Berburu Kudapan di Sudut Hutan Kota?


Sebagian besar kondisi di kawasan kampus Universitas Indonesia (UI), tampaknya memang sengaja dibiarkan tetap alami. Beberapa danau maupun kolam penampungan air (waduk) yang ada justru menjadi sasaran sebagai lokasi strategis untuk melepas lelah dan kepenatan. Begitu pun saat ada keinginan untuk memanjakan selera makan. Selain para mahasiswa UI, juga berdatangan warga dari sekitar Depok untuk sekedar ngabuburit. Ada juga yang berolahraga ringan seperti jogging atau bersepeda. Juga ada rombongan keluarga yang datang hanya untuk bersantai mengisi waktu senggang atau sekedar menunggu senja tiba.

Seperti Selvy Monoarfa, warga Beji, Depok. Ia kerap sengaja datang bersama suami dan anaknya ke lingkungan kampus UI. Menurutnya, jelang petang, keluarganya sudah memesan tempat di Gubug Makan Lesehan (GML) Mang Engking yang terletak dekat gerbang utama kampus di sebelah utara. “Kalau bulan puasa lebih baik pesan tempat lebih dulu supaya dapat saung yang cocok. Kalau tidak pesan, resikonya bisa-bisa harus cari rumah makan lain,” kata Selvy.

Melihat lokasinya, pantas saja jika GML Mang Engking jadi salah satu lokasi kuliner favorit di Depok. Tempatnya sangat tenang dan tepat berdampingan dengan kawasan hutan kota dan Danau Salam di kawasan kampus UI. Yang menarik adalah nuansa pedesaan parahyangan dengan penataan saungnya yang cukup apik, rapi, bersih, dan variatif. Bentuk saung-saung yang berdiri di atas telaga mini juga beragam, ada yang persegi, memanjang, bundar, atau beberapa saung yang letaknya lebih tinggi dengan view danau buatan hutan kota.

Soal menu, banyak pilihan sesuai selera lidah pengunjung. Namun, ciri khasnya tentu saja menu masakan Sunda. Cobalah cicipi Udang Bakar Madu, Gurame Bakar Madu, Gurame Bakar Kecap, Gurame Bumbu Cobek, atau Kepiting Lemuri (lunak). Jangan lupa pesan karedok, berikut sambal terasi dadak. Berbuka puasa pun akan semakin nikmat saat mereguk kesegaran es kelapa muda utuh dicampur markisa. Pilihan lainnya ada es cendol, cincau, atau es kelapa jeruk.

Salah satu kelebihan Mang Engking yang mampu menampung 350 pengunjung ini, selain manajemen tradisionalnya, adalah keramahan dalam pelayanannya. Mulai dari pintu masuk, pengunjung akan disambut senyuman dan diberikan pilihan tempat terbaik. Kecepatan menghidangkan pesanan pun boleh diacungkan jempol. Menurut pengelolanya, Ajat Sudrajat, pesanan utama akan diantar tak lebih dari 15 menit. Itu sebabnya banyak pengunjung setia yang menjadikan GML Mang Engking sebagai resto favoritnya.

Ternyata ada juga kenikmatan untuk berburu kudapan di sudut hutan kota.

Semua foto:
S. Dwiyanthoputra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s