiga anaknya mengikuti kegiatan yang lebih menunjang ke arah pembangunan karakter yang dinilainya lebih penting daripada sekedar mengejar prestasi akademik. Itu pula yang menyebabkan Lita tak pernah berkecil hati menjadi ibu rumah tangga karena pada akhirnya Lita merasakan mendapat banyak kesempatan untuk memperhatikan pendidikan ketiga buah hatinya serta lebih leluasa berkarya sesuai dengan keinginannya.
Soal kepramukaan yang dirintis bersama suaminya, Lita mengaku banyak kendala dan tantangan. Selain program baku, di gugus depan yang dirintisnya bersama suami akan membentuk karakter anak bangsa yang tumbuh dan berkembang serta mampu bersosialisasi, bekerjasama, berjiwa pemimpin, peduli lingkungan, kreatif, memiliki ketrampilan yang tinggi, menjaga kehormatan diri, dan tetap memijakkan kakinya pada bumi Indonesia yang memberinya kehidupan. “Banyak contoh orang-orang ‘berkarakter kuat’, yang lahir dari pendidikan kepramukaan,” ujar Lita sambil menyebut kakaknya Onno W Purbo yang juga berasal dari “produk” kepramukaan telah memberikan insprasi untuk terus berkarya bagi lingkungan.. Sejak mulai beraktivitas pada Februari 2007, akhirnya gugus depan teritorial 2255 dan 2256 yang berlokasi di Perumahan Griya Depok Asri (PGDA) secara resmi dikukuhkan pada tanggal 20 Mei 2008. Gudep 2255-2256 pun akhirnya mulai berkembang dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan orang tua. Mereka pun mengikuti kegiatan JOTA JOTI (Jamboree On The Air Jamboree On The Internet) internasional dengan mendirikan stasiun JOTA di sanggar PGDA bekerjasama dengan ORARI lokal Depok pada tahun 2008. Pada tahun 2009 stasiun JOTA dengan format Perkemahan Angkasa berhasil dilaksanakan di Kwarcab Depok yang diikuti 217 penggalang.
Ya, membangun anak bangsa yang lebih berkarakter memang bisa dilakukan oleh siapa saja dan bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Selain Pramuka, soal sampah juga bisa mencerminkan karakter bangsa yang peduli. Tak hanya yang muda, yang berusia senja seperti Sobirin Supardiyono, 65 tahun, terus berkarya demi lingkungan hidup yang lebih baik. Dengan fakta perilaku masyarakat terhadap sampah dalam kehidupan sehari-hari yang masih jauh dari harapan, membuat anggota Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) ini semakin giat menyuarakan kepeduliannya untuk menjaga mutu lingkungan hidup, termasuk pelestarian hutan dan pendampingan masyarakat desa. Menurutnya, sudah saatnya perhatian pemerintah yang dituding lebih mementingkan pembangunan infrastruktur, sudah saatnya mulai dialihkan dengan upaya sosialisasi dan edukasi. Sobirin sendiri melalui gerakan zerowaste, yaitu pengelolaan sampah secara mandiri.
Dengan mengusung konsep 3R (reduce, reuse, and recycle), Sobirin tak henti-hentinya memacu semangat masyarakat perkotaan menyelesaikan masalah sampah secara proaktif, termasuk alternatif pengolahan sampah untuk menghasilkan kompos hingga menjadi energi listrik. Ide awal gerakan zerowaste dimulai dari kendala yang muncul di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, yang kondisinya semakin tidak representatif. “Di Bandung saja produksi sampah bisa mencapai sekitar enam hingga tujuh meter kubik setiap harinya, dengan jumlah penduduk tiga juta orang,” ujar Sobirin. Sobirin pun mengajak masyarakat kota untuk ikut memikirkan mengelola sampahnya sendiri agar setiap elemen masyarakat tidak semakin menambah persoalan sampah ini di kotanya masing-masing. Ya sebuah pemikiran sederhana yang berdampak komunal. Sobirin memberikan persepsinya soal penanganan sampah yang kini menjadi persoalan bersama yang harus diatasi secara sinergis oleh pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat. Langkahnya sangat sederhana, yaitu penanganan sampah harus dimulai dari produsennya masing-masing yaitu dari keluarga atau rumah. Ayo, kita mulai!

Cara Sederhana Mengenal Bangsa


Seberapa jauh pemahaman Anda soal sejarah, takkan menjadi soal. Bahkan kerap muncul berbagai versi sejarah yang justru membuat siapapun menjadi lebih dewasa menyikapinya. Itulah yang selalu mengemuka dalam setiap aktivitas Sahabat Museum yang berbass di Jakarta. Aktivitas komunitas yang biasa disingkat Batmus yang diprakarsai Ade Purnama ini sejak awal memang mencoba mewadahi masyarakat pecinta museum Indonesia menjelajahi berbagai museum dan lokasi bersejarah di Indonesia dengan tujuan untuk melestarikan budaya dan mengenalkan sejarah kepada masyarakat umum.
Menurut pria alumnus Sastra Belanda Universitas Indonesia ini, Sahabat Museum memulai geliatnya pada tahun 2002. Peminatnya pun setiap tahun menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terbukti sekitar 300 hingga 500 orang peserta dalam setiap event yang digelar di Jakarta dan hampir 100 peserta yang terbang bersama Sahabat Museum untuk mengunjungi lokasi di berbagai lokasi lainnya di Indonesia. Cara kerja Adep, sapaan akrab Ade Purnama, memang mirip biro perjalanan yang mengakomodir berbagai kebutuhan peserta. Uniknya, semua pekerjaan itu mampu ditangani Adep seorang diri dengan bekal dari pengalamannya.
Sebagai pendiri, penggerak, dan penggagas Sahabat Museum, Adep tak mengalami banyak kesulitan untuk memulainya. Terutama didukung oleh kesukaannya terhadap hal-hal yang berkaitan dengan sejarah seperti sejarah Jakarta dan terus menggali riwayat tempo dulunya. Pemikirannya juga sangat sederhana. Usai menyelesaikan Sekolah Menengah Atas di Maroubra High School, Australia dan lulus kuliah dari UI, Adep hanya memiliki niat untuk memanfaatkan ilmu yang sudah dimilikinya dengan kemampuan membaca bahasa Belanda yang sangat membantunya memahami berbagai dokumen sejarah. Mulailah Adep menggali sejarah kota Jakarta.
Adep mengaku banyak dibantu peran orang tuanya yang sejak kecil telah mengenalkan kawasan kota tua Jakarta. “Saya sempat bertanya sendiri, kenapa hal itu tidak pernah sedikit pun diajarkan di bangku sekolah? Saya mulai riset sendiri dengan baca koran dan majalah, termasuk ke perpustakaan nasional dan arsip nasional, serta referensi majalah-majalah tempo dulu,” kisah Adep sambil mengutarakan minimnya minat anak muda di Jakarta dan kota-kota besar lainnya menggali sejarah.
Yang membuat Adep prihatin dan sekaligus membanggakan adalah semakin banyaknya masyarakat yang mengikuti kegiatan Sahabat Museum dengan alasan ingin mengenal Indonesia melalui sejarah. Adep pun mencoba mengamati bahwa selama ini faktanya pemerintah belum bisa dikatakan cukup serius untuk menggarap hal-hal yang berhubungan dengan sejarah. Padahal, lanjut Adep, di berbagai wilayah di Indonesia memiliki lokasi yang bernilai sejarah sekaligus sebagai tujuan wisata yang indah dan tentu saja sangat potensial.
Untuk menggulirkan aktivitasnya secara rutin, Adep pun membuat mailing list SahabatMuseum@yahoogroups.com dan di jejaring sosial facebook yang hingga kini masing-masing telah dipenuhi lebih dari 2.000 member. Demikian pula dengan Plesiran Tempo Doeloe yang dibuatnya untuk menampung aspirasi minat peserta. Sahabat Museum pun selalu melakukan polling dan juga angket untuk mengakomodasi minat peserta. Secara rutin bisa dikatakan rata-rata setiap bulan selalu ada aktivitas kunjungan. Dalam kunjungannya ke berbagai museum dan lokasi lainnya, selain Adep, komunitas Sahabat Museum terkadang juga dipandu oleh ahli sejarah profesional, baik dari dalam maupun luar negeri dengan memanfaatkan luasnya pergaulan Adep sendiri, termasuk perjalanannya ke beberapa negara seperti Belanda . Seperti sejarawan Belanda Max De Bruijn yang pernah memandu saat kunjungan ke kawasan kota tua di Jakarta seperti Museum Bank Mandiri.
Adep memang tak sendirian dalam menjalankan aktivitas Sahabat Museum-nya. Koordinasi lewat dunia maya pun dimanfaatkannya secara optimal. Tak heran jika setiap acara selalu dibantu panitia hasil koordinasinya lewat email. Bahkan Adep tak sungkan mengakui kalau dirinya tak memiliki kantor atau sekretariat yang permanen. Semua dilakukannya mengalir saja. “Kantor saya selalu mobile dan adanya hanya di laptop dan handphone. Jadi di mana pun saya berada, saya bisa tetap terhubung untuk berkoordinasi dan menjalankan agenda Sahabat Museum,” ujar Adep.
Untuk lebih mencairkan suasana dalam komunitas Sahabat Museum, Adep juga menggelar Pintong (Pindah Tongkrongan) lewat acara nonton hemat (Nomat) atau acara lainnya yang disesuaikan dengan kondisi. Tak hanya usia dewasa, kalangan remaja dan lanjut usia pun memandang Sahabat Museum sebagai aktivitas positif yang perlu mendapat dukungan. Walau begitu, Adep mengaku tak mendapatkan fasilitas khusus dari birokrasi. Semua aktivitas Sahabat Museum dijalani Adep sesuai dengan ketentuan yang ada, termasuk soal harga tiket dan ijin ke pihak yang berwenang.
Untuk memudahkan aktivitas Sahabat Museum, Adep memanfaatkan Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia yang diikutinya. Berbagai referensi lokasi tujuan selalu dilakukan riset terlebih dahulu. Asiknya lagi, lanjut Adep, siapa pun bisa gabung di Sahabat Museum. “Tak ada keanggotaan dan iuran khusus di Sahabat Museum. Siapa saja yang suka dengan sejarah dan suka jalan-jalan bisa gabung di sini. Soal biaya, itu hanya terkait dengan acara kunjungan saja. Cukup konfirmasi lewat email atau telepon, dan langsung diurus administrasinya. Jadi sederhana saja kok,” katanya lagi.
Selain mengeksplorasi sekitar 60 lokasi sejarah di Jakarta dan sekitarnya, Sahabat Museum juga sudah melakukan perjalanan ke kawasan Jawa Barat (banten, Bogor, Bandung, Sumedang, Cirebon), Jawa Tengah (Tegal, Pekalongan, Slawi, Semarang, Ambarawa, Ungaran), Sumatera Barat (Padang, Sawahlunto), Sumatera Utara (Medan, Danau Toba), Sulawesi Utara (Manado, Bunaken, Tomohon, dan Tondano), Maluku (Banda Neira), Sulawesi Selatan (Makassar, Tana Toraja), dan Jawa Timur (Malang, Mojokerto, Surabaya). Yang terbesar adalah saat kunjungan Sahabat Museum Desember lalu ke Istana Merdeka yang dikuti sekitar 1.000 peserta. Tak hanya wisata sejarah, sahabat Museum juga mencoba mengenalkan sejarah kuliner setempat yang akan memberikan nilai tambah dan memperluas wawasan peserta.
Sahabat Museum bisa dikatakan pilihan hidup lajang kelahiran Bali, 20 Agustus 1976. Dengan kepercayaan diri yang dimilikinya, Adep selalu tertantang untuk terus kreatif. Semuanya memang dilakukannya sendiri, termasuk mengiklankan diri sendiri. “Saya selalu berupaya untuk konsisten dengan pilihan saya. Dengan begitu, hasilnya bisa akan memberikan kepuasan. Apalagi saya tidak pernah mengandalkan financial dan lebih merasa memiliki kemampuan, kekuatan dan juga kemauan,” tambahnya.
Itu pulalah yang mendorong Adep menambah ilmunya dalam bidang desain grafis dan fotografi. Bahkan kerap diundang sebagai pembicara tamu dalam acara yang berkaitan dengan sejarah. Ya, lewat sejarah memang bisa lebih mengenal perjalanan bangsa sendiri dan tentu saja menyikapi perbedaan dengan lebih arif. Itu pula yang selalu ditekankan Adep tentang komunitas Sahabat Museum untuk mengajak siapa saja agar bisa lebih bijak lewat sejarah.

Revolusi Budaya lewat MRT


Mimpi Jakarta sebagai ibukota Negara untuk memiliki moda transportasi massal nampaknya akan segera terwujud. Melalui proyek pembangunan mass rapid transportation (MRT) yang sudah dipastikan merupakan program prioritas nasional dan masuk dalam salah satu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta. Sumber pendanaannya berasal dari pinjaman lunak Japan International Cooperation Agency (JICA). Total pendanaan proyek MRT sampai pembangunan tahap 3 diperkirakan mencapai 120,017 miliar yen yang akan disalurkan melalui empat loan agreement. Dari total pinjaman itu sebesar 42 persen akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang akan diteruskan kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai hibah. Sedangkan sisanya sebesar 58 persen akan diteruskan pemerintah pusat kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai terusan pinjaman.
Pembangunan MRT di Jakarta ini memang sudah ditetapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian sebagai proyek prioritas nasional. Itu sebabnya yang bertindak sebagai peminjam ke pihak JICA adalah pemerintah pusat. Menurut Saritaon Siregar dari Direktorat Sistem Manajemen Investasi, Departemen Keuangan RI, dalam proses awalnya memang sempat terjadi beberapa masalah, terutama dalam hal koordinasi antarinstansi pemerintah yang terlibat. Secara sederhana, sebenarnya masalah awalnya terletak pada soal koordinasi di antara Departemen Perhubungan, Pemda DKI, Departemen Keuangan yang dikoordinir oleh Menko Perekonomian. Lalu dicari founding yang paling visible dengan memperhitungkan daya beli penduduk DKI Jakarta. Muncullah suatu pemikiran tentang berbagai asumsi. Termasuk juga soal asumsi tarif yang datar selama beberapa tahun operasional. “Itu adalah sesuatu yang tidak benar. Juga jumlah penumpangnya dengan asumsi setiap hari harus dipenuhi sekian ribu penumpang. Kalau tidak tercapai, itu harus disubsidi oleh Pemda dan itu masih pertanyaan apakah sesuai dengan kodisi di lapangan,” ujar Saritaon.
Sampai akhirnya Menko menetapkan porsi 42:58. Artinya, 42 persen akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat yang akan diteruskan kepada Pemda DKI Jakarta sebagai hibah. Sedangkan sebesar 58 persen akan diteruskan pemerintah pusat kepada Pemprov DKI Jakarta sebagai terusan pinjaman. Untuk koordinasi, lanjut Saritaon, sepertinya mudah saja untuk diucapkan, tapi sulit untuk memutuskan pelaksana tendernya. “Jadi jangan sampai berpikir bahwa Pemda mau menjamin. Artinya harus diketahui berapa besarnya jika mau disubsidi,” tandasnya.
Saritaon pun juga mengingatkan bahwa membangun feeder-nya bukanlah hal mudah seperti yang dibayangkan. Mulai dari lahan parkir, stasiun, hingga faktor keamanannya harus diperhatikan betul. “Dan yang terpenting adalah akan terjadinya revolusi budaya. Hal itu bisa dilihat dari penumpang busway mulai dari cara antrenya. Jika nanti MRT sudah beroperasi, calon penumpang harus membiasakan diri antre,” ungkapnya. Ya, budaya antre memang belum melekat di masyarakat kita. Belum lagi kebiasan merokok di ruang tunggu yang masih lekat dan perilaku membuang sampah yang masih minim. Yang pasti masih banyak aspek yang harus dibenahi sejak dini.
“Kalau soal teknis dan ilmu pengetahuan, itu masih bisa dipelajari. Tapi yang sulit itu menyangkut sosiologi dan psikologi. Mulai dari beli tiket saja bisa dilihat bagaimana resistensi perilaku penumpangnya,” lanjutnya. Bahkan banyak masyarakat dan kalangan birokrasi yang sangat menantikan proyek transportasi modern tersebut bisa segera dirasakan manfaatnya. Beberapa pihak juga mencoba mengingatkan agar proyek ini jangan terlalu diekspos secara berlebihan untuk menghindari ekspektasi yang bisa saja tidak sesuai dengan kenyataan. “Yang penting nafasnya harus satu irama, yaitu MRT harus jadi!” tandasnya lagi.

Salah satu dampak langsung yang akan dirasakan masyarakat terkait dengan proses pembangunan MRT adalah kemacetan yang diperkirakan akan meningkat tajam. Untuk kawasan Dukuh Atas mungkin masih bisa diatasi. Tapi bagaimana dengan ruas jalan Fatmawati yang sehari-harinya selalu mengalami kemacetan, terutama di pagi dan sore? Pada saat jam sibuk, ruas jalan Fatmawati hanya bisa ditempuh dengan kecepatan maksimum 10 kilometer perjam. Dan sangat tidak mungkin jika pengerjaannya hanya dilakukan malam hari. Saritaon pun mengungkapkan perlunya tenaga ahli, khususnya bidang komunikasi massa untuk membantu mensosialisasikannya. Bisa dipastikan aka nada ketidaksabaran masyarakat menanti mulai beroperasinya MRT. Makanya sangat diperlukan sosialisasi berbagai tahapan pembangunan MRT melalui aktivitas di berbagai media massa dan memberikan awareness kepada masyarakat.
Untuk mengurai kemacetan yang akan timbul, bisa dilakukan beberapa hal seperti mulai meningkatkan transportasi umum (feeder) mulai dari kawasan Cinere. Demikian pula dengan memberikan jalan alternatif.
Tentang satu nafas bahwa MRT harus terlaksana, itu dipicu oleh kebutuhan ibukota Jakarta terhadap transportasi missal yang memadai. MRT bisa menjadi simbol berbagai kebutuhan mulai dari lingkungan hidup, kecepatan, efisiensi, mobilitas, dan akhirnya berujung pada kenyamanan. Sejak dulu MRT sudah menjadi bahan pemikiran. Namun menyangkut skala prioritas yang lebih tinggi, busway pun menjadi prioritas lebih dulu, bahkan dengan studi banding ke Bogota.
Soal Jepang yang jadi pilihan, itu adalah yang terbaik yang dipilih pemerintah. Selain pertimbangan finansal, juga memperhatikan teknologi, termasuk aspek hubungan antara kedua pemerintahan (G to G, government to government). Saritaon pun bermimpi penumpang berdasi akan bisa menikmati MRT dengan tarif di atas busway. Yang patut disayangkan, operasional busway belum mampu mengubah kultur masyarakat untuk ikut merawat dan rasa memiliki yang rendah. Dan itu mengingatkan fasilitas umum seperti telepon umum yang “hancur” oleh tangan jahil. Ya, kultur masyarakat tentang transportasi massal memang perlu dibangun sejak dini. Untuk mendisiplinkan masyarakat memang tak bisa dengan upaya yang sederhana atau semudah membalik telapak tangan.
Selain menjadi upaya pemerintah untuk mengatasi kemacetan di Jakarta, keberadaan MRT tentu saja sangat dinantikan berbagai kalangan masyarakat yang menginginkan transportasi cepat dan bebas dari kemacetan. Kemungkinan dampak lain dari kehadiran MRT ini adalah akan mengubah gaya hidup masyarakat Jakarta. Sehingga bisa dipastikan ke depannya MRT akan menjadi new lifestyle yang mengubah gaya hidup dan warna Jakarta. Selain menjadi gaya hidup yang baru bagi masyarakat Jakarta, MRT juga akan menjadi sarana transportasi yang tak hanya cepat dan bebas hambatan macet, namun juga transportasi yang terjangkau dari sisi biaya.
Keberadaan MRT di Jakarta memang menjanjikan harapan besar, terutama untuk tujuan mengurangi kemacetan. Dengan kapasitas angkut penumpang setiap gerbongnya yang mampu diisi hingga 180% pada saat jam sibuk, setidaknya dapat menampung 250 orang per gerbong. Dalam satu rangkaian MRT yang terdiri dari enam gerbong untuk sekali jalan, bisa dikalkulasi jumlah penumpang yang bisa diangkut dalam sekali jalan. Belum lagi jika saat operasionalnya sudah berjalan normal, MRT diyakini akan menjadi angkutan massal paling ideal di Jakarta.