Butet Kartaredjasa, “Anugerah yang tak terelakkan”


Pria berkaca mata minus ini selalu tampil sederhana, sesederhana pemikiran dan jalan hidupnya. Lahir di Yogyakarta, 21 November 1961, Butet Kartaredjasa mengaku sangat bersyukur bisa menikmati atmosfer kesenian dalam lingkup keluarga besar ayahnya, Bagong Kusudiardja, yang dikenal sebagai pelukis dan koreografer. “Itu jadi salah satu anugerah yang tak terelakkan,” akunya kepada penulis.


Menyangkut kegiatan kesenian, Teater Gandrik telah memainkan naskah karya Ayu Utami bertajuk “Sidang Susila” yang menggambarkan situasi masyarakat saat Rencana Undang-undang Antipornografi dan Antipornoaksi disahkan. “Itu sangat kocak, tapi nggak ada yang berani jadi sponsornya. Jadi yang seharusnya mentas pertengahan Juni 2006, jadi di-cancel tanggalnya,” ingat Butet.
Butet telah memainkan monolog “Matinya Tukang Kritik” di Jakarta, 25 Agustus 2006. Monolog tersebut juga berkeliling di delapan kota di Sumatera dan empat kota di Jawa Timur.
Diakuinya kalau dirinya tidak pernah berniat membangun citra. “Saya hanya mengalir, mengikuti kata hati dan berproses. Tapi rupanya tanpa sengaja terposisikan oleh masyarakat. Saya sendiri tak pernah punya motif memposisikan diri saya seperti itu. Untuk dikenal sebagai tukang monolog, itu juga bukan niat saya. Saya adalah actor teater, itu saja,” katanya lagi. Menurut filsuf atau orang bijak yang dikutipnya, orang yang benar itu adalah orang yang mampu mengejek dirinya sendiri. Jadi kalau dirinya harus mengejek pekerjaan sendiri, Butet adalah pengecer jasa acting yang bisa main teater, sinetron, film, iklan. “Jadi sejauh memerlukan peran jasa akting, oke akan saya layani,” akunya,
Butet pun rela disebut konsultan atau workshop, asal ruang lingkupnya tetap di seni peran. Karyanya yang dianggap cukup monumental adalah saat ia memainkan monolog saat jatuhnya Soeharto dari kursi kepresidenan. Saat itu Butet dengan fasih menirukan logat dan ucapan Soeharto dan juga B.J. Habibie. Kepiawaiannya menjadi pembicaraan luas di berbagai kalangan masyarakat di Indonesia, mengingat Butet menjadi orang pertama yang berani menuangkannya lewat monolog yang belum pernah diparodikan seperti itu. “Saat itu bukan soal berani atau tidak, tetapi ruang lingkup seni peran yang saya mainkan yang membuat saya harus melakukan interpretasi demikian. Di sisi lain, saya juga tidak ingin mandek atau stagnan di situ saja. Jadi itu hanya bagian kecil saja dari perjalanan berkesenian saya,” tambahnya.
Pada akhirnya Butet dan saudara-saudaranya memang saling berbagi tugas. Adiknya, Jaduk, bermain di seni musik. Kakak yang lainnya di seni tari. Butet sendiri berkutat di tulis-menulis dan seni teater, serta manajemen produksi. Jadi dengan sepuluh kemampuan bisa menjadi sinergi. “Itu pun tidak disengaja, karena kami semua hidup dalam atmosfir kesenian yang pada awalnya memang jalan sendiri-sendiri sesuka hati. Namun pada akhirnya masing-masing pula menemukan jalan hidupnya sendiri,” ungkapnya.
Butet menganggap bakat yang dimilikinya dan keluarga besar Bagong Kusudiarjo sebagai anugerah. Karena tidak semua orang bisa berkesempatan menjadi anaknya Pak Bagong kan? “Karena jadi anaknya Pak Bagong, saya “terpaksa” hidup dalam atmosfer kesenian. Itu jadi salah satu anugerah yang tak terelakkan, Anugerah yang saya monopoli yang orang lain tidak memilikinya. Jadi saya bersyukur mendapatkan kesempatan tersebut,” ujar penyuka kopi pahit ini.
Baginya, sebagai orang yang berkecimpung dalam seni peran, membintangi sebuah iklan merupakan sebuah kesempatan karena dirinya sangat selektif. Sudah banyak iklan-iklan yang ditolaknya. Dari sisi kreatifnya, iklan juga tidak akan memperburuk dirinya, tetapi justru akan mengimbuh atau menguatkan citranya. Apalagi hidup orang seperti Butet hanya bisa mempertaruhkan kepercayaan kepada masyarakat dan tidak ingin kepercayaan itu didera.

Mengenai concern perusahaan besar, menurut Butet hukumnya wajib menyisihkan keuntungannya karena eksistensi sebuah perusahaan tidak pernah terlepas dari peran dan keberadaan masyarakat. Karena Butet bukan provit making, maka dirinya tidak mungkin menyumbang seperti yang dilakukan kalangan industri. Orang-orang seperti Butet hanya bisa memberikan sumbangan pemikiran, waktu, pengetahuan, dan tenaga. Menyumbang duit memang tidak bisa banyak-banyak, karena memang tidak ada. Butet pun mengaku hanya mampu memberikan sedikit, termasuk menyediakan tempat di sanggar sebagai posko dan 50 tenaga yang setiap hari bekerja mencatat sumbangan yang masuk. Mereka juga setiap pagi sekitar pukul 03.30 melakukan serangan fajar mendrop bantuan ke lokasi-lokasi bencana seperti yang terjadi di Yogyakarta. “Itu semua merupakan kepuasan batin dan kepedulian yang tidak tanggung-tanggung, karena selama tiga minggu kami tidak melakukan pekerjaan lain. Saya dan teman-teman seniman lainnya yang selama ini tidak pernah tersentuh pekerjaan administrasi, akhirnya ikut mencatat, membungkus dan mengemas, serta mendistribusikan bantuan,” jelasnya lagi.

Gara-gara gempa, semua yang ada di padepokannya punya pekerjaan baru. Semua melakukan pekerjaan yang mungkin tidak terelakkan. Semua orang Yogyakarta yang diberikan keselamatan itu harus melakukan kegiatan yang lebih bersifat menolong. “Saya, Jaduk, dan beberapa rekan di padepokan jadi relawan mengurusi barang-barang bantuan untuk didistribusikan,” katanya sambil mengenang.

Semua foto: Trisna

Pandji Pragiwaksono: Menciptakan Perubahan Lewat Indonesia Unite


Nama Indonesia Unite mengemuka sebagai sebuah gerakan komunitas yang berupaya mengajak siapa pun untuk bangkit dan terus berkarya untuk Indonesia. “Kebetulan, momentumnya pas sesaat setelah kejadian ledakan bom yang mengguncang hotel JW Marriot untuk yang kedua kalinya,” ungkap penggagasnya, Pandji Pragiwaksono. Walau begitu, Pandji mengelak jika Indonesia Unite lahir karena bom JW Marriot II yang terjadi 17 Juli 2009. Peristiwa JW Marriot II yang menjadi topik pemuncak di jejaring sosial twitter dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat dan mengabarkan kepada dunia bahwa Indonesia masih punya semangat. Bahkan Panji menekankan bahwa tidak ada yang membentuk Indonesia Unite, karena Indonesia Unite memang bukan organisasi. Walau begitu, gerakan Indonesia Unite telah dideklarasikan lewat pembacaan Amanat Bersama pada 17 Agustus 2009. Salah satu isinya tertulis “Kami adalah generasi baru, yang akan membangun sebuah bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat, mampu mempersatukan Indonesia, melindungi hak-hak individu, berdiri di atas semua golongan, serta memuliakan manusia-manusia yang menjadi rakyatnya”.

Panji pun menyoroti dua kelompok muda di dunia yang di satu sisi menuntut perubahan, sementara kelompok lainnya adalah pelaku yang menciptakan perubahan. Ketika memasuki era reformasi pada tahun 1998, siapa pun bebas mengemukakan pendapat. Namun Pandji melihat tidak semua orang bebas berkarya. Di sinilah peran Indonesia Unite yang memicu gerakan-gerakan yang menciptakan perubahan seperti Coin a Chance, Indonesia Bertindak!, atau Bike to Work. Dan semangat yang ditularkan Indonesia Unite itu kini sudah berkembang di seluruh pelosok Indonesia. Bahkan kaos oblong Indonesia Unite “Kami Tidak Takut” yang dipakai Pandji merupakan pemberian orang yang memiliki semangat serupa. Pandji juga mengakui masih ada pandangan dan kebencian terhadap Indonesia Unite yang dianggap sebagai organisasi eksklusif. “Padahal justru Indonesia Unite adalah semangat yang bisa diikuti oleh siapa pun asal memiliki dan memahami isi Amanat Bersama,” tambah Pandji yang memposisikan dirinya untuk mengkomunikasikan semangat dari gerakan Indonesia Unite ke berbagai kalangan, termasuk pelajar. Sampai saat ini, hampir 450 ribu member sudah bergabung di Indonesia Unite di jejaring Facebook ditambah sekitar 25 ribu follower di twitter-nya Pandji.

Semangat dan kepedulian Pandji sudah terlihat ketika ikut aktif di C3 (Community for Children with Cancer) sejak tahun 2006. Juga menulis buku “How I Sold 1000 CDs in 30 Days” (2009). Menariknya lagi, Pandji pun telah meluncurkan dua album musiknya Provocative Proactive (2008) dan You’ll Never Know When Someone Comes In And Press Play On Your Paused Life (2009) yang kental bernuansa hip-hop dan R&B. Beberapa lagu di antaranya berkolaborasi dengan Tompi, Joeniar Arief, Angga “Malik & D’Essential” Puradiredja, Steny Agustaf, dan istrinya, Gamila. Pria enerjik yang lahir di Singapura, 18 Juni 1979 ini, sudah malang melintang di dunia broadcast. Usai menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung, Panji mengawali karir sebagai penyiar dan program director di Hard Rock FM Bandung yang dilanjutkannya mengasuh program Good Morning Hardrockers di Hard Rock FM Jakarta bersama Steny Agustaf. Pandji juga menjadi host sejumlah reality show lainnya di beberapa stasiun televisi. Dan “Kena deh!” menjadi program di sebuah stasiun televisi swasta yang melambungkan sosok pria ramah yang murah senyum ini. Dengan gaya dan mimik khasnya, mampu mengajak penontonnya untuk menikmati kebanyolan dan kejutan yang dilakoninya. Pandji yang memang lebih dikenal sebagai presenter dan penyiar radio ini berkomitmen untuk terus menyuarakan aksi dan semangatnya bersama siapa pun lewat Indonesia Unite. “Ya, kami tidak takut!” ujar Pandji.

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

Kampanye Always Drive Safe 2009: Aman Berkendara pun Perlu Dilatih



Crash Free Driving Clinic

Keselamatan berkendara memang semakin menjadi kebutuhan seiring meningkatnya mobilitas. Namun, pemahamannya lebih banyak bertolak belakang dengan fakta dan dampak negatifnya. Itulah salah satu hal yang melatarbelakangi digelarnya rangkaian penutup pelatihan dan kampanye Always Drive Safe dari Asuransi Astra selama tahun 2009. Gelaran penutup yang diikuti empat klub otomotif serta pelanggan Garda Oto dan member AstraWorld tersebut berlangsung di Bridgestone Proving Ground Indonesia di kawasan Karawang, Jawa Barat, Sabtu, 12 Desember 2009.

Evasive Breaking & Judge and React

Sekitar 100 peserta, termasuk dari Toyota Yaris Club Indonesia, Terios Rush Club Indonesia, Sirion Indonesia Club, dan Avanza Xenia Club, mengikuti seluruh sesi pelatihan yang digelar Asuransi Astra-Garda Oto bekerja sama dengan AstraWorld, Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), dan Garda Oto Racing Team. Keempat klub tersebut berkompetisi memperebutkan gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009”. Mereka akan berkompetisi dan diuji dalam hal penguasaan materi, serta berbagai permainan dan kuis di sesi indoor dan outdoor.
Jusri Pulubuhu dari JDDC yang menjadi instruktur pada sesi indoor class training lebih menekankan dalam hal road traffic accident and consequences dan the low risk driving techniques dengan tajuk Crash Free Driving Clinic. Diskusi interaktif pun mengalir dengan respon dan pengetahuan peserta dengan pemahaman yang semakin meningkat. Sementara Laurentius Iwan Pranoto, Marketing Communication & Public Relation Head PT Asuransi Astra Buana berharap seluruh rangkaian kampanye Always Drive Safe 2009 bisa menumbuhkan perilaku berkendara secara positif di berbagai kondisi jalan raya. “Ini menjadi salah satu kontribusi untuk mewujudkan road safety di Indonesia sesuai dengan misi kami, yaitu to be a good corporate to the communities where we live in,” ujar Iwan.


Skid Control

Antusias peserta semakin terlihat ketika memasuki sesi outdoor yang secara bergiliran mengikuti materi evasive breaking & judge and react (reaksi mendadak dalam keadaan darurat), blown out (kondisi ban belakang pecah), skid control (kondisi tergelincir), dan break and slippery (pengereman di kondisi licin). Sementara dekat paddock digelar sesi reverse parking serta permainan drunk driver. Dengan suasana yang dibangun sangat interaktif, panas terik di sirkuit tak begitu dihiraukan. Beberapa peserta pun mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat berharga sebagai referensi berkendara yang bisa ditularkan kepada siapa saja.

Tandem

Selain kompetisi antarklub, para peserta juga diberikan kesempatan untuk merasakan tandem bersama pembalap Garda Oto Racing Team Fitra Eri dan manajer teknis Garda Oto Racing Team Taqwa SS. Beberapa peserta yang beruntung mendapatkan pengalaman duduk di kursi penumpang Toyota Yaris dan Toyota Vios, dua mobil balap andalan Garda Oto Racing Team, melaju dengan kecepatan lebih dari 150 kilometer perjam mengelilingi Bridgestone Circuit sebanyak dua lap. Rona kepuasan pun terpancar di setiap wajah peserta, termasuk beberapa peserta wanita yang mendapat kesempatan langka menguji adrenalin di lintasan balap.

Menanggapi animo yang tinggi dari para peserta, memang menjadi kendala tersendiri bagi para instruktur. Terutama mengingat keterbatasan waktu yang tersedia, membuat materi yang disampaikan pun harus lebih selektif dan mampu mengakomodir kendala dan pemahaman dasar berkendara yang aman. “Kami pun mencoba memberikan materi yang membahas seputar “bebas dari kecelakaan” dan lebih spesifiknya kami menyebutnya sebagai dynamic driving,” ungkap Jusri Pulubuhu. Bahkan Jusri pun sempat mengungkapkan hal yang tersulit yang dilakukan dalam berkendara, yaitu soal pengereman. Kelihatannya sangat sederhana dan mudah, tapi pada praktiknya pengereman yang aman banyak sekali faktor yang mempengaruhinya dan perlunya memperhatikan tiga elemen, yaitu waktu reaksi, jarak tempuh, dan titik berhenti. Secara gamblang, Jusri menekankan pengereman aman memanfaatkan deselerasi lewat engine braking dan rem kaki (service brake). “Jangan melakukan pengereman dengan free wheel atau menginjak kopling. Itu adalah cara pengereman yang beresiko tinggi,” tambahnya.

Dengan kepedulian yang tinggi dari berbagai pihak terhadap pentingnya keselamatan berkendara, diyakini akan turut berkontribusi mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Bahkan di sela acara, Jusri Pulubuhu sempat menekankan perlunya edukasi yang disesuaikan dengan budaya masyarakat di Indonesia. “Imbauan atau peringatan yang menggunakan bahasa lokal seperti “Ngebut Benjut” akan lebih efektif dibandingkan dengan “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak”. Ketika membaca “Ngebut Benjut”, secara otomatis pengendara akan mengurangi kecepatan dan lebih berhati-hati. Tapi ketika kondisi jalan agak lengang dan tak terlihat ada anak-anak, peringatan “Kurangi kecepatan, banyak anak-anak” akan sangat berpotensi untuk diabaikan pengendara,” kata Jusri.

Hal menarik dalam gelaran Always Drive Safe 2009 kali ini adalah dengan melibatkan klub mobil sebagai terobosan dalam kampanye aman berkendara. Selain diharapkan bisa lebih efektif, di sisi lain, keberadaan klub dengan perilaku berkendara yang mengutamakan keselamatan juga bisa dijadikan contoh bagi pengguna jalan lainnya. Dan hasilnya, AXIC yang sejak awal juga menunjukkan kekompakan tim, akhirnya meraih gelar “Garda Oto Always Drive Safe Club 2009” dalam rangkaian penutup Always Drive Safe 2009. Asuransi Astra sendiri telah menggelar kampanye Always Drive Safe ini sejak tahun 2006 dan melibatkan berbagai kalangan dan komunitas, termasuk kalangan di internal perusahaan. Selain komunitas klub mobil, juga diikuti instruktur sekolah mengemudi, pelajar, dan jurnalis. Tak hanya sirkuit yang dijadikan ajang kampanye, tetapi juga merambah ke pusat perbelanjaan, sekaligus untuk menarik minat kalangan wanita dan keluarga. Dengan tema “Always Drive Safe: Family On Board”, Asuransi Astra tampaknya juga berupaya mengajak para orang tua untuk berkendara aman demi keselamatan keluarga. Metode kampanye yang memadukan pelatihan dan kompetisi seperti yang dilakukan Asuransi Astra boleh jadi mampu memberikan stimulus bagi siapa saja, termasuk usia anak-anak, untuk lebih mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Empat klub mobil berkompetisi

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

Nikon D3S, DSLR Terbaru Diluncurkan di India


Nikon akan segera meluncurkan kamera digital SLR terbarunya. Ya, Nikon D3S adalah sebuah kamera profesional dengan sensor 12.1 megapiksel. Sebagai generasi penerus Nikon D3, kamera ini memiliki kemampuan fotografi dengan range ISO 200–12.800. Saat dipakai, kamera D3S bisa membentang ISO hingga 102.400.
Kamera digital ini diklaim Nikon dapat memberikan pengalaman kreatif. Penggunanya juga dapat melakukan pengambilan gambar dengan kecepatan 720p/24fps dalam format JPEG dengan suara stereo melalui input jack. Dengan fitur pilihan frame ‘Save Selected’, pengguna bebas memilih capture filmnya. Demikian pula sistem AF deteksi kontrasnya yang mendukung kinerja autofocus selama capture film dan Live View.
Nikon D3S memiliki LCD ukuran 3 inci dengan kedalaman warna hingga 921k-dot dengan sudut pandang hingga 170 derajat. Tersedia pula lima pilihan untuk Active D-Lighting saat menangkap gambar dengan kontras tinggi. Setting Automatic-nya memiliki empat kontrol manual untuk level kontras, yaitu Extra High, High, Normal, dan Low.
Baterai rechargeable EN-EL4a diklaim Nikon mampu bertahan lama saat pengambilan gambar. Jika tak ada perubahan, Nikon D3S akan diluncurkan pertama kali di India dengan harga $6,267.

Fitur utama Nikon D3S:
• ISO performance: ISO 12800 as standard, expandable to ISO equivalent of 102400 (Hi 3)
• 12.1-megapixel FX-format New and improved D-Movie function
• Improved image sensor cleaning function
• Lateral chromatic aberration reduction: edge-to-edge sharpness
• Active D-Lighting: rescuing tone in highlights and shadows
• Picture Control: custom-tailored tone and color
• Speed and readiness throughout the workflow
• 9-frames-per-second shooting rate in FX-format, 11 fps in DX crop
• Scene Recognition System: enlightened accuracy and intelligence
• 51-point AF: fast and accurate subject acquisition
• Sophisticated AE with highlight analysis
• Informed auto white balance
• Approx. 100 percent frame coverage
• Superior durability
• Twin CF card slots
• Easy-to-access Live View mode
• Quiet Shutter-release mode for nonintrusive shooting
• 3-in., approx. 921k-dot color, 170″ viewing angle LCD monitor

Foto: Nikon

Head Unit Terbaru dari Toyota


Pada gelaran Yaris Show Off 2009, PT Toyota Astra Motor (TAM) secara resmi meluncurkan aksesori genuine terbarunya berupa head unit audio 2-DIN. Aksesori ini akan menjadi opsional untuk seluruh jajaran produk Toyota. “Peluncuran aksesori head unit ini menyambut tren yang tak bisa dielakkan lagi. Apalagi kaum muda sekarang menggunakan iPOD untuk menikmati musik kesukaannya di mana saja, termasuk di mobil,” ujar Anton Jimmi Suwandy, Accessories Department Head TAM.

Perangkat head unit ini sudah mengusung fitur CD player dengan kemampuan mendukung format musik MP3 dan WMA, termasuk CD-R dan CD-RW. Juga tersedia untuk koneksi Aux-in, USB, dan iPOD. Menariknya, tampilan iluminasinya bisa dipilih warnanya hijau atau amber. Demikian pula dengan pesan pembuka yang bisa diatur sesuai dengan keinginan. Keunggulan head unit audio ini selain sudah dilengkapi remote tanpa kabel, juga dapat dipadukan dengan fungsi kontrol eksternal yang terdapat pada kemudi. Dengan kemudahan kontrol yang menggunakan Multi Jog System, head unit ini dijual TAM Rp 4,6 juta. “Itu hanya harga unitnya saja dan belum termasuk biaya pasangnya ya,” kata Anton. Meski opsional seperti Toyota Genuine Accessories lainnya, lanjut Anton, head unit audio tersebut tetap mendapat garansi satu tahun atau 20.000 kilometer. Sayangnya, head unit ini tak bisa dipasang di Avanza.

Foto: PT Toyota Astra motor

Yaris Show Off 2009: Tren Modifikasi Multimedia


Tema New Wave in Car Entertainment memang sengaja dipilih oleh PT Toyota Astra Motor (TAM)) untuk mengakomodir tingginya minat pemilik Toyota Yaris dengan modifikasi terkini. Prosesi gelaran Yaris Show Off (YSO) 2009 ini sebelumnya sudah berlangsung di lima kota besar seperti Surabaya, Bandung, Medan, Jakarta, dan Bali. Kelima kota tersebut dipilih berdasarkan populasi Yaris yang ada. Sayangnya, pemenang dari region Medan berhalangan hadir dan menyisakan empat finalis untuk memperebutkan gelar “The King of Yaris Show Off 2009”.

Final Battle YSO 2009 yang digelar di FX Lifestyle X’nter, Jakarta, Sabtu lalu (5/12), terlihat beberapa karakter khas yang beraroma tren modifikasi di kota penyelenggaranya. Seperti di Bali yang pesertanya didominasi oleh komunitas Yaris atau klub. Sementara pada penyelenggaraan di Bandung, tren modifikasi lebih mengedepankan kreativitas koneksi. Dan Jakarta sendiri, tren modifikasi Yaris lebih banyak menggunakan smartphone dan entertainment. Hal itu diungkapkan oleh Anton Jimmi Suwandy, Accessories Department Head TAM, yang dalam gelaran YSO 2009 juga betindak sebagai juri mewakili pabrikan. “Fitur multimedia kini sudah menjadi kebutuhan, termasuk pula saat berkendara. Apalagi tren ini juga sedang sangat berkembang di Asia,” tambahnya.
Gelaran YSO sendiri sebenarnya sudah berlangsung sejak 2007 lalu, tepat satu tahun setelah TAM meluncurkan Yaris. Animo peserta yang kian meningkat, membuat ajang modifikasi ini bisa dijadikan barometer modifikasi para pemilik Toyota Yaris di Indonesia. Menariknya lagi, TAM pun rela menggelontorkan total hadiah hingga ratusan juta rupiah yang membuat gelaran YOS menjadi ajang kontes modifikasi dengan hadiah tertinggi. Lihat saja hadiah utama tahun ini yang akhirnya diraih oleh Handy Setyawan dari Jakarta. Sebagai “King of Yaris Show Off 2009”, Handy berhak atas satu unit Toyota Yaris terbaru ditambah perjalanan Jakarta-Tokyo pergi-pulang untuk menyaksikan kontes Tokyo Auto Salon sekaligus menambah referensi modifikasi di sana.

Lewat even YSO, TAM memang berharap bisa mengakomodasi sekaligus menarik minat kaum urban, khususnya kaum muda yang memiliki mobilitas yang cukup tinggi. Dan salah satu penekanan penilaian dalam YSO adalah aspek fungsional. Artinya, modifikasi apapun yang dilakukan tak hanya untuk kontes saja, melainkan harus tetap dapat digunakan sebagai kendaraan sehari-hari. Demikian pula dengan fungsi-fungsi keselamatan pada sebuah kendaraan seperti lampu rem, sabuk pengaman dan aspek keamanan lainnya.
Handy Setyawan sendiri memang layak dinobatkan menjadi “King of Yaris Show Off 2009”. Selain memperhatikan betul aspek fungsional dan estetika, Handy juga lebih mengedepankan fitur entertainment dan interiornya. Fitur entertainment bisa dilihat pada kemudi yang dipasang smartphone dengan game yang memanfaatkan gerakan kemudi, teve LCD di belakang setiap sandaran jok depan, teve LCD ukuran 21 inchi yang bisa dilipat di bagasi, serta didukung perangkat audio yang mumpuni. Sementara eksterior Yaris merah dengan nomor polisi B 1410 HJ miliknya tak banyak dilakukan modifikasi yang ekstrim. Handy hanya memodifikasi bumper depan dan belakangnya, termasuk dengan menambah lampu LED. Selebihnya Handy cukup cerdik memanfaatkan kreasi airbrush di kiri dan kanan, serta di bagian belakang dan kap mesin. Dengan tak mengubah fungsi dasar sebuah mobil, Handy memang layak menang. Upaya memodifikasi Yaris selama dua bulan akhirnya berujung manis juga. Walau Handy mengaku tak mengetahui persis biaya yang sudah dikeluarkan untuk “mendandani” mobilnya, tapi Handy memperkirakan jumlahnya hampir sama dengan harga satu unit Yaris terbaru seperti yang diraihnya sebagai “King of Yaris Show Off 2009”.
Sedangkan pilihan tema New Wave in Car Entertainment tampaknya sesuai dengan tren multimedia yang sedang digandrungi kawula muda di kota-kota besar. “Musik itu tidak pernah basi buat anak muda. Juga bagi modifikator,” ujar Johnny Darmawan, Presiden Direktur TAM. Lewat musik pula TAM menggelar kompetisi Female DJ bekerjasama dengan produsen audio Pioneer.
Suksesnya YSO 2009 membuat pihak TAM akan mempertimbangkan jajaran produk Toyota lainnya untuk turut serta dalam even berikutnya. Sedangkan soal penjualan Yaris, Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto mengungkapkan bahwa whole sales-nya pada November 2008 naik hingga 20%, yakni dari 1.027 unit menjadi 1.200 unit. “Salah satu faktor pendorong peningkatan tersebut adalah mulai lancarnya pasokan Yaris dari pabriknya di Thailand,” tambah Joko Trisanyoto.
Sejak pertama kali diluncurkan 2006 lalu, angka penjualan Yaris terus meningkat. Pada tahun 2006 penjualan Yaris sebanyak 9.089 unit dan tahun 2007 meningkat menjadi 9.659 unit. Bahkan tahun lalu peningkatannya cukup tajam menjadi 13.132 unit. Prestasi Yaris tak hanya dari segi penjualan saja, tapi juga mendapat penghargaan sebagai Indonesian Car Of The Year 2009 dari sebuah majalah otomotif nasional dan Brand Choice by Community 2009 dari sebuah majalah ekonomi.
Bersamaan dengan gelaran YSO 2009, TAM juga secara resmi meluncurkan perangkat audio opsional yang dapat dipasang pada hampir semua line-up produknya. Head unit audio 2-DIN tersebut merupakan aksesori genuine Toyota yang sudah dilengkapi dengan fitur-fitur terkini seperti CD player dengan format musik MP3 dan WMA, serta tersedia koneksi AUX-in, USB, dan iPOD. Untuk Yaris sendiri, dengan tambahan head unit tersebut, harganya akan naik sekitar lima juta rupiah.

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

NISSAN GT 2012: Komitmen dan Peluang di Tengah Krisis


Krisis ekonomi global yang berdampak terhadap kemerosotan industri otomotif menjadi momok bagi para pelakunya. Terutama sejak kasus kebangkrutan yang dialami perusahaan raksasa otomotif Amerika Serikat seperti General Motor, Ford, dan Chrysler. Tak hanya Amerika Serikat, kondisi industri otomotif di Jepang juga mengalami penurunan kinerja pada tahun 2008 walau tak separah yang dialami AS dan Eropa. Pada tahun 2008, berdasarkan data dari Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), jumlah produksi mobil di Jepang sebanyak 11.563.629 unit atau 99,7% dari angka produksi tahun 2007.

Para analis memperkirakan pada tahun 2008 ini produksi mobil dunia tidak akan melebihi angka 55 juta unit atau terendah sejak tahun 2001. Pemulihan kinerja industri otomotif dunia diperkirakan baru akan terjadi pada 2010. Dan kawasan Asia Pasifik diprediksi akan mengalami pemulihan yang lebih cepat dibandingkan kawasan lainnya. Seiring dengan kebangkrutan para raksasa industri mobil dunia, kini peta industri otomotif global juga mengalami pergeseran pangsa produksi otomotif yang signifikan dalam satu dasawarsa terakhir. Dengan kondisi seperti itu, diyakini industri otomotif global akan semakin terkonsolidasikan, terutama untuk mengatasi kesulitan finansial, termasuk menghadapi ketatnya persaingan.
Seiring dengan pasar otomotif Amerika Serikat yang terus memburuk, membuat Nissan Motor Company membenahi diri. Salah satunya didasari anjloknya angka penjualan Nissan di AS yang menurun hingga 37%. Sebagai produsen otomotif terbesar ketiga di Jepang setelah Toyota dan Honda, Nissan tetap mengedepankan empat aspek yang meliputi environment, safety, dynamic performance, serta life on board. Menurunnya pasar otomotif dunia, justru akan memberikan peluang lebih kuat bagi industri otomotif Jepang, terutama masih terbukanya peluang pasar di sejumlah negara seperti Brazil, India, maupun China, termasuk Rusia dan kawasan Timur Tengah. Kemungkinan besar pangsa pasar produsen otomotif AS akan diambil alih oleh pabrikan dari Jepang yang memang lebih antisipatif, selain pabrikan dari Eropa. Apalagi produk otomotif Jepang dikenal lebih hemat bahan bakar dan harga yang lebih murah. Toyota dan Honda dikabarkan juga telah mempercepat proses pengembangan mobil hybrid mereka, sama seperti pengembangan mobil konvensional. Dengan begitu, diperkirakan pabrikan otomotif Jepang dan Eropa justru akan meningkatkan investasinya di kawasan yang memiliki potensi untuk tumbuh pesat, seperti di Brazil, India, China, Timur Tengah, dan Rusia. Dengan kondisi persaingan yang semakin ketat, salah satu pilihan yang paling realistis adalah merger atau akuisisi yang sudah dilakukan sejumlah pabrikan otomotif dunia sejak tahun 2005.
Nissan sendiri dikenal sebagai produk yang terus berinovasi dalam hal teknologi. Beberapa teknologi yang sudah diaplikasi di antaranya Xtronic CVT (Continuously Variable Transmission), Continuous valve Timing Control (CVTC), Vehicle Dynamic Control (VDC), Variable Intake System (VIS), serta Multi Link Beam Suspension (MLBS). Dengan tag line SHIFT_the way you move, Nissan telah memberikan produk terbaiknya. Di Indonesia, Nissan dikenal dengan jajaran produk berkualitasnya seperti All New X-Trail, Grand Livina, Livina, Livina X-Gear, Serena, Latio, Teana, dan Frontier Navara. Setelah beraliansi dengan Renault, Nissan bertekad menjadi yang terdepan dalam industri otomotif. Hal itu terlihat dari pencanangan program NISSAN GT 2012 yang berkomitmen untuk kualitas produk dan layanan yang terdepan, meluncurkan kendaraan elektrik di AS dan Jepang pada tahun 2010 dan secara massal ke seluruh dunia pada tahun 2012, serta peluncuran 60 model baru dalam lima tahun mendatang dan 15 teknologi terbaru setiap tahun mulai tahun 2009 ini.

Kebangkrutan industri otomotif global, sebenarnya justru menjadi peluang bagi peningkatan aktivitas investasi, khususnya industri otomotif di Indonesia. Kenyataannya pada tahun 2009 ini memang sulit meraih angka penjualan seperti pada tahun 2008. Namun, diyakini penurunan penjualan mobil di Indonesia tidak akan seburuk yang dialami negara-negara lain yang terimbas krisis. Volume penjualan Januari 2009 mencapai 31 ribu unit, namun pada April 2009 meningkat menjadi 34.610 unit. Hingga kwartal pertama 2009, total penjualan mobil di Indonesia sebanyak 134.868 unit. Angka tersebut mengalami penurunan 39% dibandingkan periode sama tahun 2008 dengan raihan 187.246 unit. Dari angka tersebut, terlihat tren penjualan mobil setiap bulannya mengalami peningkatan. Hingga akhir 2009 ini, penjualan diperkirakan akan naik lebih besar.

Foto: Nissan Motor Indonesia

Membangun Bangsa Dari Desa*



GORIS Mustaqim tengah bersiap-siap ke Kopenhagen, Denmark, kemarin. Bersama pemenang British Council Climate Change lainnya, Inggried Dwi Wedhaswary, Goris menumpang pesawat yang lepas landas pukul 18.00 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jawa Barat.

Mereka berdua akan menghadiri pertemuan tingkat tinggi COP15 di Denmark pada 7-18 Desember 2009, bergabung dengan 200 juara dari 40 negara lain.
Pada ajang perundingan iklim itu, harapan Goris cukup membubung tinggi.

“Agar dihasilkan protokol yang mengikat negara peserta dan semoga mengucur dana untuk kegiatan anak muda agar lebih berperang melawan perubahan iklim,” kata Goris, Selasa(2/11).

Goris bukan seorang aktivis lingkungan yang sibuk melakukan advokasi lingkungan dan menyuarakan perubahan iklim dengan vokal. Dia pengusaha muda. Namun, semua produk yang dia kembangkan di bawah perusahaannya ramah lingkungan.

“Kalau kita baik kepada alam, dia pasti akan memberikan sesuatu kepada kita. Apa pun bentuknya,” ucapnya.

Goris pun terpilih berangkat ke Denmark karena usahanya menggiatkan penggunaan energi alternatif untuk memproduksi minyak aromatik bersama 4.000 petani akar wangi di Garut, Jawa Barat. Kini, pria yang memilih menjadi pengusaha karena ingin hidup mandiri itu mendirikan PT Resultan Nusantara.

Perusahaan miliknya ini bergerak di bidang RFID (radio frequency identification). Produknya sejenis smart card yang bisa diaplikasikan untuk berbagai hal, misalnya absensi ataupun akses kontrol. Ke depan, Goris merencanakan proyek panas bumi dan akan bekerja sama dengan Pertamina untuk menyuling minyak di sebuah lokasi.

Membangun desa Setelah lulus dari ITB pada 2006, Goris kembali ke kampung halamannya di Garut, Jawa Barat. Dia menginisiasi Garut Entrepreneur Challenge pada 2008. Misinya memancing para pemuda Garut untuk menggali potensi lokal. “Garut itu punya semuanya! Gunung, bukit, pantai, situ. Garut itu luar biasa!” ucap pemuda 26 tahun itu penuh semangat.

Kemudian ia membangun Asgar Muda, sebuah komunitas pemuda Garut untuk mewujudkan kepedulian terhadap kota mereka. “Bukan berarti semua harus kembali ke Garut setelah lulus kuliah. Beberapa anggota Asgar Muda sekarang sedang kuliah di luar negeri. Tapi mereka aktif di milis. Dukungan terhadap Garut bisa berupa apa saja, tidak melulu kehadiran fisik,” ucapnya sambil tersenyum.

Terbukti, wadah yang memiliki 500 anggota tersebut bisa berperan aktif dalam proses pengembangan daerah. Salah satu bidangnya ialah penelitian dan pengembangan. Mereka melakukan pembinaan kepada pemuda dan ibu-ibu di Desa Jelawu, Garut, untuk mengembangkan kerajinan akar wangi. Asgar Muda membantu masyarakat Jelawu mengemas tumbuhan yang konon hanya tumbuh di Garut itu menjadi lebih cantik yang akhirnya berpengaruh pada nilai jual. Selain itu, Asgar Muda membantu pemasaran hasil kerajinan tersebut.

Goris juga berupaya menghasilkan panas dari tanaman akar wangi. “Karena saat pemerintah mengonversi minyak tanah menjadi gas elpiji, banyak yang bangkrut dan tidak bisa memenuhi urusan perutnya,” jelasnya singkat.

Kepedulian Goris tidak berhenti di akar wangi. Insinyur sipil itu juga menggaet teman-teman kuliahnya dan Chevron untuk membangun satu pembangkit listrik tenaga air untuk daerah tersebut. “Karena daerah adalah ujung tombak kemajuan suatu bangsa,” ucapnya lugas.
____________

GORIS MUSTAQIM
TEMPAT, TANGGAL LAHIR: Garut, 14 Maret 1983
PENGHARGAAN:
· Juara 1 Jejaka Bandung (2003)
· Nominasi Indonesia Berprestasi XL 2009 (3 besar)
· Competition Entrepreneur Awards (British Council)
· Finalis Asia’s Best Young Entrepreneur 2009 (Business Week)
· International Climate Champions British Council

*Diambil dari Media Indonesia 3 Desember 2009
*maria@mediaindonesia.com

Menggenggam Dunia Lewat Ovi Store


Apa yang menjadi kebutuhan pengguna telepon seluler kini sudah ada di dalam genggaman. Pintu itu sudah terbuka lebar. Ibarat sebuah toko, layanan yang disediakan boleh dibilang one stop shopping. Namanya adalah Nokia Ovi Store yang menyediakan sekitar ribuan aplikasi pilihan yang memudahkan kebutuhan penggunanya. Kata Ovi sendiri berasal dari bahasa Finlandia yang bermakna pintu. Dengan begitu, Ovi Store akan membuat perangkat Nokia penggunanya menjadi lebih pribadi dan cerdas. Di sisi lain, Ovi Store akan menjadikan hidup penggunanya lebih ceria melalui aplikasi, game, video, podcast, serta layanan berbasis web lainnya.

Ya, Ovi Store akan menjadi pengalaman baru bagi pengguna ponsel Nokia untuk mengunduh atau mencari aplikasi yang diinginkan. Apalagi kebutuhan informasi pengguna ponsel juga kian meningkat, termasuk dari kantor berita/media online terkemuka di dunia. Utamanya adalah berbagai informasi lokal maupun global. Jadi, selain dapat mengunduh berbagai aplikasi game dan aplikasi lain yang tersedia secara gratis, pengguna ponsel Nokia juga dapat dengan mudah mengakses berbagai informasi terkini.

Khusus untuk layanan informasi aktual, Ovi Store akan memberikan layanan konten bagi pengguna ponsel Nokia berupa beberapa aplikasi portal berita untuk menerima informasi dari portal terkemuka seperti Detik, CNN, Kompas, hingga CNBC. Pengguna ponsel Nokia pun akan dengan mudah mengakses info terkini dan menikmatinya setiap saat di mana pun berada.

Detik sebagai portal terkemuka di Indonesia, menjadi salah satu media online yang paling banyak diakses pengguna ponsel, terutama untuk informasi yang berskala nasional dan sejumlah berita internasional lainnya. Demikian pula dengan informasi berita olahraga, termasuk dari liga sepakbola di sejumlah negara Eropa seperti Liga Primer (Inggris), Liga Spanyol, dan Liga Italia. Tak hanya portal berita, Ovi Store juga memberikan layanan aplikasi hiburan seperti games, ringtone, wallpaper, themes, dan beragam aplikasi hiburan lainnya. Dan yang lebih menariknya lagi, semua layanan itu dapat diunduh secara gratis alias tak berbayar di Ovi Store. Menurut Haryati Lawidjaja, Service & Software manager Nokia Indonesia, layanan Ovi Store akan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya di tiap-tiap Negara. Artinya, di setiap negara terdapat konten lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumen setempat. “Yang pasti, Ovi Store tercipta karena kebutuhan konsumen Nokia,” ujar Haryati Lawidjaja.

Bagi pengguna Nokia yang ingin mengunduh aplikasi Ovi Store, hanya perlu mengikuti langkah mudah dengan terlebih dahulu melakukan registrasi di https://store.ovi.com/. Selanjutnya pengguna pun bisa langsung mengunduh berbagai aplikasi dan konten yang akan membuat ponsel Nokia pengguna menjadi lebih kaya fiturnya.

Lewat Ovi Store, tangan Nokia pun semakin terbuka lebar bagi ribuan pengembang aplikasi dan penyedia konten dengan mengunjungi publish.ovi.com untuk mendaftar dan mendistribusikan kontennya. Hingga kini, Ovi Store telah menyediakan lebih dari 5.500 jenis konten untuk berbagai tipe Nokia terpopuler, termasuk pengembangan lebih dari 500 jenis aplikasi setiap minggunya. Dan itu berarti kemudahan bagi pengguna untuk menggenggam dunia lewat layanan Ovi Store dari Nokia.

Ilustrasi: Nokia