Mendengar Bisikan Alam di Meruyung


Bagi pecinta wisata alam di Jakarta dan sekitarnya, mungkin agak sulit mencari lokasi yang unik untuk dikunjungi. harus coba mencari info tambahan untuk menemukan lokasi yang cocok dan tentu saja suasana yang berbeda. Coba saja telusuri ke selatan Jakarta melalui Cinere menuju Sawangan, Depok. Saat memasuki kawasan Limo, coba perhatikan salah satu landmark wilayah ini di kiri jalan terlihat kemegahan Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri. Tepat di seberangnya, kita akan memasuki Jalan KH Muhasan II. Sementara jika dari Depok, bisa ditempuh sekitar 30 menit perjalanan melalui Sawangan. Melalui Jalan KH Muhasan II ini akan mengantar langkah kita menuju Kampung 99 Pepohonan. Memasuki kawasan Kampung 99 Pepohonan, rimbunnya pepohonan dan gemericik aliran sungai kecil membuat udara terasa lebih segar. Suasana alaminya juga bisa jadi ikut menyejukkan hati.

Kampung 99 Pepohonan yang oleh warga sekitar kerap disebut Kampung Rusa, awalnya merupakan lahan kritis seluas lima hektar yang tidak terurus dan sempat terjadi longsor.  Berkat kemauan dan tangan dingin Eddy Djamaluddin Suaidy (59 tahun) dan keluarga besarnya, sejak tahun 2004 perlahan-lahan mulai terbentuk sebuah kampung yang lebih alami. Nama Kampung 99 Pepohonan sendiri berawal dari jumlah 99 pohon yang pertama kali ditanam di situ. “Kami tak mencari angka itu, tetapi tanpa sengaja jumlahnya 99 pohon,” ujar Eddy yang di lingkungan keluarga besarnya akrab dipanggil Abi. Sedangkan sebutan Kampung Rusa karena pada awalnya ada beberapa ekor rusa jenis Timorensis yang hidup dan sering dijumpai warga sekitar.

Selain rusa, di Kampung 99 Pepohonan juga ada satwa lain seperti kambing etawa, kuda, sapi, kerbau, tupai, burung, dan ayam mutiara. Sementara untuk pepohonannya ada pohon maja, trembesi, jati putih, rengas, kemang, karet, fikus, bintaro, dan sejumlah pohon langka lainnya. Ada satu keharusan unik bagi anggota keluarganya, yaitu menanam sepuluh pohon apa saja setiap harinya. Alhasil, Kampung 99 Pepohonan pun semakin sejuk saja. Bahkan anak-anak pun sejak dini diajarkan mengakrabi kebersihan dan berbagai satwa. Setiap jelang petang, sejumlah anak-anak sambil bermain membawa karung yang akan diisi dedaunan dan sampah lainnya.

Di antara pepohonan rindang, tampak sejumlah rumah kayu yang kokoh. Terdapat tujuh rumah kayu yang dihuni oleh anggota keluarga besar Abi. Abi merasa sangat beruntung didukung penuh istrinya, Siti Muniroh. Hidup berdampingan dengan alam dan iklim demokrasi, itulah yang ditanamkan sejak dini, termasuk kepada warga sekitar. Sampah-sampah plastik secara rutin dikumpulkan dan diserahkan kepada yang membutuhkan. Untuk memasak pun, kayu-kayu dari patahan pohon menjadi bahan bakar utama.

Dengan lahan yang luas, Abi dan keluarganya pun ingin berbagi dengan masyarakat luas. Setidaknya Abi ingin memfasilitasi agar masyarakat bisa belajar hidup berdampingan dengan alam. Itu pula yang menjadi latar belakang iklim keterbukaan yang terus dijalinnya dengan masyarakat luas maupun warga di sekitar Kampung 99 Pepohonan. Bahkan keluarga besar Abi pun membuka kesempatan kepada siapa pun yang ingin tinggal di Kampung 99 Pepohonan.

Walau akrab dan hidup berdampingan dengan alam, Abi yang alumnus Arkeologi Universitas Indonesia ini juga tak pernah melepas hobinya sebagai kolektor motor besar dan penikmat musik. Koleksi motor besarnya dihuni merek-merek klasik seperti BMW, Ural, Hoffman, Royal Enfield, BSA, dan Norton yang berjumlah 120 unit dalam bentuk terurai. Demikian pula dengan dua grup musik legendaris dunia, The Beatles dan Rolling Stones, serta beragam aliran musik lainnya. Koleksinya terbilang lengkap mulai piringan hitam, kaset, serta literaturnya.

Tertarik untuk mengunjungi Kampung 99 Pepohonan? Sekedar mencari tahu, tak ada salahnya untuk berkunjung dan bertanya fasilitas apa saja yang tersedia. Dengan manajemen kekeluargaan, kehadiran pengunjung yang tak dipungut bayaran di pintu masuknya, akan disambut dengan keramahan khas Kampung 99 Pepohonan. Fasilitas restoran rumah kayu dua lantai dengan aneka masakan sehat ala rumahan, aneka minuman segar, termasuk yoghurt buah (sukun, kiwi, orange, strawberry, dan anggur), carcade (teh arab), serta susu kambing jahe pun tersedia di Kampung 99 Pepohonan.

Di Kampung 99 Pepohonan, pengunjung bisa juga merasakan kehangatan wedang jahe campur madu atau kopi hitam yang juga berkhasiat menghilangkan pegal-pegal karena masuk angin. Apalagi jika ditemani penganan ringan seperti combro, martabak tahu, bakwan jagung, atau pisang goreng. Hmm, terbayang nikmatnya kan? Dan yang pasti, semua makanan dan minuman di Kampung 99 Pepohonan sifatnya lebih alami dan hasil kebun sendiri. Soal harga, tak perlu penasaran atau khawatir kemahalan. Dijamin harganya pasti terjangkau dan sesuai dengan kenikmatan kudapan yang didapat, termasuk suasana kekeluargaan yang akrab.

Seiring dengan banyaknya tamu yang datang, kampung ini telah berkembang sesuai dengan kebutuhan dengan tak melepas akarnya, yaitu cinta alam. Aktivitasnya mulai dari pertanian, peternakan, perkebunan, hingga pengobatan alternatif sengat lebah. Aktivitas lain pun bisa dilakukan di sini, seperti outbond, bermain sampan, pesantren kilat, family gathering, atau sekedar berkunjung untuk lebih dekat dengan alam. Fasilitas lainnya adalah produksi susu, yoghurt, dan roti, serta wisata religi ke Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri yang letaknya memang berseberangan. Sepeda ontel dan tandem pun disediakan. Bahkan untuk menginap pun, fasilitas rumah kayu juga bisa disewa. Jadi jangan sampai rasa penasaran mengganjal di hati.

Kampung 99 Pepohonan rupanya tak hanya menginspirasi Abi dan keluarga besarnya yang cinta alam. Para pengunjungnya pun banyak yang tak menyangka masih ada lahan alami yang sejuk dan merakyat. Nah, agar kunjungan ke Kampung 99 Pepohonan menjadi lebih berkesan, ada baiknya menelepon terlebih dahulu. Terutama jika hendak mengadakan acara di Kampung 99 Pepohonan yang melibatkan banyak peserta.

Nyanyian alam di Meruyung pun kembali berbisik…

 

Semua foto: S. Dwiyanthoputra
_________________

Kampung 99 Pepohonan

(seberang Masjid Kubah Emas Dian Al-Mahri)

Jl. KH. Muhasan II, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok 16515

Telepon 02193490586, 02199955610, 02198079214

2 thoughts on “Mendengar Bisikan Alam di Meruyung

  1. untuk tanggal 20 Maret 2010, hari sabtu.. ada agenda acara tidak untuk kegiatan dari PAPERNAS??? saya vio dari TRANSholiday Travel & Tours ingin datang untuk peninjauan / survey kampung99… tolong direspon pesan saya ini. Trimakasih.

  2. Pingback: Liburan Anak » Kampung 99 Pepohonan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s