Pasar Mobil Bekas: Penjual dan Pembeli Menahan Diri


Memiliki keinginan untuk membeli sebuah mobil, pilihannya memang cuma ada dua, mobil baru atau mobil bekas. Membeli mobil baru sudah pasti harganya jauh lebih mahal dibandingkan mobil bekas. Bagi konsumen yang berpikir ekonomis, adalah sebuah kerugian jika membeli mobil baru yang akan langsung mengalami depresiasi sebagai akibat dari penggunaan dan perawatan, termasuk kondisi pasar otomotif yang fluktuatif. Keputusan tepat memang memerlukan pemikiran yang cukup matang dan lebih realistis. Beberapa alasan yang muncul di antaranya adalah besarnya dana yang harus dikeluarkan sesuai dengan kemampuan, serta faktor kenyamanan dan keamanan mobil yang diinginkan pada saat berkendara. Artinya, dengan dana terbatas, membeli mobil bekas akan memberikan Anda kendaraan yang sedikit berumur, namun fiturnya lebih lengkap dibandingkan membeli mobil baru dengan harga yang relatif sama. Di sisi lain, meningkatnya harga mobil baru, membuat calon pembeli semakin realistis. Mobil bekas berkualitas pun menjadi incaran. Namun demikian, konsumen kini juga sudah semakin jeli untuk mendapatkan mobil yang berkualitas dan tentu saja soal kemudahan dalam pembayaran, termasuk layanan yang memuaskan.

Sementara dari sisi penjual mobil bekas, kondisi meningkatnya harga jual mobil baru bisa jadi akan berimbas kepada angka penjualan mobil bekas walau tak sepenuhnya meningkat secara signifikan. Penjualan mobil bekas pada semester pertama tahun 2009 memang masih didominasi dua merek “bersaudara” yaitu Toyota dan Daihatsu. Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menjadi pemuncak angka penjualan. Diikuti dengan ikon mobil keluarga Indonesia Toyota Kijang Innova. Sementara di kelas small sedan dan city car, Honda City dan Honda Jazz masih menjadi incaran peminat mobil bekas.

Di Tunas Used Car yang terletak di Bursa Mobil 1 Kelapa Gading Jalan Boulevard Timur dan menjadi salah satu pusat penjualan mobil bekas di kawasan Kelapa Gading, tren peminat mobil bekas juga tak berbeda dengan outlet mobil bekas pada umumnya. Menurut sales counter Tunas Used Car, Ike, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia menjadi mobil yang paling diminati. Untuk pembelian tunai, tambah Ike, Toyota Avanza keluaran tahun 2004 bisa dilepas Rp 106 juta dan yang tahun 2005 Rp 112 juta. “Yang pasti, uang muka paling ringan yang bisa kita kasih ke konsumen sebesar 10%,” ujarnya.

Yang agak berbeda, justru diungkapkan oleh Tedy, Manajer Sahabat Motor Kemayoran. Pria ramah ini justru menunjuk Honda Jazz dan Honda City yang sangat diminati calon pembeli. Sementara di kelas MPV, Tedy hanya merujuk kepada Toyota Avanza yang paling banyak peminatnya. “Sepertinya orang-orang lebih memilih Avanza daripada Xenia. Walau sama-sama bagus, mereka lebih memilih Avanza. Mungkin kebanyakan alasan mereka adalah value for money,” ungkapnya.

Memang, salah satu keunikan tabiat konsumen, khususnya untuk mobil bekas, sepertinya brand image masih menjadi salah satu tolok ukur, termasuk nilai jual kembali. Contoh kasus yang diungkap Tedy soal “perang saudara” antara Avanza dan Xenia, ujung-ujungnya sudah bisa ditebak. Demikian pula dengan produk kolaborasi Toyota dan Daihatsu lainnya, Rush dan Terrios. Selain jaminan nama besar Toyota, nilai jualnya di pasaran mobil bekas sangat diyakini lebih tinggi dari Daihatsu. Toyota Rush, mobil bekasnya termasuk banyak dicari konsumen, terutama oleh penyuka SUV yang mencari banderol yang lebih pas dengan isi kantongnya.

Demikian pula dengan mobil bekas lainnya. Honda City dan sang adik Honda Jazz memang paling dicari di kelasnya dan mengungguli Toyota Vios maupun Toyota Yaris. Prinsip supply and demand pun berlaku. Tak heran jika akibat permintaan yang lebih tinggi membuat harga mobil bekas Honda City dan Honda Jazz menjadi lebih mahal. Sementara untuk merek dan tipe lainnya seperti Suzuki APV, Daihatsu Gran Max, atau sedan premium seperti Toyota Camry bisa dibilang sepi peminatnya. Namun untuk kelas SUV seperti Honda CRV, Nissan X-Trail, atau Ford Escape, cukup diminati walau stoknya sangat minim atau kosong.

Sementara itu, Mobil88 yang memiliki sejumlah cabang di Jakarta, tampaknya sudah memiliki data base konsumen yang cukup loyal. Bahkan General Manager Mobil88 Leovan Widjaja sempat mengungkapkan kalau konsumennya ada yang “trade-in” sampai 12 kali. Walau Mobil88 lebih melekat soal kesan mobil bekas dengan harga agak mahal, setidaknya harga yang ditawarkan bisa menjadi patokan calon pembelinya. Apalagi empat pilar utama Mobil 88 yaitu kenyamanan, kemampuan, kecepatan, dan kualitas, sudah diakui oleh sebagian sebagian besar konsumennya.

Salah satu kelebihan yang bisa didapat ketika hendak membeli mobil bekas di  Mobil88 mana pun, konsumen bisa menghubungi satu nomor telepon 021-7507288. Konsumen akan memndapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan, termasuk soal hitung-hitungan pembelian secara kredit. “Mobil88 telah menerapkan standar pelayanan yang sama di semua cabang. Kami juga selalu memberikan advis dan edukasi sejak konsumen mulai merencanakan membeli mobil yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Leovan Widjaja. Yang pasti, Mobil88 selalu siap melayani setiap konsumen yang ingin menjual, tukar tambah, atau membeli mobil bekas berkualitas.

Mengenai stok mobil bekas, baik Sahabat Motor, Tunas Used Car, maupun Mobil88, lebih banyak mengandalkan pasokan langsung dari pemakai. Ini bisa jadi berkaitan dengan margin keuntungan dan kualitas mobil bekas yang harus diperhitungkan mereka. Sementara pasokan dari pedagang mobil bekas lain atau perantara masih bisa diterima oleh Sahabat Motor. Dan rekondisi pun diperlukan sesuai dengan kondisi mobil yang akan dijual kembali.

Untuk sistem pembayaran dalam pembelian mobil bekas, sekitar 40% hingga 50% konsumennya memilih secara kredit. Tipikal pembeli mobil bekas memang beragam. Pembeli mobil bekas di Tunas Used Car, seperti yang diakui Ike, sekitar 40%-50% di antaranya memilih pembayaran dengan sistem kredit. Dan soal suku bunga kredit, Tunas Used Car yang menggunakan lembaga pembiayaan Mandiri Tunas Finance, mematok bunga sebesar 12,81% untuk tenor empat tahun. Sedangkan untuk tenor satu tahun dikenakan bunga 10,24%. Sementara di Sahabat Motor Kemayoran maupun Mobil88, jumlah pembelian secara kredit berkisar pada angka 40%. “Dalam kondisi ekonomi seperti sekarang ini, pembeli lebih pintar untuk mengalokasikan dananya. Dengan kredit, sisa dananya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujar Tedy.

Menyangkut promosi, tampaknya penjual mobil bekas kini lebih menahan diri. Sahabat Motor dan Mobil88 tak ada promosi khusus untuk menggaet calon pembeli. Walau begitu, Tunas Used Car masih mau showing untuk menggaet konsumen dengan memperhitungkan biaya tambahan yang menjadi resikonya. Sedangkan Sahabat Motor tetap mengandalkan pemasangan iklan di surat kabar yang cukup efektif selain media internet. “Media internet menjadi salah satu sasaran mengingat sekarang semakin banyak orang yang bisa mengakses internet di mana pun dia berada,” kata Tedy lagi.

Tak hanya penjual mobil bekas, tapi konsumen pun juga mulai menahan diri. Salah satunya berkaitan dengan berakhirnya tahun ajaran pendidikan dan membutuhkan biaya untuk tahun ajaran baru. Jadi membeli mobil bekas pun belum tentu masuk dalam anggaran tahun ajaran baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s