Merambah Potensi Wisata dan Lingkungan Hidup


Sebagai salah satu kabupaten yang sedang berkembang, OKI terus berupaya mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Lokasi OKI yang strategis juga merambah peluang di sektor pariwisata. Salah satunya adalah kawasan wisata Danau Teluk Gelam seluas 300 hektar yang telah sukses menjadi penyelenggara PON XVI tahun 2004 untuk cabang olahraga dayung dan ski air. Danau Teluk Gelam terletak 28 Km dari Kayuagung atau 93 Km dari Palembang, tepatnya di pinggir Jalan Lintas Timur dan dikelilingi perkebunan kelapa sawit.

Selain sedang dikembangkan untuk wisata air, Danau Teluk Gelam juga cocok sebagai tujuan wisata agro dengan komoditi lokal berupa durian, duku, dabn lainnya. Sarana yang tersedia juga sudah cukup lengkap, mulai dari hotel berbintang dua, olahraga bermotor, olahraga air, permainan anak-anak, home stay (rumah adat sistem bongkar pasang), serta lintasan jogging dan bersepeda santai di sekeliling danau. Lomba burung tingkat regional dan nasional juga sudah beberapa kali diselenggarakan di situ. Bupati Ishak Mekki pun memberikan peluang kepada investor untuk mengelola kawasan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata utama OKI.

Di pesisir pantai timur Kabupaten OKI, terdapat Pulau Maspari yang merupakan pulau karang dengan pantai alami berhampar pasir putih. Perairan karangnya didiami beragam biota laut yang indah, membuatnya sangat cocok sebagai tujuan wisata bahari seperti memancing (fishing) dan menyelam (diving).

Dan satu lagi potensi unik yang dimiliki oleh OKI adalah wisata legenda di Bukit Batu, Kecamatan Pampangan. Di situ terdapat sejumlah benda bernilai mistis seperti Batu Gajah, Batu Pengantin, Batu Lesung, dan Pohon Jerangkung (pohon aren) yang dianggap pohon beracun dan memiliki kekuatan mistis. Keberadaan Bukit Batu juga erat kaitannya dengan cerita legenda rakyat tentang tokoh sakti Si Pahit Lidah yang bertempur dengan Si Mata Empat.

Selain potensi wisata. OKI juga memberikan perhatian dengan menggalakkan kegiatan industri kecil dan menengah, kerajinan rakyat, termasuk industri rumah tangga seperti kerupuk, tikar, keramik, ukiran kayu, furnitur, dan dodol durian. Setidaknya citra positif Kabupaten OKI sudah mulai tercermin dari berbagai potensi yang mulai mencuat dan terus berkembang, sekaligus menenggelamkan status sebagai salah satu kabupaten terbelakang di Indonesia.

OKI memang sedang menggeliat. Namun OKI juga tetap berupaya menguatkan perekonomian di pedesaan dengan tetap memperhatikan pembangunan yang berwawasan lingkungan hidup. Salah satunya adalah upaya pelestarian dengan penanaman kembali hutan bakau yang rusak berat dan rusak ringan. Pemkab OKI juga melakukan peningkatan penanggulangan titik api (hot spot) untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Demikian pula dengan potensi pemanfaatan lahan gambut yang diperkirakan berjumlah 2,5 milyar m3 sebagai sumber eneergi alternatif.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s