Ir. H. Ishak Mekki, MM, Bupati Ogan Komering Ilir: Mewujudkan OKI yang Mandiri dan Sejahtera


Selayaknya masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mulai merasakan dampak dari program pembangunan yang dicanangkan oleh Bupatinya Ir. H. Ishak Mekki, MM. Bupati kelahiran Kayuagung ini mengenal betul kendala dan potensi di wilayahnya. Tak heran jika program pembangunan di OKI langsung menyentuh kepentingan masyarakat, khususnya pemberdayaan perekonomian di pedesaan.

Kesederhanaan dan kedekatannya secara langsung dengan warganya, menjadi salah satu kesuksesan jalannya pembangunan di OKI. Bahkan di sela perbincangan, Ishak Mekki memberikan isyarat kesiapan dirinya untuk maju kembali dalam Pilkada tahun 2008, sekaligus merealisasikan kelanjutan program pembangunan selama masa periode 2003-2008. Berikut petikan perbincangannya.

 

Apa yang Anda bayangkan pertama kali saat menjadi Bupati OKI?

Pada awal sebelum bertugas, sebenarnya sudah terbayang tentang kondisi OKI yang merupakan daerah pertanian, rawa, dan daratan. Penduduknya tersebar dan sulit dijangkau. Yang pertama kali saya pikirkan adalah bagaimana mewujudkan infrastruktur pedesaan sekaligus membantu pembangunan di pedesaan. Jadi program saya adalah memberikan prioritas pembangunan infrastruktur dengan tahap pertama adalah membangun jalan-jalan kabupaten di OKI. Kondisi jalan kabupaten di OKI pada tahun 2004 sangat rusak parah. Jalan-jalan tersebut kita perbaiki dan jembatan kayu diganti dengan jembatan beton.

Pada tahun 2004, kita sukses membantu pelaksanaan Pilpres, Pemilihan Legislatif, dan PON XVI yang menjadi penyelenggara cabang olahraga dayung dan ski air. Khusus PON XVI, OKI hanya punya sarana Danau Teluk Gelam yang dikelilingi hutan, tanpa ada tempat penginapan dan sebagainya. Alhamdulillah, akhirnya kita dapat membangun sarana pendukungnya, sukses, dan bahkan mendapat penilaian terbaik dibandingkan saat penyelenggaraan kedua cabang olahraga tersebut di daerah lain.

Upaya apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan perekonomian?

Pada tahun 2006 kita menguatkan ekonomi masyarakat, khususnya di pedesaan dengan membantu pendanaan yang digulirkan kepada masyarakat, peralatan bagi industri rumah, serta bantuan modal dan sebagainya. Untuk pembangunan di pedesaan, dibantu dengan program otonomi desa, termasuk infrastrukturnya.

Demikian pula dengan sektor pendidikan yang menyisihkan 20% dari total dana APBD seperti yang diamanatkan undang-undang. Jadi akan banyak yang dirasakan masyarakat dengan anggaran sebesar itu. Salah satunya adalah membebaskan biaya pendidikan hingga tingkat SLTA. Pada tahun 2007 ini pula, diprioritaskan bagi gedung SD, SMP, dan SMA yang rusak ringan dan berat untuk direnovasi, termasuk penambahan ruang kelas maupun gedung baru. Jadi kita memang memiliki komitmen yang tinggi pada masalah pendidikan di OKI, karena erat kaitannya dengan pengentasan kemiskinan. Kita juga telah mewujudkan berdirinya Universitas Islam OKI (Uniski) yang akan menjadi jembatan penyetaraan pendidikan guru-guru yang umumnya masih lulusan SPG, D1, maupun D2. Selain itu, Uniski juga memberikan beasiswa kepada lulusan SLTA yang berprestasi, termasuk pegawai negeri maupun insansi lain yang ingin mencapai tingkat S1.

Bagaimana dengan masalah kesehatan?

Untuk masalah kesehatan, juga telah diupayakan melengkapi sarana dan prasarana rumah sakit. Demikian pula dengan upaya pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat, seperti Puskesmas dan Pustu yang banyak kondisinya sangat memprihatinkan. Kita juga akan mewujudkan di setiap desa ada Puskesdes dengan bentuk kerjasama seperti masyarakat yang menyiapkan tempat dan kita menyediakan tenaga medis dan peralatannya. Di samping itu ada juga layanan pengobatan gratis bagi masyarakat miskin.

Apa obsesi Anda terhadap pembangunan di OKI?

Saya memiliki obsesi mewujudkan OKI yang mandiri dan sejahtera. Mengingat wilayah OKI adalah daerah pertanian, jadi bagaimana kita mengembangkan sektor ini menjadi maju dan meningkatkan penghasilan para petani. Bekerja sama dengan masyarakat, sejumlah areal lahan kritis kita bantu secara padat karya menjadi lahan produktif dengan mencetak sawah baru. Sehingga diharapkan OKI mampu menjadi lumbung pangan penopang Sumatera Selatan, khususnya beras, seperti di Lempuing dan Air Sugihan.

Wilayah OKI yang terdapat banyak rawa juga sangat potensial bagi pengembangan perikanan dan sangat berharap sentra perikanan Sumatera Selatan ada di OKI. Demikian pula dengan potensi peternakan yang sempat saya paparkan di Departemen Transmigrasi agar kota Pampangan bisa menjadi kota terpadu mandiri. Di sektor perkebunan, sejauh mata memandang dipenuhi kelapa sawit dan karet. Walau kontribusi investor kepada pemerintah kabupaten sedikit sekali, tapi dampaknya kepada masyarakat sangat dirasakan peningkatan kesejahteraannya.  Pada sektor kehutanan, potensi OKI yang memiliki salah satu hamparan hutan terbesar se-Asia Tenggara yaitu 580.000 hektar, dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) akan menjadi aset berharga sekaligus menyerap tenaga kerja yang besar dan pemasukan bagi APBD.

2 thoughts on “Ir. H. Ishak Mekki, MM, Bupati Ogan Komering Ilir: Mewujudkan OKI yang Mandiri dan Sejahtera

  1. assalamualaikum
    kepada Yth bapak bupati oki dan jajarannya kami rakyat air sugihan memohon bantuannya mengenai jumbatan penyebrangan air sugihan ke arah jalur 20 untuk dibangun supaya kami rakyat air sugihan bisa dengan mudah dan cepat air sugihan untuk berubah untuk maju kedepan….MOHON DIPERHATIKAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s