ini cuma ide kecil yang berangkat dari kesederhanaan profil alas kaki yang dinamakan terompah… sebagian besar tulisan sudah dimuat di KORAN TEMPO, MBM TEMPO, majalah fotografi NIKONIA, majalah manajemen dan solusi bisnis INSPIRE, dan majalah pariwisata TRAVELOUNGE.
blog ini, demikian pula dengan penulisnya, masih sangat jauh dari sempurna… saking sederhananya tampilan terompahku ini, sampai kadang lupa menperbaharuinya…
jadi mohon maaf dan jangan heran jika masih ditemui sejumlah tulisan yang perlu diperbaiki, termasuk foto pendukungnya yang belum diunggah…
jangan sungkan pula berikan komentar atau kritik untuk memperbaiki kekurangan yang ada…
pokoke, silakan urun ide positif di sini…
tabik,











Mas Ao,
Seperti yang Mas Ao pernah katakan, bahwa pembaca dapat saja menginterpretasikan tulisan yang dibacanya sesuai dengan imajinasi masing-masing. Memang secara kebahasaan terompah itu artinya alas kaki, tapi setelah saya melihat gambar di atas, terompah tidak sekedar alas kaki, tapi dapat apa saja sesuai dengan imajinasi pembaca dan yang melihatnya. Ini negara bebas bukan? Kita sudah bebas dari penjajahan bukan?
Tepat sekali. Tepat karena bukan harfiah. Terompah memang saya ambil aspek kesederhanaannya dan juga aspek sebagai wahana (baca: alas kaki)). Artinya, tak perlu bagus jika kita bisa memulainya dengan cara sederhana. Itu saja kok.
Terima kasih tanggapannya.