Geliat Produk Lokal, Gerahnya Produk Branded


Panasnya persaingan di kelas laptop murah, membuat aromanya semakin sengit. Produsen pun berlomba-lomba merebut hati konsumen lewat harga yang murah. Merek-merek branded seperti Acer, Toshiba, Asus, Dell, HP, dan sejumlah merek lainnya coba melakukan penetrasi pasar lewat produk kelas bawah. Selama ini, pangsa pasar kelas bawah hanya sebesar 30% dan masih jauh dibandingkan penjualan laptop kelas atas yang meraup sekitar 70%.

Produsen Toshiba yang selama ini konsentrasi di kelas atas, kini mencoba manisnya pasar kelas bawah sebagai bagian target penjualannya. Menurut Gunawan Nugroho, President Director PT Techking Enterprises Indonesia selaku distributor merek Toshiba, perubahan strategi itu diproyeksikan bisa membalik persentase pendapatan yang bisa diperoleh, yaitu 70% dari kelas bawah, dan sisanya 30% dari kelas atas. “Krisis ekonomi global mempercepat kami menggarap pasar low end. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Daya beli masyarakat memang trennya bergeser,” kata Gunawan.

Untuk Indonesia, langkah Toshiba memang tak sendirian mengingat jumlah konsumen laptop kelas bawah saat ini diperkirakan mencapai 80% dari total kue pasar yang ada. Selain merek branded, merek lokal pun tampak mulai percaya diri untuk unjuk gigi. Sebut saja Advan, Rellion, atau Zyrex. Walau begitu, hingga saat ini, Acer masih memimpin pasar laptop murah di Indonesia. Bahkan Acer baru saja meluncurkan laptop murah eMachines. Merek hasil akuisisi Acer ini ditargetkan meraup pasar kelas bawah dengan harga lebih murah. eMachine merupakan hasil perkawinan Packard Bell dan Gateway sebagai buah kesuksesan Acer dalam menerapkan strategi multibrand, yaitu Acer, Packard Bell, Gateway, dan eMachines.

Menghadapi serbuan merek branded, produsen lokal justru tetap optimis. Sebut saja Advan yang mulai giat berpromosi. Dengan brand ambassador Happy Salma, Advan mencoba menggebrak pasar laptop yang minim promosi di layar kaca lewat sejumlah program reality show. Teddy Tjan, Marketing Director PT Intech Surya Abadi, mengungkapkan bahwa dengan teknologi yang terus berkembang, mau tak mau harga pun akan semakin murah. “Peningkatan angka penjualan laptop murah pada tahun depan diperkirakan bisa mencapai kisaran 30% hingga 50%,” ujarnya.

Teddy juga menepis anggapan bahwa fitur yang ditanam sebenarnya tidak minimalis, tetapi ukurannya lebih minimalis. Sebenarnya ada segmen pasarnya sendiri-sendiri. Apalagi kini laptop sepenuhnya sudah bukan barang mewah dan canggih lagi, tetapi sudah menjadi kebutuhan.

“Saya setuju kalau merek lokal harus bisa berjaya di negeri sendiri. Devisa pun tak lagi lari ke luar negeri. Dengan kata lain, dengan semakin banyaknya orang Indonesia yang pintar, akan makin banyak kandungan lokal yang bisa dibuat,” tambah Teddy lagi.

Hal senada juga diutarakan Rendy, Marketing Manager merek lokal Zyrex. Rendy mengatakan, pihaknya ke depan akan berupaya mendongkrak penjualan laptop murah, seiring dengan terbukanya pasar, seperti untuk memenuhi kebutuhan penggunaan di kalangan sekolah. “Merek yang kuat memang dibutuhkan, namun tidak selalu menjadi hal yang menentukan untuk memenangkan kompetisi di pasar laptop murah. Ada konsumen yang tidak terlalu gengsi dengan merek, namun mereka lebih mencari sisi fungsionalnya. Kami akan membidik pasar dengan karakteristik tersebut,” ujarnya. Masih menurut Rendy, biasanya pembeli laptop murah adalah konsumen yang tidak begitu banyak membutuhkan fitur atupun program tingkat lanjut. Kalau produk laptop murah diberi fitur tersebut, justru tidak akan terpakai.

Sejumlah kalangan bahkan berani memprediksi bahwa geliat produsen lokal akan lebih mendongkrak bisnis komputer jinjingnya untuk menangkap peluang pasar setelah mereka merasa sudah cukup kuat di segmen desktop. Prakiraan tersebut setidaknya menjadi semacam sinyal bahwa produsen lokal berani bersaing dengan menciptakan kegerahan bagi pabrikan asing. Akankah merek lokal bisa berjaya di negeri sendiri?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s