Juru Foto Pribadi Presiden Republik Indonesia


Aktivitas Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbilang cukup padat, termasuk kesehariannya bersama keluarga dan kerabat. Momen-momen seperti itulah yang menjadi sasaran bidikan kamera Abror Rizki (42) dan D. Anung Anindito (35). Sejak terpilihnya SBY menjadi Presiden RI Oktober 2004, Abror dan Anung pun resmi menjadi juru foto pribadi Presiden. Kiprah dan pengalaman kedua fotografer di media massa sebelumnya, ikut mendukung hasil jepretan mereka yang prima.

Nikon FM2
Baik Anung maupun Abror, sama-sama mengakui bahwa awal karir sebagai fotografer menggunakan kamera SLR Nikon FM2. Anung yang sebelumnya aktif sebagai pewarta foto di harian Rakyat Merdeka, menyadari tingginya tanggung jawab profesi sebagai juru foto pribadi orang nomor satu di Indonesia. Beberapa hal menarik di balik profesi sebagai juru foto pribadi presiden, terungkap saat Nikonia menjumpai keduanya di lingkungan istana kepresidenan. Anung yang berpostur tubuh tinggi menunjukkan keramahannya saat ditemui di ruang kerjanya di Wisma Negara 001. “Pemahaman terhadap profesi fotografer sangat luas. Menjadi juru foto pribadi presiden menjadi tantangan buat saya,” aku Anung.

Sementara Abror menjalani karirnya sebagai pewarta foto dengan menjadi freelance di majalah Matra sejak 1988 dan baru sejak Januari 1990 resmi menjadi fotografer di Matra hingga 2002. Rentang waktu hingga bergabung menjadi juru foto pribadi presiden, Abror yang lahir 23 September 1966 itu sibuk membuat film dokumenter Sang Demokrat yang kini menjadi dokumentasi negara. Dengan tenggat waktu Sang Demokrat yang cuma sepuluh hari, Abror harus memilah-milah ribuan gambar yang harus diedit maupun dubbing, termasuk memberikan narasi dan efek suara. “Persaingan di antara fotrografer pun sebenarnya semakin ketat. Jadi kita harus punya inovasi kalau tidak mau habis. Makanya saya sempat mengelola usaha yang tetap berhubungan dengan fotografi,” tambah Abror.

“Kejedag-kejedug” menuju istana
Awal menjadi juru foto pribadi presiden menjadi tantangan yang tidak bisa dilupakan. Abror dan Anung yang telah mendapat restu dari SBY harus mencari kiat dengan berbagai jurus untuk menembus istana. “Walau sudah mendapat sinyal dari SBY, namun kami belum mendapat keleluasaan karena koordinasi yang belum berjalan sempurna. Ibaratnya, kami harus kejedag-kejedug dulu untuk menembus ke istana,” kenang Abror.
Sosok Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto pun disebut oleh keduanya yang telah membantu proses menuju istana. Dan setelah berhasil, barulah mereka merasakan menjadi juru foto pribadi presiden. Menurut Abror, profesi yang dijalaninya bersama Anung merupakan profesi pertama kalinya di Indonesia, juru foto pribadi presiden!
“Syukur Alhamdulillah, banyak karya kita yang benar-benar menggambarkan profesi sebagai juru foto pribadi presiden. Presiden di tenda, saat periksa gigi atau cukur rambut, menjadi momen unggulan kita, “ujar Abror yang diangguki Anung.
“Awal menjadi juru foto pribadi presiden sangat didukung oleh keluarga,” ujar Abror. “Mereka punya kebanggaan kalau kita bisa dekat dengan presiden,” tambah Anung.
Dengan jadwal acara yang begitu padat, mereka pun mulai menuai protes dari pihak keluarga. “Itu memang harus diakui, karena selain kita, semua staf khusus hingga menteri yang melekat dengan aktivitas presiden mengalami hal yang sama,” kata Abror.

Kebanggaan sebagai juru foto Presiden
Salah satu fasilitas yang mereka dapati adalah sebuah ruang kerja di Wisma Negara 001 yang mereka tempati sekaligus menjadi tempat istirahat layaknya kamar hotel. Anung dan Abror pun berbagi tugas yang pada awalnya sulit untuk dilakukan. Khusus acara Presiden yang memiliki bobot khusus, tentunya akan dilakukan bersama. Namun pada acara tertentu bisa dikerjakan oleh salah satu dari mereka. “Kita berdua harus berkoordinasi sesuai dengan job yang ada agar setiap acara selalu bisa kita tangani,” tambah Abror.
Sebagai juru foto Presiden, mereka pun merintis publikasi kegiatan Presiden ke berbagai media cetak di Indonesia. “Bahkan beberapa media pun kerap meminta kepada kami beberapa foto kegiatan Presiden dan itu akan kami layani dengan senang hati. Apalagi mereka juga teman kita waktu di lapangan,” kata Anung. Tak heran jika foto-foto mereka kerap dimuat di media cetak.
Profesi yang kini dilakoni Anung dan Abror, tentunya menyelipkan rasa kebanggaan bisa dekat dengan Presiden. “Tak pernah terpikirkan sebelumnya kalau kita punya kesempatan berbicara dan dekat dengan Presiden,” ujar Anung yang juga diangguki oleh Abror.
Mereka pun harus selalu siap, termasuk mengikuti kegiatan Presiden dalam acara resmi maupun pribadi, termasuk ke luar negeri. Abror pernah ikut rombongan Presiden ke Cili, Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Timor Leste, sedangkan Anung ikut saat ke Mesir, Laos, Australia, Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, dan Cina.
Kebanggaan, menurut Abror dan Anung, jauh lebih menantang setelah menjadi juru foto pribadi Presiden. “Saya merasa ikut menjadi bagian dari sejarah bangsa, bahkan saat mendengar lagu kebangsaan pun jiwa nasionalisme ikut terangkat,” ungkap Abror yang sebelumnya pernah berpameran foto “Calon Presiden” dan telah menerbitkan karya fotonya dalam buku “Presidenku”.

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

2 thoughts on “Juru Foto Pribadi Presiden Republik Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s