Isuzu Technical Skills Competition 2009


Menguji Kehandalan Mekanik

Kemampuan mekanik Isuzu kembali diuji. Kali ini sebanyak 94 group leader, 44 services advisor, dan 22 partman berlaga dalam Isuzu Technical Skills Competition (ITSC) di Isuzu Training Center, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, 4 Juli 2009. ITSC yang yang digelar ke-11 kalinya ini akan menjadi jembatan untuk meraih prestasi lebih tinggi di tingkat internasional dalam ajang Isuzu Asia Oceania Technical Skill Contest yang akan diselenggarakan 4 November mendatang. Sebelumnya mekanik Isuzu dari Indonesia selama tiga tahun berturut-turut berprestasi meraih juara kedua pada tahun 2006 dan juara ketiga (2007 dan 2008) dari 13 negara peserta, termasuk Jepang.

Dengan prestasi tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) bertekad setidaknya mempertahankan prestasi dan jika meraih prestasi lebih tinggi akan lebih baik lagi. Ketua Panitia ITSC Rodko Purba, dalam ITSC ini para peserta dituntut untuk menerapkan strategi untuk memenangkan lomba, termasuk melakukannya sesuai dengan standar prosedur. “Dalam ITSC, selain unit TFS85 Euro 2, kami menyediakan lima unit Isuzu D-Max yang sudah mengaplikasi teknologi common rail pada mesin dieselnya yang berkapasitas 3.000 cc. Juga disediakan engine analyzer yang akan memudahkan untuk mendeteksi permasalahan pada mesin,” ujar Rodko Purba.

ITSC 2009 diikuti oleh 645 mekanik yang ada dalam jaringan IAMI yang dibagi dalam tiga area sebagai seleksi awal. Dari hasil penyaringan, maka sebanyak 20 peserta berhasil lolos ke final yang pemenangnya akan mewakili Indonesia dalam ajang serupa untuk tingkat Asia-Oceania. Sedangkan lombanya sendiri, menggunakan pola lomba yang dilakukan oleh Isuzu Jepang. Selain sebagai upaya meningkatkan kemampuan mekanik, IAMI juga mengajak bengkel binaan dan dan sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk ikut menyaksikan ITSC 2009. “Dengan melihat langsung, saya dan teman-teman dapat mengetahui bahwa teknologi otomotif dan perawatannya membutuhkan kemampuan mekanik yang handal. Profesi mekanik pun semakin dihargai sebagai bagian penting untuk memberikan layanan kepada pemilik mobil,” ujar Irham dari SMK Bina Mandiri, Bekasi yang datang bersama beberapa temannya.

Sementara itu President Director IAMI Kenji Matsuo menjelaskan pentingnya peran mekanik. Menurutnya, mekanik memegang peranan penting dalam meningkatkan penjualan. “Sehingga kita selalu berusaha untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar nantinya ikut memberikan andil dalam hal meningkatkan mutu pelayanan Isuzu,’ ujar Kenji Matsuo. Ditambahkan Kenji Matsuo, ke depannya IAMI akan mematok target untuk menjadi nomor satu di kelas kendaraan komersial.

Dalam hal angka penjualan pada semester pertama tahun 2009, seperti yang dialami Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) lainnya, IAMI memang mengalami penurunan pada tiga bulan pertama. Namun sejak akhir bulan ketiga hingga Juni, penjualan mulai menunjukkan peningkatan. IAMI juga berharap pertumbuhan angka penjualan akan semakin membaik setelah berlangsungnya pemilihan presiden. Harapan itu sangat wajar mengingat kondisi ekonomi global yang sedang mengalami keterpurukan dan membutuhkan kepastian iklim ekonomi yang kondusif. Menurut prakiraan Gaikindo, angka penjualan mobil hingga akhir tahun 2009 akan berada di kisaran 400 ribu hingga 420 ribu unit. Hal itu didasai angka penjualan semester pertama tahun 2009 yang turun sekitar 20% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2008.

Marketing Director IAMI Supranoto optimis angka penjualan Isuzu akan merangkak naik. Selain mengikuti International Indonesia Motor Show (IIMS) 2009, IAMI juga akan menggenjot penjualan kendaraan komersial. Supranoto sendiri mengakui bahwa pasar kendaraan penumpang, khususnya Isuzu Panther, telah mengalami pergeseran. Jika sebelumnya Isuzu Panther lebih diminati oleh konsumen individual, maka kini Isuzu Panther justru lebih diminati oleh konsumen korporasi. “Dengan satu atau dua unit memang belum terasa. Tapi dengan jumlah puluhan atau ratusan unit, penghematan biaya operasionalnya akan terasa cukup signifikan,” jelas Supranoto. Untuk konsumen individu, Isuzu Panther tipe Grand Touring sangat diminati. Dengan  fitur yang lebih lengkap dan kenyamanan yang juga ditingkatkan, angka penjualan Grand Touring mengalami peningkatan yang cukup signifikan dengan market share berkisar 40% berasal dari konsumen individu dan sisanya 60% diborong oleh konsumen korporasi.

Ditambahkan oleh Supranoto, gelaran IIMS akan menambah peluang pulihnya penjualan produk otomotif nasional, termasuk produk Isuzu. Apalagi didukung dengan kebijakan pemerintah yang telah menurunkan suku bunga dari 7% menjadi 6,75% menjadi momen yang memang dinantikan konsumen. “Selain menggenjot penjualan unit D-Max, dalam dua bulan ke depan kami juga menjamin 100% ketersediaan suku cadang D-Max,” tambahnya. Supranoto juga memastikan bahwa setiap jajaran produk Isuzu memiliki program-program sendiri yang akan didukung oleh seluruh jaringan IAMI di Indonesia.

__________

Hasil kompetisi mekanik Isuzu Technical Skills Competition 2009

Juara I Indarto dan Suprianto, AI-ISO Pramuka, Jakarta, 833 poin

Juara II Mulyono dan Budi Rianto, AI-ISO, Solo, 808 poin

Juara III Agus Sugiarto dan Yossi Ariandi, ASCO Pasar Minggu, Jakarta, 778 poin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s