Profil OKI: Menyentuh kepentingan masyarakat


Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 19.023,47 Km2 terdiri dari 18 kecamatan dan 283 desa/kelurahan. Dataran rendah berupa 75% rawa-rawa membentang dari utara ke selatan dan 25% sisanya berupa daratan. Namun begitu, OKI dikenal sebagai salah satu lumbung beras Provinsi Sumatera Selatan, di samping beberapa komoditi unggulan lainnya seperti ubi kayu, jagung, dan pisang. Demikian pula dengan sektor peternakan berupa kerbau potong dan kerbau perah, serta sapi potong yang pengembangannya sangat menjanjikan, termasuk potensi ternak itik dan perikanan (ikan air tawar dan ikan air laut) yang sesuai dengan kondisi perairan di OKI.

Sementara di sektor perkebunan dengan luas areal 192.470,28 hektar didominasi tiga komoditi unggulan berupa kelapa sawit (73.124,81 ha), karet (112.332,87 ha), dan kelapa (7.058 ha). Khusus kelapa sawit dan karet, masih terbuka peluang investasi berupa pencetakan lahan perkebunan baru melalui pola Perkebunan Inti Rakyat (PIR) dan plasma. Dan itu artinya terbuka pula untuk mendirikan industri hilir seperti pabrik minyak goreng, margarin, sabun, kosmetik, minyak pelumas, serta pabrik crumb rubber di sentra perkebunan seperti di Kecamatan Tulung Selapan.

Sedangkan untuk pengembangan pertambangan dan energi, OKI diyakini memiliki potensi cukup besar seperti batubara, pasir kwarsa, batu granit, dan pasir besi. Cadangan batubara yang terdapat di Kecamatan Mesuji diperkirakan berjumlah 325 juta ton.

Secara umum, program pembangunan di Kabupaten OKI yang dilakukan sejak era kepemimpinan Bupati Ishak Mekki memang dirasakan langsung menyentuh kepentingan masyarakatnya. Setidaknya program yang digulirkan lebih fokus dan terukur, sehingga ada percepatan pembangunan dengan menselaraskan seruan global dalam hal penanggulangan kemiskinan, pengangguran, keamanan, pelayanan publik, pemberantasan korupsi, dan sebagainya. Khusus pelayanan publik, merupakan suatu tolok ukur keberhasilan dengan mengupayakan pelayanan satu atap yang pada tahun 2008 nanti akan ada pimpinan unitnya.

Ishak Mekki mengakui masih banyak desa-desa yang belum dialiri listrik, terutama dari jaringan listrik PLN ke lokasi desa-desa yang membutuhkan sangat jauh. Sehingga dibangunlah jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), bantuan listrik tenaga angin di pesisir pantai, serta bantuan generator di daerah yang sulit terjangkau listrik. Penerangan jalan juga mendapat perhatian, khususnya yang termasuk dalam jaringan PLN.

Mengenai air bersih, OKI memang memiliki kendala tersendiri. Seperti di Air Sugihan, diberikan bantuan sebuah kapal pengolah air bersih berkapasitas 30 ton yang didistribusikan kepada masyarakat. Demikian pula dengan keberadaan sumur bor, sumur gali, sumur pompa tangan, dan sumber air lainnya sebagai salah satu fokus perhatian Pemkab OKI. Pemerintah Kabupaten OKI juga memberikan perhatian pada pembangunan bidang agama seperti mushola dan pondok pesantren.

Salah satu visi Pemkab OKI adalah memperkuat pemberdayaan perekonomian masyarakat di pedesaan. “Kini pedesaan sudah merupakan daerah produksi dengan hasil pertanian dan perdagangan. Selama ini kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat kurang tersentuh. Jadi yang kita lakukan adalah membangun pedesaan agar memiliki daya saing dengan perkotaan,” ungkap Ishak Mekki.

Menurut Ishak Mekki, kalau petani atau desa itu tidak maju, jangan lagi salahkan pemerintah yang sudah banyak memfasilitasi, memberi dukungan, dan bantuan dana. “Sebenarnya sudah luar biasa kita berupaya mewujudkan kesejahteraan kepada masyarakat. Masyarakat pun jangan hanya menonton proses pembangunan, tetapi kita ajak untuk ikut melaksanakan dan mendapatkan penghasilan dari situ,” ungkapnya.

Kini, pembangunan infrastruktur di OKI terus berjalan semakin baik, termasuk semua akses jalan darat ke pedesaan kini sudah terbuka. Dengan perhatian ke semua lini, kini telah diikuti dengan peningkatan pendapatan perkapita sudah mencapai di atas Rp. 5 juta. Dengan dibukanya lahan menjadi lebih bermanfaat, ke depannya diharapkan mampu mengundang investor, sekaligus mengurangi kemiskinan dan pengangguran.

Untuk mengenal lebih jauh tentang berbagai potensi yang dimilikinya, Pemkab OKI telah melakukan upaya promosi melalui berbagai kegiatan budaya maupun pameran dalam skala kabupaten dan provinsi. Cerita tentang pendatang yang saat tiba atau melintas di kota Kayuagung dan bertanya tentang di mana kota Kayuagung, kini sudah tak terdengar lagi. Kayuagung yang kini menjadi ibukota Kabupaten OKI, telah berkembang pesat dengan ikon taman segitiga emas yang menjadi pusat aktivitas warganya di setiap akhir pekan. Berbagai prestasi pun telah diraih oleh OKI. Dengan dana yang boleh dibilang terbatas jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya, OKI berhasil membangun dengan efisiensi dana dan tepat sasaran.

One thought on “Profil OKI: Menyentuh kepentingan masyarakat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s