Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Secara umum, dehidrasi ringan tidak sampai menyebabkan gangguan berarti, namun sebaliknya pada dehidrasi berat tidak dapat ditoleransi oleh tubuh kita.

Ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan kesayangan kita, terutama saat perjalanan jauh dan panas, sangat memungkinkan pengendara mengalami lesu, lemah, lemas, pusing, mual, muntah, kejang otot, hingga berkurangnya refleks? Kondisi tersebut besar kemungkinan disebabkan telah terjadi dehidrasi, yaitu berkurangnya cairan serta elektrolit dalam tubuh. Jika diabaikan hal itu bisa menyebabkan kecelakaan yang berakibat fatal.

Menurut Dr Radja Simanjuntak, SpAn, MM, anestesiolog yang juga Direktur Umum RS PGI Cikini, Jakarta, komponen terbesar yang ada dalam tubuh adalah airyang berfungsi srebagai pelarut bagi semua zat terlarut dalam tubuh, baik dalam bentuk suspensi maupun larutan. Sebagai catatan, jumlah air dalam tubuh (total body water) adalah persentase dari berat airdibandingkan dengan total berat badan. “Air membentuk sekitar 60% dari berat badan seorang pria dan sekitar 50% dari berat wanita. Jadi semua sel dalam jaringan tubuh manusia terendam dalam cairan yang komposisinya mirip air laut. Dengan lemak yang pada dasarnya bebas air, maka makin sedikit lemak seseorang akan menyebabkan makin tingginya persentase air dari berat badannya,” ujar Dr Radja Simanjuntak.

Dengan kandungan larutan yang terdiri dari air dan zat terlarut seperti elektrolit dan bicarbonate, elektrolitnya sebagai zat kimia menghasilkan pertikel-pertikel bermuatan listrik (ion) jika berada dalam larutan. Nah, agar fungsi sel normal, komposisi cairannya harus relatif konstan yang dipelihara tubuh melalui mekanisme faal yang sangat kompleksdan melibatkan banyak sistem tubuh lainnya. “Jika terjadi gangguan keseimbangan, maka akan menjadi dasar penyebab suatu penyakit yang bisa menyebabkan gangguan secara menyeluruh dari sistem tubuh,” katanya.

Menurut Dr Radja Simanjuntak, keseimbangan cairan dan elektrolit menggambarkan kondisi distribusi yang normal dari total air tubuh dan elektrolit di dalam seluruh bagian tubuh. Keseimbangannya saling bergantung karena jika salah satunya terganggu, maka yang lainnya akan terganggu pula. Pemahaman dehidrasi secara umu adalah suatu kondisi kekurangan cairan pada tubuh yang secara umum dapat disebabkan oleh kurangnya asupan cairan atau pengeluaran yang berlebihan dan berakibat terjadi defisit total cairan tubuh.

“Jadi semakin jelas bahwa asupan cairan berasal dari minuman dan makanan. Sedangkan pengeluaran cairan dari tubuh secara fisiologis (normal) dapat berupa keringat melalui kulit, penguapan melalui paru-paru, dan air seni (kencing) melalui ginjal. Sedangkan dalam keadaan patologis (tidak semestinya) dapat disebabkan oleh penyakit seperti panas, muntah-muntah, diare, kencing manis, luka bakar, serta obat-obatan seperti diuretic, atau obat perangsang seperti golongan amphetamine, alkohol, dan lain-lain,” ujarnya menjelaskan.

Ya, meningkatnya kehilangan cairan tubuh bisa terjadi melalui keringat pada udara panas sebagai akibat penyesuaian tubuh terhadap cuaca. Terdapat tiga jenis defisit cairan (dehidrasi), yaitu dehidrasi ringan, dehidrasi sedang, dan dehidrasi berat. Secara umum, dehidrasi ringan tidak sampai menyebabkan gangguan berarti, namun sebaliknya pada dehidrasi berat tidak dapat ditoleransi oleh tubuh kita. Yang juga penting untuk diketahui adalah gejala dan tanda kekurangan volume cairan yang juga tergantung dari kecepatan dan besarnya perubahan. Namun dari banyaknya kasus yang ditemui, gejala dan tanda kekurangan cairan itu terjadi secara perlahan.

Pada dehidrasi sedang hingga berat, gejalanya bisa berupa lesu, lemah, lelah, rasa haus, tidak nafsu makan, turunnya tekanan darah sedikitnya 10 mmHg, peningkatan denyut nadi, berkurangnya berat badan, hingga penurunan produksi urin (urin lebih pekat dan berwarna kuning). Dehidrasi berat dapat menyebabkan shock, gangguan fungsi ginjal, gangguan elektrolit tubuh yang dimanifestasikan berupa keram otot, keram perut, gangguan kesadaran, kejang, hingga gangguan irama jantung.

Ujung-ujungnya, jangan pernah sepelekan dehidrasi. Terutama bagi biker yang kerap melakukan perjalanan jauh. Kesehatan tetap lebih utama.


Sikap kita yang benar adalah sudah seharusnya kita mengurangi kecepatan, menghindari, dan melakukan antisipasi negatif!

Dengan sering terjadinya kecelakaan di beberapa grup touring, perlu kembali diingatkan tentang betapa pentingnya antisipasi negatif. Ada contoh kasus yang bisa dijadikan ilustrasi. Saat touring, tiba-tiba dikejutkan adanya kendaraan roda dua yang menyeberang dalam jarak dekat. Walau arus lalu-lintas searah dan dibatasi dengan trotoar, umumnya kita memperkirakan tidak mungkin ada yang menyeberang. Kita tidak tahu jika trotoar tersebut telah ‘dibongkar’ sehingga mampu memberikan ruang yang cukup bagi sebuah sepeda motor untuk melintas dan menyeberang.

Nah, dengan perkiraan yang salah dan berharap tidak ada dan tidak memungkinkan ada kendaraan yang menyeberang, akhirnya terjadi kecelakaan. Pengendara yang menyeberang tersebut ternyata tidak memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan telah berusia di atas 50 tahun. Terlebih pengendara tersebut kemudian diketahui baru belajar mengendarai dan tidak mengetahui mengenai aturan atau tata cara berlalu-lintas.

“Menghadapi kondisi demikian, sikap kita yang benar adalah sudah seharusnya kita mengurangi kecepatan, menghindari, dan melakukan antisipasi negatif! Dengan bersikap demikian, kecelakaan pun dapat dihindari,” ujar Bro Joel Deksa Mastana.


Setiap kecelakaan yang terjadi selalu diawali dengan ‘melihat’ dan ‘terlihat’, serta diakhiri dengan refleks dan eksekusi yang tidak tepat.

Pentingnya safety riding sudah seharusnya tak ditawar lagi. Ketika kesadaran akan bahaya dan kemungkinan kecelakaan bisa terjadi di mana dan kapan saja, akan membuat safety riding menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap pengendara. Bahkan Bro Joel Deksa Mastana, instruktur safety riding bersertifikasi internasional pun selalu menekankannya dalam setiap pelatihan yang dipandunya. “Dalam pelatihan safety riding, saya sering mengatakan bahwa 70% kecelakaan melibatkan orang lain dengan berbagai hal dan kasus. Sebagai contoh saja, ada sebuah kendaraan yang tiba-tiba berhenti untuk menanyakan jalan atau hal lain yang tidak terduga,” ujar Bo Joel.

Dalam berbagai kesempatan Bro Joel memang tak pernah bosan untuk mengingatkan. Menurutnya, selain menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, juga diperlukan persiapan kendaraan, fisik, serta mental pengendara. Jangan pernah mengabaikan persiapan kendaraan. Demikian pula fisik dan mental yang diupayakan selalu siap untuk menghadapi berbagai kondisi saat berkendara.

Prinsip lainnya adalah berbagi jalan. Dalam hal ini Bro Joel mengingatkan bahwa setiap pengendara wajib mengendarai secara dinamis yang selalu bersikap waspada dengan melihat sekelilingnya depan, samping, dan belakang melalui kaca spion dan melakukan tengok untuk mengkonfirmasi keselamatan. Ada tiga aspek penting yang harus diperhatikan setiap pengendara, yaitu:

  • Search: melihat potensi risiko
  • Evaluate: evaluasi kondisi dan situasi
  • Execute: eksekusi yang tepat

Setiap kecelakaan yang terjadi selalu diawali dengan ‘melihat’ dan ‘terlihat’, serta diakhiri dengan dengan refleks dan eksekusi yang tidak tepat. Terkait dengan kecelakaan, masih segar dalam ingatan ketika akhir bulan April 2012 lalu HOG Jakarta Chapter melakukan touring dalam rangka menghadiri Jogja Bike Rendezvous (JBR). Dan salah satu insiden kecelakaan dalam touring tersebut melibatkan Bro Sahat Manalu, Sekjen HOG Jakarta Chapter. Akibatnya Bro Sahat mengalami luka dan bagian depan Harley-nya rusak parah.

Menanggapi kecelakaan yang menimpa Bro Sahat, hal itu langsung dijadikan contoh oleh Bro Joel. Menurut Bro Joel, contoh peristiwa kecelakaan yang dialami Bro Sahat, terjadi dengan kondisi adanya kendaraan dari arah berlawanan arah yang melanggar lalu-lintas. “Dalam hal ini, apabila kendaraan tersebut terlihat, kita wajib menghindar karena adanya risiko kecelakaan walau sebenarnya kita berada pada posisi yang benar. Hal itu biasanya tergantung dari kecepatan kita juga. Kalau pada kecepatan tinggi, tentunya kita membutuhkan scan atau search dan analisa, serta antisipasi yang lebih baik. Tak hanya sampai di situ, karena setelah itu eksekusinya juga memerlukan refleks yang baik,” kata Bro Joel lagi.

Bro Joel pun kembali menekankan bahwa bukan hanya cukup dengan menggunakan perlengkapan atau terlihat orang lain saja, tetapi setiap pengendara juga perlu mengetahui dan memperkirakan pergerakan kendaraan lain. Dan hal penting yang juga perlu diingat adalah kondisi lalu-lintas di negara kita sudah seperti di rimba raya. Jadi bukan hanya aturan dan tata cara berlalu-lintas saja, tetapi diperlukan juga scanning, analisa, dan eksekusi tepat untuk berbagi di jalan atau menghadapi situasi dan kendaraan yang melanggar.


Dengan kinerja yang tinggi, tentu saja otot-otot tersebut perlu dilatih secara rutin agar mampu menunjang aktivitas yang membutuhkan gerak lebih fleksibel sekaligus menghindari cedera otot.

Aktivitas berkendara, khususnya biker, memang membutuhkan kondisi tubuh yang fit agar kebugaran selalu terjaga. Dengan begitu, konsentrasi jadi lebih prima sekaligus menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama di perjalanan. Bagi biker berusia muda, menurut dr Tedjo Rukmoyo, SpOT, Spine (K), ada tiga olahraga yang dianjurkan dan sangat bermanfaat untuk ketahanan biker, yaitu bersepeda, renang, dan jogging. “Bagi biker yang berusia lebih tua atau berusia lanjut, cukup berlari-lari kecil bisa dilakukan secara rutin. Walau begitu masih ada yang mampu melakukan jogging dan renang,” ujar spesialis bedah tulang belakang ini.

Menurutnya, aktivitas berkendara yang tidak diikuti dengan aktivitas olahraga, sangat rentan berdampak pada ketahanan tubuh. Terkadang punggung atas dan yang lebih sering punggung bawah bisa mengalami pegal. Demikian pula dengan bahu, khususnya pada lengan atas kiri dan kanan yang kerap terasa pegal. Yang perlu diwaspadai juga adalah penggunaan helm jangka panjang yang bisa berefek pada otot leher belakang. Juga dengan otot paha bagian depan yang kerap bergerak untuk manuver, termasuk menahan beban sebagai penyangga sepeda motor saat hendak parkir, berhenti, atau ketika akan memulai perjalanan.

Dengan kinerja yang tinggi, tentu saja otot-otot tersebut perlu dilatih secara rutin agar mampu menunjang aktivitas yang membutuhkan gerak lebih fleksibel sekaligus menghindari cedera otot. Olahraga ringan seperti bersepeda, jogging, dan renang akan sangat membantu membiasakan melatih gerakan otot. Aktivitas olahraga tersebut sangat dianjurkan untuk dilakukan secara rutin, setidaknya tiga kali seminggu. Secara perlahan, efeknya akan terasa pada kebugaran. Tubuh pun tak lagi mudah capai, tidak mudah sakit, dan lebih fit. “Kalaupun tidak bisa secara rutin, selain tiga jenis olahraga tersebut, sangat dianjurkan melatih gerakan otot-otot tersebut sejak tiga minggu hingga satu bulan jelang touring. Otot-otot pun akan menjadi semakin kuat, semakin besar, dan tentu saja gerakannya akan semakin terlatih,” kata pria yang akrab disapa Yoyok sekaligus menjadi Ketua Med Docs Yogyakarta Chapter.

Bagi biker yang masih berusia muda, bisa dimulai dengan gerakan pertama berupa push up yang bisa dilakukan melalui beberapa tahapan. Tak perlu push up seperti karateka, tetapi gunakan bar sebagai pegangan tangan untuk menyangga lengan seperti gerakan push up biasa dengan tumpuan kaki pada jari-jari kaki. Bisa juga dengan posisi kaki diangkat. Tapi ingat, gerakan ini cukup berat sehingga hanya dianjurkan dilakukan oleh biker muda. Bagi yang jarang berolahraga dan memiliki perut agak buncit, bisa melakukan push up yang lebih mudah dengan menggunakan lutut sebagai penyangga kaki. Bagi yang berusia lanjut pun masih bisa melakukan push up dengan bantuan dinding sebagai penyangga. Jika merasa mampu, lakukan dengan posisi tubuh membentuk sudut kemiringan yang lebih besar terhadap dinding. Namun jika dirasa berat, posisi tubuh bisa disesuaikan dengan membentuk sudut kemiringan yang lebih tegak terhadap dinding.

Ada pula gerakan vital bagi biker dengan bantuan alat berbentuk roda berdiameter 20 hingga 25 sentimeter dengan pegangan tangan di bagian kiri dan bagian kanannya. Gerakan ini menjadi gerakan utama. Diawali dengan posisi seperti hendak merangkak dengan lutut sebagai penyangga kaki serta kedua tangan memegang alat tersebut. Secara perlahan punggung dan pinggul diturunkan bersamaan dengan gerakan tangan yang menjalankan roda alat tersebut ke arah depan hingga posisi perut mendekati lantai. Lalu gerakan dilanjutkan dengan menarik kembali alat tersebut sambil mengangkat punggung dan pinggul hingga kembali ke posisi semula. Gerakan ini vital karena memberikan latihan secara bersamaan bagi otot-otot pada lengan bawah, lengan atas, bahu, leher, punggung, pinggul, perut, hingga otot paha bagian depan.

Selajutnya adalah gerakan ketiga yang akan melatih otot leher dan otot bahu bagian atas. Gerakannya cukup mudah karena hanya memposisikan tubuh berdiri dan memutar tangan dengan gerakan putaran ke belakang dengan radius agak lebar. Gerakan ini sangat bermanfaat untuk otot leher dan sangat dianjurkan untuk dilakukan saat beristirahat di tengah perjalanan jauh. Manfaatnya adalah untuk mengembalikan kondisi otot leher bagian belakang agar tetap fleksibel setelah bekerja dalam posisi statis menahan beban helm dan memegang setang kemudi.

Gerakan keempat adalah back up dengan melatih otot punggung. Perlu lebih hati-hati melakukannya, khususnya bagi biker yang pernah sakit pinggang dan usia yang sudah tidak muda lagi. Diawali dengan meletakkan kedua tangan membekap pipi dan telinga dan dilanjutkan dengan mengangkat posisi badan dan kepala ke atas. Bagi yang mampu, bisa juga dilakukan dengan variasi yang lebih berat dengan cara menggantungkan badan dan kepala di tepi meja atau tempat tidur dan mengangkat badan sambil menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri.

Gerakan selanjutnya adalah squatting. Diawali dengan posisi berdiri dengan lengan membekap pipi dan telinga dan posisi kaki agak terbuka. Secara perlahan lutut diturunkan membentuk sudut 90 derajat, pinggul di tekuk dan seperti posisi hendak duduk. Dilanjutkan dengan menaikkan tubuh ke posisi semua dan dilakukan berulang naik turun. “Gerakan ini bermanfaat untuk menahan beban Harley dan manfaatnya serupa dengan gerakan jogging. Gerakan ini juga sangat baik untuk kesehatan jantung, paru-paru, dan sirkulasi darah,” ujar dr Yoyok. Menurutnya, seluruh gerakan tersebut sangat dianjurkan dilakukan secara bertahap.



Walau film Wild Hogs bergenre petualangan komedi, namun menarik disimak penampilan Harley Davidson yang jadi ‘bintang’ dalam sejumlah aksi kocak. Perhatikan saja sepeda motor yang digunakan geng Del Fuegos. Sebagian besar sepeda motor yang digunakan geng Del Fuegos dimodifikasi ala choppers. Cocok dengan karakter geng itu yang menghanyutkan namun bisa tiba-tiba berubah menjadi urakan dan meresahkan.

Sementara geng Wild Hogs juga serupa. Dudley Frank yang berkarakter jenius menggunakan XL1200C Sportster Custom. Bobby Davis yang takut istri memakai FXSTS Springer Softail. Sedangkan dokter gigi Doug Madsen terlihat pas dengan Black Fatboy dengan modifikasi chrome pada roda depannya. Sementara Woody Stevens mendapat jatah Harley Davidson Screaming Eagle Fatboy.

Kesesuaian desain setiap Harley Davidson yang digunakan pemeran utama Wild Hogs tak lepas dari campur tangan Tim Allen yang berperan sebagai Doug Madsen. Tim Allen dalam kesehariannya memang memiliki hobi otomotif, bahkan dikenal juga sebagai desainer otomotif. Untuk film Wild Hogs ini, Tim Allen banyak memberikan masukan soal desain yang sesuai dengan karakter setiap peran, khususnya empat karakter peran utama di Wild Hogs. Sesuai dengan pameo bahwa setiap unit Harley Davidson yang ada di belahan dunia mana pun, akan berbeda satu dengan lainnya karena perbedaan karakter pemiliknya itu sendiri yang membuatnya berbeda.


Film ini awalnya memang sempat mendapat kritikan tajam dan bahkan lebih banyak review negatifnya.

Rutinitas boleh jadi akan membuat sebagian besar orang merasa jenuh. Sementara sebagian kecilnya tetap berusaha menikmatinya bagai air yang terus mengalir. Tapi pernahkah membayangkan jika pertemanan yang berlangsung sejak usia kuliah tetap kompak dan penuh dengan ide nyeleneh hingga usia paruh baya?

Itulah yang dilakukan empat pria paruh baya yang memiliki keluhan yang sama, jenuh dengan perjalanan hidupnya. Empat pria dengan empat karakter unik dan latar belakang pekerjaan yang berbeda. Boleh jadi karena sama-sama memiliki tingkat stress yang tinggi justru melahirkan ide-ide liar dan bahkan idiot untuk ukuran seseorang yang berpendidikan. Tokoh Bobby Davis yang diperankan Martin Lawrence, adalah tipikal seorang suami yang sangat penakut terhadap istrinya. Setelah menganggur cukup lama, Bobby akhirnya harus rela dan terpaksa merasakan kembali bekerja sebagai pembersih toilet.

Lalu Doug Madsen yang diperankan Tim Allen juga bermasalah dalam hubungan keluarga. Doug yang berprofesi sebagai dokter gigi merasa sangat bersalah karena tak bisa seperti ayah lainnya yang bisa dekat dengan anaknya. Sementara bintang Saturday Night Fever, John Travolta, mendapat peran sebagai Woody Stevens. Masalah yang dihadapi Woody juga tak kalah peliknya. Sebagai pengusaha, Woody benar-benar terpuruk karena sedang mengalami kebangkrutan serta ditinggal karyawan dan rekan kerjanya. Tak hanya sampai di situ, istri Woody yang berprofesi sebagai model bikini juga tega meninggalkannya.

Pria keempat adalah Dudley Frank (William Hall Macy). Tipikal pria jenius yang berprofesi sebagai programmer, tapi sifatnya sangat lugu. Dudley bisa langsung gemetar dan serba salah jika berada di dekat seorang wanita cantik. Untuk urusan wanita, Dudley termasuk kategori kuper.

Jalan cerita Wild Hogs terbilang unik. Salah satunya adalah kegilaan empat orang sahabat yang sama-sama memiliki hobi menunggangi motor gede (moge) Harley Davidson. Judul film produksi tahun 2007 ini diambil dari nama geng keempat sahabat ini. Tak ada aturan yang jelas dalam geng Wild Hogs. Setiap persoalan selalu dilalui dengan perdebatan yang tak kunjung selesai, bahkan konyol.

Mereka pun menepakati ide Woody melakukan perjalanan dengan tujuan melepas rutinitas keseharian. Kelucuan dan kekonyolan memang sudah tersaji sejak awal. Ide-ide liar yang terlihat sepele juga kerap menyelinap. Kerinduan membebaskan diri dari beban urusan keluarga dan pekerjaan coba mereka sisihkan dan berharap bisa menikmati masa seperti saat kuliah dulu. Bahkan ponsel yang identik dengan kebutuhan berkomunikasi pun mereka buang agar tak terganggu. Membebaskan diri dari jeratan ponsel boleh jadi akan membantu meringankan beban walau masih menyisakan kegalauan.

Empat pria dengan empat sepeda motor bergaya chopper dan penampilan ala geng motor sesungguhnya, memulai petualangannya. Walau berupaya tampil seperti geng motor pada umumnya, namun hati mereka langsung kecut ketika bertemu dengan geng Del Fuegos, sebuah geng motor yang ditakuti masyarakat. Konflik pun mulai bertebaran.

Keempat aktor utama mampu mengemas kekonyolan dengan ekspresi yang wajar. Ya, Travolta, Allen, Lawrence, dan Macy, memiliki pengalaman sebagai aktor komedi. Timothy Allen Dick yang lahir di Denver, Colorado, 13 Juni 1953, melejit setelah membintangi Home Improvement, serial televisi bergenre sitkom yang diputar dalam kurun waktu September 1991 hingga Mei 1999.

Sementara Jhon Joseph Travolta yang lahir 18 Februari 1954 memang dikenal sebagai penyanyi, penari, dan aktor, bahkan beberapa kali meraih nominasi Academy Award. Travolta yang lahir di Englewood, New Jersey, sangat dikenal lewat perannya sebagai Toni Manero (Saturday Night Fever, 1977), Dany Zuko (Grease, 1978), Vincent Vega (Pulp Fiction, 19940, dan Chili Palmer (Get Shorty, 1996).

Demikian pula dengan William Hall Macy yang pernah menjadi nominator Academy Award dalam perannya sebagai Jerry Lundegaard di film Fargo (1996). Macy juga seorang guru dan sutradara di teater, film, dan televisi. Dua Emmy Award dan Screen Actors Guild Award, menjadi bagian dari sembilan kali nominasi Emmy Award, tujuh kali nominasi Screen Actors Guild Award, dan tiga kali di Golden Globe Award. Macy menikahi aktris Felicity Huffman, 6 September 1997, dan telah dikaruniai dua anak perempuan. Macy dan Huffman sempat mendukung kampanye John Kerry yang mencalonkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat pada tahun 2004.

Martin Fitzgerald Lawrence jadi yang termuda. Sebagai aktor, komedian, sutradara, dan produser, Lawrence yang lahir 16 April 1965, mulai bersinar lewat Boomerang (1992). Kariernya di dunia film diawali sejak tahun 1987. Akting apiknya juga terlihat di film Bad Boys (1995), Nothing To Lose (1997), Blue Streak (1999), Life (1999), Big Momma’s House (2000), dan Bad Boys 2 (2003).

Film ini awalnya memang sempat mendapat kritikan tajam dan bahkan lebih banyak review negatifnya. Namun saat mulai diputar di bioskop, fakta pun berubah drastis. Ya, Wild Hogs, memang menawarkan komedi yang segar dan menggelitik. Seperti pada saat mereka bermalam di sebuah tenda. Tenda yang diandalkan sebagai atap di malam hari, musnah terbakar. Tanpa sengaja Doug membuang benda hangus ke arah tenda. Melihat ada api, Dudley dengan cekatan berupaya menyiramnya dengan air. Tapi ternyata Dudley menyirang bukan dengan air, dan justru menyiramnya dengan bensin. Alhasil mereka tidur beratap langit di atas satu kasur. Pemandangan itu tentu saja mengundang kecurigaan dan mereka bisa dianggap sebagai kaum gay. Dan kondisi tersebut dimanfaatkan oleh seorang polisi yang aslinya memang gay. Kejadian selanjutnya bisa ditebak. Geng Wild Hogs pun lari tunggang langgang menghindari kejaran sang polisi gay.

Begitu pula saat mereka terlanjur memasuki sebuah klub dan terjebak di lingkungan geng motor Del Fuegos dengan pentolannya Jack Blade (Ray Liotta). Dengan berusaha tetap waspada, mereka mencoba menghindari tatapan mata dan tak mencari masalah. Tapi pentolan geng Del Fuegos justru mengambil paksa Harley milik Dudley. Saat dipaksa meninggalkan klub, Woody tak bisa menyembunyikan kekesalannya. Kesetiaannya terusik. Sebagai sahabat sejati, Woody berniat membalas dendam untuk merebut kembali motor Dudley.

Woody pun berhasil membawa kembali Harley Dudley. Woody juga menyembunyikan aksinya dengan mengatakan bahwa dirinya telah membuat kesepakatan baik-baik dengan geng Del Fuegos. Padahal dalam aksinya, Woody telah membocorkan saluran bensin semua motor genk Del Fuegos. Bahkan beberapa motor itu serta klub tongkrongan ikut meledak akibat keteledoran salah satu anggota Del Fuegos. Kegagalan Del Fuegos mengejar Wild Hogs, semakin menambah tensi dendam Del Fuegos.

Rasa takut yang dipendam Woody, seketika berusaha ditutupi dengan mengajak sahabat Wild Hogs-nya mengambil jalan pintas dan lupa mengisi bahan bakar. Cukup terengah mengikuti alur cerita petualangan yang kental dengan sentuhan komedi. Tapi Wild Hogs tetap menyisipkan pesan tentang arti sebuah persahabatan, termasuk kesetiaan. Juga bagaimana menyikapi jalan hidup yang memang tak pernah selalu berujung seperti yang diinginkan.



Setelah hampir 50 tahun sebagai head of styling, Willie G. Davidson pensiun dari Harley-Davidson pada tanggal 30 April 2012. Willie G., Senior Vice President dan Chief Styling Officer, telah diakui sebagai legenda dalam dunia desain sepeda motor. Willie akan melanjutkan keterlibatannya bagi perusahaan sebagai duta di event dan reli sepeda motor, serta proyek-proyek desain khusus sebagai Chief Styling Officer Emeritus.

“Sepanjang hidup, saya benar-benar beruntung memiliki kesempatan memberikan gairah dan cinta dalam desain yang membuat merek Harley Davidson berjalan sangat menakjubkan di pembuluh darah saya,” kata Willie. “Yang paling berkesan adalah bagaimana kita melihat manfaat sepeda motor kami dimiliki dalam kehidupan customer kami. Semua yang kita lakukan dalam styling didasarkan pada pemikiran bahwa bentuk mengikuti fungsi, yang keduanya ikut memberikan emosi”.

Selama karirnya, Willie G., 78 tahun, membangun tim desain di Harley-Davidson yang mengokohkan perusahaan sebagai leader di segmen sepeda motor custom, cruiser, dan touring. Saat ini, styling departement dipimpin oleh Ray Drea, Wakil Presiden dan Direktur Styling, yang telah banyak bekerja sama dengan Willie G. dalam perjalanan pengembangannya. “Saya telah mendapatkan hak istimewa untuk bekerja dengan orang-orang berbakat di perusahaan ini dan saya memiliki keyakinan besar terhadap masa depan kepemimpinan desain Harley-Davidson yang akan terus tumbuh dengan keunggulannya. Saya juga berharap dapat menghabiskan waktu dengan para rider di ajang reli dan untuk keterlibatan saya dalam desain proyek khusus,” kata Willie.

Keith Wandell, Chairman, President, dan Chief Executive Officer of Harley-Davidson, Inc. mengatakan bahwa beberapa individu memang memiliki dampak berbeda pada organisasi, brand, dan gaya hidup seperti yang dimiliki Willie G. “Setiap orang yang cinta kepada sepeda motor memiliki keinginan dengan visi dan bakat yang tinggi, dan kita semua mendapat berkah atas kehadirannya. Warisannya akan terus tumbuh berkat bakatnya yang ditularkan di studio styling Harley-Davidson”. Willie G. sendiri telah lama menjabat sebagai duta besar Harley-Davidson di reli di seluruh dunia –bertemu rider, berkomunikasi dengan customer, membubuhkan tanda tangannya, serta mengakomodasi berbagai keinginan pelanggan yang telah menjadi salah satu keunggulan perusahaan.

Willie G. yang merupakan cucu salah satu pendiri perusahaan, William A. Davidson, dan anak dari William H. Davidson, bergabung dengan perusahaan sebagai head of styling pertama pada tahun 1963. Dengan tanggung jawab terhadap tampilan semua Harley-Davidson, sekaligus menjadi bagian sejarah sepeda motor terbaik yang muncul dari tim studio styling Willie G, termasuk Super Glide, yang selanjutnya masuk kategori custom pabrikan pada tahun 1971, Low Rider, Heritage Softail Classic, Fat Boy, V-Rod, dan Street Glide. Terima kasih Willie!

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 927 pengikut lainnya.