Kampanye Always Drive Safe 2009: Aman Berkendara pun Perlu Dilatih



Crash Free Driving Clinic

Keselamatan berkendara memang semakin menjadi kebutuhan seiring meningkatnya mobilitas. Namun, pemahamannya lebih banyak bertolak belakang dengan fakta dan dampak negatifnya. Itulah salah satu hal yang melatarbelakangi digelarnya rangkaian penutup pelatihan dan kampanye Always Drive Safe dari Asuransi Astra selama tahun 2009. Gelaran penutup yang diikuti empat klub otomotif serta pelanggan Garda Oto dan member AstraWorld tersebut berlangsung di Bridgestone Proving Ground Indonesia di kawasan Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 12 Desember 2009.

Evasive Breaking & Judge and React

Sekitar 100 peserta, termasuk dari Toyota Yaris Club Indonesia, Terios Rush Club Indonesia, Sirion Indonesia Club, dan Avanza Xenia Club, mengikuti seluruh sesi pelatihan yang digelar Asuransi Astra-Garda Oto bekerja sama dengan AstraWorld, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dan Garda Oto Racing Team. Keempat klub tersebut berkompetisi memperebutkan gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009”. Mereka akan berkompetisi dan diuji dalam hal penguasaan materi, serta berbagai permainan dan kuis di sesi indoor dan outdoor.
Jusri Pulubuhu dari JDDC yang menjadi instruktur pada sesi indoor class training lebih menekankan dalam hal road traffic accident and consequences dan the low risk driving techniques dengan tajuk Crash Free Driving Clinic. Diskusi interaktif pun mengalir dengan respon dan pengetahuan peserta dengan pemahaman yang semakin meningkat. Sementara Laurentius Iwan Pranoto, Marketing Communication & Public Relation Head PT Asuransi Astra Buana berharap seluruh rangkaian kampanye Always Drive Safe 2009 bisa menumbuhkan perilaku berkendara secara positif di berbagai kondisi jalan raya. “Ini menjadi salah satu kontribusi untuk mewujudkan road safety di Indonesia sesuai dengan misi kami, yaitu to be a good corporate to the communities where we live in,” ujar Iwan.


Skid Control

Antusias peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi outdoor yang secara bergiliran mengikuti materi evasive breaking & judge and react (reaksi mendadak dalam keadaan darurat), blown out (kondisi ban belakang pecah), skid control (kondisi tergelincir), dan break and slippery (pengereman di kondisi licin). Sementara dekat paddock digelar sesi reverse parking serta permainan drunk driver. Dengan suasana yang dibangun sangat interaktif, panas terik di sirkuit tak begitu dihiraukan. Beberapa peserta pun mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berharga sebagai referensi berkendara yang bisa ditularkan kepada siapa saja.

Tandem

Selain kompetisi antarklub, para peserta juga diberikan kesempatan untuk merasakan tandem bersama pembalap Garda Oto Racing Team Fitra Eri dan manajer teknis Garda Oto Racing Team Taqwa SS. Beberapa peserta yang beruntung mendapatkan pengalaman duduk di kursi penumpang Toyota Yaris dan Toyota Vios, dua mobil balap andalan Garda Oto Racing Team, melaju dengan kecepatan lebih dari 150 kilometer perjam mengelilingi Bridgestone Circuit sebanyak dua lap. Rona kepuasan pun terpancar di setiap wajah peserta, termasuk beberapa peserta wanita yang mendapat kesempatan langka menguji adrenalin di lintasan balap.

Menanggapi animo yang tinggi dari para peserta, memang menjadi kendala tersendiri bagi para instruktur. Terutama mengingat keterbatasan waktu yang tersedia, membuat materi yang disampaikan pun harus lebih selektif dan mampu mengakomodir kendala dan pemahaman dasar berkendara yang aman. “Kami pun mencoba memberikan materi yang membahas seputar “bebas dari kecelakaan” dan lebih spesifiknya kami menyebutnya sebagai dynamic driving,” ungkap Jusri Pulubuhu. Bahkan Jusri pun sempat mengungkapkan hal yang tersulit yang dilakukan dalam berkendara, yaitu soal pengereman. Kelihatannya sangat sederhana dan mudah, tapi pada praktiknya pengereman yang aman banyak sekali faktor yang mempengaruhinya dan perlunya memperhatikan tiga elemen, yaitu waktu reaksi, jarak tempuh, dan titik berhenti. Secara gamblang, Jusri menekankan pengereman aman memanfaatkan deselerasi lewat engine braking dan rem kaki (service brake). “Jangan melakukan pengereman dengan free wheel atau menginjak kopling. Itu adalah cara pengereman yang beresiko tinggi,” tambahnya.

Dengan kepedulian yang tinggi dari berbagai pihak terhadap pentingnya keselamatan berkendara, diyakini akan turut berkontribusi mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Bahkan di sela acara, Jusri Pulubuhu sempat menekankan perlunya edukasi yang disesuaikan dengan budaya masyarakat di Indonesia. “Imbauan atau peringatan yang menggunakan bahasa lokal seperti “Ngebut Benjut” akan lebih efektif dibandingkan dengan “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak”. Ketika membaca “Ngebut Benjut”, secara otomatis pengendara akan mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati. Tapi ketika kondisi jalan agak lengang dan tak terlihat ada anak-anak, peringatan “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak” akan sangat berpotensi untuk diabaikan pengendara,” kata Jusri.

Hal menarik dalam gelaran Always Drive Safe 2009 kali ini adalah dengan melibatkan klub mobil sebagai terobosan dalam kampanye aman berkendara. Selain diharapkan bisa lebih efektif, di sisi lain, keberadaan klub dengan perilaku berkendara yang mengutamakan keselamatan juga bisa dijadikan contoh bagi pengguna jalan lainnya. Dan hasilnya, AXIC yang sejak awal juga menunjukkan kekompakan tim, akhirnya meraih gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009” dalam rangkaian penutup Always Drive Safe 2009. Asuransi Astra sendiri telah menggelar kampanye Always Drive Safe ini sejak tahun 2006 dan melibatkan berbagai kalangan dan komunitas, termasuk kalangan di internal perusahaan. Selain komunitas klub mobil, juga diikuti instruktur sekolah mengemudi, pelajar, dan jurnalis. Tak hanya sirkuit yang dijadikan ajang kampanye, tetapi juga merambah ke pusat perbelanjaan, sekaligus untuk menarik minat kalangan wanita dan keluarga. Dengan tema “Always Drive Safe: Family On Board”, Asuransi Astra tampaknya juga berupaya mengajak para orang tua untuk berkendara aman demi keselamatan keluarga. Metode kampanye yang memadukan pelatihan dan kompetisi seperti yang dilakukan Asuransi Astra boleh jadi mampu memberikan stimulus bagi siapa saja, termasuk usia anak-anak, untuk lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Empat klub mobil berkompetisi

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

4 thoughts on “Kampanye Always Drive Safe 2009: Aman Berkendara pun Perlu Dilatih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s