Aoyama Receives Superb Reception in Japan


The 250cc World Champion is greeted by more than 100 people at Honda’s headquarters in Tokyo.

Hiroshi Aoyama is in Japan this week enjoying his new status as World Champion of the quarter-litre class.

The Welcome Plaza, in Honda headquarters in Tokyo, was the scene of a press conference at which the 28 year-old discussed his career to date and, of course, his triumphant 2009 season.

The 250cc World Champion, who currently lives in Barcelona, plans to spend a few days off in Chiba with his family, before travelling to Sepang where he will continue his pre-season preparations with his new Interwetten Honda MotoGP team from December 21st to 23rd.

(motogp.com, Friday, 27 November 2009)

Advertisements

Thailand Welcomes Jorege Lorenzo, the Next Trip: Indonesia


MotoGP World Championship 2009 runner-up receives a hero’s reception on the first day of his South East Asian trip.

Jorge Lorenzo was met by a huge crowd in Thailand on Friday as he started his South East Asia trip with a visit to the Yamaha Motor Factory in Bangkok, before spending the afternoon at the capital city’s most important dealership, the Yamaha Rider’s Club.

The 22 year-old was welcomed by the factory President Frank Nagashima and Chief Operating Officer Praphan Phornthanavasit, and was then given a tour of each department of the plant where no fewer than 3,000 people work.
After, Lorenzo pulled on his race leathers to test ride a Yamaha YZF-R1 which was decorated in Fiat Yamaha livery, and delighted 800 onlookers with a burnout.
It was the first time Lorenzo had been aboard a motorcycle since an operation in Barcelona on November 16 to remove a plate from his left collarbone, and he enjoyed his experience.

“It is incredible to see so many happy people here in Bangkok, where they don’t get to see this kind of event very often,” said the Mallorcan. “Motorcycling is not one of the most popular sports here but it is certainly one of the most important businesses. To be able to come here and give the people at Yamaha a boost gives me a lot of pride. Tomorrow we’ll head to Indonesia and I’m sure we’ll find out even more about the secrets of this great brand.”
(motogp.com, Friday, 27 November 2009)

Renault Twingo Gordini


Sssst, pabrikan Renault, Perancis, bekerja sama dengan Rumah Modifikasi Gordini, mau melansir produk barunya berngaran Renault Twingo Gordini. Rencananya Twingo anyar dengan ikon warna biru bergaris putih ini akan muncul di Paris Motor Show Januari 2010 mendatang.

Renault Twingo Gordini mengusung mesin 1.600 cc, 133 HP. Velg alloy 17″ membuatnya makin gagah. Fiturnya antara lain cruise control, radio/CD/MP3, ESP, dan pengontrol iklim otomotis.

Rencana masuk ke Indonesia kapan ya?

Foto: Renault

Daihatsu Xenia-Matic, Saatnya Beralih ke Matik


Dalam iklim persaingan bisnis otomotif yang semakin ketat, tak pelak kualitas produk, fitur terkini, dan layanan menjadi garda terdepan untuk merebut hati konsumen. Di lain sisi, konsumen pun semakin kritis dengan kebutuhannya, termasuk soal fitur unggulan dan yang tak kalah pentingnya adalah soal harga yang terjangkau. Itulah sebagian hasil riset yang telah dilakukan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sejak awal 2008 lalu yang berujung diluncurkannya varian matik Daihatsu Xenia di Taman Menteng, Jakarta, Rabu (18/11) pekan lalu.

Boleh jadi, Daihatsu Xenia-Matic kini menjadi target sebagai mobil keluarga yang memiliki fitur unggulan berupa transmisi otomatik, sekaligus sebagai pendatang baru di kelas low multi purpose vehicle. Apalagi dengan banderol mulai Rp 139,7 juta (on the road Jakarta), diyakini akan mampu menarik minat konsumen. Sejak pertama kali diperkenalkan lima tahun yang lalu, Daihatsu Xenia memang menjadi andalan ADM. Dan itu berarti adanya kepercayaan konsumen terhadap produk Daihatsu yang harus diapresiasi oleh ADM.
Lewat Daihatsu Xenia-Matic, ADM memberikan sensasi kemewahan dan kenyamanan berkendara dalam berbagai kondisi jalan raya. “Dengan Xenia-Matic, berkendara pasti lebih menyenangkan,” ujar Sudirman MR, Vice President Director ADM. Melihat perkembangan kondisi lalu lintas di sejumlah kota besar di Indonesia, tingkat kepadatannya membuat kebutuhan dan pengetahuan terhadap teknologi kendaraan juga meningkat. Demikian pula dengan kebutuhan terhadap kendaraan bertransmisi otomatik yang sejak awal dekade terakhir semakin diminati. Belum adanya kendaraan keluarga bertransmisi matik dengan harga terjangkau bisa jadi membuat sebagian konsumen berharap segera direspon oleh pabrikan.

Daihatsu Xenia-Matic mengadopsi konsep dasar Xenia sebagai kendaraan keluarga best value yang membanggakan. Daihatsu Xenia 1.3 Xi A/T yang memiliki kapasitas dapur pacu 1.300 cc, VVTi DOHC, sama dengan versi manualnya, diyakini mampu mendukung performanya di berbagai kondisi jalan. Transmisi otomatiknya mengaplikasi tipe gate shift lever yang mudah terbaca, akurat, dan aman dalam penggunaannya. Perjalanan bersama keluarga pun akan selalu menjadi momen yang menyenangkan. Apalagi konsumsi bahan bakarnya yang diklaim 1:11 terbilang irit di kelasnya. Itu dibuktikan saat ADM melakukan uji coba berkendara Jakarta-Bandung yang membawa tujuh penumpang. Dengan berbagai kondisi yang dilalui, performa Daihatsu Xenia-Matic memang bisa diandalkan.
Daihatsu Xenia-Matic, walau tak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan dengan versi manualnya, namun ADM menyediakan opsional menarik. Dengan memilih Daihatsu Xenia-Matic full aksesoris, konsumen cukup menambah tak lebih dari enam juta rupiah untuk mendapat tambahan fitur seperti mud guard, chrome grill, console box, arm rest, door trim, alarm, dan alloy wheel 14 inchi. Khusus transmisi otomatik yang disandang Daihatsu Xenia-Matic, pihak ADM masih mengimpornya langsung dari Jepang.
Dengan pilihan seperti itu, tak salah jika ADM menyasar kaum muda atau keluarga muda yang menginginkan kenyamanan, fitur lengkap, dan tentunya harga yang terjangkau. Secara keseluruhan, Daihatsu Xenia-Matic diharapkan bisa memberikan kontribusi angka penjualan di kisaran 500 unit setiap bulannya. Sehingga target penjualan semua tipe Xenia secara total bisa mencapai 5.000 unit setiap bulannya. “Jika kondisinya sudah stabil, diperkirakan 250 sampai 300 unit bisa dijual setiap bulannya,” ujar Suparno Djasmin, Chief Executive Officer (CEO) Daihatsu Sales Operation. Apa yang diungkapkan Suparno menyiratkan adanya ceruk pasar yang akan dilayani ADM lewat varian Daihatsu Xenia-Matic. Itu pula yang menjadi alasan dipilihnya akhir tahun sebagai momentum peluncurannya seiring dengan peningkatan permintaan pasar setiap jelang akhir tahun.
Soal harga pun, pihak ADM mematok harga yang kompetitif sebagai strategi untuk menguasai pasar. Sekedar pembanding, harga yang ditawarkan untuk Xenia-Matic lebih rendah jika dibandingkan saudara kembarnya, Avanza. Yang membedakan di antara keduanya adalah Xenia memiliki varian 1.000 cc sedangkan Avanza memiliki varian 1.500 cc. Tak hanya dari dapur pacu, kelengkapan fiturnya pun berbeda. Baik Xenia maupun Avanza sejak awal memang dirancang untuk mengisi segmen pasar yang berbeda. “Kami tidak ingin dua mobil yang setipe ini saling memangsa. Oleh karena itu, Astra memberikan batasan yang jelas mana pasar yang dilayani Daihatsu maupun Toyota,” ujar Direktur Pemasaran ADM Amelia Tjandra.
Bagi ADM, bisa dipastikan Xenia masih akan menjadi andalan Daihatsu untuk mendongkrak pasar tahun depan. Hal itu menjadi lebih realistis melihat angka penjualan Xenia tahun ini yang ikut membuat pabrikan berlogo huruf “D” ini tetap menancapkan posisinya di posisi kedua setelah Toyota. Dengan varian baru Daihatsu Xenia-Matic yang menawarkan tujuh warna pilihan menarik, selain kenyamanan berkendara yang lebih optimal, konsumen pun akan mendapatkan sebuah kendaraan yang memiliki best value dan kebanggaan tersendiri. Matik getu lho!

Semua foto: S. Dwiyanthoputra
Foto transmisi: PT Astra Daihatsu Motor

NPS raih Grade-A untuk kategori servis


Sebagai satu-satunya pusat informasi dan servis resmi di Indonesia, Nikon Professional Service (NPS) telah mendapatkan peringkat Grade-A dari Nikon Jepang. “Indonesia termasuk salah satu negara di Asia yang mendapat peringkat Grade-A bersama Hongkong dan Thailand dalam kategori servis,” ujar Denny Saputra. Peringkat tersebut setiap tahunnya akan dievaluasi oleh Nikon Jepang, termasuk peralatan servis yang dimiliki.


Beberapa perangkat canggih yang dimiliki NPS, di antaranya:

Adjustment VR
Perangkat yang menguji lensa tipe VR sesuai dengan standar yang ditentukan lewat komputer.

Shutter tester
Pengecekan seluruh tipe kamera melalui komputer untuk speed, diafragma, dan TTL lens.

Color view
Sebuah perangkat yang terkoneksi dengan komputer untuk adjustment White Balance (WB) pada kamera digital.

Adjustment focus

Pengukuran sensitivitas lensa dengan perangkat program komputer.

Adjustment lens infinity
Perangkat standar untuk mengukur infinity sebuah lensa.

Adjustment AFS lens
Perangkat standar yang terkoneksi dan dikontrol oleh komputer untuk lensa AFS.

Adjustment back focus

Perangkat sederhana untuk mengecek back focus sebuah lensa

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

Kualitas servis standar Nikon


Nikon Professional Service

Berdiri secara efektif sejak tahun 1998, Nikon Professional Service (NPS) telah menjadi rujukan para fotografer professional dan pewarta foto, serta kalangan hobies pengguna Nikon di Indonesia. Di bawah pimpinan Harijanto H yang akrab disapa dengan Koh Toto, NPS kini lebih berkembang dan terbuka bagi semua pengguna kamera Nikon di Indonesia.

Pusat informasi dan servis Nikon
Dengan semakin meningkatnya pengguna kamera Nikon di Indonesia, tentunya harus diikuti dengan layanan purna jual yang handal dan memuaskan. “Kami menerima seluruh jenis kamera Nikon mulai dari kamera konvensional tipe kompak dan SLR, kamera digital low end, prosumer, dan digital SLR. NPS ini merupakan satu-satunya servis resmi melalui penunjukan resmi dan kepercayaan dari pihak Nikon Jepang untuk melayani servis di Indonesia,” ujar Koh Toto.
“Kami juga memberikan layanan khusus bagi pewarta foto atau kalangan pers, mengingat tuntutan profesi mereka yang sangat bergantung pada kamera,” tambah Koh Toto yang setiap hari mengkontrol langsung di ruang servis. Dengan menempati lokasi yang baru di Komplek Mangga Dua Square Blok H No. 1-2 sejak April 2005, diharapkan NPS bisa memberikan layanan terbaik bagi pengguna kamera Nikon dan konsumen pun dapat lebih mudah menjangkaunya. Selain untuk menservis kameranya, konsumen juga bisa bertanya dan mendapatkan informasi seputar kamera Nikon di NPS. Khusus selama masa promosi, NPS memberikan diskon 50% untuk biaya penggantian spare parts dan jasa servis, ditambah dengan garansi dua bulan untuk produk kamera Nikon bergaransi resmi. Sedangkan bagi konsumen yang membeli kamera Nikon tanpa garansi resmi, NPS tetap menerimanya dengan biaya tanpa diskon, namun tetap mendapatkan garansi servis selama dua bulan.
Bagi konsumen yang jauh dari lokasi NPS atau berada di luar kota, bisa menghubungi dealer setempat untuk meneruskannya ke NPS. “Proses penerimaan hingga penyelesaian perbaikan sebenarnya hanya tiga hari. Spare parts juga dijamin lengkap. Penambahan hari biasanya lebih kepada waktu pengiriman, khususnya untuk luar kota,” kata Koh Toto.

Edukasi bagi pengguna Nikon

Layaknya sebuah mesin, kamera pun perlu diservis untuk menjaga performanya saat digunakan. Di NPS, hampir semua perangkat untuk menservis kamera telah menggunakan komputer dengan program dari Nikon Jepang, sekaligus menjamin hasil yang akurat seperti kamera baru. Di ruang servis NPS terdapat sejumlah perangkat adjustment untuk back focus, focus, VR lens, AFS, lens infinity, color view, dan beberapa perangkat lain yang sebagian besar menggunakan komputer untuk hasil yang akurat sesuai dengan standar Nikon di Jepang. Para pengguna kamera Nikon mungkin tak pernah terpikir jika kamera yang dipakainya memiliki memori dan bisa dideteksi secara akurat melalui komputer untuk mengetahui frekuensi penggunaan tombol rananya sejak pertama kali digunakan. Untuk membuka lensa pun, NPS menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan tipe lensa yang akan diservis. Jadi, banyak hal yang perlu diinformasikan tentang NPS, sekaligus sebagai edukasi bagi pengguna kamera Nikon.

“Banyak konsumen yang mengeluh setelah kameranya diservis di tempat lain. Selain kualitas servis yang buruk, terkadang mereka juga harus mengganti spare parts tambahan yang ikut rusak akibat perbaikan spare parts lainnya. Akhirnya mereka datang ke NPS dengan kondisi kamera yang cukup parah,” ujar Denny Saputra yang menjadi asisten Koh Toto.
Menurut Koh Toto, semua kamera yang diservis akan melalui tahapan pemeriksaan, penerimaan, perbaikan, pemeriksaan terakhir, dan penyerahan kembali kepada konsumen. Dalam setiap tahapan tersebut ditangani oleh tenaga handal dan terlatih. Khusus sumber daya manusia yang menangani perbaikan (servis) kamera, direkrut dengan seleksi yang cukup ketat, termasuk yang ikut menentukan adalah minat, motivasi, sikap, dan karakter. Selain di Jakarta, mereka pun mendapatkan training di Jepang, Hongkong, dan Singapura.
Dengan berbagai kelengkapan perangkat servis yang dimiliki, NPS memberikan komitmen layanan terbaiknya bagi konsumen. Konsumen pun dengan mudah bisa mendapatkan informasi melalui telepon (021) 6231 2600 atau email info@nikon.co.id.

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

“Wow, wow…, beautiful…!”


Scotty Graham, fotografer underwater

Kesibukannya sebagai pengajar matematika di Jakarta International School, ternyata tak mengurangi keinginannya menyibak tabir kehidupan biota laut. “Fotografi di dunia memang didominasi oleh above the land. Jadi saya sangat tertarik untuk melihat beraneka ragam biota laut lewat fotografi,” ungkap Scotty Graham kepada penulis.

Berawal dari Scuba Diving
Pria ramah dan murah senyum ini, pertama kali mengenal kamera pada usia 15 tahun dan setelah lulus sekolah setingkat SMA, Scotty melanjutkan ke perguruan tinggi dan mulai mengenal scuba diving pada tahun 1982. Kamera Nikon pertama yang dipakainya pada tahun 1993 adalah Nikon FM2. Salah satu faktor yang menyebabkan Scotty jatuh cinta kepada underwater photography, yaitu aktivitasnya saat menjadi instruktur profesional scuba diving di Hawaii tahun 1988. “Saya sangat “crazy” dengan scuba diving dan sempat menjadi instruktur professional di Hawaii. Pada saat itu sebenarnya saya sudah tertarik dengan fotografi, tetapi tidak terlalu serius untuk ditekuni alias hanya hobi,” katanya.
Dengan scuba diving, Scotty mulai mencoba mengekspresikan hobi fotografinya dengan kamera Nikonos 5 serta satu strob 103. Dengan satu strob dan satu lensa, saya mencoba mengambil gambar kehidupan biota laut. “Ternyata sulit sekali dengan peralatan yang memang kurang memadai,” akunya. Tingkat kesulitan underwater photography diakuinya memang berbeda dengan bidang fotografi lainnya, terutama soal pengaturan lighting yang dirasakannya memang sangat sulit sekali saat di bawah air. Apalagi cahaya matahari tak sepenuhnya bisa menembus ke bawah laut.

Kehilangan Nikon D1h
Scotty yang juga pernah menjadi pilot helikopter ini, mengawalinya dengan menjadi instruktur scuba diving pada tahun 1988 di Guam. “Sejak saat itu, saya berusaha mencoba menekuni underwater photography dengan belajar sendiri melalui bacaan berbagai majalah dan internet,” tambahnya. Scotty mulai serius menekuni underwater photography pada tahun 1990. Hanya saja, hingga kini dirinya enggan dikatakan sebagai fotografer profesional. “Saya menganggap diri saya fotografer semi-profesional,” ujarnya sambil tersenyum.
Dari situ, Scotty kembali membeli Nikon N90X (sama dengan Nikon F90X yang dipasarkan di Asia) berikut housing-nya. Fanatisme Scotty terhadap kamera SLR digital Nikon boleh dibilang sangat tinggi. Saat salah satu kamera kesayangannya Nikon D1h hilang, dia sempat sangat kecewa dan tak ingin menceritakannya kembali. Akhirnya Scotty pun kembali membeli Nikon D2h di Singapura tahun 2003.
Walau telah memiliki Nikon D2h, Scotty mengaku hanya menggunakan Nikon D70 untuk aktivitas photography underwater-nya. “Dengan D70, saya bisa menggunakan housing Nexus untuk D70 yang harganya lebih murah dari housing untuk Nikon D2h,” katanya. Scotty juga berniat menjual Nikon D2h miliknya dan akan membeli Nikon D2x.
Tentang komunitas fotografer underwater, menurutnya hanya sedikit fotografer di bawah laut dibandingkan dengan fotografer arsitektur. lanskap, dan lain sebagainya. Namun demikian, hasil dari fotografi underwater menjadi sangat menarik dan banyak dikagumi oleh berbagai kalangan. “Banyak orang yang setelah melihat foto underwater menjadi kagum. Wow, wow…, beautiful…! Begitulah ekspresinya,” ungkap Scotty mencontohkan ekspresi penikmat fotografi underwater.

Mengagumi Papua
Lensa favorit yang kerap digunakan Scotty adalah Nikkor 12-24 mm dengan diopter-nya, di samping beberapa lensa Nikkor lain seperti 10,5 mm, 105 mm, dan 60 mm makro, “Saya pun banyak belajar juga dari internet seperti underwaterphotography.com. Selain itu, saya pun mencoba berkomunikasi dengan sejumlah fotografer. Yang jelas, saya selalu belajar dan belajar untuk menghasilkan foto terbaik,” tambahnya.
Khusus di Indonesia, Scotty sangat mengagumi keindahan alam bawah laut di Papua yang sudah beberapa kali dikunjunginya. “Sangat indah dan sangat berbeda dengan lokasi lainnya di dunia. Saya juga pernah ke Bali dan Bunaken, biota lautnya juga sangat indah,” kata Scotty.
Keinginan Scotty untuk menghasilkan karya foto underwater yang prima bukannya tanpa hambatan. Selain kesibukannya mengajar, Scotty juga harus membagi waktunya untuk keluarga. “Saya selalu coba mengatur waktu, bahkan mengambil cuti untuk bisa pergi, hahaha…,” katanya sambil tertawa lepas.

Semua foto: Trisna

Juru Foto Pribadi Presiden Republik Indonesia


Aktivitas Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbilang cukup padat, termasuk kesehariannya bersama keluarga dan kerabat. Momen-momen seperti itulah yang menjadi sasaran bidikan kamera Abror Rizki (42) dan D. Anung Anindito (35). Sejak terpilihnya SBY menjadi Presiden RI Oktober 2004, Abror dan Anung pun resmi menjadi juru foto pribadi Presiden. Kiprah dan pengalaman kedua fotografer di media massa sebelumnya, ikut mendukung hasil jepretan mereka yang prima.

Nikon FM2
Baik Anung maupun Abror, sama-sama mengakui bahwa awal karir sebagai fotografer menggunakan kamera SLR Nikon FM2. Anung yang sebelumnya aktif sebagai pewarta foto di harian Rakyat Merdeka, menyadari tingginya tanggung jawab profesi sebagai juru foto pribadi orang nomor satu di Indonesia. Beberapa hal menarik di balik profesi sebagai juru foto pribadi presiden, terungkap saat Nikonia menjumpai keduanya di lingkungan istana kepresidenan. Anung yang berpostur tubuh tinggi menunjukkan keramahannya saat ditemui di ruang kerjanya di Wisma Negara 001. “Pemahaman terhadap profesi fotografer sangat luas. Menjadi juru foto pribadi presiden menjadi tantangan buat saya,” aku Anung.

Sementara Abror menjalani karirnya sebagai pewarta foto dengan menjadi freelance di majalah Matra sejak 1988 dan baru sejak Januari 1990 resmi menjadi fotografer di Matra hingga 2002. Rentang waktu hingga bergabung menjadi juru foto pribadi presiden, Abror yang lahir 23 September 1966 itu sibuk membuat film dokumenter Sang Demokrat yang kini menjadi dokumentasi negara. Dengan tenggat waktu Sang Demokrat yang cuma sepuluh hari, Abror harus memilah-milah ribuan gambar yang harus diedit maupun dubbing, termasuk memberikan narasi dan efek suara. “Persaingan di antara fotrografer pun sebenarnya semakin ketat. Jadi kita harus punya inovasi kalau tidak mau habis. Makanya saya sempat mengelola usaha yang tetap berhubungan dengan fotografi,” tambah Abror.

“Kejedag-kejedug” menuju istana
Awal menjadi juru foto pribadi presiden menjadi tantangan yang tidak bisa dilupakan. Abror dan Anung yang telah mendapat restu dari SBY harus mencari kiat dengan berbagai jurus untuk menembus istana. “Walau sudah mendapat sinyal dari SBY, namun kami belum mendapat keleluasaan karena koordinasi yang belum berjalan sempurna. Ibaratnya, kami harus kejedag-kejedug dulu untuk menembus ke istana,” kenang Abror.
Sosok Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Joyowinoto pun disebut oleh keduanya yang telah membantu proses menuju istana. Dan setelah berhasil, barulah mereka merasakan menjadi juru foto pribadi presiden. Menurut Abror, profesi yang dijalaninya bersama Anung merupakan profesi pertama kalinya di Indonesia, juru foto pribadi presiden!
“Syukur Alhamdulillah, banyak karya kita yang benar-benar menggambarkan profesi sebagai juru foto pribadi presiden. Presiden di tenda, saat periksa gigi atau cukur rambut, menjadi momen unggulan kita, “ujar Abror yang diangguki Anung.
“Awal menjadi juru foto pribadi presiden sangat didukung oleh keluarga,” ujar Abror. “Mereka punya kebanggaan kalau kita bisa dekat dengan presiden,” tambah Anung.
Dengan jadwal acara yang begitu padat, mereka pun mulai menuai protes dari pihak keluarga. “Itu memang harus diakui, karena selain kita, semua staf khusus hingga menteri yang melekat dengan aktivitas presiden mengalami hal yang sama,” kata Abror.

Kebanggaan sebagai juru foto Presiden
Salah satu fasilitas yang mereka dapati adalah sebuah ruang kerja di Wisma Negara 001 yang mereka tempati sekaligus menjadi tempat istirahat layaknya kamar hotel. Anung dan Abror pun berbagi tugas yang pada awalnya sulit untuk dilakukan. Khusus acara Presiden yang memiliki bobot khusus, tentunya akan dilakukan bersama. Namun pada acara tertentu bisa dikerjakan oleh salah satu dari mereka. “Kita berdua harus berkoordinasi sesuai dengan job yang ada agar setiap acara selalu bisa kita tangani,” tambah Abror.
Sebagai juru foto Presiden, mereka pun merintis publikasi kegiatan Presiden ke berbagai media cetak di Indonesia. “Bahkan beberapa media pun kerap meminta kepada kami beberapa foto kegiatan Presiden dan itu akan kami layani dengan senang hati. Apalagi mereka juga teman kita waktu di lapangan,” kata Anung. Tak heran jika foto-foto mereka kerap dimuat di media cetak.
Profesi yang kini dilakoni Anung dan Abror, tentunya menyelipkan rasa kebanggaan bisa dekat dengan Presiden. “Tak pernah terpikirkan sebelumnya kalau kita punya kesempatan berbicara dan dekat dengan Presiden,” ujar Anung yang juga diangguki oleh Abror.
Mereka pun harus selalu siap, termasuk mengikuti kegiatan Presiden dalam acara resmi maupun pribadi, termasuk ke luar negeri. Abror pernah ikut rombongan Presiden ke Cili, Singapura, Malaysia, Filipina, Australia, Selandia Baru, dan Timor Leste, sedangkan Anung ikut saat ke Mesir, Laos, Australia, Amerika Serikat, Vietnam, Jepang, dan Cina.
Kebanggaan, menurut Abror dan Anung, jauh lebih menantang setelah menjadi juru foto pribadi Presiden. “Saya merasa ikut menjadi bagian dari sejarah bangsa, bahkan saat mendengar lagu kebangsaan pun jiwa nasionalisme ikut terangkat,” ungkap Abror yang sebelumnya pernah berpameran foto “Calon Presiden” dan telah menerbitkan karya fotonya dalam buku “Presidenku”.

Semua foto: S. Dwiyanthoputra

Mencermati Keunggulan iPhone dengan OS 3.0 Terbaru


Bagi pemilik iPhone, kini ada kabar gembira setelah Juni lalu diluncurkan perangkat lunak OS versi 3.0. Dengan OS versi 3.0, penggunaan iPhone dapat lebih optimal dengan berbagai fitur unggulan yang menyertainya. Bagi pemilik iPhone generasi sebelumnya, OS Apple versi 3.0 bisa diperoleh secara gratis dengan empat langkah mudah setelah mengunjungi http://www.apple.com/iphone/softwareupdate.

Lalu apa saja keistimewaan OS Apple versi 3.0? Lebih dari 100 fitur unggulan dijejali Apple untuk pengguna iPhone. Pengguna pun kini dengan mudahnya bisa melakukan cut-copy-paste sesuai dengan kebutuhan. Apple sendiri tak membatasi fitur ini hanya sebatas teks, tetapi juga bisa dilakukan untuk gambar atau dari email, termasuk antaraplikasi. Atau coba gunakan fitur spotlight search, semacam mesin pencari untuk kemudahan pencarian dalam seluruh sistem. Caranya dengan memasukkan kata kunci untuk mencari nama, email, kalender, atau pada aplikasi lainnya. Fitur message-nya memungkinkan pengguna meneruskan berbagai bentuk pesan seperti sms, mms, maupun video untuk dikirim seluruhnya atau sebagian yang dianggap penting saja.

Rekam pesan suara (Voice Memos) atau kebutuhan audio lainnya bisa dilakukan kapan dan di mana saja sesuka hati. Cukup gunakan mikrofon pada iPhone atau manfaatkan mikrofon yang terdapat pada headset. Hasil rekaman suara dapat dikirim melalui mms atau email. Begitu pula dengan landscape view yang memberikan keleluasaan saat membutuhkan tampilan keyboard yang lebih besar saat menggunakan menu mail, message, note, atau safari.

Beberapa fitur lainnya yang menonjol, di antaranya adalah Bluetooth stereo yang memungkinkan penggunanya menggunakan Bluetooth wireless stereo dengan dua buah earplug untuk memanjakan telinga. Begitu pula dengan fitur shake to shuffle yang hanya dengan mengguncangnya sudah bisa berpindah ke lagu berikutnya. Di antara fitur-fitur unggulan, ada satu fitur menarik parental control. Fitur ini akan memberikan privacy penggunanya dengan membatasi akses untuk lagu-lagu, video, atau aplikasi yang dikehendaki.

Dengan sekitar 100 fitur barunya, diyakini OS Apple versi 3.0 akan menjadi pionir perangkat lunak di kelas smartphone yang kini semakin tinggi peminatnya. Setidaknya dengan menyajikan beragam inovasi pada iPhone generasi terbaru, akan menjadi platform aplikasi yang makin keren dan canggih. Dan bagi pengguna iPhone 3G, akan mendapatkan beberapa keunggulan lainnya seperti peningkatan performa kecepatan hingga 7,2 Mbps saat berselancar di dunia maya. Fungsi dan kemampuan kamera 3 megapikselnya sudah disertai fitur autofocus dan macro focus, termasuk editing untuk fungsi kamera video.

_______________________

Boks

Membeli iPhone 3G Tanpa Uang Muka

Bagi peminat smartphone iPhone 3G, kini ada tawaran bundling yang menarik dari Telkomsel. Smartphone iPhone 3G 16GB bisa dimiliki dengan biaya awal Rp 0 alias tanpa uang muka. Peminat bisa memilih tiga paket yang tersedia, yaitu Turbo, Turbo Plus, atau Turbo Premium. Dengan masa angsuran selama 12 bulan, iPhone 3G bisa segera digenggam dengan besaran cicilan mulai dari Rp 800 ribuan. Untuk memutuskannya, sesuaikan pilihan paket yang diinginkan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.

iPhone 3G terbaru ini dapat digunakan di seluruh jaringan Telkomsel, baik 2G maupun 3G, serta memiliki kemampuan mendeteksi jaringan hotspot Wifi secara otomatis, sehingga memudahkan untuk penggunaan internet kecepatan tinggi maupun browsing multimedia kapan pun dan di mana pun. Layanan tak berbayar alias gratis pun bisa langsung dinikmati seperti 20 mms, data hingga 1 GB, termasuk gratis bicara dan sms, Jadi, selama periode angsuran hingga 12 bulan, konsumen dapat terus menikmati layanan gratis. Khusus pemilik iPhone generasi sebelumnya, layanan gratis 20 mms baru bisa dinikmati setelah di-upgrade ke versi iPhone 3.0. Telkomsel juga menawarkan paket berlangganan internet unlimited 3,6 Mbps dengan biaya langganan Rp 87 ribu setiap bulannya. Jika masih penasaran, langsung klik saja http://www.telkomsel.com/iphone/whoretobuy.

Foto dan ilustrasi: Apple

Menerima Kritik sebagai Anugerah*


“Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima kritik”. Itulah yang diungkapkan oleh artis Halle Berry ketika menerima Razzie Award pada tahun 2005 lalu. Ketika itu Halle Berry mendapat anugerah sebagai pemain terburuk dalam film Cat Woman. Sebelumnya, tak ada satu artis pun yang berani hadir secara langsung dan lebih memilih mengirimkan pesannya lewat video.

Sebenarnya, seberapa jauh kritik itu dianggap sebagai musibah atau kehancuran? Dan siapa saja yang mampu menerima kritik layaknya saat menerima pujian? Apa pun bentuknya, kritik memang tidak disukai oleh siapa pun. Dan bisa dipastikan bahwa di dunia lebih banyak pengkritik daripada yang dikritik. Mulai dari nasehat, sindiran, lelucon, hingga caci-maki yang teramat pedas pun bisa muncul kapan saja. Dan tak ada yang bisa menjamin siapa pun bebas dari kritikan.

Ketika orang mengkritik kita, berarti kita diperhatikan orang lain. Nah, jika diperhatikan orang lain berarti ada yang ingin dibangun pada diri kita. Ketika orang orang masih mau mengkrikitk kita, sebenarnya itu adalah satu anugerah bagi kita. Mengapa harus dikritik? Ada tiga poin penting di sini. Yang pertama, kalau kita mau menerima kritik itu, ya kita terima saja semuanya. Karena munculnya kritik disebabkan adanya ketidaksesuaian menurut pandangan orang terhadap norma atau etika yang ada. Bagi pihak yang mengkritik, biasanya berpikir sah-sah saja karena memang perlu dikritik. Namun bagi yang dikritik pun, sah-sah pula jika berkata, bertindak, atau memberlakukan sesuatu. Ketika sebuah institusi atau individu melakukan aktivitas atau sebuah keputusan, maka orang lain akan menganggap itu adalah sikap institusi atu individu tersebut. Tetapi ketika suatu aktivitas atau keputusan itu menjadi sikap kelompok, maka itu akan menjadi budaya. Demikian pula ketika seseorang dari sebuah kelompok atau institusi melakukan sebuah tindakan, maka tindakan itu akan langsung dikritik dan melekat menjadi budaya kelompok atau intitusi tersebut. Padahal sesungguhnya yang terjadi tidaklah demikian.

Untuk mengatasi kritik tersebut, sepatutnya dan sesegera mungkin dilakukan klarifikasi bahwa tindakan tersebut hanyalah tindakan individu yang tidak mencerminkan budaya kelompok atau institusi. Dan akan lebih baik lagi jika dilakukan tindak lanjut yang diperlukan, termasuk perbaikan. Tetapi kalau kritik tersebut tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, ada tiga poin yang bisa dilakukan. Pertama adalah anggap saja hal tersebut menjadi sebuah pengalaman. Kedua, anggap saja kita sebagai orang ketiga sedang melakukan ekseperimen atau observasi. Yang ketiga, it’s a business thing and nothing personal.

Kalau sampai ada yang mengkritik pada personality atau kebiasaan sebagai individu, maka itu sudah menjadi sebuah komposisi yang harus diubah. Tidak ada cara lain. Apalagi jika sudah dianggap cara berlaku yang tidak sesuai dengan norma, etika, atau peraturan pergaulan, ya ubahlah segera. Artinya tidak bisa kita bertahan tanpa penyesuaian. Apalagi jika kita sudah menyadari bahwa kita berada dalam lingkungan dan hidup bermasyarakat.

Untuk mengatasi kritik, hal yang paling penting adalah harus disadari bahwa kritik itu akan selalu terjadi dan cenderung disebabkan adanya tindakan atau perkataan yang kurang baik dan tidak sesuai dengan yang ada dan berlaku di masyarakat. Lalu bagaimana mengatasi kritik dengan bijaksana?  Terimalah kritik sebagai anugerah. Kalau ada yang mengkritik, berarti pengkritik tersebut menyayangi pihak yang dikritiknya. Lebih sulitnya adalah ketika seseorang diam dan tidak melakukan apapun.

Kritik yang positif adalah selalu membangunkan kita, apapun isi kritiknya. Apa saja yang membangkitkan dan memberikan manfaat bagi kita, maka itu akan menjadi kritik yang baik. Tetapi ketika kritik itu sudah memasuki ranah yang menyangkut jati diri dan harga diri, mungkin itu sudah tidak termasuk kategori kritik yang membangun, bahkan bisa dianggap sudah merambah dalam ranah penghinaan. Artinya, sebuah tindakan kritik yang diakibatkan karena tindakan seseorang, maka itu dianggap laik. Jadi kritik yang positif itu dibatasi pada hal yang membangun dan memberikan manfaat. Namun yang sering dilupakan adalah bahwa kita dibangun di atas perkataan dan tindakan kita sendiri. Setiap saat kita selalu berupaya membangun dalam hal pergaulan, kehidupan, aktivitas, bisnis, dan juga pencitraan diri. Sadar atau tidak, itu adalah akibat dari perkataan dan tindakan diri sendiri. Jadi perhatikanlah apa yang sedang kita pikirkan karena akan berakibat pada ucapan dan tindakan yang berujung pada kebiasaan.

Jadi, suka atau tidak suka, kritik itu baik bagi siapa saja. Maka bersyukurlah jika banyak yang mengkritik. Dan bagi siapa saja yang belum siap menerima kritik, bisa dianggap yang bersangkutan belum siap untuk hidup. Ketika kita berjalan, orang akan menilai kita. Dan kita harus siap menerima penilaian tersebut walau hanya sekedar dengan mimik dan tak diungkapkan melalui perkataan atau tindakan lainnya.

Menyangkut kasus yang terjadi antara Rumah Sakit Omni Internasional dengan Prita Mulyasari terkait dengan email keluhan layanan yang dituangkan Prita Mulyasari sebagai pasien, seharusnya bisa diselesaikan tak sampai berlarut hingga ke meja hijau. Setidaknya pihak Omni bisa memanggil Prita atau mendatanginya untuk menyelesaikan masalahnya. Hal yang bisa dilakukan pihak Omni adalah meminta maaf jika memang telah terjadi kesalahan di pihak Omni, atau meminta klarifikasi dalam bentuk pernyataan terbaru dari Prita jika terdapat kesalahpahaman dalam isi keluhannya. Akan lebih elegan jika hal itu bisa diselesaikan dalam ranah dunia maya juga. Artinya, ketika salah satu pihak seperti yang dialami Omni tidak mampu menerima kritik, kemungkinan penyelesaiannya akan memakan biaya yang lumayan besar dan hasilnya pun belum tentu memuaskan.

Andai pihak Omni sejak awal mau bersikap lebih bijak, selain tak perlu mengeluarkan biaya, juga tentunya akan mendapatkan simpati yang lebih luas dan berdampak pada pencitraan positif. Jadi sadarilah bahwa manusia itu diciptakan dengan “keterbatasan” dan sudah “tercemar” (created-limited-polluted). Bahkan banyak perusahaan besar yang rajin melakukan survey hanya untuk mengetahui kelemahannya. Sesungguhnya kritik memiliki kemampuan yang luar biasa untuk membuka persepsi, wawasan, dan paradigma baru. Setidaknya, dengan kemampuan mengelola kritik yang diterima, akan melatih mental menghadapi tantangan yang mungkin saja bisa lebih berat lagi di masa mendatang. Jika perlu, hadapilah kritik dengan senyuman.