Menjadi Penikmat Perpustakaan


Zoe. Itulah nama sebuah perpustakaan plus dengan konsep “zone of edutainment”, yakni memenuhi berbagai kebutuhan anggotanya dalam lingkup edukasi dan entertainment dalam sebuah perpustakaan. Jadi tidak heran jika saat memasuki zoe akan terlihat pemandangan berbeda dengan suasana perpustakaan pada umumnya. Konsep yang dibangun oleh pemiliknya, Emran, mencoba memberikan layanan dalam hal library, shop, and café seperti yang sudah dilakoninya di Bandung sejak 1999.

Letaknya di Jalan Margonda Raya yang merupakan jalan utama kota Depok, membuatnya banyak dikunjungi oleh kalangan pelajar, mahasiswa, karyawan, bahkan keluarga. Desain bangunan dua setengah lantainya cukup unik dan terdiri dari lantai dasar, teras, serta lantai atas. Emran pun sengaja menciptakan suasana yang senyaman mungkin bagi pengunjung yang datang dengan berbagai kebutuhannya.

Untuk sekedar membaca di tempat, cukup dengan selembar lima ribuan saja. Atau menjadi member yang jumlahnya sudah mencapai lebih dari empat ribu anggota yang akan mendapat fasilitas seperti potongan harga untuk beli buku, baca buku, termasuk menikmati sajian kafe. Anggota juga mendapatkan harga khusus jika berulang tahun, atau menggelar even seperti bedah buku atau talk show. Menariknya, zoe juga kerap dijadikan arena “nonton bareng” siaran langsung Formula 1, MotoGP, atau sepakbola mancanegara.

Selama ini, Zoe memang tidak membuat promosi khusus. Zoe hanya menyediakan berbagai menu makanan sebagai “teman” bagi siapa saja yang sedang berada di dalamnya. Namun demikian, suasana di zoe memang sangat mendukung bagi penikmat bacaan. Apalagi di saat ngabuburit, akan dijumpai sejumlah pengunjung di ruang baca sedang menikmati buka bacaannya, atau berdiskusi sambil membuka komputer jinjing dengan fasilitas hotspot.

Sebagai perpusatakaan, zoe telah melengkapi koleksi bacaannya hingga koleksi terbitan tahun 1960-an. Mulai dari komik, novel, popscience, maupun berbagai buku best seller. Khusus komik, zoe menyediakan serial kumpulan karya komikus terkenal seperti Kho Ping Ho dan Jan Mintaraga. Demikian pula dengan sejumlah buku langka yang juga tersedia untuk dibeli atau sekedar membaca di tempat. Total koleksi buku yang tersedia di zoe kini sudah hampir mencapai 20 ribu buku.

Pengunjung zoe memang tak perlu lagi beranjak dari tempat duduknya hanya untuk sekedar minum atau mengunyah cemilan sebagai teman saat membaca atau chatting. Soal makanan atau minuman, zoe telah menyediakan masing-masing 60 item makanan maupun minuman favorit dengan harga yang cukup terjangkau. Salah satu menu favoritnya adalah Nasi Campur Bali yang cukup dibayar 15 ribu rupiah saja.

Mumpung memiliki waktu senggang, tak ada salahnya mencoba sebagai penikmat perpustakaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s